Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 97 Pulau Dewata 2


__ADS_3

Matahari mulai naik diatas permukaan laut, suara desiran ombak yang masih pasang dipagi hari terdengar hingga ke kamar penghuni villa. Angin yang bertiup dari arah laut pun terasa merasuki Villa yang megoyangkan pepohonan disana.


Adrian membuka Jendela agar sinar matahari masuk kedalam kamarnya yang cukup panas karena aktivitasnya semalam yang sempat tertunda beberapa hari. Dia berdiri didekat jendela mencari udara segar, sambil menenguk beberapa botol lemon kemasan untuk memulihkan tenaganya.


Nampak dari pandangannya sang istri mulai menggeliat menutupi wajahnya dengan tangan, dia silau terkena paparan cahaya matahari. Dengan cepat Adrian menutup lagi tirai sebagian agar menghalangi istrinya dari sorotan sinar matahari.


"Sayang kamu udah bangun..." Kata Tiara melihat suaminya tak disampingnya.


Adrian mendekati istrinya yang masih diranjang dengan balutan selimut. "Tahu nggak sayang, kenapa aku selalu semangat nunggu kamu bangun tidur...."


"Kenapa memang..." Tanya Tiara.


"Soalnya aku nggak sabar bilang I Love you ..." Kata Adrian. Tiara melempar suaminya dengan bantal kecil.


Adrian menarik tangan istrinya dan langsung mencium bibirnya singkat dengan agresif Tiara malah membalas ciumannya. Keduanya melepaskan ciuman selamat pagi.


"Mandi yuk sayang...." Kata Adrian.


Tiara menganguk, " Mandi diluar aja yuk..." Balas Tiara menunjuk privat mini kolam yang menghadap ke laut yang memang ada di kamarnya.


Adrian menutupi tubuh istrinya dengan selimut tipis langsung mengendong Tiara dengan gaya bridal.


"Belum sebulan kita nikah badan kamu udah berat sayang...." Seru Adrian sambil melangkah.


"Masa sih, aku jaga pola makan Lo..." Ujar Tiara Kesal.


"Gimana nggak berat sayang, kalau tiap hari cinta aku terus mengembang dihati kamu..." Celetuk Adrian.


"Mulai kan..."


Kini keduanya menikmati waktu berdua didalam kolam air panas dengan suguhan pemandangan indah di hari-hari terakhir bulan madu yang sudah ditambah beberapa hari.


"Sayang hari ini ke luar ya, dua hari kita dikamar terus lumayan terpuaskan..." Seru Adrian.


"Ya sayang bisa, besok sepertinya kita harus kembali ke kota B pasti segudang pekerjaanku menunggu..." Pungkas Tiara.


"Ya, ya..."


"Sayang, aku nggak yakin bisa ke Prancis, aku sepertinya nggak bisa jauh-jauh dari kamu...." Ujar Tiara lagi.


"Sayang, aku nggak pernah maksa keinginan kamu, aku juga pernah bilang nggak akan keberatan jika memang kamu harus ke Prancis aku siap nunggu kok, lagi pula kamu nggak lama cuma setahun, seperti yang kamu bilang, bisa kan pulang tiga bulan sekali...."


"Kamu jangan macam-macam sayang selama aku pergi, nanti aku bakalan sewa banyak mata-mata...."


"Ya ampun istri ku yang tambah cantik kalau marah. Sayang, di hatiku cuma ada kamu aja, datang sekali terus nggak pergi-pergi lagi...."


"tukang gombal...."


"Serius sayang," Adrian memeluk tubuh istrinya.


"Nanti selama kamu pergi, aku bakalan selesaikan desertasi aku sayang, biar nggak terlalu kangen berlebihan sama kamu, biar aku juga cepat dapat gelar doktor, jadi kita sama-sama bisa dapat apa yang kita inginkan selama LDR, training pembekalan kamu lancar, desertasi aku jalan...." sambung Adrian.


"Makasih ya sayang, udah jadi suami yang pengertian..." Balas Tiara.


"Ya dong sayang, sayang aku nggak yakin Bapak kamu orang Prancis, kayaknya dia orang Antartika..."

__ADS_1


"Kenapa begitu sembarangan deh," Kata Tiara cemberut.


"Habisnya kalau dekat kamu bawaannya adem aja..."


"Ya ampun, udah deh sayang ngigaunya kita kan udah nikah jadi gak mempan lagi main ngombal-ngombalan...."


"Jadi gitu ya, nggak mau di godain suaminya langsung mau tindakan nyata...."Adrian menarik tubuh istrinya dan terus menciumi bahunya hingga ke bawah dan meraba bagian depan kulit tubuh istrinya yang tak tertutup apapun.


"Sayang udah jangan mesum terus, kita nikmati aja pemandangan indah ini sebelum kembali ke kota kita..." Tiara berusaha mengeliat tapi merasa senang juga sih.


"Bagiku tidak ada yang lebih indah dan enak dinikmati selain kamu sayang..." suasana pagi ini kembali memanas lagi, karena ada yang sesuatu terbangun lagi setelah menjinak beberapa saat.


Adrian mengangkat tubuh istrinya ke pangkuannya kini mereka saling berhadapan, keduanya pun kini melanjutkan aktivitas penyatuan cinta selain mandi dipagi ini.


*****


Sambil menunggu Tiara yang masih bersiap-siap didepan kaca memoles wajahnya. Adrian memeriksa ponselnya yang tak disentuh sejak kemarin. Dia membaca setiap pesan yang masuk rata-rata dari mahasiswanya yang menanyakan kapan kepulangannya.


Beberapa saat ponsel berdering, Adrian dengan cepat mengangkat telepon yang berdering dan berdering lagi dari Mahasiswa bimbingan skripsinya.


"Siapa, dari tadi telpon terus...." Kata Tiara kesal menghampiri suaminya yang sejak tadi menerima telepon.


"Mahasiswa-mahasiswa bimbingan aku sayang, nanya kapan aku pulang kasian mereka, mereka mau kejar wisuda bulan depan..." Terang Adrian.


"Cewe Cowok, kalau cewek namanya siapa, kalau cowok namanya siapa..." Kata Tiara ketus.


"Kalau bohong namanya Santoso, tapi aku mau jujur, tadi yang telpon Santi, sayang..." Goda Adrian.


"Aku lagi nggak becanda sayang, Dia cantik, genit dia sama kamu."


"Sayang mereka cuma Mahasiswa aku, semua menurut aku samar sayang, di mata aku kamu aja yang paling cantik...."


Adrian menghembuskan nafas kasar karena sudah mulai mamahami sifat posesif istrinya.


"Sayang, meraka juga tanggung jawab aku, apalagi mereka mau kejar wisuda pasti mereka mulai panik, mereka sama hal nya dengan karyawan kamu sayang..." Adrian berusaha menerangkan dan menenangkan istrinya.


"Ya udah kita jalan aja ya..." Sambung Adrian.


"Mahasiswi kamu bikin aku naik darah aja..." Ujar Tiara kaku.


"Udah dong sayang, senyum dong..." Goda Adrian.


"Malas..." Balas Tiara kesal.


"Berati kamu mau bikin aku lemah sayang..."


"Kenapa begitu..."


Adrian menarik tubuh istrinya dan melingkarkan tangan dipinggangnya "Senyumanmu seperti oksigen buat aku sayang kebayangkan kalau nggak liat sedetik aja..."


Tiara menyungingkan bibir, "Udah puas, jangan ngerayu lagi..."


"Udah puas sayang, kalau kita nggak segera pergi, tahu apa yang selanjutnya terjadi..." Goda Adrian.


Mereka pun keluar kamar sebelum rencana pergi berjalan-jalan gagal karena keinginan melakukan yang lain didalam kamar.

__ADS_1


Diluar villa, asisten Tiara sudah didalam mobil siap mengantar tuanya ke destinasi selanjutnya. Keduanya memilih singgah sejenak di tepian pantai berpasir putih bersih dengan laut yang biru memukau, Tiara mengenakan topi pelindung wajah dan kacamata untuk melindunginya kulitnya dari sinar matahari. Sedangkan suaminya hanya memakai kacamata.


Kedua berjalan bergandengan menyusuri pinggiran pantai yang terkena sedikit deburan ombak dikaki keduanya, pantai memang nampak sepi karena pantai ini bukanlah wisata utama di pulau ini, pantai ini semacam pantai yang belum terlalu banyak dikunjungi wisatawan.


Sehingga keduanya serasa bebas menikmati alam ciptaan yang Maha Kuasa ini berdua. Apalagi semenjak menikah Adrian merasa mendadak seperti magnet bertemu besi yang saling menempelkan satu sama lain. Ia tak bisa lepas dan jauh dari istrinya untuk saat ini.


Begitu pula dengan Tiara, yang tak pernah menyangka akan bisa menikah secepat ini, merasa bahagia dengan suaminya yang selalu sabar bisa meredam setiap amarahnya. Dia menatap suaminya sambil menikmati terpaan angin yang membelai rambutnya, dan dengan sigap suaminya menyelipkan rambut yang menutupi wajahnya ke belakang telinganya.


"I Love you, My Husband...." seru Tiara memeluk suaminya.


"Love You Too, balik yuk sayang, disini panas banget, bisa jadi dendeng kita..." Kata Adrian yang merusak momen romantis yang membuat istrinya kesal karena balasan suaminya tak sesuai keinginannya yang berharap memuji dengan kata-kata romantis.


Keduanya pun kembali ke mobil menuju ke destinasi yang dituju yang tak jauh dari lokasi sekarang, asisten Tiara hanya bisa menutup telinganya dan meluruskan pandangannya tidak berani menoleh kebelakang melihat kemesraan Tuannya walaupun itu menggangu ketenangannya tapi dia memaklumi dan merasa senang dengan perubahan sikap majikannya setelah menikah.


Mereka pun tiba di tempat tujuan sebuah pura diatas tebing yang menghadap ke samudra hindia dengan banyak monyet liar yang berkeliaran.


"Keluarlah dulu..." Kata Tiara keras seperti biasa pada asisten laki-lakinya di kursi kemudi.


"Ya Bu..." Dengan sigap asistennya keluar dari mobil.


Tiara membelai pipi suaminya, mendekatkan wajah dan mencium bibir suaminya dengan sigap juga suaminya membalas ciumannya dengan dalam dan semakin panas karena tangan suaminya juga sudah mulai meremas bagian dadanya.


"Udah sayang cukup, kalau kita teruskan aku bisa nggak tahan dan mobil ini bisa goyang..." Kata Adrian yang menahan istrinya.


"Ya sayang sorry..." tiara menahan tawa.


"Kita lanjutankan nanti malam ya, sekarang kita turun, kasihan asisten kamu kelamaan nunggu kita dia digodain sama monyet..." Kata Adrian menunjuk asisten Tiara yang kerumuni beberapa monyet.


Dengan refleks Tiara tertawa, "Ayo turun...".


Kini Keduanya turun berjalan menuju lokasi wisata menikmati pemandangan indah diatas tebing. Meskipun kadang Tiara ketakutan dengan monyet liar tapi Adrian dengan siaga menjaganya.


Puas berkeliling dan berfoto beberapa jam mereka kembali pulang ke villa meninggalkan tempat indah ini.


Tiara menaruh kepalanya di bahu suaminya merasa lelah.


"Sayang, bener ya kata orang, nikah itu enaknya lima persen aja...."


"Kok, lima persen..." Tiara bangun dan memukul lengan suaminya.


"Ya sayang, sembilan puluh lima persennya enak banget, kenapa nggak dari dulu ketemu kamu..." Balas Adrian tersenyum nakal.


Tiara pun tersipu mendengar perkataan suaminya yang selalu membuatnya tertawa.


.


.


.


.


. Next..


Sampai sini dulu ya Zen ngintip Adrian Tiara ...

__ADS_1


Terimakasih udah sabar nunggu up dari author 😍😍😍


Jangan lupa like komen Vote author biar kenceng up Nya...


__ADS_2