Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Season 3 - Rumah calon Mertua 2


__ADS_3

Aline


Aku masih membolak-balikkan cumi-cumi jumbo yang katanya mau dilumuri kunyit. Mau dibelah nanti salah, mau dipotong nanti nggak sesuai selera. Waktu memasak princess berkurang karena sejak tadi princess cuma elus-elus kulit cumi yang halus itu.


"Loh, cuminya belum di apa-apain?" suara Mama Riri yang membangun kegalauan princess.


Kedatangan Mama Riri bagiku seperti meneguk air di gurun Sahara, lega banget Bun.


"Belum Ma, Aline binggung mau di potong seperti apa? kotak-kotak atau bulat -bulat."


"Aline, kamu nggak pernah masak cumi ya," Mama Riri geleng-geleng kepala, tapi masih dengan senyum manis.


"Nggak pernah Ma, Aline tahunya makan, ups ...." Princess nutup mulut, nih mulut selalu aja keceplosan.


"Ya udah sekarang potong cuminya bulat-bulat, nanti lumuri kunyit terus, terus goreng sebentar.


"Ini kunyit kan Ma," tanyaku mengangkat bubuk berwana kuning. Ya, aku nggak buta - buta amat masalah rempah. Princess masih tahu kunyit itu berwarna kuning.


"Betul," jawab Mama mertua. "Mulai sekarang harus belajar masak, masak itu penting untuk manjakan lidah suami, kadang juga itu salah satu alasan bisa buat suami betah di rumah dan mau cepat pulang ke rumah," petuah Mama Riri sambil tangannya lihai banget potong bawang dan teman-temanya.


"Pantes aja papi pulangnya telat terus Ma, apa karena mami nggak bisa masak yang bakatnya menurun ke aku." Eh, kenapa Princess buka aib keluarga.


Mama Riri cuma ketawa kalem, "bakat masak setiap orang beda-beda Sayang."


Princess ngerasa adem banget ya dirumah calon mertua, calon mama mertua baik banget beda sama mertua - mertua di sinetron azab.


"Ma, Aline rekam semua resep dari mama, nanti sampai rumah Aline catat dan pelajari lagi," ucap princess tulus mau belajar masakan kesukaan Raffa dari ahlinya Mama Riri.


"Boleh, Mama jadi semangat masak nih, ditemani calon menantu yang semangat belajar masak," balas Mama Riri.


Princess tersenyum manis sambil menyelesikan tugas melumuri potongan cumi-cumi dengan kunyit.


Mama Riri udah siap masukkan bumbunya di wajan. Sedangkan princess di kasih perintah untuk goreng cumi.- cumi itu.


Sentuh tombol nyala api, taruh wajan tuangkan minyak goreng. Mama Riri kasih aba-aba untuk masukan cuminya sedangkan dia lagi siap-siap ke dapur bersih di depan sana mau bikin jus.


Princess langsung masukan cumi ke dalam wajan. Menit pertama masih aman.


Dor ... dor ... dor


Wadidaw ... Kenapa tuh cumi ngajak princess berkelahi sotong goreng ini meletuk- letuk nembak princess.


Princess ambil tameng tutup panci seadanya untuk lawan sotong. Tangan kanan princess udah pegang sutil untuk senjata, sedangkan satunya pegang tameng panci kayak captain Amerika. Princess udah gerak sana gerak sini dihidari serangan.


Tuh monster sotong menang telak lawan princess dengan nggak berhenti - henti mengeluarkan tembakan cipratan minyak.


Princess kibarkan bendera putih, "Mama, Raffa! Tolong! Tolong!" princess teriak mundur teratur ke pojokan dapur.

__ADS_1


"Aline kenapa!" Mama Riri berlari datangi princess.


Genjatan senjata pun berhenti setelah mama Riri datang dan berhasil menutup wajan dengan tutup panci.


"Ya ampun, tadi harusnya sebentar aja gorengnya atau dikasih tepung dulu!" Mama Riri mengambil alih si sotong mini alias cumi-cumi.


Princess mendekat ditengah kekacauan dapur karena cumi-cumi.


"Maaf Ma, Aline nggak tahu kalau begitu." Jadi malu nih sama calon mama mertua.


"Nggak apa-apa Lin, yang penting udah tahu kan sekarang cara masaknya," ucap Mama Riri masih lembut.


Mama Riri nggak marah sama sekali sama princess meksipun udah memporak porandakan dapurnya. Surga banget ya jadi princess punya calon mama mertua cantik, baik, sholehah, pinter masak pula.


Setelah didampingi mama Riri, akhirnya perang di dapur selesai dengan damai. Princess udah modifikasi cumi asam manis yang meledak tadi, calon istri ini juga sudah bikin sambal kesukaan calon suami.


Sebelum makan malam, keluarga calon suami, menjalankan sholat magrib berjamaah dulu. Princess baris dishaf bareng sama Mama Riri dong. Om Ervan yang jadi imam sholatnya.


Princess tuh merasa sudah kayak bagian dari keluarga ini. Aw ... Aw nggak sabar kan mau cepat-cepat akad nikah.


Princess bersiap mau lepas mukena. Setelah acara sholat berjamaah selesai.


"Coba nggak usah di lepas, biar tambah can...." ucap Raffa berhenti didepan princess lalu pergi gitu saja. Nyebelin kan permisa! can apa? macan! princess ma anakan macan.


"Nanti ada waktunya," sahut princess dalam hati. Raffa pasti pingin princess melengkapi kesholehan menjadi wanita muslimah dengan memakai hijab.


Semuanya sudah berkumpul di meja makan, princess dengan grogi membawa nampan yang berisi sepiring cumi asam manis.


"Kayaknya enak nih," sahut mas ganteng dengan rambut gondrong yang di kuncir, dia langsung duduk aja di meja makan.


Sudah pasti ini Ray calon adik ipar princess. Beda banget nih sama Raffa penampilan Ray, mereka beda tipis sih, tapi lebih ganteng calon suami princess.


"Ray, habis dari luar rumah cuci tangan dulu!" omel Mama Riri.


"Ya Ma, iya," si kembaran calon suami princess itu berdiri. Tapi ia berhenti di sampingku dan lihatin princess dengan tatapan aneh.


"Kita ada tamu ya Ma, ini calon istri kak Raffa? Nggak salah," ucapnya.


Entah kenapa nada suara calon Adek ipar terdengar nggak enak ya di telinga princess. Untung mirip sama calon suami kalau nggak udah princess pites.


"Raydan! Cuci tangan dulu," seru Om Ervan.


Akhirnya si Ray pergi ke wastafel dapur bersih, nggak gangguin princess lagi.


Keluarga calon suami mulai ambil nasi untuk di taruh di piring masing-masing. Aku perhatikan Mama Riri yang ambilkan makanan untuk Om Ervan.


Princess noleh ke piring Raffa yang masih kosong, calon suami nunjuk piringnya. Apa mesti si ambilin juga kayak mama Riri.

__ADS_1


Okelah! Hitung-hitung princess latihan jadi istri. Aduh cuma ambilin nasi buat calon suami kenapa dada Princess malah jedag-jedug begini.


"Yang mana masakan kamu?" tanya calonwK suami.


Belum sempat ngomong, Mama Riri langsung sodorkan Raffa cumi asam manis yang kelihatan enak banget itu.


"Ini buatan calon istri kamu," ucap Mama Riri. Aduh Mama Riri bisa aja angkat harkat dan martabat princess di depan keluarganya, padahal kan princess cuma bantu ledakin cumi sama potong tomat buat hiasannya.


"Masa sih Ma ini buatan calon kakak ipar. Kenapa mirip buatan Mama ya," seru Raydan sambil bernada slowmotion di kata Kakak ipar.


Tuh brondong sumpah ya, pengen deh princess sambelin sama cumi.


Mama Riri menggelengkan kepala. "Ya sama dong, kan resepnya dari Mama, bendanya kalau yang masak Aline ditambah bumbu cinta."


Uhuk ... uhuk ... Raffa terbatuk-batuk setelah Mama Riri ngomong. Princess langsung kasih air ke calon suami yang keselek sendok, eh maksud princess keselek isi sendok.


"Pelan-pelan," bisik princess. Si Raffa jadi salah tingkah gitu diperhatiin calon istri.


"Lin, selesai makan temui saya di atas. Di ruang kerja saya," bisik Raffa di sela waktu makan.


Muka princess langsung merona merah tanpa blush on dong, mau apa nih calon suami ajak ke ruang kerjanya. Di giniin aja princess udah dugdigdug ya apalagi nanti di gituin. Eh ... pikiran princess traveling.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘


__ADS_2