Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 55 Aku Bahagia


__ADS_3

Setelah sepekan mengikuti Ujian Akhir Semester Riri tidak lagi datang ke kampus. Begitu pula dengan Abel yang juga menjalani libur akhir semester ganjil usai pengambilan nilai raport dengan hasil yang memuaskan. Riri menjalani hari-hari Liburan semester untuk mempersiapkan judul skripsi dan mempersiapkan resepsi pernikahannya.


Pagi ini seperti hari-hari biasa keluarga kecil ini menikmati sarapan.


"Oh ya sayang, nanti sama Abel belanja pakaian musim dingin, persiapan buat di Seoul, paspor dan visa kamu juga sudah jadi tinggal Mas ambil aja." Kata Ervan membuka pembicaraan di meja makan.


"Iya mas," balas Riri.


"Asik, nggak sabar pa mau ke Korea sama Mama Papa." Seru Abel senang.


"Setelah resepsi, esoknya kita langsung berangkat ke Seoul, karena Papa nggak bisa cuti terlalu lama." Ujar Ervan lagi.


Setelah menghabiskan sarapan Riri mengantar suaminya yang hendak berkerja kedepan rumah. Melambaikan tangan kepada suaminya yang sudah didalam mobil, dengan cepat mobil suaminya berlalu meninggalkan rumahnya.


Selesai dengan kegiatan dirumah Riri bersiap ke mall untuk berbelanja perlengkapan liburan musim dingin ke Korea Selatan.


Tok tok tok


"Masuk." Jawab Riri mendengar suara ketukan pintu.


Bi Mina masuk ke kamar Riri. "Mbak Riri ada tamu cari mbak, cowok ganteng pake kacamata."


"Siapa bi, ada perlu apa dia cari Riri." Jawab Riri sambil merapikan kerudung pasmina coklatnya dihadapan kaca.


"Saya kurang tahu mbak, katanya mau kasih suprise ke mbak Riri." Jawab Bi Mina.


Siapa sih? mana mas Ervan nggak ada dirumah nanti salah paham lagi. Riri


Riri pun turun bersama Bi Mina menemui tamu laki-lak itu. Setelah sampai di ruang tamu betapa terkejutnya Riri melihat siapa yang ada dihadapannya, begitu pula laki-laki yang ada dihadapannya langsung berkaca-kaca melihat Riri yang sangat jauh berbeda dengan yang terakhir dia temui.


Riri langsung memeluk laki-laki dihadapannya dan dia juga mulai menetes air mata bahagia. Bi Mina yang menyaksikan dihadapannya heran melihat majikannya berpelukan dengan laki-laki tampan itu.


Riri melepaskan pelukannya, laki-laki itu menghapus air mata Riri.


"Tambah cantik sekarang mbak, aku kira tadi salah rumah." Kata pria yang bernama Angga itu.


"Kamu kapan datang dek, kenapa nggak bilang sama mbak, kan bisa mbak jemput sama Mas Ervan dibandara." Balas Riri senang melihat adiknya yang ada dihadapannya sekarang.


"Bukan kejutan dong, kalau ngomong." Balas Angga.


Riri menoleh ke arah Bi Mina. "Bik, ini adek Riri, tolong bikinkan minum bi sekalian cemilannya."


"Ya mbak, wajahnya beda sama mba Riri." Balas Bi Mina merasa terobati penasarannya dan lekas menuju ke dapur.


Riri mengajak Angga ke ruang TV untuk mengobrol lebih santai disana. Senyum Riri terus mengembang di bibirnya melihat adiknya yang tidak bertemu selama 8 bulan karena berkuliah di kota S.


"Maaf ya Mbak, pas Mbak nikah aku nggak datang karena lagi banyak tugas laporan KKN, makanya resepsi pernikahan Mbak aku nabung biar bisa datang." Cerita Angga.


"Ya Dek, Mbak ngerti, mbak juga nikahnya mendadak kan, setelah mertua mbak ke rumah kita langsung suruh nikah." Balas Riri.

__ADS_1


"Mbak, Mas Ervan gimana? dia baik sama mbak, Aku nggak nyangka Mbak nikah secepat ini sama duda anak satu." ujar Angga yang ingin memastikan.


"Dek, Mas Ervan bukan lagi baik sama mbak, tapi baik banget sama Mbak, kamu tahu kan dek, selama ini mbak selalu menahan diri untuk nggak cinta atau sekedar suka sama seseorang karena mbak tahu setelah lulus kuliah mbak pasti dijodohin. Tapi mbak nggak bisa nahan perasaan mbak sama mas Ervan yang waktu itu dia nggak mungkin juga cinta sama Mbak, dan akhirnya qodar Allah, Mbak dipersatukan dengan orang yang mbak cintai dan mencintai Mbak, bahkan sampai sekarang mbak masih nggak percaya bisa hidup sebahagia ini dengan suami dan anak mbak." Cerita Riri yang tanpa dia sadari menetes butiran air kecil dari mata ke pipinya dengan cepat Riri menyekanya.


"Bagaimana dengan keluarga nya Mbak, Dia nggak pernah merendahkan Mbak Riri?mereka kan keluarga kaya dikota ini." Tanya Angga lagi yang agak cemas.


"Alhamdulillah mereka semua baik banget Dek sama Mbak, mereka tidak pernah memandang anggota keluarga baru mereka karena status sosial tapi karena akhlaq dan perilaku." Jawab Riri lagi.


"Alhamdulillah Mbak, aku lega dengarnya, aku selalu kepikiran sama Mbak Riri." Balas Angga merasa tenang.


"Oh ya, rencana tadi kita mau ke mall, mbak mau beli perlengkapan buat liburan nanti, kamu ikut ya dek, kita lama nggak jalan bareng." Ajak Riri pada adiknya.


"Boleh Mbak, Mbak mau liburan kemana?" Tanya Angga pada Riri.


"Anak mbak minta pergi ke Korea yang lagi musim salju. Sebentar mbak panggil dulu Abel." Jawab Riri berdiri melangkah ke lantai 2.


Setelah beberapa menit Riri, Abel dan Riri turun dari lantai 2.


"Abel ini Paman Angga, adeknya Mama." Riri


memperkenalkan Angga pada Abel.


"Hai Paman," Kata Abel mencium tangan Angga.


"Kok nggak keren banget ya mbak panggil Paman aku masih muda loh, Uncle atau apa gitu." Protes Angga.


"Kamu Abel ya, Paman kira bidadari kerudung pink, habis cantik aslinya daripada fotonya." Candaan Angga menunjuk pada keponakan barunya.


"Ya dong anak siapa dulu." Kata Abel memeluk Riri.


Melihat pemandangan dihadapanya, dua wanita yang terlihat saling menyayangi hati Angga semakin lega, pikiran buruknya dan rasa khawatir terhadap Riri yang selama ini dia takutkan memudar.


Ketiganya pun menggunakan taksi online menuju mall untuk berbelanja.


******


Riri memilih perlengkapan yang sudah dia buatkan daftar dari rumah. Satu persatu dia mendapat apa yang dia tulis dalam daftar karena Riri tidak punya pakaian musim dingin seperti suami dan anaknya. Mulai dari jaket tebal dengan bulu di bagian leher, syal, sepatu boat, sarung tangan mengingat yang dikatakan suaminya saat musim dingin di Korsel mungkin sama dengan di Prancis bisa mencapai minus delapan derajat.


Abel juga sudah membeli barang yang dia beli, Riri kaget melihat belanja Abel yang hampir tiga kali lipat dari belanjaannya.


"Abel, ini belanjaan kamu semua." Tanya Riri yang terkejut melihat belanjaannya.


"Ya ma, kan disana lima hari, kita butuh banyak jaket." Balas Abel santai.


Riri mencari cara supaya Abel tidak belanja berlebihan mengingat perlengkapan musim dingin dirumah yang juga sudah dia miliki. Riri juga tidak ingin boros, dia hanya ingin membeli perlengkapan seperlunya sesuai kebutuhan.


"Sayang kita beli seperlunya aja biar koper kita gak kepenuhan, nanti pas disana kita belanja lagi." Bujuk Riri menemukan alasan.


"Mama bener, ya udah aku kurangin deh." Kata Abel langsung melangkah pergi sepeti mengembalikan sesuatu.

__ADS_1


Alhamdulillah anakku ngerti kita nggak boleh berlebihan dalam hal apapun. Riri


Tak lama berselang Abel kembali ke depan meja kasir tapi belanjaannya seperti tidak berkurang.


"Udah ma, tadi Abel kembalikan satu syal." Jawab Abel menunjukkan syal yang dia kembalikan.


APA!! dari belanjaan dia yang buanyak ini cuma kembalikan satu syal. Cucu orang kaya mah bebas. Mama menyerah lah untuk kali ini. Riri


Riri menyerahkan kartu pada petugas kasir dan dibantu Angga membawa belanjaan mereka.


Setelah berkeliling selama 2 jam dan mendapat keperluan yang didapat. Ketiganya mengisi perut yang keroncongan di salah satu resto didalam mall.


"Jangan lupa oleh-oleh buat paman ya." Kata Angga pada Abel, membuka keheningan orang-orang yang kelaparan.


"Paman mau apa?" Balas Abel yang nampak akrab dengan Angga.


"Bungkusin Lisa blankpink aja." Jawab Angga.


"Ye enak betul, nanti Abel bungkusin jejak kakinya aja." Sahut abel yang memecah tawa dibibir Riri dan Angga.


"Paman," Kata Abel membuka pembicaraan lagi.


"Ya," Jawab Angga sambil menyendok makanannya.


"Paman kan ganteng, paman udah punya pacar belum." Tanya Abel yang membuat Angga tersedak dan segera meraih gelas didepannya.


"Paman nggak pacaran, paman mau nya langsung nikah kayak mama sama papa kamu." Balas Angga tersenyum manis.


"Angga nggak usah diladeni, Abel kamu ini masih kecil nggak boleh ngomong pacar pacaran fokus sama sekolah." Tegur Riri pada adik dan anaknya.


"Siap Bu Ervan." Balas Abel.


Karena Abel anak yang ceria dan banyak bicara membuatnya cepat dekat dengan Paman barunya. Abel dan Angga pun jadi akrab seketika.


Ketiganya akan pulang Meninggalkan mall, Angga membantu membawa paper bag belanja mereka yang di dominasi barang Abel.


.


.


.


.


**Next......


Terima kasih waktu nya udah sabar nunggu up yang telat dari author.


Jangan lupa tinggalkan jejak LIkE KOMEN dan jangan bosan VOTE VOTE VOTE.🙏🙏🙏🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2