Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 88 Kesal


__ADS_3

Setelah melaksanakan sholat Magrib, Malam hari ini Riri membantu Bi Mina menyiapkan Makan malam untuk keluarganya. Setelah menata semua di atas meja makan, dia memanggil Abel dan Miranda untuk makan malam.


Kini semuanya sudah berkumpul dimeja makan.


"Ervan belum pulang ya...." Tanya Miranda pada Riri.


"Belum Kak, tadi Mas Ervan bilang kita makan saja dulu, dia pulang terlambat..." Jawab Riri.


"Oh..dia sering pulang terlambat." Tanya Miranda lagi.


"Nggak kok Kak, baru hari ini..." Jawab Riri lagi.


"Tante, Mama kapan makannya kalau Tante Mira tanya terus..." Sela Abel ketika Miranda akan bicara.


"Ya, sorry sorry..." Ujar Miranda memasang wajah tersenyum.


"Abel, nggak boleh begitu..." bisik Riri merasa sungkan dengan Miranda karena sikap Abel.


Kini ketiganya makan dengan tenang yang terdengar hanyalah detikan sendok menyentuh piring. Abel menyelesaikan makannya terlebih dahulu dan meminta ijin ke kamarnya.


Tak lama berselang suara mobil terdengar berhenti di carport.


Handle pintu terbuka. "Assalamu'alaikum..." Ervan masuk kedalam rumah.


Riri yang melihat suaminya, bangkit dari duduk menyalami punggung tangan suaminya dan membawakan tasnya. Disusul Ervan menciumi pelipis istrinya.


"Hai Van baru pulang...." Sapa Miranda.


Ervan mendatangi Miranda di meja makan. "Ya Miranda, kamu betah disini..."


"Untuk hari pertama Betah...."


"Oke Miranda, aku ke atas dulu mau bersihin diri..."


"Oke, aku juga mau ke kamar Abel...." Jawab Miranda yang bangkit dari kursi.


Kini ketiganya naik ke atas tangga menuju lantai atas. Ervan dan Riri masuk ke kamarnya sedangkan Miranda masuk ke kamar Abel.


Dikamar Abel


Abel terlihat serius membaca buku sesekali menenggok ponselnya.


"Abel..." Sapa Miranda langsung mendekati Abel di kasur.


"Ya Tante..." Balas Abel masih fokus melihat buku.


"Kamu masih marah ya sama Tante, Udah dong kita baikan, Tante begitu karena pekerjaan Tante..."


"Nggak Tante, Abel nggak marah, Abel lagi mau belajar besok ulangan..." Balas Abel ketus.


"Sini Tante Mira bantu...."


"Tante, Abel biasa belajar sama Mama, jadi Abel nunggu Mama aja..." Masih menjawab ketus.

__ADS_1


"Kamu sayang ya sama Mama baru kamu, dia nggak jahat, biasanya ibu tiri itu jahat..."


"Mama Riri, Mama kesayangan Abel, Tante Mira itu yang jahat sama Abel..."


"Abel kamu kok gitu sih sama Tante, ya udah Tante minta maaf untuk kesalahan Tante dulu, Tante cuma jalankan tugas...."


"Ya Tante, kata Mama Riri kita harus jadi orang yang pemaaf..."


Ternyata selain Ervan, Anak manja ini jugq banyak berubah, pasti karena ibu barunya itu. Miranda


Riri mendatangi kamar Abel hendak membuka handle pintu, nampak Abel dan Miranda mulia akrab mengobrol, Riri mengurungkan niatnya untuk masuk kamar, dia memilih membiarkan anaknya dan tantenya dan kembali ke kamarnya menemui suaminya.


"Mas, Mas dulu deket ya sama Miranda..." tanya Riri yang menyusul suaminya diatas ranjang.


"Ya sayang, kita teman, mungkin dulu kita seumuran jadi lebih nyambung ngobrol dengan Miranda daripada dengan Amanda..." Jawab Ervan.


"Ohh ya Mas, apa hubungan Abel dengan Miranda tidak baik di masa lalu..." tanya Riri penasaran.


Flashback on


Enam tahun lalu, Malam ini usia makan malam, seorang anak kelas satu SD, membawa kertas dengan semangat ingin bergerak ke ruang kerja Ibunya.


"Abel kamu mau kemana.." Tanya Miranda pada gadis enam enam tahun itu.


"Mau kasih lihat mama nilai-nilai ulangan Abel dapat seratus semua..." jawabnya senang dan polos.


"Jangan sekarang, Mama kamu lagi sibuk, besok saja..." bentak Miranda.


Abel langsung menangis karena dilarang bertemu ibunya. Ervan yang melintas usai pulang bekerja melihat anaknya menangis langsung panik, mengendong dan memeluk anaknya.


"Van, dia ingin bertemu Amanda aku melarangnya..." Kata Miranda.


"Kenapa kau melarangnya bertemu Mamanya..."


"Van, Amanda sedang mengerjakan proyek penting, jika anak ini menganggu konsentrasinya bisa pecah, semuanya akan berantakan, kamu tahu kan kelemahan Amanda adalah Abel..."


"Biar kan dia sebentar bertemu Amanda..."


"Maaf Van tidak bisa, Amanda sendiri yang bilang tidak ingin di ganggu siapapun...."


"Anak Papa, kenapa pengen ketemu Mama..." Kata Ervan berbisik ditelinga anaknya dalam gendongannya.


Abel bangun dekapan Papanya. "Abel mau nunjukin ke Mama nilai ulangan Abel..."


"Kok Abel curang, Mama aja yang dikasih tahu, Papa juga mau lihat dong..." Hibur Ervan.


"Abel nggak curang, Abel mau kasih lihat Mama dulu baru Papa..."


"Sekarang ikut Papa ke kamar yuk Papa mandi dulu, setelah itu Papa mau lihat ulangan anak Papa yang pinter ini sebelum Mama..." Kata Ervan. Abel kecil mulai tersenyum pada Papanya.


"Bilang pada Amanda, selarut apapun dia selesai, sebelum tidur jangan lupa temui dulu anaknya dikamar." Kata Ervan yang memang sudah terbiasa dengan kesibukan istrinya.


"Ya Van, Maafkan aku Van, aku hanya menjalankan tugas..." seru Miranda.

__ADS_1


Ervan tidak menjawab dan terus melangkah sambil menggendong Abel yang mulai tertawa mendengar kata-kata candaan Papanya.


Flashback End


Ervan menceritakan pada Riri tentang Miranda sebagai salah satu Asisten dan sekertaris pribadi alm. istrinya yang kadang bersikap keterlaluan pada Abel demi kenyamanan Amanda.


Tanpa terasa, Malam semakin larut Ervan sudah membaringkan dirinya sambil memeluk istrinya. Ia menurunkan pelan tangan Riri yang merangkulnya. Ia ingin turun ke dapur mengambil air untuk persiapan istrinya yang selalu terbangun malam karena kehausan.


"Ervan, kamu belum tidur..." Sapa Miranda yang tiba-tiba juga didapur.


"Hai, Miranda, aku hanya megambil air untuk Riri, selama hamil dia sering terbangun malam kehausan...."


"Van, kau suami yang sangat siaga..." Seru Miranda.


"Ya seperti itulah Miranda aku ingin melakukan yang terbaik untuk istriku, kau sendiri Kenapa belum belum tidur dan di dapur..."


"A-ku belum mengantuk dan ingin mengambil minuman...." Balas Miranda.


Ervan membuka kulkas untuk Amanda, dan dia akan melangkah pergi.


"Van tunggu..." kata Miranda langkah Ervan terhenti.


"Bisakah kita mengobrol sebentar, kita lama tidak bertemu, kalau pagi kita sibuk dengan urusan masing-masing..."


"Maaf Miranda, mungkin lain waktu, aku akan menemani istriku tidur..."


"Ayo lah please, aku disini hanya beberapa hari, Hanya sebentar saja, ada banyak hal penting yang ingin aku bicarakan padamu..." pinta Miranda.


"Baiklah sebentar saja..." Ervan berjalan menuju ruang TV, kini keduanya saling berbincang di ruang TV.


****


Di dalam kamar Riri berguling-guling merasa dingin, seperti tidak ada tangan yang mencegahnya. Merasa tidak nyaman dia berbalik sambil tangannya meraba-raba samping tempatnya tidur. Dia terus meraba dan masih tidak berubah, permukaannya masih datar. Dengan berat dia membuka matanya sambil mengelus tenggorokan yang haus. Betapa terkejutnya dia, melihat tidak ada suaminya di sampingnya. Dia melihat ke arah jam dinding menunjukkan pukul 12.50, dia bangkit dari ranjang menuju kamar mandi sambil memanggil suaminya namun tak ada jawaban.


Dia keluar kamar melihat di meja kerjanya didepan balkon juga tidak ada, karena penasaran Riri melangkah menuju tangga yang terdengar ada suara seseorang diselingi tawaan.


Entah kenapa hati Riri terasa sesak melihat suaminya yang sedang mengobrol begitu akrab dengan Miranda hingga selarut ini. Dia kembali menaiki tangga dengan kesal entah Ervan menyadari atau tidak keberadaan di tangga, ia masuk kedalam kamar dan meringkuk di atas ranjang, dia berusaha berpikir positif tentang suami tapi rasa cemburunya yang sangat besar mengalahkan semuanya. Kini dia tidak bisa lagi membendung air matanya merasa kesal dengan suaminya yang meninggalkannya tidur dan bersantai dengan wanita lain. Semenjak Amanda dirumahnya entah kenapa dia selalu tidak tenang dan diselimuti perasaan buruk.


.


.


.


.


.


.


. Next...........


Zen tetap tenang ya ini cuma segelintir masalah dalam rumah tangga😷😷... lanjutannya insya Allah secepatnya...

__ADS_1


Terimakasih sudah sabar nunggu up dari author..


Jangan Lupa tinggalkan jejak Lika komen vote nya biar thor semangat up nya.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2