
Dua hari satu malam di rumah sakit, sore ini Riri sudah di ijinkan pulang ke rumah karena kondisinya yang berangsur pulih, begitu pula dengan baby Raffa yang cukup sehat setelah observasi 48 jam pasca dilahirkan.
Kini keluarga bahagia ini sudah tiba di rumah mereka disambut keluarga besar Wijaya dan keluarga Riri yang sudah berkumpul menunggu kedatangan mereka, dan lagi-lagi Baby Raffa langsung di ambil dari tangan Riri, menjadi rebutan omah, Opah, Eyang, Tante, dan anggota keluarga lain.
"Raffa, pinjam ya Ri, besok dikembalikan...." Seru Vina gemas.
"Raffa..."
"Raffa....."
"Raffa...." Kalimat yang selalu terdengar sejak kepulangan Riri.
Keluarga ini pun saling melempar canda tawaan bersama menghabiskan sore ini karena Selain menunggu kedatangan Riri dan baby Raffa keluarga besar juga membahas acara aqiqah Baby Raffa seminggu lagi.
Riri merasa sangat bersyukur berada di antara keluarga yang begitu menyayanginya dan melimpahkan banyak cinta.
******
Malam tiba, rumah kembali sepi setelah keramaian sore tadi.
Ervan POV
Aku membuka Handle pintu kamar usai pulang dari Masjid, ada yang berbeda malam ini didalam kamarku. Ada anggota baru dalam keluarga kita, bayi yang tampan yang mengemaskan melengkapi kebahagiaan keluargaku.
Ternyata bahagia itu sederhana melihat istri dan anak-anakku bersama itu cukup. Ku dekati ketiganya yang sudah terlelap terbawa mimpi. Aku mencium kening Abel yang sekarang menjadi kakak yang selalu siaga menjaga dan menyayangi adiknya.
"Abel, bangun sayang, tidur dikamar kamu..." Aku membangunkan Abel yang tertidur di atas ranjangnya bersama Riri dan Baby Raffa.
Dengan masih mengeliat Abel bangun dan berusaha membuka matanya yang masih mengantuk.
"Abel mau sama Adek Raffa Pa..." Rengek Abel padaku.
"Besok kan bisa sayang, Papa juga ngantuk mau tidur, ayo kembali ke kamar." Kataku yang juga ingin beristirahat sejenak setelah sampai dirumah.
Abel mencium pipi Baby Raffa, dengan malas dia bangun dan keluar kamar. Aku mengangkat Baby Raffa dengan pelan agar tak terbangun dan menidurkannya di box bayi disamping ranjang.
Aku membaringkan tubuhku di samping Riri yang terlihat lelap dalam tidurnya. Aku memandangi wajah cantiknya sekarang, tanganku menyusuri wajah wanita luar biasa ini, ibu dari anak-anakku nanti.
Hari-harinya sudah kami lalui bersama. Ada suka duka kami lalui berdua. Tawa dan air mata yang juga kita bagi bersama. Saat dia terbaring lelap disisiku seperti ini, hatiku merasa sangat tenang yang tidak bisa ku ungkapkan dengan kata indah apapun.
Ya Allah betapa bersyukurnya aku, Engkau memberikan Dia dalam sisa hidupku, jodoh yang tak pernah ku bayangan, wanita yang lebih menundukkanku pada agamaMu, wanita yang selalu membuat memahami arti cinta yang tak pernah kudapatkan sebelumnya, yang memberikanku kesejukan hati selamanya.
Aku tak punya banyak keinginan, jika diijinkan aku hanya ingin hidup selama mungkin dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya bersamamu sayang hingga nanti berlanjut di surgaNya.
Terima kasih sayang untuk semuanya, untuk taatmu, cintamu, sayangmu, perhatiamu, pengorbananmu dan semuanya.
Maafkan aku juga sayang, kadang sering salah, lalai dan tak jarang pula membuatmu terluka. Aku bukanlah suami yang sempurna tapi aku selalu berusaha jadi yang suami dan ayah terbaik untuk anak-anak kita. Hadirmu bersama anakku adalah anugrah dan nikmat yang Allah titipkan padaku.
Ya Allah, berikan selalu kekuatan kepada istriku agar selalu sabar mendampingiku. Ya Allah hanya doa padaMu yang kupunya untuk dia istriku tercinta. Biarkan kami bersama hingga mautlah yang memisahkan.
Aku mencium bibir singkat bibir Riri, menghapus air mataku yang tiba-tiba meneteskan, kenapa aku jadi melow begini. sial.
"Mas..." Riri terbangun karena kecupanku.
"Kamu bangun sayang...." Kataku masih mengelus pipi. Riri mendekatkan wajahnya membalas menciumku, aku pun membalas m****** bibir manis istriku ini.
"Oeeee...oeee...oeee...oeee"
Tangisan baby Raffa membuatku melepaskan ciumannya. Aku mengangkat Baby Raffa dari box bayi memberikan pada Riri untuk disusui.
*********
__ADS_1
Hari berganti Bulan, baby Raffa kini berusia delapan bulan, sudah bisa duduk dan semakin mengemaskan. Riri menidurikan Baby Raffa usai menyusui sampai terlelap.
"Sayang, udah siap belum..." Kata Ervan pelan pada Riri.
"Udah Mas, baby Raffa baru aja tidur..." Kata Riri.
Riri membetulkan lagi bajunya dan merapikan riasannya. Memastikan kalau sudah terlihat cantik didepan suaminya. Dia berjalan mengendap pelan keluar kamar agar tidak membangunkan Baby Raffa.
Ervan sudah siap dengan pakaian rapi menunggu dilantai bawah. Senyum mengembang dari bibirnya melihat istrinya yang sudah turun dari lantai atas. keduanya berpamitan pada Bu Sinta yang menginap dirumahnya untuk menjaga Baby Raffa.
Mobil keduanya kini keluar meninggalkan halaman rumah dan berlalu menjauh.
"Mas, kita kemana sih..." Tanya Riri pada suaminya.
"Bukan kejutan dong, kalau Mas cerita..." Balas Ervan.
"Mas...Bikin penasaran...." Balas Riri Kesal.
Ervan terus melajukan kendaraannya menyusuri malam dikota B yang dipenuhi cahaya jingga dari lampu jalan hingga sampai pada tempat tujuannya.
"Tunggu Sayang, tutup mata dulu..." Ervan mengambil sapu tangan dan memakaikan untuk menutup mata Riri.
"Mas, pakai penutup mata segala, kayak film India..." Balas Riri. Ervan hanya terkekeh melihat Omelan istrinya.
Keduanya kini keluar dari mobil, Ervan menuntun Riri yang tertutup matanya dengan kain.
Beberapa langkah, Riri merasakan hawa sejuk dan suara deburan ombak. Riri menduga ini pasti dipinggiran pantai. Ervan membuka penutup mata istrinya seperti ada kupu-kupu menari-nari di kepalanya. Dia begitu terkejut dengan kejutan suaminya. Penataan tempat ini seperti mengingatkan Riri momen beberapa tahun lalu.
"Kamu masih Inget tempat ini sayang..." Ujar Ervan memeluk istrinya dari belakang.
"Inget nggak ya..." Goda Riri pada suaminya.
"Masa kamu nggak Inget sih sayang, kamu belum tua, anak kamu aja baru dua...." Ujar Ervan sedikit kesal.
Balas Riri lagi.
"Tempat ini, pertama Kali Mas bilang Mas Cinta sama kamu sayang..." Kata Ervan lagi mencium kepala istrinya yang tertutup kerudung.
"Ya Mas, di tempat ini juga Riri bilang Cinta sama Mas..." Balas Riri jadi tersenyum-senyum sendiri.
"Duduk..." Seru Ervan melepas pelukannya dan membuka kursi untuk Riri.
"Happy anniversary sayang, nggak terasa ya kita udah bersama selama dua tahun..." Kata Ervan menyematkan sebuah kalung berwarna perak dengan mata kecil ditengahnya di leher istrinya.
Riri tersenyum bahagia memegangi kalung pemberian suaminya, Riri mengira suaminya sudah lupa kalau ini hari jadi pernikahannya.
"Terima kasih Mas, Riri kira Mas udah lupa..."
"Nggak lah sayang...." Balas Riri.
Kini keduanya menikmati makan malam romantis ditempat yang sama waktu Ervan melamar Riri. Suasananya pun dibuat sama seperti dulu. Suara deburan ombak dengan angin pantai yang sejuk ditambah lagi suara musik dari sexofon yang membuat malam menjadi hangat dan romantis.
"Senang sayang sama kejutan Mas..." Tanya Ervan.
"Senang banget Mas, Riri berasa seperti Abege lagi mau dilamar ..." Balas Riri.
Ervan mencium tangan kanan istrinya. "I Love you sayang...." Riri membalas mencium tangan suaminya.
"Nggak terasa ya Mas, sudah dua tahun kita lewati pernikahan ini, semoga Allah selalu melindungi dan menjaga kita, supaya bisa menempuh setiap perjalanan rumah tangga kita sampai nanti kita bersatu di jannahNya Mas. selamat hari ijab qobul Imamku," kata Riri meneteskan air mata.
__ADS_1
"Sayang kebiasaan deh, melow...." Ervan menghapus air mata istrinya.
Kedua melanjutkan makan malam dengan suasana yang penuh dengan cinta dengan naugan cahaya bintang, dan juga dikelilingi dengan lilin abadi.
********
Riri POV
Aku memandangi suamiku yang sedang terbaring disampingku, aku sangat bahagia untuk kejutan malam ini. Mas Ervan adalah jodoh terbaik yang dipilihkan oleh Allah untukku, suami dan ayah terhebat untuk keluargamu, tidak peduli dengan masa lalunya tapi dia lah laki-laki yang ditunjukkan oleh Allah Melalui istikharah ku.
Tak terasa dua tahun sudah kita bersama menjalani rumah tangga ini, aku bersyukur pada Allah SWT menjalani kehidupan pernikahan yang indah ini bersamanya dan juga kedua anak kita.
Jalan yang panjang dan terjal terbentang dihadapan kita. Tapi aku yakin, bersama-sama kita akan melewati semuanya dengan keyakinan dan ketegaran. Karena semua terasa indah jika aku dan Mas selalu bersama, bersabar karena ridho dan yakin dari cinta Allah.
"Mas, terima kasih udah selalu sabar menghadapi Riri yang suka ngambek dan cerewet selama ini atau apapun itu, terima kasih juga udah selalu menjadi tempat terhangat buat Riri untuk berkeluh kesah, Mas suami dan ayah terbaik bagi Riri...." Kataku pada Mas Ervan yang masih sibuk memainkan ponselnya.
Mas Ervan menaruh ponselnya di atas nakas, dia menoleh wajahnya ke arahku menatapku tajam. Tangannya yang gempal mengengam dan bibirnya pasti langsung mengecup bibirku.
"Sayang, kehadiran kamu dihidup Mas adalah anugrah, Mas bukanlah suami yang sempurna, Mas juga banyak kekurangan-kekurangan dalam menahkodai rumah tangga kita, tapi karena kamu disisi Mas semuanya terlengkapi, cuma empat kata yang bisa katakan mas katakan, Mas sangat mencintaimu karena Allah..." Kata Mas Ervan yang membuatku tak tahan tak memeluknya, aku merasakan hangatnya tubuh ini yang akan bersamaku selamanya.
"Riri juga mencintai Mas karena Allah...." ucapku pada suamiku.
Lagi-lagi Tangisan baby Raffa dalam box yang kehausan membuyarkan kehangatan kita yang akan melakukan penyatuan cinta kita.
*******
"MAS!!!!" Teriak Riri lagi ini dari dalam kamar mandi pagi ini.
Ervan yang sedang asik bermain dengan Raffa langsung mendatanginya.
"Kenapa sayang..."
Riri menunjukkan pada suaminya alat tes kehamilan. Ervan langsung memeluk Riri sangat senang.
"Mas, Raffa belum setahun sudah ada calon adeknya lagi..."
"Itu rejeki sayang, kado anniversary kita...." Kata Ervan mencium pipi Riri.
.
.
.
.
.
.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธENDING ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
**Assalamu'alaikum, akhirnya author amatir bisa tamatkan remahan roti novel pertama ini.
Novel author ini masih banyak kekurangan dan typo berhamburan๐๐๐. Maaf juga kalo di novel ini beberapa part author sok ke Inggris-inggrisan dan sok Prancis-prancisan yang masih amburadul.
Tadinya kerangka thor cuma 50 bab tapi masih banyak yang nganjel kayak bisul yang belum pecah, masalah banyak yang belum kelar jadi tambahin 25 bab lagi, masih juga belum tuntas, author gas lagi 25 bab.
Terima kasih banyak para Zen (reader) tercinta yang sudah ikutin coretan author dari awal sampai akhirnya.
pengumuman selanjutnya nyusul author nafas dulu..
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian dukung author LiKE selalu Thor tunggu, KOMENTAR selalu Thor baca, VOTE selalu bikin Thor cinta**....