Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
UIP24-S2// Makan Siang


__ADS_3

Setelah beberapa hari dirawat, Abel mendengar kabar dari Davin tentang kepulangan Nolan lebih awal yang akan menjalani masa pemulihan dirumahnya.


Abel pun harus kembali lagi magang setelah menghabiskan libur khusus setelah kejadian kecelakaan itu.


Pagi ini, sejak sholat subuh Abel sudah sibuk di dapur sebelum berangkat ke kantor untuk magang. Dia membuat ayam teriyaki dan tumisan sayur resep dari Mama Riri tercinta, masakan adalannya ketika di kos.


Dia nampak semangat, sesekali tersenyum-senyum sendiri sambil bernyanyi. Bi Mina hanya tersenyum melihat Abel yang semeringah, sesekali dia juga membantu menyiapkan apa yang dibutuhkan Abel.


"Kakak, tumben pagi-pagi udah di dapur." Sapa Riri yang tiba-tiba muncul.


"Mama baru turun." Kata Abel menoleh sekilas ke arah Riri.


"Kakak mau masak buat bekal makan siang," Sambung Abel.


"Tumben bawa bekal, nggak makan di kantinnya aja." Seru Riri sambil menata makanan yang disiapkan Bi Mina.


"Janjian makan siang sama Bang Davin." Balas Abel tersenyum malu.


Riri mengeryitkan dahinya."Pantes aja rajin, kakak harus Inget kalau belum halal dengan Davin, jangan sering-sering berduaan, nanti kalau bisa makan di tempat ramai." Ujar Riri.


"Ya, Mama cantik." Balas Abel mencium Mamanya.


Setelah selesai dengan ritual masak-memasak. Abel besiap memakai seragam kantor karena Rena yang menginap di rumahnya sudah berpakaian rapi.


Usai menikmati sarapan dengan keluarga tercintanya, Abel dan Rena berpamitan pada Mama Riri dan Papa Ervan segera bergegas ke kantor masing-masing.


******


Abel dan tim magangnya melakukan meeting pagi sebelum memulai kegiatan. Ada yang berbeda untuk Abel hari ini di tempat magang. Ternyata ada yang kurang dalam harinya tanpa mendengar omongan yang pedas dari Nolan. Dia berharap Nolan sang penyelamatnya segera pulih dan bisa berkerja lagi dengan tim.


Setelah mendengar meeting dari Sony selaku pembina, tim mulai mengerjakan tugasnya masing-masing. Abel bertempat satu ruangan bersama Sony untuk memberi pengajaran dan mengarahkan tugasnya sebagai geolog perusahaan.


Abel terus saja melihat jam dari ponsel maupun jam tangannya disela kerja, rasanya sangat lama sekali jam berputar menuju waktu makan siang.


"Abel, nanti makan siang bareng yuk." Sapa Sony disela kesibukan mereka mengerjakan laporan.


"Maaf kak, aku udah janji sama seseorang makan di luar kantor." Balas Abel.


"Ya kecewa aku, kamu janjian sama pacar kamu, dia kerja kawasan sini juga." Tanya Sony sedikit kepo.


"Ya Ka, dia kerja di Adiguna group." Balas Abel tersenyum malu.


"Pacar kamu jabatannya apa engineer, supervisor atau apa?" tanya Soni semakin kepo.


Abel ragu untuk menjawab pertanyaan kepo dari Sony. Seandainnya Sony tahu pacarnya adalah salah satu dewan direktur, Abel takut hanya akan membuat Sony semakin kepo melebihi Ibu-ibu.


"Karyawan biasa..." Jawab Abel singkat.


"Tahu nggak bel, anak pemilik Adiguna yang njabat jadi direktur itu Playboy, suka mainin anak- anak bos, anak bos kita aja pernah jadi korbannya." Timpal Sony.

__ADS_1


Abel menoleh dengan tatapan aneh ke arah Sony setelah menyelesaikan gibahnya. Abel semakin ragu apakah Sony benar-benar bergender laki-laki? Sumpah Ia sangat kepo melebihi ibu-ibu rumpi di tukang sayur. Terus siapa yang ia bicarakan dari perkataannya yang mengarah pada kekasihnya Davin.


"Kak Sony, memang kau Sony tahu Siapa? terus itu berita bener apa nggak jangan ditelan mentah-mentah nanti jadi fitnah." Seru Abel.


"Denger-denger aja sih, namanya Davin kalau nggak salah." Seru Sony yang membuat Abel langsung membulatkan mata melotot kearah Sony.


"Kak Sony itu nggak bener!" kata Abel keras yang kesal dengan rumor tentang kekasihnya.


"Abel tenang, kamu jangan marah, dia kan direktur Adiguna bukan pacar kamu." Seru Sony yang kaget melihat Abel berubah jadi seram.


Abel pun tidak menjawab, dia memilih diam dan menatap layar komputer. Sony pun menganti topik melihat Abel yang berubah aneh.


Waktu makan siang yang ditunggu Abel pun tiba, dia bernafas lega, bergegas keluar ruangan dan senang terbebas dari ocehan Sony yang selalu membicarakan aib teman satu kantornya.


Drrrrrrrtttttttt. Pesan masuk dan Abel tahu itu dari siapa.


Davin : Asisten aku sebentar lagi sampai di kantor kamu, sampai ketemu di kantor . love you.


Abel tersenyum bahagia sambil memeluk ponselnya. Dia pun dengan sabar menunggu mobil jemputan dari Davin datang. Tak lama berdiri di lobby Kantor, mobil mewah biru berhenti di depan Abel.


"Nona Abelia," Tanya seseorang dari dalam mobil.


Abel mengangguk dan sang pengemudi mempersilahkan Abel masuk dengan sopan.


Beberapa menit saja dari kantor PPN ke kantor Adiguna group yang memang berjarak 4 Km.


"Silakan masuk Nona, Pak Davin sudah menunggu anda didalam." Katanya Sopan sambil membukakan pintu.


Abel langsung masuk ke dalam ruang kantor yang besar berdesain modern dan furniture minimalis berdominan warna metalik hitam, putih, abu-abu.


"Maaf, Abang nggak bisa jemput kamu sendiri sayang, Abang nggak bisa ninggalin kantor." Seru Davin yang langsung mendekat ke arah Abel menyadari kedatangannya.


"Nggak apa-apa Bang, Abel ngerti." Jawab Abel yang masih saja gugup ketika bertemu dengan mata indah milik Davin.


"Mana, pesanan Abang." Tanya Davin.


Abel tersenyum dan langsung menunjukkan rantang yang dia tenteng sejak tadi. Davin memang meminta Abel membuat masakan untuknya.


Kini Keduanya sudah duduk disofa, di meja juga terhidang beberapa makanan lain yang menggiurkan selain makanan yang dibawa Abel. Abel langsung mengambil hasil masakannnya, meletakan ke dalam piring yang tersedia dan memberikannya pada Davin.


"Enak banget Sayang, beneran ini kamu yang masak atau pembantu kamu." Puji Davin, sambil menyuap lagi sendok ke mulutnya.


"Sumpah ini Abel yang masak," Balas Abel.


"Kamu betul - betul calon istri impian Abang." Ujar Davin lagi. Abel tersenyum malu.


"Oh ya Bang Davin, apa betul Nolan sudah pulang hari ini." Tanya Abel disela makan.


"Iya sayang, pengobatan akan diteruskan di rumah, mama juga sudah dirumah." Balas Davin.

__ADS_1


Sebenarnya Abel ingin bertanya lagi pada Davin apakah ia sudah berbicara dengan orang tuanya tentang hubungan mereka yang akan dibawa ke jenjang yang lebih serius. Apakah orang tua Davin setuju dengan hubungan mereka. Tapi Abel merasa serba salah, apakah pantas menanyakan hal itu Sementara Nolan masih di rumah sakit.


"Bang Davin, maaf sebelumnya apa bang Davin sudah memberitahu orang Tua Bang Davin, kapan akan menemui Papa." Tanya Abel tak kuat menahan pertanyaannya.


Terserah Davin berpikir dirinya kebelet kawin atau apa, dia hanya ingin kejelasan dengan hubungan mereka agar segera menuju halal. Entah kenapa, Abel merasa ada sedikit firasat buruk bukan karena ucapan Sony tentang rumor Davin yang megelekiti gendang telinganya, tapi firasat itu muncul tiba-tiba.


Davin berhenti makan menatap ke arah Abel yang berada disampingnya dengan matanya yang indah. Abel jadi canggung ketika keadaan seperti ini, hatinya seperti meleleh melihat tatapan Davin.


"Sayang, Abang akan bilang nanti malam setelah Nolan pulang dari rumah sakit, membicarakan hal penting sebaiknya dirumah," Terang Davin. Abel mengangguk membalas dengan senyuman.


"Kamu udah nggak sabar ya mau cepat nikah sama Abang, memang mau ngapain." Goda Davin dengan senyum manis yang membuat rona merah dipipi Abel.


"Ih, Apaan sih Bang." Balas Abel malu.


Davin langsung meraih kedua tangan Abel dan mencium kedua tangannya. Sebenarnya Davin gemas ingin mencium yang lain tapi dia harus bisa menahan diri karena Abel wanita yang berbeda dan sangat ia cintai.


"Bang Davin udah ah...." keluh Abel menarik tangannya dalam genggaman Davin malu.


"Maaf sayang, kalau dekat kamu Abang selalu khilaf." Balas Davin tersenyum mengoda Abel.


keduanya kini menyelesaikan makan siang mengisi perut yang berontak minta di isi sebelum jam makan siang Abel selesai dan harus kembali ke kantornya.


.


.


.


.


.


Next........


Zen : Thor feeling ku nggak enak🀧🀧


Thor : Tunggu aja next nya Zen...


Zen : Jangan lama-lama up nya Thor


Thor : Ya di usahakan secepatnya, vote dulu


Zen : Malak nih Thor πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Thor : Biar kenceng Up nya....πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


Terima kasih udah sabar nunggu up dari author πŸ™ πŸ™πŸ™πŸ™


Beri semangat author mu pencet LIKE ketik KOMENT yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. Loph U ❀️

__ADS_1


__ADS_2