Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 49 Rencana Liburan


__ADS_3

Setelah menjalankan ibadah sholat subuh, seperti biasanya Riri dan Bi Mina menyiapkan sarapan untuk anak dan suaminya.


Riri menaiki tangga untuk menyusul Abel kedalam kamar yang nampak sedang bersiap mengenakan sepatu.


"Ini uang saku kamu sayang." Riri menyerahkan tiga lembar uang seratus ribu.


"Makasih ma." Sahut Abel.


"Yakin uangnya mau dibawa semua,"


"Ya ma, kadang ini habis." Kata Abel lagi.


"Abel, bisa nggak kalau uangnya disimpan sebagian buat ditabung." Seru Riri dengan menampakkan wajah manis.


"Kenapa harus nabung ma, kalau habis tinggal minta papa lagi atau omah"


Sabar Riri sabar begini nih susahnya ngomong sama anak yang nggak pernah hidup susah. Riri


"Abel, bisa nggak mulai hari ini, kamu bawa uangnya satu lembar aja kesekolah sisanya simpan disini." Kata Riri membawa celengan berbentuk tabung.


"wkwkwkw.....Mama kayak anak SD nabungnya di celengan." Abel tertawa.


"Abel, orang boros itu temannya setan kamu mau jadi temannya setan."


"Nggak mau ah ma, yang bener aja temenan sama setan, nanti kalau Abel bawa cuma seratus ribu nggak bisa traktir temen Abel." keluh Abel.


"Ini masalahnya, Abel dengerin mama mulai sekarang kamu jangan lagi traktir teman kamu, bukan masalah pelit sayang ini membuktikan mana teman yang tulus sama kamu dan mana yang mengambil keuntungan dari kamu" Ujar Riri.


"Ya udah ma, Abel bawa dua ratus ribu aja, sini celengannya." Abel mengambil celengannya.


Setidaknya anak ini mau menabung walaupun sedikit. Riri


"Nanti kalau udah banyak kamu bisa beli apa aja yang kamu mau pasti seneng deh beli pakai uang sendiri."


"Kalau mau beli apa-apa tinggal minta papa, ma." Balas Abel lagi.


Ya ampun, sabar Riri pelan-pelan tapi pasti. Riri


"Ya bisa juga begitu jadi tabungan kamu nanti utuh, nanti kalau papa ulang tahun Abel bisa beli kado pakai uang Abel sendiri, masa iya beli kado buat papa minta sama papa."


"Ya, mamaku yang bawel, Abel mau belajar nabung."


"Gitu dong, Ya udah turun dulu sarapan, mama mau panggil papa."


Riri keluar dari kamar Abel menuju kamarnya membantu suaminya bersiap berangkat bekerja.


Tapi nampak suaminya sudah siap dengan pakaian kerjanya. Riri hanya memasukan iPad, laptop dan helmet yang berserakan di atas ranjang kedalam tas suaminya.


"Mas ini aja yang dibawa." Tanya Riri ingin tahu apa saja keperluan suaminya ketika bekerja.


"Ya sayang itu saja, ambilkan sepatu mas" Kata Ervan pada Riri yang kini bersiap memakai kaus kaki. Riri dengan singgap mengambilkan sepatu safety suaminya.


Ervan bangkit dari duduk menangkap wajah istrinya dan langsung mencium bibir Riri dengan rakus. Riri yang mendapat serangan tiba-tiba berusaha mengimbangi setiap ******* suaminya.


Ervan melepaskan ciumannya. " Sayang, mas jadi malas pergi kerja pengen sama kamu terus."

__ADS_1


"Mas ini, Mas harus semangat bekerja, mas nggak boleh ngecewakan orang yang sudah kasih mas kesempatan." Seru Riri.


"Siap istriku sayang." mencium kening istrinya.


Keduanya pun turun dan menikmati sarapan bersama Abel dan Bi Mina yang sudah menunggu.


Rumah mulai sepi, Abel pergi bersama Ervan, Riri melambaikan tangan pada suami dan anaknya yang sudah didalam mobil. Ervan melajukan mobilnya dan mereka mulai menjauh dari pandangan mata Riri. Riri bersiap menunggu Rika untuk pergi ke sekolah. Dia akan menyerahkan surat pengunduran diri dan meminta Rika yang bersedia mengantikan pekerjaannya disekolah.


*****


Riri turun dari motor bersama Rika, mereka bergegas menuju ruang kepala sekolah. Riri menyampaikan maksudnya untuk mengundurkan diri dari sekolah dan meminta Rika mengantikan pekerjaan. Kepala sekolah pun setuju memberi masa percobaannya satu bulan pada Rika untuk mengajar mengantikan Riri.


Riri bergerak lagi menuju ruang guru ketika waktu istirahat seperti sekarang, semua guru berada diruanganya. Riri ingin berpamitan pada rekan kerjanya selama tahun-tahun belakangan ini. Semuanya memeluk Riri merasa senang atas pernikahan Riri sekaligus merasa sedih karena akan berpisah dengan Riri.


Sebelum meninggalkan sekolah, Riri ingin bertemu dengan Rio orang yang paling dekat dengan Riri disekolah. Dia menunggu Rio beberapa saat diruang guru karena Rio belum kembali dari kelas.


Orang yang ditunggu menghampirinya. "Selamat ya Bu Riri atas pernikahanya semoga jadi keluarga samawah." kata Rio yang merasa kecewa dengan pernikahan Riri.


"Terima kasih pak, oh ya pak ini kenalkan teman saya Rika, yang akan menggantikan saya disekolahkan." Kata Riri yang juga bermaksud ingin menjodohkan Rika dengan Rio yang dia rasa mereka cocok.


Rika menundukkan kepala menantap ke arah Rio begitu pula sebaliknya. Rika juga manis dan berhijab seperti Riri tapi Rika cenderung lebih ceria dan cerewet dibandingkan dengan Riri.


Riri berharap rencananya berjalan baik, Riri merasa Rio pria yang baik, rajin dan juga lumayan tampan. Selain itu, dia juga sudah menjadi pegawai negeri sipil diusia muda.


Setelah puas mengobrol, Riri dan Rika meminta pamit pada Rio untuk meninggalkan sekolah.


"Rika, gimana pak Rio, orangnya baik." tanya Riri mengoda Rika ditengah perjalanan mereka dari balik Kursi penumpang.


"Apaan sih Riri, mending sekarang ceritain gimana malam pertamamu." Balas Rika.


Mereka pun melanjutkan perjalanan.


******


Malam yang sedikit mendung satu keluarga sedang menikmati saat bersama usai melaksanakan sholat isya berjamaah. Ketiganya menikmati waktu bersama didepan televisi menonton acara lawak disalah satu stasiun televisi.


Dalam satu sofa panjang, Riri menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, sedangkan Abel menyadarkan kepalanya dibahu ibunya.


"Gimana sayang pengajuan skripsinya." Kata Ervan memecahkan keheningan diruang TV.


"Udah Riri kasih ke fakultas mas, mungkin habis UAS diumumkan dapat persetujuan apa nggak." Balas Riri.


"Mudahan kamu dapat persetujuan ya sayang biar langsung bisa nyusun dan selesaikan semester depan."


"Amin mas, mudah-mudahan Riri juga dapat dosen pembimbingnya yang asik seperti pak Adrian."


Mendengar nama Adrian, Ervan langsung memajukan posisi duduknya hingga membuat Riri merasa terkejut dan bangun dari sandaran bahu suaminya.


"Memang nggak ada dosen lain selain Adrian." Ujar Ervan mendadak kesal.


"Mas kenapa sih, Pak Adrian dosen favorit teman-teman Riri, dia juga baik nggak pelit nilai." Balas Riri lagi heran melihat tingkah suaminya.


Ervan binggung harus menjawab apa, dia tidak ingin Riri tahu kebenaran sekarang. "Ya kenapa harus dosen laki-laki kenapa nggak dosen perempuan." Ujarnya dengan kalimat penyelamat.


"Yang nentukkan fakultas mas, Riri nggak tahu dosen laki atau perempuan yang jadi dosen pembimbing Riri." Ujar Riri.

__ADS_1


"Aduh mama, papa lagi ngomong apa sih." Kata Abel yang memecah keributan keduanya orang tuanya.


"Nggak apa-apa sayang." Balas Ervan menahan rasa kesalnya karena perkataan Riri.


"Oh ya pa, sekarang udah ada mama nanti liburan sekolah kita kemana." Seru Abel Menganti topik pembicaraan.


"Terserah sayang mau kemana dalam negeri atau luar negeri." Balas Ervan lagi.


"Pa Abel pengen ke negara yang ada saljunya kan bulan desember waktunya musim salju."


"Bisa sayang, menurut kamu gimana sayang." Tanya Ervan pada Riri.


Riri yang belum pernah berpergian ke luar negeri hanya mengangguk pasrah mengikuti rencana anak dan suaminya. "Terserah aja mas."


"Tapi di Asia aja ya, papa nggak bisa ijin kerja terlalu lama."


"Kalau gitu kita ke Korea aja pa, Korean Winter!" Seru Abel senang membayangkan tempat indah seperti drama Korea.


"Oke setuju tapi lima hari aja, gimana sayang habis Uas dan resepsi kita liburan ke Seoul?." Tanya Ervan pada Riri.


"Ya mas Riri setuju aja asal Abel juga senang." Balas Riri.


"Anggap aja refreshing sebelum nyusun skripsi." Seru Ervan merangkul istrinya.


Abel pun sangat senang akan liburan dengan keluarga barunya. Ketegangan yang tadi sempat terjadi antara Riri dan Ervan karena masalah dosen pembimbing berangsur lenyap setelah membicarakan masalah rencana liburan mereka.


Next.......


(Ini ceritanya sebelum ada wabah Virus covid 19☺️)



ABEL (12 tahun) cocok nggak?


Terima kasih readers


.


jangan lupa tinggalkan jejak


.


Like πŸ‘‰


.


Koment


.


Vote Vote Vote ya please (ngarep banget author)πŸ™πŸ™πŸ™


.


Rate juga ya bintang nya langsung 5 (banyak mau author)

__ADS_1


Semoga ketikan author bisa sedikit mengobati kejenuhan reader yang senasib dengan author masih tetep stay dirumah aja ya supaya mencegah penyebaran virus Corona. Semoga reader sehat selalu dan terhindar dari virus covid 19.AminπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2