
Aline
Aku menatap bayangan diri di cermin, sungguh cantik. Nggak pakai debat. Aku memakai baju kebaya warna putih dengan banyak kilau dalam kainnya yang mungkin membuat kalian silau. Princess juga tampil beda dengan mengunakan hijab putih dengan berhiaskan mahkota.
Ya Bun, hari ini princess akan melepas status Zomblo jadi double combo. Meskipun acara dipercepat dan banyak keluargaku yang tidak hadir.
Beberapa jam lagi aku akan lihat papi menjabat tangan Raffa dan para tamu berteriak SAH!
Kawin ... Kawin ... kawin, princess jadi eror sendiri kan saking senangnya.
Rasanya masih nggak percaya, dalam hitungan jam akan berlabel istri, status di KTP pasti juga ganti jadi kawin. Setelah muka polos ini di make up kurang lebih 4 jam lamanya. Jadilah princess secantik bidadari seperti ini.
Semua orang sedang bersiap untuk ke acara akad nikah, aku duduk diam sendiri di kamar menunggu di jemput dayang-dayang menuju mobil.
Sumpah nih, mata ini jadi mellow sambil nahan bulu mata anti gelombang yang beratnya bikin princess butuh perjuangan buat kedip.
Membayangkan duduk bersanding di samping Raffa, sukses membuat kupu-kupu berputar di kepala dan jantung princess berdebar-debar kayak lagi nonton konser.
Heah ... heah ... heah. Cukup! Skip!
Bagaimana perasaan aku sekarang? Aku akan jawab sangat gugup, bahkan lebih gugup dari ketahuan mami kalau lagi korupsi uang jajan.
Untuk meredakan kegugupan ini, princess muter-muter dulu keliling kamar yang bakalan kosong nantinya. Oh ya, sebagian barangku udah di pindahkan ke rumah baru Raffa yang akan jadi rumah masa depan kita. Rumah pemberian perusahaan yang berada di kawasan perumahan tak jauh dari kantor Raffa. Lumayan Bun, dapat kado rumah.
Anyway, Bagi semua wanita menikah dengan laki-laki yang kita cinta adalah sebuah impian. Begitu pula dengan aku, menikah dengan Raffa adalah pilihan dan sedikit paksaan. Tapi perasaan princess nggak bisa berbohong kalau sudah jatuh hati, jantung dan ginjal pada pandangan pertama.
Tapi, menikah bukan perkara kata sah terucap terus princess di bawa pergi pangeran dari kastil ibu suri dan happy ending.
Tapi bagaimana kita nantinya menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya setelah pernikahan? Jujur makin dekat hari gini makin kayak ragu.
Apakah dua orang dengan pikiran yang berbeda akan bisa bersatu dalam satu atap?
__ADS_1
Apakah dua orang berbeda sifat bisa saling menerima dan memahami masing-masing?
Apakah dua orang yang dengan keinginan Berbeda bisa melengkapi kekurangan dan kelebihan satu sama lain?
Menikah juga bukan hanya menyatukan dua raga, tapi juga dua keluarga.
Apalagi kalau ingat, Princess menikah dengan cara perjodohan lengkap dengan surat perjanjian pranikah. Kita dua orang yang cukup lama kenal, tapi untuk dekat aku dan Raffa hanya melakukan pendekatan beberapa minggu saja.
Membayangkan itu jadi serem sendiri, sekarang aku mau fokus sama kehidupan baru aku yang akan di mulai beberapa jam lagi.
"Lin," suara Papi membangunkan lamunan princess yang lagi bengong.
"Papi udah gedar gedor pintu kamu, nggak di buka-buka?" tanya papi duduk di sampingku.
"Maaf Pi, Aline blank. Nggak dengar papi ketuk pintu,"
Papa mendekat ke arahku, papi menangkap wajah imut ini dengan kedua tangannya.
"Anak Papi cantik sekali ya, padahal baru kemarin Papi antar kamu masuk SD, sekarang kamu udah mau nikah."
"Pi, Papi juga ganteng banget pakai basofi begini, Aline yakin tamu undangan emak-emak pasti fokus lihat ke papi daripada Raffa pas ijab qobul."
Papi terkekeh, tapi beliau kembali memasang wajah seirus menatap princess.
"Lin, kamu tetap akan jadi princess buat papi. Meskipun Papi nggak bisa gendong kamu lari-lari ke taman seperti dulu. Kamu tetap akan jadi princess Papi meskipun nantinya yang harus kamu dengar dan patuhi adalah Raffa bukan Papi. Papi yang pertama menyayangi kamu, Papi juga yang pertama mencium dan memeluk kamu. Papi dan mami juga yang pertama mendidik kamu sampai seperti sekarang. Meksipun akhirnya, Papi nggak tahu kenapa kamu lebih suka menggambar di bandingkan jadi dosen atau berkarir seperti mami sama papi. Tapi Papi bangga kamu bisa berpenghasilan dengan cara dan bakat sendiri. Papi pasti kangen saat olok-olok gambar rumah-rumahan kamu," Papi lagi-lagi ngusap cairan bening di ujung matanya.
Papi lagi kemasukan jin iprit kayaknya. Apa semua ayah akan seperti papi ketika putrinya akan menikah. Papi beda banget dan tumben ngomongnya bener. Bukan apa, princess jadi pengen nangis kejer bawaaannya, Untungnya ada bulu mata lima kilo yang nahan air mata princess.
"Pi, jangan sedih gitu dong, nanti Aline jadi ikutan sedih, nggak lucu kan kalo makeup pengantin wanitanya luntur," candaku biar papi nggak melow. Make-up princess sudah dipastikan waterproof
"Lin, sebentar lagi kamu akan mempunyai keluarga kecil seperti Papi dan mami dulu. Kamu jaga baik - baik keluarga kamu. Kalian harus saling menjaga dan saling bertanggung jawab tugas dan kewajiban masing-masing."
__ADS_1
Kata- kata papi nyes banget di hati princess, sampai aku nggak bisa ngomong apa-apa kecuali air mata yang sudah berlinang ini.
"Papi tahu kalian menikah karena perjodohan. Kalian belum saling mengenal dengan baik satu sama lain. Ibarat sebuah buku, kalian berdua masih perlu belajar setiap lembaran demi lembaran. Kalian belajar dari halaman awal hingga akhir, kalian bisa memahami setiap halaman yang dibaca. Lama-lama kalian akan tahu dan memahami satu sama lain "
"Ya, Pi," jawabku sambil peluk Papi.
"Inget Lin, tetap jadi Aline papi yang penurut dan rendah hati, bersikap baik pada suami. Patuhi perintahnya selama itu bukan maksiat. Papi yakin Raffa adalah suami yang tepat untuk kamu."
Aku mengangguk penuh keyakinan.
"Makasih Pi." Aduh jadi haru begini.
Dapat nasehat dari papi membuat hati ini tidak lagi punya keraguan. Dengan membaca hamdalah, Princess siap rubah status dan istri yang baik Raffa.
"Ternyata lagi peluk-pelukan disini! Ayo kita berangkat mobil udah siap." Suara mami yang memecah keharuan aku dan papi.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung .....
__ADS_1
Ei yang jadi deg deg an.....
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘😘😘