
Mendengar adzan subuh seperti biasa Ervan bergegas berganti baju dan menuju ke masjid untuk sholat berjamaah. Sesampai di masjid dia langsung saja berkumpul dengan jamaah yang lain menunggu iqomah.
Setelah beberapa saat iqomah dikumandangkan jamaah berbaris mengikuti shaf dan memulai sholat subuh. Setelah sholat subuh hari ini ada jadwal kajian dari ustadz yang juga menjadi imam sholat tadi. Ervan tetap menetap didalam masjid sampai kajian selesai.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh." Suara ustadz anan memecahkan kegaduhan-kegaduhan puluhan jamaah masjid.
"Nasehat kali ini, bersama bangun keteguhan hati. Saudaraku, Suami yang bisa menjadi imam yang baik adalah suami yang senantiasa mengajak istri dan keluarganya nya memiliki keteguhan hati, sehingga lahirlah sifat qana'ah, sabar, dan tawakal. Sifat seperti itu sangat diperlukan agar dalam mengarungi biduk rumah tangga, keluarga tetap utuh, terjaga dan mampu menghadapi segala Situasi dengan penuh iman dan ketakwaan." ceramah ustadz Hanan berhenti sejenak.
"Demikianlah yang telah ditauladankan oleh nabi Ibrahim Alayhisalam. Bagaimana beliau menanamkan keteguhan hati yang sangat kuat pada Siti Hajar, sehingga tidak ada yang diharapkan kecuali hanya pertolongan dari Allah,......................"
",............Oleh karena itu, jadilah imam yang baik bagi keluarga, dengan senantiasa mengarahkan istri pada ketaatan, memberi nafkah yang halal, serta mendidik untuk memiliki keteguhan hati. InsyaAllah keberkahan dan kebahagiaan akan senantiasa menghampiri perjalanan rumah tangga. Bahkan mungkin akan lahir kelak anak-anak yang dapat mengantarkan ayah dan ibunya ke dalam surga. Demikian saudara ku kajian kita subuh ini, mudah-mudahan kita selalu menjadi orang-orang yang bertakwa kepada Allah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh." Ustad Anan menutup ceramahnya.
Ervan merasa betapa bahagianya jika bisa jadi suami seperti itu, sedikit demi sedikit ia mulai belajar banyak dari kajian yang selalu ia dengarkan. Ervan beranjak dari duduknya dan menghampiri pak Ahmad. Ada sesuatu yang ingin disampaikannya.
"Pak Ahmad, apa bisa saya bertanya langsung sama ustadz." Tanya nya menghampiri pak Ahmad.
"Bisa mas tapi ustadz lagi buru-buru, kalau mas mau nanti malam habis isya ke Masjid Isti***ah ustadz ada kajian disana, disana ada season tanya jawab mas." Balas pak Ahmad.
"Ya pak Ahmad terima kasih infonya, insha Allah saya bisa kesana." Balas Ervan lagi menyalami tangan pak Ahmad dan beranjak pulang Meninggalkan Masjid.
******
Siang hari yang cerah berganti malam yang tenang menyusuri jalanan yang masih Ramai Kendaraan yang melintas, Ervan pergi ke masjid yang cukup besar yang diinformasikan Pak Ahmad yang tak lain adalah masjid yang dibangun perusahaan tempat ia bekerja di kawasan kompleks PT. PM. Setelah Beberapa menit sampai lah ia disana. Dia memilih duduk dibarisan Tengah membaur dengan yang lain karena sudah ada ratusan jamaah laki-laki yang duduk di sana.
Ustadz sudah mulai duduk di Mimbar kajian dan membuka salam. Ustadz menjelaskan beberapa hukum-hukum agama sambil sesekali ada jamaah yang mencatat isi dari nasehat ustadz.
__ADS_1
Setelah beberapa menit ustadz Anan menyampaikan nasehat agama, Ustadz memulai sesi tanya jawab, ustadz mulai membuka lembaran yang paling atas. Ervan dengan cemas menunggu lembaranya kapan akan dibaca oleh ustadz.
"Pertanyaan berikutnya, Assalamualaikum ustadz, Bagaimana kita menentukan pilihan antara orang yang kita cintai dan orang yang tidak bisa kita tinggalkan karena suatu hal yang berakibat tidak baik pada kita." Kata ustadz membaca secarik kertas.
"Yang satunya itu sangat bahaya kalau wanita." Canda ustadz dikuti sela tawa dari jamaah.
"Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda, seorang perempuan dinikahi karena empat perkara hartanya, nasabnya atau keturunannya, kecantikan nya dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung. ini berlaku juga buat wanita yang cari suami ya, carilah yang utama bagus agamanya"
"Hadis kedua riwayat Ahmad. Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam ketika dihadapan kan dua pilihan, beliau memilih yang termudah selama itu tidak mengandung dosa, apabila itu mengandung dosa maka beliau menjauhinya."
"Ketika seorang hamba dihadapkan kepada dua pilihan yang sulit laksanakan shalat istikharah sesuatu ajaran Rasulullah. Sholat istikharah adalah doa agar dalam memilih, kita diberi kekuatan oleh Allah dan tidak salah pilih. Jangan pernah meragukan pertolongan Allah ketika pilihan kita tidak baik untuk kita. Hadis riwayat Ahmad, kebaikan adalah apa yang mebuat hati tenang dan nafsu tenang, keburukan adalah yang membuat hati gelisah dan menimbulkan keraguan. Itu jawaban saya mudahan bisa mendapat pencerahan."
Ervan yang terdiam mendengar pertanyaannya yang dijawab oleh ustadz merasa ada pencerahan, ia mulai bisa memenangkan hatinya. Ia memilih keluar sejenak meninggalkan majelis itu untuk meminum sesuatu.
Sebari menikmati minuman ia sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya di ujung tak jauh matanya memandang, seorang yang sangat amat ingin ditemuinya berada tak jauh dari matanya memandang, ia memakai gamis berwarna hitam dengan kerudung berwarna marroon senada dengan beberapa wanita yang lain disana.
Ervan mengelengkan kepalanya dan berfikir dia sedang berhalusinasi, tapi matanya tak ingin berhenti memandang sosok yang berada disisi pelataran kanan Masjid sedang bercanda dengan beberapa orang, terlihat sangat nyata. Dia bangkit dari duduknya dengan pandangan matanya masih tertuju dan tak mengalihkan sedikit pun, kakinya melangkah mendekat tanpa ia memperdulikan sekeliling nya yang hampir beberapa kali menabrak orang karena pandangannya hanya tertuju pada satu tujuan. ia seperti dirasuki setan yang terus menyuruhnya melangkah dan bukan puas hanya dengan memandang ia ingin lebih dari itu, ia ingin berdiri dihadapannya dan mendapat penjelasan.
ya Allah secepat itukah Engkau mengabulkan doaku engkau pertemukan aku dengan orang yang sangat aku rindukan, ya Allah ampuni mata hinaku ini yang tak ingin lepas memandangnya. Ervan terus melangkahkan kakinya.
langkahnya semakin dekat, ia langsung menarik tangan Riri dan menghadapkannya ke arahnya. Riri yang merasa ada dorongan berbalik kearah dorongan itu, Riri diam terperanga dengan seseorang yang sekarang ada dihadapannya dia merasa ada rasa yang terobati tapi ada rasa takut bahkan tubuhnya seperti es yang membeku yang tidak bisa digerakkan sama sekali padahal ia ingin lari dari Situasi ini.
Setelah beberapa detik dia sadari tangannya di Sentuh seseorang yang tak seharusnya menyentuhnya Riri mengeliat karena genggamannya yang kuat.
"Astagfirullahaladzim, Mas Ervan lepasin tangan aku, kita bukan mahram mas! aku bisa teriak karena merasa terancam." kata Riri meronta berusaha melepaskan tangannya yang di genggam sangat kuat.
__ADS_1
"Aku mau bicara ri sama kamu hanya 2 menit, please 2 menit." kata Ervan, Riri mengangguk karena tidak punya pilihan lain. Ervan melepaskan genggaman tangannya. dan Riri memegangi tangannya merasa sedikit sakit.
teman-teman Riri yang ada disekitarnya hanya diam melonggo melihat tingkah dua orang dihadapannya beberapa mereka langsung mengucapkan istighfar melihat adegan tadi. Riri dan Ervan sedikit menjauh kebarat beberapa meter dari teman-teman Riri.
"Maaf ri, tadi aku khilaf, aku nggak sadar apa yang udah aku lakuin, aku terlalu senang bisa ketemu kamu lagi." Ervan menyatukan tangannya.
"Mas sekarang pada intinya aja, mas mau ngomong apa sama Riri." sahut Riri berpura ketus.
"Kenapa kamu menjauhi aku Ri akhir-akhir ini, kenapa kamu nutup komunikasi kasih sama aku."
"Riri nggak punya alasan apapun mas, Riri memang mau menjauh dari mas Ervan, jadi Riri mohon, mas jangan pernah lagi hubungi atau temui Riri lagi." kata Riri masih dengan wajah ketusnya.
"kenapa kamu begitu Ri, bukan Ri kamu pasti punya alasan, kamu bukan Riri yang biasanya."
"Mas, Riri sudah jawab pertanyaan dari mas Ervan Jadi Riri rasa nggak ada yang perlu Riri perjelas lagi, Riri harus pergi dan jangan nganggu Riri lagi mas, assalamu'alaikum." Riri ketus pergi meninggalkan Ervan yang terus memanggil nya. setelah berbalik dan melangkah sedikit jauh Riri menumpahkan air matanya yang sudah menggenang membanjiri pipinya.
B**agaimana bisa aku berkata seperti itu, bagaimana bisa aku membuat Kecewa orang yang aku cintai. aku kesini mencari pencerahan dan ketenangan hati tapi kenapa sakit yang sedikit berkurang menjadi sakit yang semakin dalam. ia terus menumpahkan butiran-butiran bening dari matanya yang tak berhenti mengalir. Riri terus melangkah dan tidak menyangka akan bertemu dengan Ervan orang yang ingin dihindarinya.
Tak jauh berbeda dari Riri, Ervan yang tak menyangka bertemu dengan Riri yang juga datang ke kajian di masjid. Mendengar jawaban yang didengarnya langsung dari Riri membuatnya tetunduk lemas seolah ada batu besar yang menimpanya saat ini. Harapannya seolah hancur bahkan untuk melangkah saja kakinya sangat sulit untuk digerakkan.
aku mencintai kamu ri sangat, aku tidak bisa lagi membohongiku diriku sendiri
NEXT....
Terimakasih pembaca udah baca novel author yang jauh dari kata sempurna ini. Jangan lupa goyang kan jempol nya like komen apalagi vote bikin semangat author.🙏🙏🙏🙏
__ADS_1