
Nolan sudah keluar dari ruang interview, Abel langsung memalingkan muka berpura tidak tahu. Kini Abel menunggu giliran di panggil untuk interview.
Tak lama menunggu, namanya pun dipanggil untuk melakukan interview. Setengah jam lebih berlalu, Abel melakukan interview dengan baik tinggal menunggu panggilan berikutnya. Dia juga berharap tidak satu team dengan si songong, berdasarkan hasil interview Mahasiswa magang di bagi tiga team.
Dia menuju lobby menunggu Udin yang dia minta untuk menjemput karena taksi online tidak memungkinkan dan terlalu lama. Langkahnya sempat terhenti mendapatkan pesan dari seseorang.
Davin : Assalamu'alaikum cantik ini Davin, mobil kamu udah di bengkel nanti aku share lokasinya.
Abel tersenyum sipu, entah kenapa merasa senang. Seperti kupu-kupu terus terbang di sekeliling kepalanya.
Apa ini ya yang namanya cinta pada pandangan pertama. Abel please jangan error kamu baru ketemu sehari dan nggak tahu asal usul bang Davin. Guman Abel
Abel : Wa'alaikumusalam makasih ya Mas, nanti aku kesana sama Papa.
Davin : Kalau sama aku aja gimana? pengen ketemu kamu lagi. Itu pun kalau kamu nggak keberatan, aku berharap Lo.
Abel melangkah sambil senyum-senyum membaca pesan tanpa dia sadari kakinya menuruni anak tangga lobby.
Dubrrakkkkk. Abel tersungkur ke tanah, kertas dan barangnya berhambur ke tanah. Malu memang tapi dia lebih peduli kakinya yang seperti mau lepas dari susunan tulang. Sumpah sakit banget kakiku, gurutu Abel. Securiti membantu Abel berdiri tapi kakinya terlalu sakit untuk berdiri.
Laki-laki menggunakan motor trail melepas helm dan turun dari motornya. Menerobos kira-kira 2 orang yang berkerumun. Tanpa pikir panjang lelaki itu langsung meraih pergelangan kaki Abel tanpa persetujuan pemiliknya.
Ya ampun si songong lagi, mau ngapain dia seenaknya pegang kakiku, pakai acara lepas ikat pinggang lagi. Batin Abel melihat aksi Nolan yang langsung membalut kakinya dengan ikat pinggang tanpa minta ijin.
"Mas, Mas kamu ngapain, sakit...." Kata Abel berusaha menghentikan aksi Nolan yang sekarang menjadi tontonan.
Nolan berdiri usai melakukan aksinya. "Sekarang kamu berdiri..." Perintah Nolan.
Abel menggeleng. "Nggak mau, sakit," gerutu Abel.
"Coba dulu berdiri, kaki kamu terkilir aku udah coba balut supaya uratnya cepat kembali seperti semula, kamu tinggal lepas ikat pinggangnya satu jam lagi, setelah itu kompres dengan es," jelas Nolan.
Mendengar penjelasan yang meyakinkan, Abel berusaha berdiri dibantu mbak-mbak karyawan yang jadi penonton dadakan. Ternyata Abel berdiri dengan tegak kembali, kakinya berangsur pulih, terasa lebih baik hanya sedikit nyeri. Lagi-lagi si songong jadi superhero tanpa kostum. Mbak-mbak dan security tersenyum ikut senang Abel sudah kembali pulih.
"Makasih ya, ikat pinggangnya aku balikin nanti kalau kita ketemu..." Ujar Abel.
"Lain kali kalau jalan pakai mata, kalau memang rabun pakai kacamata biar nggak nyusahin orang!" Jawab Nolan kasar seperti biasa.
Abel hanya diam tak mau berdebat lebih panjang karena tahu yang terjadi hanya omongan tajam setajam kulit durian yang keluar dari mulut si songong. Nolan berbalik menaiki motornya, memakai helmnya.
Nolan membuka kaca helm, "Jangan lupa sejam lagi kompres dengan es," kata Nolan di hadapan Abel dan bergerak melajukan motornya.
Baik juga si songong, Coba manis dikit kalau ngomong pasti kegantengan kamu itu nggak akan sia-sia. Guman Abel.
"Mbak kakinya kenapa diikat begitu," suara Udin yang ditunggu-tunggu muncul.
"Akhirnya nongol juga, nggak apa-apa pak Udin, ayo pulang..." Kata Abelia berjalan pelan menuju mobil.
__ADS_1
*******
Sore hari di ruang keluarga rumah Ervan, Riri membantu Abel mengobati kakinya yang terkilir dengan memberikan olesan kream peredah bengkak.
"Untung aja, ada yang balut kaki kamu pakai gesper, kalau nggak kaki kakak bisa bengkak." Ujar Riri sambil mengoles pergelangan kaki Abel di pangkuannya.
"Masa sih Ma, Alhamdulillah kalau gitu, yang bantu Abel orang yang sama waktu nemuin Raydan Ma." Cerita Abel.
"Oh ya, baik ya orangnya." Balas Riri.
Abel hanya tersenyum kecut, rasanya ingin memuntahkan isi perutnya mendengar perkataan Mamanya itu. Belum tahu saja Mama, sejutek apa wajahnya kalau ngomong sama orang. Begitu yang ada di isi kepala Abel.
"Udah kak, kakak istirahat aja." Riri meletakkan kaki Abel.
"Terima kasih Ma..." Balas Abel.
"Kalau Mama boleh tahu, kakak ngelamunin apa sih, sampai nggak tahu didepan ada anak tangga." Ucap Riri penasaran.
Abel mendadak malu, dia langsung memeluk tubuh mungil Mamanya sambil tersenyum-senyum sendiri.
"Eh, kakak kenapa? ditanya malah senyum-senyum." Ujar Riri.
"Kakak serius baca chat dari Bang Davin Ma, Mas ganteng yang nolongin mobil Abel yang berasap." Balas Abel.
"Kakak kege'eran ya, inget Kakak nggak boleh berpikir aneh, Kakak tetap jaga jarak aman dengan lawan jenis."
"Mama cuma kasih peringatan aja Kakak cantik," tungkas Riri lagi.
Obrolan ibu dan anak ini terus berlanjut hingga suara mobil dari bawah terdengar. Riri bergegas keluar rumah menyambut suaminya yang usai pulang kerja.
*****
(โmungkin ada unsur dialog dewasa di part ini, mohon yang umurnya dibawah 21 tahun ambil sikap bijak ya)
Ditempat yang berbeda waktu yang sama. Davin menuju bengkel mobil tempat mobil Abel di perbaiki yang tak lain adalah bengkel khusus mobil Cc besar dan modifikasi milik adiknya Nolan.
Ia langsung menuju lantai atas di area perkantoran, menemui sang pemilik.
"Pak Dirut..." Seru Nolan mengalihkan pandangan dari komputer ke pintu melihat kakaknya.
"Kenapa repot kesini, nggak ngomong dirumah aja, pasti cek mobil yang masuk tadi Pagi atas nama Bang Davin...." Sambung Nolan lagi.
"Gimana udah beres..." Balas Davin.
"Udah masih diperbaiki, mobil Inventaris kantor, kenapa nggak ganti baru Bang, mobil itu umurnya udah sembilan tahun Loh, harusnya udah ganti waktu umur lima tahun untuk inventaris perusahaan." Jelas Nolan.
"Bukan, itu mobil cewek yang Abang temui dijalan." Balas Davin.
__ADS_1
"Cewek mana lagi Bang, sejak kapan Bang Davin suka cewek di jalan."
"Bukan, tadi pagi mobilnya mogok, Abang bantuin dia, anaknya manis, lucu, cantik..." Seru Davin sambil tersenyum mengingat Abel.
"Paling ujungnya Bang Davin pacarin, tidurin, terus tinggalin seperti yang sudah-sudah, insyaf Bang." Sindir Nolan.
"Nolan kamu adik Abang, kenapa kamu lebih percaya fitnahan wanita - wanita itu, selama ini Abang hanya berkencan karena bisnis demi Papa, nggak ada ketertarikan sama sekali. Mungkin wanita-wanita itu nggak terima abang tinggalin."
"Gimana dengan Tasya bang, anak pejabat yang terus ngejar Abang, nggak terima abang tinggalin karena ngaku pernah ditiduri sama Abang," seru Nolan.
"Tasya itu gi*a, mungkin kalau kesabaran Abang habis, nanti akan Abang laporkan ke kantor polisi atas tuduhan pencemaran nama baik, nggak peduli siapa bapaknya...." Tungkas Davin.
"Tenang bang," ujar nolan menenangkan kakaknya yang mulai kacau.
"Nolan, Abangmu ini nggak pernah nidurin wanita manapun, Abangmu ini masih takut dosa dan tahu batasan." Balas Davin kesal.
"Ya Bang, mungkin aku percaya tapi orang diluar sana yang langsung menelan mentah-mentah isu, makanya Bang Davin cepat nikah sudah umur juga." Balas Nolan.
"Ini masih mencari wanita yang bener dan tepat, Abang lagi usaha, kali ini nggak boleh disia-siakan, Abang berharap kita jodoh...." Kata Davin tersenyum mengingat wanita berjilbab yang dia temui tadi pagi.
"Ya Bang, aku akan terus support bang Davin...."
"Nolan, kau juga sekali-kali kasihlah kesempatan wanita untuk mendekat, berkencanlah menghibur diri, jangan main sama anak-anak panti terus." Dalih Davin pada adiknya.
Mendengat ucapan Abangnya. Tiba-tiba muncul sepintas dipikirannya sosok wanita berhijab yang akhir-akhir ini menganggu ketenangannya yang selalu membuat masalah.
Sial kenapa aku jadi teringat wanita ceroboh itu terus. Guman Nolan.
"Bang, sebaiknya bang Davin pulang, mungkin besok mobil atau lusa mobilnya cewek itu sudah baik." Ucap Nolan mengganti topik pembicaraan sebelum Abangnya memaksanya lagi untuk berkencan.
"Oke, kalau udah beres mungkin aku akan kesini sama dia..." Balas Davin.
Davin kembali meraih ponsel dan memberitahu pada Abel tentang keadaan mobilnya.
.
.
.
.
NEXT....
Makasih zen udah sabar nunggu up dari author ...
Beri Thor semangat LIKE KOMENT, yang punya poin bisa bagi Vote nya, Loph U โค๏ธ๐๐๐
__ADS_1