
Usai kepergian Adrian, Ervan menyeret tangan istrinya masuk kedalam rumah. Riri mengikuti saja langkah suaminya.
"Mas kok bisa kenal pak Adrian sih." Tanya Riri yang terus bersikap ceria tanpa menyadari amarah suaminya. Ervan sama sekali tidak meladeni pertanyaan Riri.
"Mama sama papa udah pulang." Kata Abel melihat kedua orang tuanya.
"Abel masuk kamar!." teriak Ervan pada Abel yang berada diruang TV.
"Siap pa." Jawab Abel yang ketakutan melihat ekspresi papanya dan memilih berlari menaiki tangga menuju kamar.
Riri jadi binggung dan sedikit merasa takut melihat sikap Ervan yang mendadak galak.
kenapa mas Ervan Jadi serem gini. Riri
"Duduk!" Ujar Ervan mendudukkan Riri diruang TV.
"Tadi mas bilang apa?naik taksi online! kenapa kamu bisa pulang sama Adrian." kata Ervan pada Riri dengan raut wajah yang tidak seperti biasanya.
"Tadi rencana Riri mau taksi online, tapi pak Adrian kasih tumpangan jadi Riri ikut, pak Adrian kan bukan orang asing mas, dia teman mas juga kan." Jawab Riri mendadak jadi merinding melihat ekspresi suaminya.
"Riri, kalau Adrian ngajak kamu kabur kamu ikut juga, Kamu kan bisa nolak!." Balas Ervan lagi dengan nada keras.
"Mas, Riri udah nolak tapi apa salahnya nemerima niat baik pak Adrian." jawab Riri lagi yang tidak menyangka suaminya begitu marah karena pulang dengan Adrian.
"Oh gitu, jadi memang kamu pengen ya pergi berdua sama Adrian!." Kata Ervan dengan keras yang langsung menusuk dada Riri hingga Riri yang melow tidak bisa membendung air matanya.
"Istighfar mas, bagaimana mas bisa berkata begitu sama Riri." Riri menunduk mengusap air matanya karena tuduhan suaminya.
Ervan meraup wajahnya."Astagfirullahal adzim. Astagfirullahal adzim. Astagfirullahaladzim." kemarahan sedikit mereda.
Ervan duduk disamping istrinya meraih tangan istrinya. Hatinya juga terasa sakit kalau melihat air mata Riri.
__ADS_1
"Maafin mas ya sayang, mas bener-bener sudah dikuasai amarah sama rasa cemburu sampai mas nggak mau dengar penjelasan kamu." Ucap Ervan lagi mencium tangan istrinya digenggamannya.
Riri mengangguk. "Mas jangan pernah nuduh Riri lagi, Riri juga minta maaf kalau memang sikap Riri yang menerima kebaikan orang membuat mas marah." Riri yang mulai rapuh tidak tahan kalau tidak memeluk suaminya. Dia langsung menenggelamkan tubuhnya ke pelukan suami yang ada disampingnya.
"Kamu harus jauh -jauh sama Adrian, jangan lagi dekat sama dia apalagi ketemu kalau tidak ada hal yang penting." kata Ervan yang masih menyimpan rasa cemburu.
Riri bangkit dari pelukan suaminya. "Mas kenapa begitu sih, mas kenapa cemburu sama pak Adrian, pak Adrian kan teman mas juga."
"Karena Adrian...." Ervan mengurungkan niatnya memberi tahu Riri. Dia tidak ingin Riri merasa canggung bertemu Adrian apalagi dia adalah mahasiswanya yang sewaktu- waktu membutuhkan bantuannya.
Riri masih menunggu kata Ervan yang terputus tapi urung diselesaikan.
"......jangan bahas Adrian lagi, Mas mau mandi terus istirahat hari ini rasanya semua terasa panas."
Pasutri ini mengakhiri perdebatan dan menuju lantai atas untuk beristirahat. Sebelum masuk kamarnya, mereka tak lupa mengontrol kamar anaknya yang terlihat gelap dan anak gadisnya yang sudah terlelap.
*******
Bener nggak sih pakai ini bikin seneng suami, coba aja daripada kita diam-diaman. Riri
Riri mengambil lingerie warna hitam dan bergegas menuju kamar mandi. Setelah memakainya Riri sebenarnya merasa geli dan malu melihat bayangannya dicermin tapi mau bagaimana lagi, ini adalah pendekatan yang paling ampuh.
Riri keluar dari kamar mandi mengendap-endap melangkah ke tempat tidur, Ervan memperhatikan Riri sekilas langsung mengalihkan pandangannya lagi ke arah TV, tapi sepertinya ada yang berbeda dia menoleh lagi ke arah istrinya yang sekarang sudah disampingnya menutupi tubuhnya dengan selimut.
Ervan membuang remote TV dan menarik Selimut istrinya.
"Coba liat sayang, tadi kamu pakai apa." Ervan terus berusaha menarik selimut yang ditahan istrinya kuat.
"Jangan mas malu, tapi janji harus senyum nggak boleh marah lagi." Riri masih menahan selimutnya.
"Ya janji, ayo buka mas mau liat." Kata Ervan semakin penasaran.
__ADS_1
Riri pun dengan malu membuka selimut nampak tubuhnya menggunakan lingerie warna hitam. Ervan pun mulai melunak dan tersenyum nakal.
"Pinter ya sekarang bikin seneng suami." seru Ervan. Riri munutup wajahnya dengan kedua tangan.
Ternyata mama mertua bener. Riri
Selanjutnya bisa ditebak apa yang dilakukan pasangan suami istri ini didalam kamar.
.
.
.
.
.Next.......
Terimakasih readers sudah sabar menunggu up dari author.
mohon dukungannya AUTHOR jangan lupa tinggalkan jejak
LIKEπ
KOMMEnTπ
VOTe VOTE VOTe please yang udah mulai turunπ.
ππππππ
semoga reader selalu sehat dan terhindar dari virus Virus. Amin
__ADS_1