
Malam semakin larut, tapi suasana Resto justru makin rame. Meja yang semula kosong sudah mulai terisi. kelima orang ini masih belum beranjak menikmati suasana malam Minggu diresto, terlebih sebentar lagi pukul 21.00 waktu tengah negeri ini akan ada live music.
"Ma, kesitu yuk, kita liat orang cari kepiting..." Kata abel menunjuk ke arah bawah yang terdapat beberapa orang nelayan mencari kepiting laut.
"Abel... nggak usah kesana, disini aja, kasian mama nanti kecapean..." Ujar Ervan.
"Nggak apa-apa Mas, Riri juga pengen lihat. Lagi pula kita liatnya dari pagar nggak mungkin ke bawah......" Balas Riri.
"Ya udah......" Jawab Ervan.
Abel dan Riri meninggalkan meja dan melangkah ke dermaga kecil yang dibatasi pagar sehingga pengunjung bisa melihat laut dari atasannya.
Sementara di meja yang lain, ketiga orang masih berbincang masalah keseharian masing-masing.
"Sorry aku tinggal sebentar, mereka memang tak bisa lihat orang bersantai walaupun sebentar......" Kata Tiara yang mendengar bunyi telepon di ponselnya.
Dia pun menjauhkan diri menuju pojok resto.
"Riri berbeda banget sama Amanda...." Kata Adrian pada Ervan yang kini dimeja hanya mereka berdua.
"Sangat beda, kamu orang yang paling tahu kan gimana rumah tanggaku dengan Amanda. Mereka dua orang yang sangat berbeda..." Balas Ervan.
"Aku ikut senang Bro, kamu dapat ibu sambung untuk Abel wanita baik dan sabar seperti Riri."
"Alhamdulillah bro, aku juga nggak pernah nyangka bisa berjodoh sama wanita seperti Riri..." Balas Ervan.
"Jadi ngomong-ngomong kapan kamu ke ibukota untuk ketemu orang tua Tiara...." Sambung Ervan.
"Itu masalahnya Bro, pengen secepatnya tapi mendadak takut nggak diterima..."
"Kenapa mendadak takut, kamu nikah sama anaknya bukan emaknya...anaknya aja terima kenapa dia nolak." Sahut Ervan yang juga tidak sabar melihat mereka segera bersama agar hidupnya juga tenang.
"Bro, kamu pernah ketemu orang tuanya kan, gimana menurutmu orangnya."
Ervan sedikit ragu-ragu mengatakannya. "Sama kerasnya kayak Tiara, maklum dia orang tua tunggal yang membesar anak sendiri dan mendoktrin Tiara supaya jadi wanita kuat...."
"Terus aku gimana ngambil hatinya, masa iya aku ngombalin juga, yang ada aku langsung di pecat jadi mantu sebelum ngelamar...."
Ervan tertawa. "Gantle bro, belum dicoba, usaha dulu untuk kedepannya kita serahkan yang Maha Kuasa....."
"Kayak baru sekali aja bro di tolak ngelamar...." Sindir Ervan.
"Jangan buka aib masa lalu bro, bikin malu..." Ujar Adrian.
"Maka-nya usaha dulu, udah kepala tiga bro, ada hak-nya tuh barang, bukan cuma buat pajangan...." Ervan ketawa
"Ya-ya cari yang halal harus usaha, bersakit-sakit dulu berenak- enak kemudian..."
Celetuk Adrian.
"Ya gitu dong bro..."
"Tapi kadang takut juga nggak bisa bahagiain dia, nggak bisa penuhi apa yang dia mau...."
__ADS_1
"Maksudnya gimana bro...." Tanya Ervan.
"Kamu kan tahu penghasilan aku jadi dosen jauh banget beda nya sama Tiara, kan ada saatnya wanita udah nggak mempan dengan kata manis bro, butuhnya manis-manis yang lain yang ada merk-nya"
"Tiara tuh mandiri, dia nggak bikin repot siapapun, kalau dia sudah suka sama seseorang dia bahkan terus pertahanin gimana pun caranya, nggak peduli apapun..."
"Pengalaman pribadi ya!!!" Hardik Adrian.
"Masa lalu bro, nggak usah serius gitu, sekarang kita teman." Balas Ervan melihat temannya sedikit tegang.
Kini Ervan dan Adrian mengobrol saling support satu sama lain.
Disisi yang lain, usai menerima telepon Tiara mendatangi Riri yang bersama Abel di dermaga.
"Hai..." Sapa Tiara pada Riri yang bersandar sendirian di pagar sementara Abel sudah berjalan-jalan di dermaga.
"Hai Kak, kakak mau lihat nelayan cari kepiting juga...." Tanya Riri polos.
Tiara tertawa. "Nggak aku bosan lihat laut, aku hanya ingin ngobrol sama kamu..."
"Ya...Kak." Balas Riri.
"Indah ya Malam ini, bulannya terang." Kata Tiara, Riri tersenyum mengangguk.
"Oh Ya, tahu yang disana, sama yang disana..." Tiara menunjuk dua tempat kilatan cahaya yang nampak jauh ditengah laut.
"Ya Kak...itu rig atau kapal..." tanya Riri
"Makasih Kak, atas pengertiannya, Mas Ervan beruntung punya atasan sebijak Kakak..." Balas Riri.
"Riri boleh tanya sesuatu...." Kata Tiara lagi.
"Tentu kak, kakak mau tanya apa? kalau saya tahu pasti saya jawab...."
"Riri, Apa Allah akan mengampuni dosa seseorang di masa lalu ketika seseorang ingin berubah...." Tanya Tiara.
"Kak setiap orang pasti punya dosa dan kesalahan ataupun berbuat maksiat, Tapi kita jangan putus asa, Allah maha pengampun lagi Maha penyayang Kak, sebesar apapun dosa kita Allah pasti mengampuni...."
"Bener Ri ...."
"Ka, dosa apapun kecuali syirik, selama kita bertaubat memohon dengan bersungguh- sungguh pasti Allah akan mengampuni...."
"Makasih Ri, akhir-akhir ini aku sadar, selama ini jauh dari agama dan banyak berbuat dosa, Aku terlalu senang dengan duniaku setelah aku dapat apa yang aku inginkan, Aku malah lebih bahagia dengan hal yang lain...."
"Kak, kalau memang Kakak ada waktu, Kak Tiara bisa ikut saya datang ke kajian ustadz tiap weekend, disana Kakak bisa tanya-tanya juga..."
"Ya boleh Ri, nanti aku usahakan....." Balas Tiara.
Dari kejauhan nampak dua laki-laki menyusul ketiga wanita di dermaga.
"Sayang, asik banget ngobrol...." Kata Ervan yang tiba-tiba muncul memeluk pinggang Riri.
"Mas, iya ini juga mau balik....." Kata Riri.
__ADS_1
"Asik juga disini...." Kata Adrian yang juga memeluk pinggang Tiara.
"Balik yuk udah malam, sayang Mas panggil Abel dulu...." Kata Ervan yang menunjuk Abel di dermaga ujung resto.
Riri yang sungkan ditinggal sendiri dengan Adrian dan Tiara memilih melangkah pelan sambil menunggu suaminya.
Adrian menarik Tiara yang hendak berjalan bersama Riri, tangannya melingkar lagi diperut Tiara menghadapkan ke laut. "Sayang, kamu tahu cintaku ke kamu kayak garam dilautan ini..."Kata Adrian.
"Kok bisa, kenapa begitu..." Kata Tiara penasaran.
"Tak terlihat tapi bakalan ada untuk selamatnya....." Balas Adrian.
"Udah ah...Adrian cukup..." Kata Tiara tersenyum malu melepaskan tangan Adrian berjalan menyusul Riri.
Tiara kini pun berjalan beriringan dengan Riri.
"Kak, Pak Adrian Mana...." sapa Riri melihat Tiara di sampingnya.
"Di belakang, Oh ya Ri, Panas nggak sih pakai kerudung seharian..." Tanya Tiara.
"Nggak lah Kak, tergantung niat kita Kak, Pasti akan merasa tenang dan nyaman." Balas Riri.
Kenapa Kak Tiara tanya begitu ya ??? Semoga Allah memberikan dia hidayah untuk segera menutup auratnya. Riri
Kini keempatnya sudah dihalaman parkir resto, saling berpamitan untuk menaiki menuju ke mobil masing-masing.
"Hati-hati Om, nanti main kerumah Abel..." Kata Abel pada Adrian.
"Ya, Sampai ketemu lagi bocil...." Kata Adrian mecubit kedua pipi abel.
Abel mencium punggung tangan Adrian, "Bocil apa om, enak aja main ganti nama orang."
"Bocah cantik kecil, sana pulang bapakmu udah nyalakan mesin..."
"Om Adrian genit, aduin Tante Tiara nih...." Abel tertawa berlari menuju mobil Papa nya.
Kini mobil kedua pasangan itu meninggalkan resto itu.....
.
.
.
.
. Next..
Zen terima kasih apresiasinya jangan bosen ikutin kisah dua pasangan manusia ini sampai Ending ya.....
Terima kasih udah sabar nunggu up dari author....
jangan lupa like komen vote biar semangat up...🙏🙏🙏🙏
__ADS_1