Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 29 Ke Masjid


__ADS_3

Matahari hampir terbit Abel masuk ke kamar papanya untuk membangunkan sholat subuh setelah mendapat telepon dari Riri.


"Papa, bangun pa sholat dulu pa." Abel menggoyang kan tubuh Ervan. Tapi Ervan masih mengeliat belum bangun.


"Papa ayo bangun pa, sholat subuh dulu." Abel terus berusaha.


"Pa, ayo bangun tadi Bu Riri ya telepon suruh bangunin sholat subuh."


Mendengar Nama Riri Ervan langsung bangun.


"Mana Riri," mata nya mencari-cari.


"Bukan tadi Bu Riri telepon katanya kalau laki-laki sholat nya di masjid."


"Ya ampun sayang, tumben juga sih pakai suruh sholat dimasjid segala, papa sholat dirumah aja nanti, masjid Disini kan jauh, kamu sholat dulu aja." Ervan merebahkan badannya lagi.


"Nggak boleh papa sholat di masjid sana, Masjid nya kan di gang sebelah bisa naik motor, kalau malas jalan kaki. nanti Abel kasih tahu Bu Riri, kalau papa bukan laki-laki Sholeh soalnya nggak mau sholat di masjid." Abel terus berusaha.


"Ya cerewet, papa sholat di Masjid." Balas Ervan bangun mendengar nama Riri di ancaman anaknya.


"Gitu dong, namanya papa Sholeh." Abel senang melihat papa nya yang langsung ke kamar mandi, terus melanjutkan singgap Menganti baju.


"Kenapa Riri nggak bangunin papa langsung." Kata Ervan yang sudah siap mau berangkat ke masjid, tapi melihat Abel yang masih dikamarnya mengawasi seperti security kalau papanya tidur lagi.


"Ya, nggak tau pa, tadi Bu Riri bilang bangunin papa suruh sholat di masjid itu aja." Balas Abel.


Ervan turun dari tangga menuju bagasi mengambil motor yang biasa dipakai pak Amin mengantar jemput Abel pulang ke sekolah.


Ervan dengan Abel yang pindah ke komplek perumahan ini sekitar 2 tahunan yang lalu belum pernah sama sekali sholat berjamaah di Masjid komplek ini. Dia Merasa agak canggung sih tapi, Ervan merasa tidak ada salahnya dicoba. Beberapa menit naik motor dengan cepat sampai di masjid komplek perumahannya. Dia masuk masjid yang cukup besar dengan cat nuansa masjid putih kuning, dia sering lewat tapi ini baru pertama Ervan masuk ke masjid ini.


Setelah berada di dalam berpas-pasan mendengar iqomah dia langsung bebaris di shaf kedua bersama jamaah lain bersiap sholat Subuh berjamaah.

__ADS_1


Setelah sholat subuh, Ervan akan bangun untuk keluar masjid tak lama seorang bapak-bapak mengahalangi langkahnya.


"Assalamu'alaikum, mas" Bapak itu menjabat tangan Ervan .


"Waikumusalam pak." Jawabnya.


"Mas tinggal di komplek sini,"


"Ya pak, saya di blok J" balas Ervan lagi.


"Lama mas, disini. udah berkeluarga belum mas." Kata bapak itu mencoba akrab.


"Hampir 2 tahunan, saya tinggal berdua anak saya pak, saya belum beristri lagi." Kata ervan mencoba akrab dengan bapak itu.


"Mas nya duda saya kira masih bujang, jangan pulang dulu mas, sebentar lagi ada kajian dari ustadz nggak lama kok cuma setengah jam, saya pak Ahmad pengurus masjid komplek ini. Setiap ada wajah baru pasti langsung saya datangin soalnya jarang masih muda-muda sholat subuh ke masjid." sambung bapak itu lagi.


"Ya pak, saya Ervan. Bisa pak." Kata Ervan merasa sungkan untuk menolak meskipun dia ingin pulang dan melanjutkan tidurnya lagi. Mereka berdua akhirnya masuk kembali kedalam masjid. Duduk berdampingan menunggu ustadz yang belum berdiri menyampaikan kajian.


"Tema nya bagus mas, tentang istri Solehah, siapa tahu nanti mas nya cepat dapat jodoh istri yang Sholehah."


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu." Suara ustadz langsung mengheningkan puluhan jamaah yang ada di dalam masjid yang sempat ribut.


"Saudaraku, Allah SWT telah menetapkan jodoh, rezeki, dan kematian kita. Namun bukan berarti kita tidak dapat memilih jodoh kita sendiri. Allah memberikan jalan bagi kita untuk memilih jodoh yang kita inginkan. Hanya saja jika kita menginginkan jodoh yang baik, maka lihatlah diri kita, jadikan kita pribadi yang baik. Begitu pula sebaliknya apabila pribadi kita tidak baik jangan mengharapkan jodoh yang baik." Ceramah ustadz


"Islam memberikan jalan bagi kita untuk memilih jodoh sendiri tapi Islam juga mendorong kita untuk memilih pasangan hidup berdasarkan keimanan dan ketaqwaannya daripada tampilan fisik dan hartanya sehingga kita lebih baik dalam membangun rumah tangga dalam Islam. Dari hadis Bukhari. Wanita dinikahi karena empat hal. Hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya, maka niscaya pilihlah karena faktor agamanya niscaya engkau beruntung." Lanjut ustadz.


"Demikian kajian lagi ini, mudah-mudahan kita orang-orang yang selalu taqwa kepada Allah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatu." Ustadz menutup ceramah nya.


Ervan dan pak Ahmad bangun untuk keluar masjid. Entah kenapa mendengar ceramah dari ustadz hatinya serasa tenang dan ingin mendapatkan pencerahan lagi dan lagi. seolah dia merasa dirinya selama ini sibuk dengan pekerjaan dan hal-hal yang tidak baik bersama Tiara, sudah terlalu jauh dirinya dari ilmu agama padahal untuk sekarang harus berperan sebagai ayah sekaligus ibu untuk anaknya.


"Pak Ahmad, Setiap hari ya ada kajian dari ustadz." Kata Ervan pada pak Ahmad yang mendampingi keluar Masjid.

__ADS_1


"Seminggu dua kali mas tiap subuh sama habis isya, mas nya beruntung tadi." kata pak Ahmad.


"Saya paling bisa shalat jamaah subuh aja sama isya selebihnya sholat ditempat kerja."


balas Ervan.


Selepas berbincang dengan pak Ahmad, Ervan berpamit pulang, sesampai di rumah langsung membuka pintu masuk kedalam rumah.


"Darimana mas pagi-pagi." sapa bi Mina yang melihat Ervan berpakaian rapi baju kemeja dengan kra sanghai.


"Sholat subuh di Masjid." balas Ervan duduk di meja makan.


"Tumben mas, habis kesambet jin iprit ya," Sambung bi Mina lagi.


"Di bangunin sama sekuriti bi, tuh sekuriti nya udah turun." menunjuk Abel yang baru turun dari tangga menuju ruang makan bersama papa nya.


"Papa kok lama, mampir kemana hayo?." Tanya Abel dengan ekspresi jutek.


"Anak papa ini, curigaan terus, tadi papa di Masjid ngobrol sebentar sama orang sana. papa kamu ini kan paling ganteng kayak nya." Ervan membercandain anaknya.


"Papa ke PD an," Balas Abel.


Sambil menunggu sarapan Ervan mengecek HP nya. Raasanya dia sangat merindukan Riri, Membaca beberapa pesan dan terhenti di pesan dari Riri, ia heran Kenapa dari kemaren malam Riri bahkan tidak membalas pesannya sama sekali seperti biasanya. Tapi Ervan tidak menyerah dia terus mengirim pesan via WA pada Riri dan menceritakan kejadian pagi ini.


Bi Mina menyiapkan sarapan, kemudian ketiganya sarapan bersama. Abel berangkat ke sekolah dan disusul Ervan yang bersiap untuk bekerja.


*****


Di tempat yang berbeda, sebelum sarapan pagi, Riri membuka hpnya dan melihat beberapa pesan yang masuk. Dia membaca pesan dari Ervan dan senang mendengar cerita Ervan, rasanya dia sangat ingin membalas pesannya tapi ia urungnkan niatnya dan menarik tangannya dari HP nya.


mudahan aku kuat entah sampai kapan. batin Riri.

__ADS_1


next......


TERIMA KASIH PEMBACA UNTUK LIKE KOMENT DAN VOTE NYA YANG BIKIN SEMANGAT AUTHOR 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2