Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 50 Shopping


__ADS_3

Riri membuka matanya mendengar adzan subuh, dia menepikan tangan Kokoh suaminya yang melingkar diperutnya semalaman. Setelah membersihkan diri karena aktivitas malamnya, Riri membangunkan suaminya untuk membersihkan diri juga sebelum ke masjid melaksanakan sholat berjamaah.


Usai keluar dari masjid, keduanya berjalan kaki bergandengan tangan menyusuri jalan komplek menuju rumah.


"Sayang, nanti kuliah ya?" Tanya Ervan ditengah langkahnya menyusuri jalan.


"Ya mas." Jawab Riri.


"Nanti perginya naik taksi online aja, pulangnya dari kantor mas langsung jemput ke kampus." Balas Ervan.


"Nanti mas capek bolak-balik, Riri bawa motor aja mas."


"Udah jangan cerewet, dengerin kata suami." seru Ervan. Riri mengangguk mengiyakan perkataan suaminya.


Setelah sarapan rumah menjadi sepi, Abel berangkat ke sekolah bersama Ervan. Sebenarnya ada sedikit kerinduan beberapa hari tidak mengajar disekolah tapi sekali lagi Riri menegaskan hatinya kalau ini keinginan dari suaminya agar dirinya jadi ibu rumah tangga seutuhnya.


Perkerjaan rumah yang sudah kelar karena diselesaikan oleh Bi Mina. Riri memilih menyirami beberapa tanaman ditaman depan rumah.


Sebuah mobil putih mewah yang tak asing dimata Riri masuk kedalam carport rumahnya berhenti dihadapannya. Sopir membukakan pintu bagian belakang, wanita paruh baya muncul bagian kursi penumpang.


Riri menutup knop air selang segera membuang selang air kesembarang tempat dan cepat mengelap tangannya yang basah kebagian belakang bajunya.


Riri mencium tangan Bu Niah. "Mama kenapa nggak kasih tahu Riri kalau mau kesini."


"Mama mau ngajak kamu liat tas keluar terbaru dari d**r, ayo temanin mama ke mall." Ujar Bu niah pada Riri.


"Ya ma, Riri ganti baju dulu." Riri masuk kedalam rumah disusul ibu Niah yang berjalan dengan perempuan yang terlihat seperti ART.


Riri bersiap-siap, merias wajahnya natural membenahi kerudung pasminanya. Riri menuruni tangga nampak ibu mertuanya yang duduk diruang TV. Riri sedikit merasa nervous akan berbelanja dengan ibu mertuanya yang sosialita.


Bu Niah mengamati penampilan Riri, terfokus pada tas kecil berwajah hitam yang dipakai Riri, Bu Niah membolak-balik tas itu.


"Ini kw kan, kenapa kamu beli barang Kw? Ervan nggak kasih kamu uang." Seru Bu Niah


"Dikasih ma, ini tas kesayangan Riri ma, Riri kurang paham ma ini asli atau Kw, Riri belinya online." kata Riri sedikit takut.


ya ampun ma, tahu aja ini kw belinya memang nggak sampe dua ratus ribu hehehe. Riri


Sebenarnya dihari pernikahan Riri banyak mendapat hadiah-hadiah barang branded yang belum sempat dia pakai, Riri lebih suka pakai barang kesayangannya.


Mereka pun meyusuri jalan menuju mall terbesar dikota B yang ditempuh 40 menit. Mall nampak sepi dihari kerja. Bu Niah langsung menuju lantai 4 Mall tempat toko barang-barang branded. Riri hanya mengikuti langkah mertuanya karena selama ini jika berada dimall ini, Riri tidak pernah terpikirkan membeli barang dilantai 4, dia cukup ke departemen store dengan kode papan diskon.


Riri masuk bersama Bu Niah ke salah satu toko tas branded yang saat itu hanya mereka berdualah pengunjungnya. Bu Niah nampak sedang asik memilih dan mendengarkan penjelasan Pramuniaga toko, Riri juga mencoba berkeliling mencari-cari tas yang cocok. Setelah puas melihat Riri menemukan tas yang cocok berwarna hitam dengan tali seperti rantai. Riri membolak-balik tas, langsung menelan ludah dan menaruhnya kembali ketika melihat label harganya seharga satu motor matic.


"Kamu suka Ri, ambil aja buat kamu kuliah." tanya Bu Niah yang mendekati Riri.


"Nggak ma, Riri minta ijin dulu sama mas Ervan." Jawab Riri yang tidak berani membeli barang diatas 10 juta tanpa ijin suaminya.


"Ya ampun, udah ambil mama yang bayar." balas Bu Niah.


Baiknya mamerku nolak rejeki dosa terima aja lah hehehe. Riri.


"Ya ma." Riri menyerahkan tas yang dia pilih kepada pramuniaga.


Setelah puas mendapatkan tas masing-masing mereka menuju kasir, Riri terkejut dengan total harga tas yang mereka beli mencapai harga 5 motor. Bu Niah menyerahkan kartu kredit pada petugas kasir.

__ADS_1


Ya Allah, bukankah ini pemborosan uang sebanyak itu hanya untuk beda bernama tas, apakah semua orang kaya seperti itu?


Riri memperhatikan paperbag jumbo ditangannya.


"Ri, kenapa kamu yang bawa paperbag nya kasih Siti." Bu Niah melirik ke arah orang yang dari tadi bersamanya.


"Ya ma." Riri menganguk dan menoleh kearah Siti.


Jadi ini fungsinya Siti dari tadi ngekorin kita, bawakan belanjaannya kita, begini rasanya orang kaya belanja aja ada yang bawakan. Riri


"Tolong ya Siti." Riri dengan sopan memberi paper bag pada Siti, Siti tersenyum dan menganguk pada Riri.


Setelah keluar dari toko Riri mengikuti ibu mertuanya, tiba - tiba ini mertuanya berhenti disalah satu toko pakaian dalam dan langsung masuk kedalam toko. Riri mengikuti saja ibu mertuanya yang tiba-tiba memilih-milih beberapa lingerie.


Mamer boleh juga nih, umur boleh tua tapi masih PD pakai lingerie. Riri sambil menahan tawa.


"Ri, ini buat kamu semua." Kata Bu Niah membeli 7 lingerie model sama dengan warna berbeda.


APA!! buat aku . Riri


Riri megambil dan memperhatikan lingerie yang benar-benar minim pilihan ibu mertuanya.


"Ma kenapa harus repot-repot beliin buat Riri." kata Riri tidak berani membantah dan menolak.


"Supaya suamimu senang lihat kamu dan kamu bisa cepat hamil dan mama bisa gendong cucu lagi." sambung Bu Niah.


Riri hanya memaksa menarik bibirnya untuk tersenyum.


Setelah keluar dari toko pakaian dalam, Bu Niah mengajak Riri melakukan perawatan wajah dan tubuh di salah satu tempat spa terkenal dikota ini yang ada disekitar deretan ruko di area mall.


Riri merasa sangat segar setelah mendapat beberapa treatment dari para terapis. Setelah dari tempat spa Bu Niah ingin mengajak Riri ke toko perhiasan miliknya, tapi Riri memohon ijin untuk pulang mengingat hari yang semakin sore, dia harus pergi ke kampus.


******


"Makasih ya ma," kata Riri pada Bu Niah ketika turun dari mobil.


Disusul Siti yang membantu membawa beberapa paperbag belanjaan Riri. Riri langsung bergegas menuju kamar untuk bersiap ke kampus. Riri menuruni tangga dengan menggunakan tas barunya, diliatnya Bu Niah yang sedang bercengkrama dengan cucunya.


"Ma, Abel Riri mau ke kampus dulu." Riri pamit kepada ibu mertua dan anaknya.


Riri mencium tangan Bu Niah dan Abel mencium tangan Riri.


"Kamu naik apa ke kampus?" Tanya Bu Niah.


"Naik taksi online ma," jawab Riri.


"Kamu di antar Udin aja Ri, mama masih lama mau pulang." kata Bu Niah meminta Riri pergi bersama Udin sopirnya.


Riri pun bersedia karena merasa sudah terlambat kalau harus menunggu taksi online.


Riri langsung berlari cepat menuju kelas ketika mobil berhenti di gerbang. Bertepatan dengan dosen yang akan memulia perkuliahan, Riri menunduk malu karena terlambat masuk kedalam kelas. perkuliahan pun berlangsung selama dua jam hingga terdengar kumandang adzan magrib kelas pun diakhiri. Seperti biasa sebelum pulang Riri mengikuti sholat magrib berjamaah di masjid.


Membeli beberapa makanan ringan dan ice blender sambil menunggu suaminya dikursi panjang ditaman kampus. Riri meraih ponselnya untuk mengirim pesan sudah cukup lama menunggu tidak muncul dari balik gerbang mobil suaminya.


Riri : Mas udah dimana kok belum muncul๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


Ervan : sayang mas belum keluar dari kantor, masih cek persiapan buat ke lokasi besok. kasian nanti kamu kalau nunggu mas.


Riri : Jadi gimana โ˜น๏ธ


Ervan : Naik taksi online aja ya, keenakan tuh nyamuknya gigitin kamu kalau tunggu mas๐Ÿ˜˜


Riri : Oke deh, sampai ketemu dirumah, mas jangan lupa makan๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Ervan : Ya sayang, LOVE U


Riri : LOVE U 100x ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Riri berjalan menuju depan gerbang kampus. ketika hendak memesan taksi Lewat aplikasi.


Tin Tin Tin


Sebuah mobil warna merah berhenti didepan tepat dihadapan Riri. Kaca mobil dari bagian kursi penumpang depan terbuka.


"Ri, Mau kemana." tanya pria berkacamata dari dalam mobil.


"Pak Adrian, mau pulang." Jawab Riri ceria yang memang akrab dengan Adrian seperti mahasiswa yang lain.


"Kemana?"


"Perumahan Citr**and." sahut Riri.


"Bareng yuk, saya mau ratu kencana kan satu arah." Ajak Adrian antusias.


"Nanti ngerepotin bapak saya naik ojol aja." balas Riri.


"Udah nggak apa-apa ayo naik." Serunya lagi.


"Bener nih pak, boleh deh pak." Sahut Riri lagi.


Adrian tersenyum senang, Riri membuka pintu mobil dan menduduki kursi penumpang depan lanjut memasang safety belt.


Setahun nggak ketemu beda banget Riri sekarang dengan yang dulu, Riri makin cantik, makin dewasa, tampilan juga modis dan elegan banget. Adrian sambil sesekali menatap Riri.


Adrian pun melajukan mobilnya meninggalkan kampus meyusuri jalanan gang kampus yang masih penuh dengan para mahasiswa mengunakan roda dua yang juga akan pulang.


.


.


.


.


Next..........


**Terima kasih readers tunggu kelanjutannya ya


jangan lupa tinggalkan jejak ya


Like๐Ÿ‘

__ADS_1


komentโ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ


VOTE VOTE VOTE please author sangat berharap biar semangat up up up** .


__ADS_2