Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP30-S2// Canda


__ADS_3

Beberapa menit dari rumah Abel sudah sampai di kantor PPN. Abel mengecek ponselnya sekilas, tetap tidak ada tanda-tanda dari Davin yang sekedar salah telepon atau membalas pesan chatnya. Abel memutuskan mengirimkan pesan penyemangat pagi.


Abel : Hola, udah bangun dari mimpiin Abel, Ke kantor kuy, Jangan lupa sarapan sebut nama Abel tiga kali pasti anda keselek hehehe😘 Pagi bang Davin. Love You titik nggak pake koma.


Abel tertawa sendiri membaca pesannya, meskipun sedikit kecewa karena tidak seperti biasa ketika ia mengirimkan pesan Davin langsung menelponnya. Bergegas dia turun dari mobil memulai aktivitas magangnya. Berjalan menyusuri lobby hingga diruangannya. Dalam ruangan sudah ada Sony di meja kerja yang lebih dulu datang.


"Pagi Kak Sony," sapa Abel ceria duduk di mejanya.


"Pagi Abelia, lagi bahagia kayaknya." Tegur Sony.


"Bahagia dari mana Kak, yang ada Abel lagi kesel." Ucap Abel keceplosan, ia langsung menutup mulut menyesal mengingat kekepoan Sony.


"Widihh, lagi berantem ya," ujar Sony mulai kepo.


"Nggak Kak," Balas Abel memilih berpura bodoh.


"Iri deh, sama yang jadi pacar kamu," Ujar Sony seorang jomblo ngenes.


Tak lama berselang, disela obrolan seseorang masuk ke dalam ruangan mereka dan menempati kursi di hadapan keduanya yang kosong beberapa hari.


"Nolan alhamdulilah, hai tim...." Sapa Abel merasa senang.


Berbanding terbalik dengan Abel yang berwajah ceria, Nolan memandang sedih wajah Abel. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain tak bisa membayangkan bagaimana nasib Abel setelah ini.


"Nolan, sang penyelamat, udah sehat." Sapa Sony.


"Alhamdulillah Ka." Jawab Nolan singkat.


"Nolan, kenapa sih kamu tegang gitu, kayak habis dikejar setan." Canda Sony. Nolan hanya tersenyum paksa menghargai, sebenarnya ia malas menanggapi Sony.


"Kak Son, kalau Abel nggak takut dikejar setan lebih serem dikejar debtcolektor." Canda Abel.


Sony tertawa, "Bisa aja Lu bel, pengalaman pribadi, utang kamu banyak nih pasti." Balas candaan Sony.


"Abel bukan banyak utang kak, yang bener banyak dosa." Balas Abel.


"Ketahuan nih kalau pacaran sering aneh-aneh." Goda Soni sambil cekikikan.


Abel menoyor tangan Sony dengan penggaris. "Kak Sony enak aja, Cowok Abel baik, ganteng, rajin, lucu, setia, rajin menabung, tidak som...."


"Lebih baik kita kerja, dari pada bercanda nggak berfaedah." Sela Nolan ketus memutus kalimat Abel.


"Ya bener Nolan, denger tuh Abel." Seru Sony.


ketiganya kembali senyap usai bercanda tadi, Sony mulai fokus melihat komputer, begitu pula dengan Abel yang menatap layar komputer tapi masih menyisakan senyum dibibirnya bekas candaan tadi.


Nolan melirik ke arah Abel mencuri pandang, betapa bangganya dia menceritakan tentang Bang Davin. Ia tak bisa membayangkan senyum dan keceriaan akan hilang setelah Bang Davin meninggalkannya dan bilang akan menerima perjodohan dengan Kayla.


Kenapa Bang Davin berubah begitu cepat?Bang Davin bukan orang yang gila kekuasaan. sebenarnya keuntungan apa yang didapat Bang Davin hingga ia tega meninggalkan Abel orang yang sebelumnya ia sebut -sebut ingin sekali Bang Davin jadikan teman hidup dengan bangganya. Pikiran Nolan terus berkecamuk.


Tanpa terasa menjalani rutinitas, waktu menunjukkan sebentar lagi makan siang. Abel masih melirik sesekali ponselnya, tidak ada pesan dari Davin. Rasa tenangnya pun berubah menjadi kalut, dia merasa pasti ada sesuatu dengan kekasihnya.

__ADS_1


Abel bergerak mendekati Nolan berpura bertanya tentang pekerjaan. Nolan lah sekarang narasumber yang paling akurat.


"No, aku mau bertanya sesuatu." Kata Abel menyenggol Nolan.


"Ya," balas Nolan panik karena Abel sudah mulai curiga.


"Apa bang Davin keluar kota semalam."


"Tidak," jawab Nolan singkat.


"Bang Davin tadi pagi ke kantor buru-buru." tanya Abel lagi.


Nolan mengingat pertengkaran pagi dengan kakaknya. "Ya," jawabnya singkat.


Abel mulai prustasi mendengar jawaban Nolan yang sangat singkat. Dia pun bertanya lagi untuk terakhir kali.


"Apa kemarin dan hari ini bang Davin sibuk No,"


"iya." Jawab Nolan singkat lagi, semakin tak tega melihat Abel, mungkin sekarang Bang Davin mulai menjauhi Abel.


"Nolan dari tadi jawaban kamu, ya, ya, memang ya toybah," Gerutu Abel kesal, dia pun melengos meninggalkan Nolan yang memberi jawaban tidak signifikan.


Abel meraih ponselnya, mengirim pesan lagi pada Davin untuk nasib rantangnya meronta minta dimakan mengingat ini sudah memasuki jam makan siang.


Abel : Bang Davin mungkin lagi sibuk, Abel udah bawa makan siang untuk Bang Davin. Tapi nggak apa kalau bang Davin mungkin besok atau lusa kita makan siang bareng. Bang Davin jangan lupa makan.


"Bel, nggak makan siang sama pacar kamu?" tanya Sony menegur kepo seperti biasanya.


"Pacar kamu kayak direktur aja sok sibuk." Balas Sony langsung melenggang keluar. Abel hanya membalas dengan wajah jutek.


Abel mendekati Nolan lagi berdiri dihadapannya, teman magang satu-satunya diruangannya.


"Nolan, kamu mau nggak makan siang bareng aku, aku masak sendiri, biasanya aku makan bareng Bang Davin tapi sepertinya dia memang sibuk." Seru Abel.


"Iya, boleh." Jawab Nolan merasa perih melihat Abel. Dalam hati Nolan, Ia ingin sekali menghajar Davin ketika nanti bertemu mengingat apa yang akan dilakukan pada Abel yang begitu tulus mencintainya.


Abel pun mengambil rantangnya dan memakan dalam ruangan bersama Nolan di meja Nolan. Tidak ada pembicaraan serius, Abel lebih banyak diam merasa gusar.


*******


Ditempat yang berbeda. Davin bersandar dikursi kerjanya memandangi layar ponselnya membaca pesan-pesan dari Abel, tak lama pesan baru dari Abel masuk yang mengatakan makan siang bersama Nolan. Ia tersenyum sekilas diiringi rasa sakit.


Sedangkan Davin sama sekali tidak bernafsu untuk makan siang. Dia sangat merindukan Abel meskipun hanya selang hari tidak berkomunikasi. Ia memegangi dadanya merasakan sakit dan tak bisa membayangkan apa nanti yang akan dirasakan Abel, apakah akan sesakit yang ia rasakan atau kah malah lebih lagi.


Ia menegaskan lagi hatinya untuk segera mengakhiri semuanya. Semuanya menjadi sangat berantakan, harapannya pupus, ia sudah membuat keputusan. Ia meraih ponselnya mengirim pesan pada Abel.


Davin : Abel temui abang di cafe latte nanti sore jam 5.


Di PT PPN. Abel yang mendapat pesan dari Davin merasa sangat senang, rasa kuatirnya terbayar meskipun nada pesan terlihat singkat dan lebih aneh dari biasanya, tidak ada kata sayang atau embel-embel love you seperti biasa. Tapi dia menepis pikiran buruknya dan kembali berkerja menatap layar komputer.


******

__ADS_1


Sesuai janji, usai pulang dari magang Abel bertolak ke cafe latte yang berlokasi tak jauh dari area industri kota B.


Dia mencari-cari seseorang yang sangat dirindukannya meskipun tidak bertemu selang sehari saja. Abel memilih mencari tempat duduk dulu menunggu kekasihnya itu. Dilihatnya jam tangan yang belum menunjukkan pukul lima, ya Abel terlalu semangat bertemu Davin.


Abel menikmati dulu pesanan makanan dan kopi yang dipesannya yang sudah disajikan pramusaji. Selang beberapa menit seorang yang diharapkannya muncul dari balik pintu masih memakai pakaian kerja lengkap. Perlahan mendekati Abel dan duduk didepan Abel. Abel terus mengembangkan senyum, wangi tubuh Davin yang sangat dirindukan kembali mengelitik hidungnya dan mengembang dirongga diafragmanya dan pasti memompa jantungnya berdetak lebih cepat.


"Bang Davin kemana aja, kangen." Seru Abel membuka pembicaraan, mendadak ingin manja di hadapan kekasihnya.


Davin masih diam memandangi Abel memaksa senyum. Rasa rindunya juga terobati melihat wajah ceria ini. Belum mengatakan sesuatu hatinya sudah merasa sakit. Apakah mulutnya akan bisa mengatakan persiapan dan kebenaran?.


"Bang Davin malah diam, cape ya minum aja dulu, Abel udah pesankan minuman." Seru Abel menunjuk gelas, dia merasa ada berbeda dengan kekasihnya.


"Abel," Ucap Davin.


"he' em....." Jawab Abel kecewa tidak ada panggilan sayang. Abel mendongak menatap wajah dihadapannya.


"Kita harus akhiri hubungan kita." Kata Davin cepat menahan segala rasa sakit.


Deg. Abel membulatkan mata."hahahaha...." Tawanya kecil langsung menutupi mulutnya dengan tangan.


"Bang Davin salah tanggal ulang tahun Abel masih sebulan lagi kalau mau prank.....," Seru Abel santai.


Davin mendadak lemas, ucapannya dianggap Abel hanya gurauan, Abel sama sekali tidak berpikir kalau ia akan meninggalkannya.


.


.


.


.


.


NEXT.......


Zen : Lanjut Thor ....😀😀😀


Thor : Jari Thor istrirahat dulu udah udah seribuan kata lebih


Zen : jangan lama-lama Thor gw boom nanti


Thor : Boom like apa boom VOTE neh


Zen : Dua-duanya thor lanjutankan gw udah siapin tisu nih 🀧🀧🀧


Thor :πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


Terimakasih udah sabar dan setia nunggu up dari author.πŸ™πŸ™


Beri semangat Thor mu Pencet LIKE ketik KOMENT yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. Selalu loph U❀️

__ADS_1


__ADS_2