
Aline
Siapa yang sangka hari pernikahanku tinggal menghitung hari. Princess masih nggak nyangka sebentar lagi bakal jadi istri. Setiap hari bangun pagi di samping ada suami, Waktu bobo dipeluk sama suami, waktu jalan di jagain sama suami juga. Dan di ... di apain aja rela deh sama suami.
Padahal training masak bareng Mama Riri baru setengah-setengah gosong. Belajar masalah hal dalam rumah tangga bareng ustazah juga baru beberapa sesi.
Tapi itulah rencana Allah yang berbeda dengan rencana manusia. Princess ditakdirkan untuk cepat-cepat sah sama Raffa. Waduh! Jadi kangen kan sama calon suami.
Ya pemirsa, berhubung hari pernikahan princess tinggal beberapa hari lagi, princess lagi jalanai masa pingit begitu pula dengan Raffa.
Di era yang serba touch screen ini princess yang cantiknya sekeluarga Bagaskoro rela jalani tradisi masa pingitan warisan leluhur. Tahu nggak apa itu pingit? Jadi kata papi pingit itu calon pengantin tidak boleh ke luar rumah selama seminggu sebelum pernikahan. Satu lagi, princess juga nggak boleh ketemu sama calon suami atau berkomunikasi selama seminggu!
Tapi namanya princess ya, yang nggak bisa kangen dikit sama calon suami, selalu ada cara dan ide untuk komunikasi dengan calon suami. Princess cuma sekedar tanya, lagi dimana, dengan siapa? Dan sedang berbuat apa? itu aja udah cukup bikin hati princess adem.
Sudah hampir lima hari princess di kandangkan tak boleh keluar rumah. Jadi selama masa pingit, princess cuma di datangi terapis kecantikan untuk perawatan tubuh mejelang pernikahan. Katanya sih biar waktu acara pernikahan aura cantik princess keluar. Begini saja kata mami, princess udah tuh jelita ya, gimana pas waktu nikah nanti, kelepek-kelepek deh Raffa lihat calon istri.
Sebenarnya aku juga rada-rada nggak percaya gitu dengan namanya pingitan yang bisa memupuk rindu. Tapi ya udahlah kita ikuti aja.
Tapi ... tapi ... tapi hari ini aku harus datang ke KUA untuk dengerin nasehat pernikahan dari petugas setempat atau Pak penghulu. Ya, ini salah satu syarat yang harus di penuhi di KUA, mau tidak mau Papi and the genk, memberi ijin keluar untuk putrinya ini.
Aku lihat tampilan baru di depan kaca. Masih agak nggak pede sih, tapi namanya baru belajar otewe Soleha ya bun, kita harus pede-pede aja dan selalu berusaha memperbaiki diri.
Aku benerin satu helai rambut yang keluar jalur ke dahi dari hijab pasmina yang princess pakai.
"Selesai! Cantik seperti biasa!" masih lenggak-lenggok di depan kaca.
"Oh bukan, tambah cantik sekarang beda dari biasa." Mengulas senyum manis di bayangan kaca.
Ya, princess lagi pakai gamis slim kotak-kotak merah dengan hijab pasmina warna navy. Karena mau dengerin nasehat agama, princess harus pakai pakaian syar'i. Tapi bawaaan adem ya di hati princess pakai hijab begini, calon suami pasti juga senang nanti.
"Aline! Tono udah siap ngantar kamu!" teriak ibu suri dari luar ruangan.
"Iya Mi, Aline udah siap."
Princess meraih tas kremes lalu melenggang keluar kamar.
...****************...
Akhirnya princess bisa keluar kandang setelah beberapa hari di pingit. Meskipun hanya ke kantor urusan agama untuk melengkapi persyaratan, princess ketemu lagi dengan calon suami di KUA.
Tapi ... sampai sejauh ini nggak ada respon yang uwuh dari calon suami melihat tampilan princess yang soleha ini.
Apa mungkin karena kita berdua lagi di ruangan kayak aula dan dipenuhi pasangan yang malu-malu mau kawin, eh .. maksud aku yang mau nikah kayak princess sama Raffa.
Tapi kita berdua pada mode diam, karena lagi dengerin nasehat-nasehat menjelang pernikahan bersama pasangan calon pengantin yang lain.
__ADS_1
Setelah menit demi menit berganti pak penghulu mengakhiri acara nasehat wajib dari KUA ini. Kemudian pak penghulu membagikan selebaran berisi doa yang wajib di hapal setiap pengantin.
"Raf, ini doa apa? Kamu hapal." Princess tanya aja calon suami yang duduk di samping.
"Hapal lah udah di luar kepala!" balas Raffa. "Allahuma janibnasyaitana wa janibnasyatina marazaqna," sambung Raffa.
Princess jadi specless, kok princess nggak hafal ya. Princess langsung tengok selembar kertas dari pak penghulu.
"Ahh ...!" suara teriakan princess berhasil membuat aku dan Raffa jadi pusat perhatian. Untung Raffa dengan spontan meminta maaf atas ketidak nyamanan yang ditimbulkan Princess.
"Lin, bisa nggak sih kamu teriaknya kalau udah di luar atau di hutan!" calon suami berbisik ketus di telinga princess.
"Sori, kenapa kamu nggak bilang itu doa untuk unboxing!"
Raffa ketara banget sok ganteng nahan ketawa denger ocehan princess. Kesel kan princess Jadi pengen cium, eh ... nanti maksudnya kalo sudah selesai akad.
Kita akhirnya keluar dari ruangan. Princess tinggal nunggu Tono yang ambil mobil.
"Langsung pulang?" tanya Raffa.
"Nggak, mau mampir sebentar ke kantor Farel buat kasih undangan."
Princess memang udah rencanain mau mampir sebentar ke kantor Farel untuk kasih undangan secara langsung.
"Saya aja yang kasih! Kamu nggak perlu ikut!"
"Nggak bisa Raf! aku harus pastikan undangan jatuh di tangan yang tepat."
"Kalau gitu, saya antar kamu!" Raffa jadi galak.
"Nggak bisa gitu juga Raff, nanti kalau ketahuan Papi mami, papa Mama kamu, kita bisa dikira mau kebelet nikah, nggak sabar mau berduaan!"
Princess ngotot juga dong dari pada ketahuan terus dipaksa nikah hari ini juga. Jujur! princess siap aja nikah lahir batin tapi masih takut masalah unboxing di tempat tidur. Eh ...
"Nggak bakalan ketahuan kalau mulut kamu nggak ember!" sahut Raffa lagi.
Finally, princess kalah debat sama calon suami. Princess pun di gelandang masuk ke mobil Raffa. Sedangkan Raffa mendatangi Tono, princess cuma lihat aja dari kaca spion proses suap menyuap untuk tutup mulut yang di lakukan mereka berdua.
"Beres, nanti Tono tunggu kamu di dekat gerbang masuk perumahan," seru Raffa yang masuk ke dalam mobil.
"Hmmmm," jawab princess antara senang sama takut ketahuan mami.
Mobil pun bergerak meninggalkan KUA. Diperjalanan Raffa jadi diam banget, ia nggak ada respon sama sekali dengan perubahan penampilan princess yang soleha ini.
"Raf," princess sapa duluan aja.
__ADS_1
"Apa?" jawab Raffa.
"Menurut kamu, hari ini aku cantik enggak?" princess mau cari pengakuan dari calon suami.
Raffa menoleh sekilas, terus ketawa kayak habis lihat Cepot. "Pede banget Mbak, semua wanita menurut saya cantik?"
"Tapi aku mau kamu nilainya aku aja!" princess kesal dong Raffa nggak pernah peka kalau dikasih kode calon istri minta di puji.
"Penilai kecantikan bukan hanya dari penampilan luar dari dalam."
"Kamu nggak nyambung Raf, aku tanya apa kamu jawabnya aja. Tinggal bilang aku cantik selesai perkara kita!"
"Ya kamu cantik! Puas!"
Please! Raffa lagi muji atau ngajak kelahi, ngomongnya nyolot banget sama calon istri
"Nggak! Mujinya harus ikhlas!" Princess merajuk dong dengan mulut monyong dan tangan melipat ke dada.
"Ya kamu cantik Caroline, udah kan," jawab Raffa dengan nada lembut.
Princess langsung melting dong, meskipun harus kena omel dulu baru muji baik-baik.
"Serasi nggak warna kerudung sama baju aku?" tanya princess lagi mumpung lagi mode memuji.
"Kalau kamu masih ngoceh lagi, saya cium kamu sekarang juga!"
"NGGAK!" Princess langsung tutup mulut dengan tangan. Raffa langsung tertawa jaim penuh kemenangan.
Ngeselin banget kan Raffa, paling bisa deh bikin princess bungkam dan jadi merona kayak tomat yang baru di panen.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...