Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Season 3 - Cooking trainee


__ADS_3

Aline


Hari ini aku lagi di rumah calon mertua. Ya, sebagai calon istri yang baik untuk Raffa, princess mau bela-belain khursus masak yang langsung di mentori oleh calon mama mertua. Untung ya Bun, calon mama mertua yang baiknya laksana ibu peri ini, dengan senang hati menerima princess menjadi muridnya. Tanpa di pungut biaya pula.


Sebenarnya princess udah daftar khursus memasak yang langsung di mentori oleh asisten chef Arnold. Tapi, eh ternyata! Calon suami princess lebih suka masakan dengan cita rasa lokal. Alhasil khursus memasak ala-ala kebarat baratan biar keren, princess batalkan sepihak dan harus bayar ganti rugi 20%.


"Ini list untuk bumbunya," Mama Riri menyerahkan iPad usai menulis resep.


Princess mulai membaca satu per satu bumbu yang super banyak untuk sekali masak. Biasanya kalau princess yang masak masukkan mie, tinggal tambah aja bon cabe terus telan, selesai.


"Ini bumbunya semua Ma?" tanyaku.


"Ya sayang, Raffa paling suka makan ayam bakar bumbu rempah," balas Mama Riri.


Aku baca ulang cara pembuatannya yang juga cukup panjang. Ternyata nggak semudah itu untuk membuat masakan lokal. Pantesan Raffa selalu makan dirumah. Cerita mama Riri, calon suami juga sering minta antarkan untuk makan siang masakan mama tercinta. Sweet banget ya calon suami, jadi nggak sabar mau di halalil. Eh... maksudnya masakin, biar aku bisa gantikan mama buat bekal makan siang untuk Raffa.


"Oke, kita belanja sekarang Ma?" tanya princess.


"Boleh, kalau masaknya sekarang nanti keburu Raffa pulang kerja. Jadi dia bisa cobain hasil masakan calon istrinya."


"Siap guru!" jawabku, disusul kekehan dari calon mama mertua.


Mama Riri paling bisa bikin princess senang. Dia selalu saja banggakan princess didepan keluarganya.


Keluarga calon mertua memang pencinta masakan rumahan. Beda banget sama princess kalau nggak ada yang masak pesan catering, kalau nggak cocok lepeh, tinggal ganti tekan delivery order.


...----------------...


Princess lagi di pasar modern bersama calon Mama mertua. Kita mulai berkeliling memilih dan memilah bahan masakan yang akan kita buat.


Sumpah ya! Seribet ini hidup, mau masak saja cari bahannya keliling pasar dari ujung ketemu ujung lagi. Tapi baru ini aku masuk pasar tuh happy. Gimana nggak happy, mama Riri dengan telaten ngajarin princess untuk belanja mingguan dan resep masakan dalam seminggu.


Beliau detail banget kasih arahan bahan-bahan apa saja yang wajib ada di kulkas dan bahan apa saja yang harus aku beli untuk persediaan.


Kalau begini jadi nggak sabar mau jadi istri Sholehah. Eh ....


"Ma, ini beneran udahan." Akhirnya acara belanja bahan masakan usai. Urat kaki princess rasanya udah bentrok kita mutuerin pasar yang gedenya selapangan golf.


"Udah, ayo kita pulang," jawab Mama Riri.


Aku dorong troli menuju parkiran. Memasukkan bahan belanjaan ke bagasi. Aku langsung menunju kursi kemudi.


"Kamu capek ya Lin ikutin Mama," ucap Mama Riri.

__ADS_1


"Nggak kok Ma, malah Aline senang, kalau mau di temani ke pasar lagi. Mama langsung hubungi Aline." Berbohong demi kebaikan nggak apa - apa kali ya, apalagi depan calon mertua. Setuju nggak!


"Mama kalau sudah ke pasar memang begitu, beli untuk keperluan satu atau dua minggu ke depan, jadi nggak bolak balik. Nanti kamu juga begitu, suruh tiap akhir pekan Raffa antar kamu, udah tahu kan apa-apa saja yang harus dibeli."


"Udah Ma, tenang aja," balas princess.


"Mama senang deh Lin, kamu mau belajar masakan kesukaan Raffa dari Mama. Raffa memang lebih suka masakan yang di masak dirumah."


"Aline pengen Raffa cepat-cepat pulang buat cobain masakan istrinya. Seperti Raffa yang selalu pengin cepat pulang kangen masakan Mama."


"Kalau begini mama nggak perlu kuatir lagi, kebutuhan makan Raffa udah terjamin sehat masakan buatan istri," balas mama Riri.


Itu pasti Ma, princess akan sediakan untuk Raffa asupan gizi 4 sehat 5 sempurna yang di masak sendiri sesuai perjanjian. Dari pada kena sanksi kecupan kering, kecupan basah dan hal uwuh-uwuh yang kering dan basah lainya.... cukup! Bayangin aja, princess rasanya mau meninggoy.


"Mama bisa aja, nanti aku bikin gemuk ya ma Raffanya," canda princess.


"Asal jangan keterusan aja gemuknya, nanti malah susah mama punya cucu karena ketibun lemak," ucap mama mertua yang bikin princess ketawa elegan.


Aw ... aw Mama bawa - bawa masalah cucu, pikiran polos princess jadi teracuni.


"Mama paling bisa deh,"


"Imbangi dengan pola hidup sehat Lin. Selalu ingetin Raffa ya, Raffa suka sekali bekerja, kadang sampai lupa waktu, lupa makan. Tapi nggak pernah lupa sholat dan masih mau olahraga meskipun seminggu sekali," cerita mama lagi.


"Ya Ma, dicatat!" jawab princess keluarkan iPad.


Tanpa terasa talking-talking seru bareng Mama Riri, mobil princess udah sampai aja di depan rumah cat putih.


Oke! saatnya berperang dengan dapur! Tapi kali ini komandannya langsung bintang lima.


Sesampai di dapur aku langsung keluarkan bahan sesuai catatan Mama Riri. Mama Riri masih sibuk kasih arahan buat ART untuk membereskan bahan-bahan yang tadi kita beli di pasar.


"Lin, kupas bawang dulu terus iris!" sela mama Riri memberi intruksi wanita jelita ini.


Princess mulai dengan semangat kupas bawang nih, makin kesini makin nggak enak nih suasananya. Waduh mata princess mulai berkaca-kaca langsung sedih gitu.


Mami! Help me!


Mata princess udah belelehan air mata kayak istri teraniaya yang nggak di anggap suaminya.


Demi kesuksesan kursus memasak masakan kesukaan Raffa, princess rela deh bercucuran air mata untuk kupas satu kilo bawang merah.


"Ya ampun Lin! Kamu nangis?" Mama Riri panik lihat calon menantunya yang berderai air mata.

__ADS_1


"Ya Ma, mata Aline pedih Ma, baru juga kupas sepuluh siung!"


Kupas bawang aja penuh drama sepedih ini apalagi kupas masa lalu, princess nggak kuat Mak ....


"Ya ampun Lin, tadi harusnya di rendam pakai air, sudah sudah biar Bi ina yang lanjutkan. Kasian kamunya jadi nangis gini," Mama Riri yang nak ibu peri langsung hapus air mata princess.


Jangankan bercucuran air mata, bercucuran air kombakan princess juga ikhlas Ma.


Mama akhirnya kasih pekerjaan lain buat aku untuk lumuri ayam dengan bumbu rempah. Princess dengan anggun melumuri satu persatu ayam yang sudah di eksekusi pisahkan bagian tubuhnya.


Selanjutanya tinggal ungkep ayam ke dalam panci. Udah jago nih masaknya kayak mama Riri. Perjalanan ayam tak cukup disitu untuk bisa masuk ke perut calon suami.


Ayam harus melewati proses pemanggangan beberapa menit agar rasanya krimy, jussy, specy, dan sy - sy yang lainya.


Akhirnya saat yang panjang telah selesai, princess keluarkan loyang dengan hati-hati dan perasaan bangga, cium aroma mengoda ayam panggang rempah resep Mama mertua yang bikin cacing perut ini disco.


"Ma, masak apa? Baunya enak banget!" Suara tak asing yang bikin princess jadi merona - merona gimana gitu.


Princess berbalik ke arah dan lihat calon suami yang masih pakai kemeja biru dengan celana Cino hitam yang terdampar di dapur.


"Raf udah pulang! Ini Aline yang masuk ayam panggang rempah kesukaan kamu," balas Mama Riri sambil nunjukkan hasil jerih payah princess.


Princess senyum-senyum manja di lihatin Raffa yang kayak terkesima gitu.


"Sayang banget ya, hari ini saya lagi mau makan ikan Ma!" seru Raffa pada mama Riri.


Mumpung belum jadi suami. Boleh nggak sih princess pengen nampol calon suami pakai loyang! Mumpung masih panas nih!


Naik darah nih calon istri Sholehah!


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung .....


__ADS_2