
Aline
Aku menenggok ke arah jam dinding, akhirnya acara masak memasak virtual bersama mama mertua untuk makan siang bareng suami di kantor kelar. Mama bilang sama princess kalau Raffa tuh istirahat makan siang pukul 12.00, itu artinya princess masih punya waktu satu jam dari sekarang. Repot kan jadi princess punya suami yang mendadak manja seperti Raffa.
Aku langsung bongkar rak piring cari tamparware kreditan Ce Oda. Aku langsung taruh cumi goreng tepung, udang asam manis dan tumisan sayur segar ala princess. Semua sudah beres princess tinggal mandi, kalau sudah bersih dan wangi langsung cabut ke kantor Mas suami. Bukannya apa permisa, Mas suami nggak sabaran banget nunggu princess datang ke kantor. Padahal masak kan butuh waktu dan tenaga.
Setelah selesai ritual mandi, princess langsung nyalakan mesin mobil menuju kantor suami. Sengaja nggak kasih kabar biar surprise.
Princess jadi berasa kayak tukang catering kalau begini tenteng rantang ke kantor suami, Raffa sama sekali enggak kasih waktu untuk princess buat rebahan di rumah. Tapi tak apalah, kapan lagi nih bisa bermesraan di kantor sama mas suami di kantor kayak Drakor.
Tak butuh waktu lama princess udah menginjak kaki di kantor suami. Rasanya baru kemarin nemuin Raffa sebagai calon istri untuk ngantar makanan buatan mama. Eh ... sekarang aku udah jadi istrinya aja, ngantar makanan sendiri ke kantor suami pula.
Princess menuju lift mau naik ke lantai lima. Waktu pintu lift terbuka, princess cuma besok diam di tempat sambil kepala tengok kanan tengok kiri. Ini kantor kenapa sepi ya, aku takut ganggu suami nih kalau tiba-tiba muncul di kantor ini. Mau telepon Mas suami, batal dong bikin surprisenya. Princess kenapa jadi malu gini sih ke kantor suami sendiri.
Mungkin ini yang namanya rezeki istri Sholeha. Ada Farel bareng mas-mas keluar dari pintu di depan lift. Lumayanlah ada orang yang aku kenal untuk temenin princess berjalan di antara bilik-bilik kantor.
"Lin! Ada kamu?" tanya Farel kaget melihat princess, udah kayak kaget lihat bidadari turun kayangan.
Princess ngangguk dengan semangat.
"Ehem," dehem modus Mas-mas di samping Raffa sambil lirik genit ke arah Princess.
"Ini istri Bos lu!" Farel langsung mendorong bahu Mas yang udah genit sama aku.
"Serius! Istrinya Pak Raffa, maaf Bu." Mas itu menunduk sopan. Nah loh, malu sendiri kan.
"Mau ngapain kesini Lin."
"Mau makan siang bareng suami," kataku tunjukin tas motif Doraemon yang princess tenteng.
"Wih, jadi mau punya istri kayak kamu. Dimasakin di bawah ke kantor lagi."
"Ya makanya Nikah!" ledek princess. Farel hanya terkekeh, emang enak jadi jomblo.
"Sana temui suami," serunya.
"Ayo Bu Raffa, mari saya antar ke kantor Pak Raffa," kata si mas-mas itu dengan tangannya yang mempersilahkan.
Duh, princess jadi terhormat banget ya, berasa kayak princess beneran kalau begini. Princess pamitan sama Farel dan buntuti si Mas yang namanya Dido itu.
__ADS_1
Sepanjang jalan menuju ruangan suami, si Dido ngoceh dengan gaya selengeannya muji - muji kinerja Mas suami di kantor. Eh, entah kenapa nih semua karyawan pada serempak munculin kepala dari balik bilik kerja. Mereka melihat Princess sambil senyum-senyum gitu.
Pasti nih, terkesima sama kecantikan princess yang tiada tara ini. Boleh nggak sih princess melambai-lambaikan tangan seperti Miss Indonesia untuk menyapa mereka. Nanti juga mau pamer kemesraan bareng mas suami biar buat motivasi para jomblo yang ada di ruangan ini.
"Bu, mereka semua pasti penasaran sama istri Bos. Mereka belum tahu istri Bos," seru Dido yang berhenti mendadak. Untung princess punya rem pakem, coba kalau nggak bisa nabrak pintu kaca wajah princess yang cantik ini. Bisa jatuh juga dong harkat dan martabat princess sebagai istri bos mereka.
"Kamu kalo berhenti pasang sen dulu, hampir nih makanan mas suami tumpah." Alasan princess refleks pukul punggung Dido.
"Maaf Bu,"
"Oh ya, memang aku semenarik itu ya?" tanya Princess.
"Ya Bu, saya aja sampai khilaf," balasnya malu - malu sambil cekikan.
"Ayo buruan, Mas suami pasti udah nunggu."
"Maaf Bu, ayo mari ruangannya di pintu ini," Dido menunjuk pintu didepan kita dan berjalan lagi terlebih dulu.
"Waduh, sepertinya Pak Raffa lagi briefing sama pekerja." Dido membuka pintu.
"Ngerti kalian! Sekarang kalian boleh keluar!" Suara Raffa yang membuat hati princess jadi bergetar.
"Kalau lagi galak memang begitu suami ibu. Mari masuk." Dido membukakan pintu lebar-lebar. Aku hanya tersenyum masuk ke dalam ruangan Raffa.
"Bos, ada istri datang," seru Dido. Princess langsung pasang wajah manis di hadapan suami.
Raffa kibaskan tangan memberi kode pada Dido. Dido langsung pamit keluar ruangan.
Heran! Raffa bukannya senang ada istrinya datang, malah mukanya di tekuk kayak kesel gitu lihatin princess.
"Kamu nggak surprise aku datang nggak bilang-bilang." Princess buka pembicaraan meskipun suasana hati Raffa kayanya lagi buruk.
"Nggak! Kenapa lama?" tanya Raffa mendadak ketus lagi.
"Lama lah mas, memang cuminya bisa nyemplung di wajan sendiri, kan harus di potong-potong di beri pelengkap, belum lagi masaknya pakai bumbu cinta untuk suami." Pasang mata kerlip biar Raffa nggak jutek lagi.
"Bukan itu! Kenapa nggak langsung masuk ruangan, malah ngobrol sama Farel di depan lift."
"Lah! kok tahu. Kita cuma bertegur sapa aja kok." Elak Princess karena memang itu kenyataannya.
__ADS_1
"Bertegur sapa itu cukup dua menit ini sampai sepuluh menit! Bikin nafsu makan turun tahu nggak!"
Idih! Ternyata ngambek gara-gara cemburu sama Farel. Bocah banget memang suami princess. Begitu aja merajuk!
"Ya maaf. Jadi gimana? Aku kasih Dido aja nih makanannya," ancamku.
"Enak aja! Ya udah kita makan."
Luluh juga kan kalau lapar.
Princess mulai tata tamparware satu persatu di atas meja meja. Baru mau buka tutup tamparware, tubuh princess udah terhuyung jatuh ke pangkuan suami yang duduk di sofa. Ini tangan Raffa masuk nerobos kerudung untuk pegang tengkuk leher. Satu kecupan basah mendarat di bibir princess. Ya ampun mas suami! Ini kantor, kalau yang intip terus iri gimana?
"Kangen tahu," ucap Raffa terus lanjut serang princess lagi dengan kecupan basah lembut yang memenuhi rongga mulut princess.
Bayangkan rasanya jadi princess, mau makan aja di buat lumpuh, ini badan aku mendadak lemah karena kelakuan suami.
Aku dorong tubuh Raffa karena butuh oksigen untuk pasokan paru. "Udah Mas! Makan dulu. Malu nanti ada yang lihat!"
Prakk... pendengaran princess masih normal, ada orang yang lagi menutup pintu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung ......
Sori Ei baru bisa up ada kesibukan di RL
__ADS_1
stay healthy ya semuanya.