Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 73 Weekend


__ADS_3

Pesta pun berakhir, usai dibubarkan Tiara. Kecuali Riri dan Ervan yang masih menikmatinya hidangan di salah satu meja. Tiara dan Adrian bersandar dipagar pembatas, masih di salah satu sudut roof top menikmati pemandangan kota B dari ketinggian, keduanya seolah masih ingin menghabiskan malam dengan bersama sampai pagi.


"Aku memang nggak salah pilih tempat, disini keren banget bisa liat pemandangan kota dan bintang. Gimana, kamu suka kan?" kata Tiara pada Adrian.


"Aku malah takut Tiara." Balas Adrian.


"Ih.... Takut kenapa?" Tiara kaget.


"Takut kalau kamu suruh ambil bintangnya pasti aku nggak mampu,"


Adrian meraih tubuh Tiara mendekat kehadapannya. "Karena aku cuma mampu berdiri bersamamu di bawah cahayanya."


Tiara tersenyum merebahkan kepala di pundak Adrian. "Adrian kamu usil banget sih."


"Adrian, kalau aku naik jabatan ke posisi kepala wilayah regional nanti, aku pasti akan training school ke luar negeri, tepatnya di Prancis lagi." Memecah keheningan yang sempat terjadi di sela kebahagiaan tadi.


"Memang berapa lama?" tanya Adrian.


"Bisa setahun paling cepat bisa dua tahun paling lama, yang menilai performa pihak trainer."


"Ya udah kita nikah dulu baru kamu pergi ke Prancis''. Kata Adrian.


"Adrian, tolong jangan dulu bicarakan pernikahan," ujar Tiara.


Tenang, pelan-pelan semuanya butuh proses. Hati Adrian


"Ya Tiara aku ngerti, kita akan bicarakan ini pelan-pelan," Balas Adrian.


"Kamu tahu nggak, yang aku butuhkan dari kamu sekarang," lanjut Adrian.


"What is that..." Tanya Tiara.


Adrian meraih tangan Tiara. "Hanya tangan kamu, supaya cintaku nggak bertepuk sebelah tangan lagi."


"Mulai kan....." Tiara tersenyum.


"Happy birthday ya sekali lagi," kata Adrian.


"Thanks, jadi kita seumuran nih." Balas Tiara.


"Jangan kan seumuran, pengennya seumur hidup sama kamu." Celetuk Adrian. Tiara meninju lagi dada kekasihnya.


Tak lama berselang Ervan dan Riri mendatangi pasangan yang baru jatuh cinta itu. Mereka bermaksud mau berpamitan segera pulang meninggalkan tempat indah ini.


"Mau sampai kapan di pojokan Bro, nanti setan nyelinap loh..." Kata Ervan mendatangi keduanya.


"Ini juga mau balik...." Balas Adrian.


"Kita duluan ya," ujar Ervan lagi.


"Kenapa buru-buru, besok hari libur bukan?" Kata Tiara.


"Riri lelah, dia ingin istirahat." Balas Ervan.


"Ya udah, kalau begitu kita barengan aja." Kata Tiara.


Kini kedua pasangan yang bergandengan tangan ini turun bersama dari rooftop hotel. Sesampai digedung parkir kedua pasangan tersebut berpencar menuju kendaraan masing-masing.

__ADS_1


Adrian mengantar kekasihnya ke mobilnya. Dia membuka pintu kemudi untuk Tiara.


Adrian bersandar di pintu mobil. "Kamu tahu nggak Tiara, ada yang lebih bahagia dari ulang tahun hari ini."


"Apa..." Balas Tiara.


"Berulang kali bersama kamu," celetuk Adrian mengoda Tiara, Tiara mengelengkan kepala tertawa.


"Please Beb cukup, kamu hati-hati ya dijalan." Kata Tiara mulai menyalakan mesin mobil dan meninggalkan Adrian yang masih menunggu disamping mobilnya.


*******


Riri dan Ervan tiba di rumahnya, mereka langsung menuju kamar mengingat hari yang Melelahkan malam ini.


Riri tertawa setelah membaca pesan dari ponsel.


"Sayang, kenapa?" kata Ervan yang heran melihat istrinya menyusul ke atas ranjang.


"Riri penasaran, tanya sama Pak Adrian, tadi bagaimana bisa langsung diterima. Terus Pak Adrian bilang kalau Kak Tiara nolak dia akan loncat dari atas gedung. Pantes aja Kak Tiara langsung mau." Cerita Riri membayangkan adegan tadi pasti sangat lucu jika direka ulang.


"Adrian memang konyol pasti ada aja akalnya, heran orang seperti bisa jadi dosen tetap di kampus kamu." Ucap Ervan.


"Mas, Pak Adrian bisa nggak ya bujuk Kak Tiara buat nikah biar mereka cepat halal." Ujar Riri lagi.


"Mudahan bisa, dia kan pinter ngerayu cewek, Mas lihat....Tiara juga banyak berubah sekarang." Balas Ervan.


"Ya Mas, mudahan pak Adrian juga bisa buat Kak Tiara lebih baik ya Mas."


"Sayang....kenapa sekarang jarang pakai baju seksi itu lagi." Ervan menganti topik pembicaraan.


"Ya udah, nanti beli lagi ya, Mas pengen liat kamu pakai itu kalau lagi hamil, pasti tambah cantik sayang." Kata Ervan memegang dagu istrinya.


"Mas nakal...." Gerutu Riri.


"Buat suami sendiri senang dapat pahala sayang."


Riri naik pangkuan suaminya menghadapkan wajahnya tepat didepan suaminya. "Baiklah tuan, malam ini anda milik istrimu."


"Sekarang kamu yang nakal ya sayang," Ervan mencium bibir bawah istrinya, dibalas Riri dengan ciuman yang menjadi agresif.


"Kamu kenapa sayang....." Ervan melepaskan ciumannya merasa senang dengan tingkah istrinya.


"Mas, milik Riri malam ini ....." Kata Riri yang meneruskan aktivitasnya dengan seseorang dihadapannya.


Malam ini berlanjut di atas tempat tidur dengan hormon kehamilan Riri yang membuatnya menjadi agresif dibandingkan suaminya.


******


Hari Minggu ini Ervan mengajak keluarganya ke mall menikmati weekend. Riri juga ingin membeli beberapa baju yang mulai sempit dikenakan akhir-akhir ini.


Mall nampak belum terlalu ramai mengingat waktu yang masih belum terlalu siang. Riri dan Abel berkeliling mencari beberapa potong baju di salah satu toko, sedangkan Ervan membuntutinya dari belakang.


Hampir 2 jam puas berkeliling dari toko satu ke toko yang lain, Abel dan Riri sudah membawa beberapa paper bag berisi belanjaan yang sesuai kebutuhan. Abel perlahan-lahan mulai bisa membedakan mana kebutuhan mana keinginan jadi tas belanjaannya sekarang tidak terlalu banyak.


"Ma, ke situ yuk lihat barang adek bayi." Abel menunjuk toko perlengkapan bayi. Riri mengiyakan mengikuti langkah anaknya menuju baby shop itu.


Memasuki toko itu terpanjang baju-baju bayi yang lucu di manekin ataupun yang digantung.

__ADS_1


"Ma, lucu banget Ma." Kata Abel mengambil salah satu baju bayi.


"Ya sayang lucu, tapi kita belum tahu adiknya laki-laki atau perempuan nanti aja kalau dekat-dekat waktu melahirkan kita beli kebutuhan adek." Balas Riri.


Ketiganya hanya berkeliling melihat perlengkapan bayi yang lucu. Riri terus saja memegangi perutnya semakin tidak sabar menanti kelahiran buah cintanya itu melihat pernak pernik bayi.


Waktu telah menunjukkan saat itu sudah masuk siang hari, mereka mampir ke salah satu resto di mall untuk makan siang. Menikmati makanan yang tersaji. Semenjak kehamilan nafsu makan Riri meningkat.


"Kayaknya anak kita cowok sayang, kamu makannya lahap banget." Tanya Ervan.


"Abel mau cewek aja Pa lucu." Seru Abel.


"Sayang, cewek apa cowok sama yang penting adek bayinya sehat." Balas Riri.


"Ya Mama, sehat ya Dek, kakak nggak sabar pengen liat adek." Abel mengelus perut Mamanya.


Ketiganya melanjutkan menikmati siang ini sebelum pulang kerumah.


"Mas, Riri pengen es cream itu, kayaknya enak." Riri menunjuk salah satu booth es cream diluar resto.


"Mas aja yang beli, kamu tunggu sini." Ervan beranjak dari duduk menuju booth.


Beberapa menit Ervan kembali dengan dua mangkok es cream dengan berisi topping buah segar. Abel dan Riri kembali menyantap mangkok es cream di depannya.


"Makasih ya Mas." Kata Riri senang.


"Senang dek, makan es creamnya...." Kata Ervan mengelus perut Riri.


Kini ketiganya menuju gedung parkir usai mengisi perut yang kosong. Riri merasa bahagia saat ini bisa memiliki keluarganya yang sekarang, penuh cinta dan perhatian.


"Sayang kamu udah beli pesanan Mas belum." bisik Ervan pada Riri disela berjalan, Riri menepuk jidatnya.


Riri hampir lupa baju pesanan suaminya karena terlalu asik belanja pakaian hamil untuk dirinya.


"Mas ada Abel, nanti dia nanya aneh-aneh jadi Riri belum beli, dia kan masih anak dibawah umur." Riri menghembuskan nafas pelan akhirnya menemukan alasan yang tepat.


Untung aja ada Abel jadi alasan, kalau nggak sampai rumah bisa dikerjain di kasur sampai malam sama Mas Ervan. Riri


Ervan yang sempat akan emosi membatalkan niatnya mendengar alasan istrinya yang masuk akal.


.


.


.


.


. NEXT.....


Maaf Zen yang yang lagi puasa😁😁😁...... kejadian diatas dilakukan bukan di bulan puasa hehehehe.


InsyaAllah lanjut up lagi......


Makasih udah nunggu up dari author..


jangan lupa Tinggalkan jejak kalian like koment vote 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2