Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Persahabatan


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir di tahun itu, dari pagi Retno ijin ke suaminya pergi bersama Stella dan Yanes.


Lalu tak lama Randi dan Nico datang naik motor masing-masing menjemput Tina dan Adela.


Mereka ijin ke mengajak ke pamannya untuk jalan-jalan bersama Randi dan Nico.


Tinggallah Nancy sendirian, dan dia membantu papanya di toko.


Seharian mukanya ditekuk, karena dia merasa cukup jengkel semua pergi sementara dia ditinggalkan.


Padahal tanpa diketahuinya, mereka yang sedang ijin pergi sedang berkumpul di rumah Stella.


Retno dan team sedang mempersiapkan membuat makanan dan sebagainya untuk acara nanti malam.


Retno membuat sup ayam di panci besar, ayam goreng dan sebagainya.


Yanes tampak membantu menusuk sate, para gadis memotong buah-buahan.


Randi dan Nico bagian bolak balik ke supermarket atau ke warung terdekat untuk membeli beberapa keperluan yang kurang.


Stella sibuk membuat kue dan puding.


Semua dipersiapkan untuk acara nanti malam.


Sementara di rumah, Yohan meminta tolong Wawan dan bu Yayah untuk membersihkan halaman belakang dan juga 1 kamar yang kosong.


Lalu meminta tolong mengeluarkan meja dari beberapa kamar di tata di depan halaman.


Dan berpesan kalau Nancy tanya tolong jawab saja untuk dibersihkan. Juga Yohan minta nanti malam keluarga bu Yayah hadir di acara nanti.


Sampai menjelang sore tak satupun yang kembali ke rumah.


Karena tahun baru, maka toko jam 4 sudah tutup. Yohan ingin istirahat dulu sambil diam-diam dia mempersiapkan sesuatu untuk nanti malam.


Nancy yang masih kesal, dia naik ke atas dan nonton tv. Berganti- ganti chanel tanpa ada yang disukainya, sampai dia menemukan acara musik kesayangannya.


Dia asik menonton sampai tertidur di sofa.


Dan menjelang malam, Yohan naik ke atas rumah dan membangunkannya.


"Nan...bangun...jam berapa ini..cepat mandi nanti ke bawah bantu papa..ayo Nan!!!".


Dengan malas Nancy bangun, dengan langkah cintai dia menuju kamar mandi.


Dalam hatinya menggerutu," Papa tuh aneh saja, mau nyuruh bantu-bantu eh malah harus mandi dulu..jengkel...".


Selesai mandi dengan malas dia turun ke bawah, dengan wajah yang masih menekuk.


Tanpa dia sadari kalau sebenarnya di bawah sudah banyak yang berkumpul untuk merayakan "Farewell Party" untuknya.


Nancy sudah resmi mengundurkan diri dari Universitas BR.


Karena dia akan segera meninggalkan negaranya menuju Selandia Baru untuk melanjutkan studi di NZ University.


Malam itu, semua sahabatnya berkumpul ada Lena, Sandra, Alona dan Meta, juga ada Bram kekasih Lena dan juga beberapa kawan lainnya.


Sontak dia terkejut melihat kehadiran semua teman-temannya.


Dan terlihat ada spanduk bertuliskan, " Sukses Selalu Nancy, tetaplah mekar bertumbuh dimanapun kau berada"


Keempat sahabatnya menghambur memeluknya, dan merekapun otomatis bertangis-tangisan.


Lalu Nancypun mendatangi dan memeluk semua yang hadir satu per satu.


Dia baru tersadar ternyata mama Retno pasti yang sudah mempersiapkan semuanya.


Ketika tiba di depan mama Retno langsung dia memeluk erat dan air mata pun tak tertahan lagi.


Sulit diungkapkan kata-kata, betapa bahagianya dia malam ini.


Dia menatap Retno dan berkata pelan," Nanan sayang mama No".


Retno mengangguk dan berkata juga,"Mama No juga sayang Nanan". Dan kembali mereka berpelukan.


Sebelum makan ada yang luar biasa lagi, sungguh keajaiban malam itu papa yang berdoa mengucap syukur dan juga doa makan.


Setelah berdoa Nancy memeluk papanya dengan penuh haru.


Lalu lanjut semua makan malam karena sudah terhidang semuanya.


Randi dan Nico jadi team pembakar sate, jagung bakar dan lainnya.


Ada sup ayam hangat, ayam goreng kremes dan ikan goreng asam manis.


Ada puding pelangi, puding coklat dan strawberry.


Buah potong yang segar di atas es balok.


Semua hasil kerja keras team mama Retno seharian tadi di rumah tante Stella.


Ditengah acara makan, tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Sanjaya dan Mayang, juga ibu Nuraini dan Ibu Aida dosen mereka.


Hampir semua mahasiswa matanya terbelalak melihat kehadiran mereka.


Namun tak lama menyadari bahwa saat ini Nancy sahabat mereka sudah menjadi keponakan pak Sanjaya.


Yohan dan Retno menyambut mereka dan mempersilahkan langsung bergabung makan bersama.


Beruntung malam itu tidak hujan jadi acara bisa berlangsung dengan meriah di halaman belakang rumah itu.


Yohan merasa bahagia sekali, seumur dia tinggal di rumah ini baru sekarang terasa sangat berwarna ketika dia memiliki Retno.


Wanita yang selalu semangat dan selalu memberi warna baru dalam kehidupannya.


Nancy menerima banyak hadiah berupa kenang-kenangan dari teman- temannya dan juga sepupunya.


Dia baru tahu kalau mama Retno kemarin ini berbisik-bisik itu meminta kedua sepupunya membelikan kejutan untuknya.


Lalu Sanjaya dan Mayang mendekatinya, Mayang mengeluarkan satu kotak kecil dari dalam tasnya dan menyerahkan kepada Nancy, itu hadiah dari mereka.


Dan ketika dibuka isinya jam tangan merk terkenal yang kalau ditaksir perkiraan harganya sebesar uang untuk 4 semester di kampus.


Lalu Sanjaya berkata dihadapan semua mahasiwa yang hadir malam itu ," Nancy adalah keponakan saya yang pantang menyerah. Walau dia mendapat cobaan yang berat tapi dia terus berusaha mencari jalan lain untuk mewujudkan cita-citanya. Saya sangat bangga kepadanya".


Nancy tersenyum malu dan Sanjaya merangkulnya lalu Mayangpun memeluknya.


Hancur sudah tembok kecurigaan penghalang hubungan Keluarga Sanjaya dengan keluarga Yohan.


Tengah malam tahun pun berganti, semua orang di dunia menyambut dengan gembira.


Tak terkecuali yang berkumpul saat ini di halaman belakang rumah Yohan.


Kembang api meluncur ke udara berwarna warni, semakin menambah kebahagiaan malam itu.


Di kota Jakarta ada sekelompok anak muda yang juga sedang merayakan pesta malam tahun baru.


Dan beberapa diantaranya terkejut saat melihat status Chat dan juga status instagram milik Bram kekasih Lena.


Bram memposting fotonya yang sedang berdiri di suatu acara sambil merangkul erat bahu seorang ibu- ibu mantan dosen mereka.


Dan postingan itu diberi judul oleh Bram demikian,


" Semua orang boleh menyebutnya ibu "tiri" kampus tapi buat gue beliau ibu "kandung" kampus".


"Stella..kita pacaran yuk.. kita jadian yuk sekarang,"kata Yanes kepada Stella.


Dan Stella tampak kaget Lalu menjawab," ngajak jadian kok seperti ngajak pergi ke pasar".


Lalu keduanya tertawa, dan tangan mereka saling menggenggam.


Minggu kedua di awal tahun yang baru terlihat Nancy sedang membereskan pakaiannya untuk dimasukan ke dalam koper besar.


Dua hari lagi dia harus segera berangkat menuju ke Selandia Baru untuk melanjutkan studinya di NZ University.


Terasa berat baginya dia harus meninggalkan kamarnya yang selama bertahun-tahun menjadi tempat beristirahat juga merupakan tempat dia mencurahkan tangisnya, mencurahkan bahagianya dan terkadang menjadikan kamarnya tempat bersembunyi saat dirinya merasa kalut.


Boneka-boneka masa kecilnya yang masih tersusun rapih dia peluk satu persatu, karena dia akan segera meninggalkan mereka untuk waktu yang cukup lama.


Siang nanti dia bersama Papanya dan Mama No akan pergi ke kota Jakarta, mereka akan menginap di rumah Pakde Ardianto karena lusa dia harus segera meninggalkan negaranya melalui bandara terbesar disana


"Sayang, udah beres semua nak? sebentar lagi kita harus berangkat," Retno bertanya kepada anak sambungnya.


" Mama No...Udah Ma, tinggal ini sedikit lagi," jawab Nancy.


Dan tiba-tiba dia menangis lalu Retno memeluknya," Kenapa sayang?".


Nancy memandang wajah Ibu sambungnya sambil berurai air mata dan berkata," Mama No, nanti Nanan pergi cukup lama. Nanan titip Papa yah Ma".


"Papa harus diingeti soalnya suka malas ke dokter kalau sakit. Terus papa tuh suka sok kuat padahal udah sering Nan lihat seperti kesakitan punggung atau kakinya".


"Kadang suka terlihat batuk-batuk seperti sesak tapi kalau ditanya suka bilang tidak apa-apa. Sering telat makan Ma, sampai sakit perutnya tapi ya itu papa selalu menutupi kondisinya".


Retno memeluk erat anak sambungnya yang sudah tentu dianggap seperti anak kandungnya,


" Tentu sayang, mungkin memang rencana Tuhan kalau Papa dan Mama No bisa dipertemukan dan dipersatukan dengan kondisi mama yang tidak mungkin bisa memberimu adik".

__ADS_1


"Mungkin mama diminta untuk fokus memperhatikan papa mu. Selagi Mama No mampu pasti akan selalu menjaga, mencintai dan memperhatikan kondisi papa dan juga memenuhi semua kebutuhan papa".


Nancy bertambah erat memeluk Retno karena merasa bersyukur memiliki seorang ibu sambung yang sangat tulus mencintai dan mengasihi papanya dan juga dirinya.


"Sayangku Nanan, Mama No juga berpesan padamu yah nak. Raih cita-citamu walau pasti akan sangat berat bebannya disana nanti. Jangan pernah menyerah yah nak. Dan satu hal lagi bila dirimu bertemu seseorang jangan mudah jatuh hatimu, pelajari dulu sebaik dan setulus apa dia padamu. Juga jangan sampai kamu dibutakan cinta hingga menghancurkan semua keinginanmu".


"Dimasa lalu Mama pernah berbuat bodoh dan Mama berharap jangan sampai terjadi kepada Nanan".


"Nanti kamu jauh dari kami, perkuat imanmu nak, teguh dan berdekat selalu kepada Tuhan".


Nancy menganggukan kepalanya dan kembali dia memeluk erat ibu sambungnya.


Nancy diperkirakan akan meninggalkan negeri ini sampai 5 tahun ke depan, dan akan selama itupula dia akan terpisah dari Papanya.


Dia sangat bersyukur karena Papa sekarang sudah ada teman hidup yang terbaik yang mencintainya dengan tulus, sehingga dia yakin sepenuh hati ingin meraih cita-cita untuk membanggakan Papanya sesuai pesan almarhumah Mamanya.


Siang itu ternyata team pengantar seperti biasa, rombongan Oom Yanes dan Tante Stella, mereka ingin ikut mengantar besok ke bandara sambil sekalian jalan-jalan.


Karena sekarang Tante Stella punya hobby baru yaitu jalan-jalan kemana saja bersama Oom Yanes.


Sekarang anggota team bertambah 1 yaitu Adela anaknya Oom Sanjaya, dia ingin ikut juga mengantar kakak sepupunya.


Dan dia juga merasa senang sekali karena sekarang punya paman yang senang melawak.


Karena ada penambahan peserta maka barang- barang Nancy berupa 2 koper besar masuk ke mobil Stella sedangkan Nancy ikut di mobil imut bertiga dengan orang tuanya.


Menjelang sore mereka tiba di rumah Ardianto dan kedatangan merekapun disambut gembira.


Karena sudah menikah maka Yohan naik pangkat sekarang menempati kamar saat Retno lajang.


Dan kali ini dia sudah bisa bobo peluk bersama istrinya.


Para gadis dan Stella di kamar Tina dengan menambah kasur tambahan.


Yanes, Randi dan Nico di kamar Ferryansyah, karena saat ini kosong sang empunya kamar bertugas di Dubai sampai 6 bulan ke depan sebagai staff kedutaan.


Dan perkiraan setelah 6 bulan nanti dia akan menikah dengan tunangannya Aida lalu akan memboyongnya ke Dubai.


Malamnya ketika berkumpul di ruang keluarga setelah semua selesai makan malam, Adela iseng melakukan video call dengan abangnya, sama namanya Ferry juga tapi yang ini Ferry Sanjaya.


Saat ini sedang kuliah di Malaysia, "Assalamualaikum bang Ferry, aku ada di rumah Pakde Ardianto nih, besok hendak mengantar kakak Nancy ke bandara dia hendak kuliah di NZ. Abang belum kenal kan sama Kak Nancy".


Lalu Ferry menjawab,


"Walaikumsalam, iya mana kakak Nancy mu itu, abang ingin tahu dik".


Adela kemudian mendekati Nancy dan dia bilang abangnya ingin kenalan.


Kemudian Nancy menyambut video call dan berkenalan dengan abang sepupu barunya.


"Hai bang salam kenal yah", Nancy melambaikan tangannya.


" Hai salam kenal lagi dik, welcome to be my sweet cousin yah. Selamat kau hendak studi ke NZ. Jangan takut di negeri orang tunjukan kau Indonesia yah dik", katanya memberikan semangat.


"Kalau ada kendala di negeri orang kau bisa hubungi aku yah. Karena kau nanti sama denganku anak rantau," lanjutnya lagi.


Nancy senang karena sekarang punya abang sepupu lain lagi yang juga baik hati.


Tiba- tiba dari belakang Nancy muncul Retno, dan langsung melambaikan tangan kepada Ferry, " Aih tanteku... Selamat yah jadi pengantin baru, mana Oomnya aku ingin tahu".


Retno menarik suaminya dan mereka saling berkenalan di video call itu lalu saling bercerita diiringi tawa ceria.


Setelah percakapan terputus, mereka pun duduk kembali ruang keluarga itu.


"Mas Ar, Mbak Lulu tadi Ferry Sanjaya titip salam buat pakde dan bude katanya. Kapan mau ke malaysia tuh, janji dari tahun lalu katanya", Retno menyampaikan pesan dari Ferry kepada kakaknya.


Lalu Ardianto menjawab,


"Bagaimana mau jalan- jalan, kemarin repot urusan Ferryansyah tunangan, lalu kamu nikah, beberapa bulan lagi Ferryansyah akan menikah juga belum ada waktu".


Yang sedang berkumpul mendengar langsung menimpali bahkan ada yang protes, repot apanya orang Ardianto cuma duduk dan tunjuk ini tunjuk itu yang capek dan ribet yang lainnya.


Sudah pasti anak gadisnya yang melakukan protes.


Dan semua pun tergelak mendengarnya karena sulit bagi Ardianto untuk menjawab kalau anak gadisnya sudah protes.


Sambil duduk Ardianto memandang adik dan tambahan keluarga barunya seraya berkata ,


" Luar biasa sekarang keluargaku, beragam suku dan etnis, sebentar lagi Yanes nih sama Stella pula kapan nikah kalian?".


Lalu Yanes dan Stella yang namanya disebutpun terperanjat dan lalu Yanes menjawab, "Hahahah... mahal mas Ar nikah sama Stella tuh, harus ijin dulu ke Pontianak. Jauhlah mahal di ongkos".


Dan Stellapun ikut tertawa sambil mencubit kekasihnya, karena paham Yanes pasti hanya bercanda.


"Oh, dari Pontianak yah, tukang jeruk dong," Ardiantopun mengomentari dengan bercanda.


Lalu Stella menjelaskan kalau dia memang aslinya orang Pontianak, tapi orangtuanya sewaktu masih ada pindah ke kota Bandung, setelah pensiun pindah lagi ke Pontianak.


Namun sekarang sudah meninggal hanya tinggal saudaranya yang masih banyak di sana.


" Dia ini Cipondut loh mas Ar," Kata Yanes.


" Apa itu Cipondut?" tanya Ardianto dan Lulu bersamaan.


Sambil tertawa dan kabur menghindari cubitan kekasihnya Yanes menjawab,


"Cina Pontianak Endut".


Serentak yang mendengar semua tertawa, sementara sang objek penderita melotot sambil mengacungkan kepalan tangan namun tak lama ikut tertawa juga.


Setelah reda Ardianto juga bercerita tentang keluarganya kepada Yanes dan Stella juga kepada Yohan.


Keluarga mereka aslinya orang Semarang, lalu pindah ke kota Jakarta dan meneruskan menjadi pengusaha kayu jati di sini.


Karena ini adalah bisnis warisan turun temurun.


Lalu Ardianto menikah dengan Lulu yang aslinya dari Palembang.


Dan Sanjaya adalah sepupu Lulu sama dari Palembang juga menikah dengan Mayang gadis Sunda.


Keluarga Sanjaya adalah muslim yang taat, karena keluarga besarnya di Palembang sana adalah keturunan Kyai terkenal.


Setelah bercerita lalu Ardianto tak sengaja menatap Nico lalu bertanya,


"Kamu ini sahabat Randi aslinya dari mana ?".


Nico memang hitam manis keriting, dia aslinya dari Flores Nusa Tenggara Timur.


" Saya Nico Oom, asli Flores NTT dan siap menjadi menantu Oom," jawabnya.


" APA ! amit-amit ogaaahh!!!!!", Tina berteriak sambil melempar bantal kursi ke arah Nico.


Kembali semua tertawa, malam itu rumah Ardianto penuh canda tawa dan kehangatan.


"Randi, bro kayaknya gue batal jadi menantu Sanjaya, aku sudah hitam begini eh beda keyakinan pula sama Adela. Besok digantung aku sama Sanjaya. Secara dia yang punya kampus," Nico berseloroh kepada sahabatnya.


Randi tertawa," Jadi sekarang lu naksir Tina?".


Nico sambil senyum berkata, "Tergantung kita bro, niat atau engga nih persahabatan kita putus".


Dan merekapun tertawa sambil saling menempelkan kepalan tinjunya.


Keesokan paginya mereka sudah bangun sejak subuh tadi.


Lulu sudah menyiapkan sarapan pagi, ketika selesai sarapan mereka pamit karena akan mengantar Nancy ke bandara.


Ardianto dan Lulu memberikan beberapa nasehat untuk Nancy, tapi mereka tidak ikut mengantar.


Sementara Tina ijin ikut karena menemani Adela sembari yakin kalau pergi ada Oom Yanes pasti akan ada acara melipir ke suatu tempat wisata.


Dan tak lama mereka berpamitan karena jadwal penerbangan pesawat Nancy sekitar jam 10 pagi.


Sehingga mereka harus tiba minimal 1 jam sebelumnya di bandara.


Setelah memastikan tidak ada lagi barang atau dokumen yang tertinggal merekapun meluncur ke bandara.


Sepanjang jalan Nancy duduk sambil kepalanya disandarkan ke depan ke bahu Mama Retno, dan tangannya menggengam tangan Retno.


Setiba di bandara, mereka turun dan dari arah lain tampak rombongan Oom Yanes membawakan kopernya.


Lalu mereka semua menuju ke area check in, setelah Nancy membereskan prosedur untuk masuk, mereka memiliki waktu sekitar 30 menit.


Dan ini adalah episode tangis- tangisan.


Papa dan Nancy berpelukan, basah wajahnya dia tak kuasa menahan tangis harus meninggalkan Papanya dalam waktu yang akan lama sekali.


Setelah selama ini sejak kecil tidak pernah sekalipun berpisah dengan Papanya.


Yohanpun mengucurkan air mata tanpa suara.


Susah dan senang pernah dialaminya dari kecil hanya berdua bersama hanya bersama Papa.


Sekarang ada Mama Retno yang akan menemani Papa dan itu yang membuatnya tenang meninggalkan sang Papa untuk dia pergi meraih cita-cita.


Kemudian dia memeluk Retno yang sekarang dipanggilnya Mama No, kembali air mata membanjiri mereka berdua.

__ADS_1


Papa dan Mama Retno memberikan semangat dan nasehat untuk Nancy.


Mereka minta Nancy harus selalu berkontak kepada mereka dalam hal apapun karena jaman sekarang alat komunikasi jauh lebih mudah di jangkau.


" Udah jangan nangis aja, kamu tuh suka lebai deh," biasa Oom Yanes mulai nyeletuk.


Nancy juga melirik sebel kepada Oomnya, lalu Oomnya menarik dia kepelukannya,


" Duh kamu yah..." Oom Yanes tak bisa meneruskan kalimatnya karena dia juga berurai air mata.


Nancy melihat itu pun jadi menangis lagi, dia pasti akan kangen dengan Oomnya ini.


Yanespun terharu dan bangga karena keponakannya bisa menggapai impiannya untuk studi ke luar negeri.


Lalu Nancy memeluk kedua sepupu barunya," Kita baru sebentar barengan udah harus pisah yah".


Lalu kepada Stella dan juga kepada Randi dan Nico.


Keduanya lalu menggoda,


"Akhirnya Nanan memeluk kita yah bro".


Otomatis keduanya ditonjok lengannya masing- masing.


Tak lama terdengar suara panggilan untuk keberangkatan menuju Selandia Baru, dan merekapun saling melambaikan tangan.


Sambil kedua gadis sepupunya bercanda titip kalau ada bule ganteng kenalkan kepada mereka.


Begitu juga Randi dan Nico tak mau kalah.


"Nanan...buat oom juga yah satu!!!" teriak Yanes sambil tak lama merasakan sakit di kepalanya ada yang menjambak rambutnya.


Mereka menunggu di parkiran sambil melihat pesawat sudah lepas landas meninggalkan Indonesia.


Retno memeluk Yohan erat karena dia tahu walau dalam diamnya Yohan pasti merasa sangat kehilangan.


Jadi dia berusaha memberikan kekuatan kepada suaminya.


Nancy akan menempuh perjalanan sekitar 7 sampai 8 jam ke depan.


Namun setibanya di sana pasti sudah agak malam karena perbedaan waktu negara kita dengan di sana adalah 5 jam.


Lalu merekapun siap untuk pulang, tapi Yanes lagi-lagi ada rencana untuk jalan-jalan.


" Ko Yohan kami mau ke pantai dulu, ikut engga brother?" tanyanya kepada Yohan.


Lalu Yohan melirik Retno dan istrinya hanya bergidik seraya menyerahkan kepada Yohan saja.


"Engga lah, kami mau pulang saja deh," jawab Yohan.


Kemudian mereka berpisah, rombongan Yanes akan berwisata menuju pantai.


Yohan dan Retnopun melaju menuju pulang. " Sayang, kita bawa baju lebih engga sih?" tanya Yohan kepada istrinya.


" Ada kok, aku siapkan beberapa buat jaga-jaga. Kenapa sih?" tanya balik Retno kepada Yohan.


"Ini setir mobil kok ngajak belok ke puncak yah," kata Yohan.


Dan Retnopun paham lalu mencubit gemas suaminya, sambil berkata," mesum deh mulai".


Yohan hanya menyeringai geli.


Akhirnya waktu terus berjalan, tak terasa 7 tahun telah berlalu.


Nancy sudah menyelesaikan S2 nya dan saat ini dia sudah mengajar di salah satu sekolah menengah atas yang masih satu grup dengan NZ University.


Dia memilih mengajar di sini lebih santai sehingga dia bisa sambil belajar ilmu lain lagi.


Saat ini dia sudah memiliki kekasih yang bernama Richard Douglas yang merupakan adik dari Mr. Steven Douglas yang beberapa tahun lalu pernah mewawancarainya saat awal diberikan penawaran untuk kuliah di NZ.


Saat ini Steven Douglas sudah menjadi rektor di NZ University dan adiknya Richard adalah salah satu team pengajar di sana.


Mereka berkenalan sejak dulu ketika pertama kali menginjakkan ke Selandia Baru, karena yang menjemputnya menuju mess saat itu adalah Richard.


Dan sejak itulah cinta mulai bersemi seiring mereka sering bertemu sebagai mahasiswa dan asisten dosen.


Rencananya akhir tahun depan mereka akan menikah.


Ketika Nancy sudah di selandia baru, rumah di renovasi besar-besaran.


Sekarang sudah tidak ada lagi tempat kost, namun toko masih tetap ada.


Tempat kost dibangun menjadi rumah mereka, sedangkan deretan kamar-kamar yang dulunya ditempati Retno sekarang disulap menjadi tempat kursus privat.


Dan kursus yang diberikan semua pelajaran mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas.


Awalnya team pengajar utama adalah Randi dan Nico.


Mereka juga mengajak beberapa kawannya yang dinilai pandai namun mempunyai latar ekonomi terbatas, ditarik masuk ke team.


Lumayan untuk penambah uang saku bahkan mungkin untuk biaya kuliah.


Dari awal hanya tempat kursus biasa lalu berkembang terus hingga sekarang sudah resmi dan terdaftar di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.


Bahkan sekarang mengajarnya hampir semua sarjana.


Di tempat kursus ini sekarang sudah terkenal karena sudah banyak menelurkan lulusan yang masuk ke perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta bergengsi.


Randi Angkasa sudah lulus S2 dan sekarang menjadi pimpinan di tempat kursus tesebut.


Namun kepemilikan saham semuanya atas nama Tri Retno Handayani dan Yohan Nata Atmaja.


Kemudian Yohan juga sekarang tidak berkutat di toko, paling hanya untuk urusan laporan keuangan dari Wawan.


Karena toko sudah dikelola oleh Wawan dan istrinya.


Bagian atas toko yang dulu menjadi rumah Yohan, sekarang ditempati Wawan dan istrinya.


Kebetulan istri Wawan pandai memasak, maka toko disekat dibagi dua bagian.


Sebelahnya toko sembako dan sebelahnya lagi kantin.


Lumayan banyak siswa yang makan di sana termasuk Retno juga sibuk sehingga jarang masak jadi berlangganan juga kepada istrinya Wawan.


Yohan juga sudah lulus sarjana karena beberapa tahun lalu ikut kuliah kelas karyawan dan mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.


Dan sekarang dia menjadi salah satu team pengajar di tempat kursus yang Randi kelola.


Yanes dan Stella sudah menikah, dan mereka tinggal di kota ini sedangkan toko yang ada di kelahiran Yanes ditutup semua dijadikan tempat kost dan dikelola oleh Mila adiknya.


Nanti setiap tahun ada perhitungan bagi hasil antara kakak dengan sang adik.


Yanes bersama Stella membuka toko pakaian kain dan juga menerima jahitan pakaian.


Menerima juga rancangan baju kebaya untuk pernikahan atau untuk acara lainnya .


Karena Stella mendalami bisnis kain maka diapun sempat belajar menjahit agar paham bagaimana mengembangkan usahanya.


Sementara si hitam manis Nico kembali ke Flores setelah lulus S2 dan dia menjadi dosen ahli di salah satu perguruan tinggi yang terkenal di sana.


Walau berpisah jarak tapi persahabatan Randi dan Nico tetap masih terjalin sampai sekarang.


Bahkan Nico sudah menikah dan berkeluarga disana.


Randi sendiri masih jomblo, cintanya ditolak Tina.


Masalahnya Tina sudah menganggap Randi sepupunya, maka dia merasa tidak enak kalau malah jadi pasangan.


Namun beberapa waktu yang lalu dia mendapati seorang siswa yang kursus yang masih SD sedang menangis.


Anak itu menangis karena belum dijemput oleh tantenya.


Lalu Randi menemaninya sampai tantenya datang.


Dan ketika tante anak itu datang, ternyata sang tante itu sangat cantik sekali.


Merekapun berkenalan dan sekarang sedang pendekatan.


Beberapa waktu yang lalupun Yohan dan Retno sempat mengunjungi anak semata wayang mereka ke Selandia Baru.


Mereka ingin tahu bagaimana keadaan anaknya dan ternyata kondisinya nyaman.


Bahkan mereka juga berkenalan dengan Richard dan keluarganya. Ternyata calon menantu sudah pandai berbahasa Indonesia.


Jadi seperti itu semuanya berjalan dengan indahnya. Retno hadir dalam kehidupan Yohan memberi warna dan kebahagiaan dalam hidupnya.


Begitu juga bagi Nancy, dia bahagia sekali doanya dijawab Tuhan untuk memberikan papanya seorang pendamping yang begitu baik sehingga perubahan besar di keluarga mereka.


Tak salah Tuhan memilihkan Retno untuk Yohan, sekarang kebahagiaanpun menyebar selain untuk keluarga kecilnya juga untuk kerabat dan orang sekitarnya.


Semoga keberkahan dan rahmat Tuhan selalu menyertai mereka dan bahagia sampai akhir nanti.


 


E N D

__ADS_1


 


__ADS_2