
Setelah merasa mendapatkan dukungan dari kakaknya, Ervan melajukan mobilnya ke apartemen Tiara. Ervan menunjukkan id diHp nya dan langsung bisa masuk tanpa pemeriksaan. Dia bergerak menaiki lift menuju lantai 8. Ervan mengumpulkan segala keberanian, entah kenapa sekarang menuju apartemen ini rasanya tidak seperti biasa, apartemen yang biasa ia datangi untuk bermesraan bersama kekasihnya sekejab akan berubah menjadi kadang hariamau untuknya, pulang dengan selamat atau terperangkap didalam. Jantungnya berdetak kencang seolah akan mulai menabuh gendang dan mengibarkan bendera putih
peperangan.
Sampai didepan pintu apartemen Tiara, Ervan sebenarnya sudah tahu password pin pintu adalah tanggal lahirnya tapi dia memilih memencet bel menunggu seorang yang akan membuka pintu.
Beberapa menit kemudian seorang wanita paruh baya membuka pintu yang tak lain adalah asisten rumah tangga di apartemennya. Dia mempersilahkan Ervan masuk dan seperti biasa Ervan langsung duduk di sofa menunggu ART nya memanggil tuan rumah.
"Mas, katanya suruh masuk kamar aja tunggu disana, mbak Tiaranya masih mandi." Kata wanita paruh baya itu.
"Bi, bilang sama Tiara saya akan tunggu disini." Kata Ervan tegas. Bibi menganguk dan pergi lagi menemui majikannya.
Beberapa menit Kemudian orang yang ingin ditemuinya muncul dihadapannya.
"Kenapa nggak bilang mau kesini." Kata Tiara yang terlihat segar dengan menggunakan pakaian tidur pendek warna hitam . Ia duduk disebelah Ervan dan langsung merangkul lengannya.
"Tiara ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu, masalah kita." Kata Ervan melepas tangan Tiara. Mencoba menenangkan dirinya yang hampir terpancing emosi.
"Apa yang kamu lakuin sama Riri, kenapa kamu ngancam dia apa masalahnya, ini masalah kita." kata Ervan memandang tajam wanita disampingnya.
"Jadi wanita itu, kenapa dia ngaduh sama kamu, terus mau dia apa? cari pembela, kamu kan tahu aku nggak suka kamu dekat sama dia." Kata Tiara terdengar santai.
"Hentikan Tiara, jangan pernah melibatkan orang lain dalam masalah kita. membuat orang tertekan itu keterlaluan cukup aku saja yang seperti itu." kata Ervan masih menahan kesalnya. Tiara masih hanya mengangguk menanggapi Ervan.
"Aku ingin mengakhiri hubungan kita." Sambung Ervan lagi, Tiara langsung tersentak dan bangun dari duduknya menuju jendela memegangi kepalanya seolah tidak percaya dengan apa yang didengar. Ervan juga mengikuti langkah Tiara dan berdiri dibelakangnya.
"Aku ingin mengakhiri semua ini Tiara, aku ingin mengakhiri hubungan kita yang tidak akan pernah ada kejelasan!" Sambung Ervan dengan nada yang lebih tinggi.
"Apa maksud kamu Van, kamu pasti lagi mabuk, ini nggak mungkin. itu nggak akan terjadi!" Tiara berbalik menoleh tajam ke arah Ervan.
__ADS_1
"Kenapa nggak bisa terjadi Tiara, aku sudah capek bersikap normal tapi sebenarnya hatiku sangat kacau!."
"Ini nggak mungkin Van, kamu nggak akan pernah tinggalin aku!" kata Tiara menghampiri Ervan dan mengengam erat baju Ervan yang melekat didadanya.
"Aku nggak pernah ingin ninggalin kamu Tiara, tapi kamu yang selama ini udah nyia-nyiakan aku, aku udah berusaha bertahan dengan harapan semua akan berubah, tapi apa? tidak kan, kamu tetap sama, kamu selalu menghindari pernikahan, kamu terus berambisi mendapatkan segalanya, sudah cukup aku tidak bisa melanjutkannya Tiara. Cukup!" Kata Ervan mengengam tangan Tiara yang meremas bajunya.
"Enggak Van, ini semua tidak benar, ini nggak akan terjadi, kamu akan terus sama aku, kamu harus selalu bersamaku." menutup telinganya menghadap ke jendela lagi.
"Tiara, selama ini aku selalu menjaga kehormatanmukan, aku selalu bisa menahan diriku tidak menodaimu. Tolong mengerti lah."
Ervan melangkah mengikuti Tiara.
"Tidak Van, aku tidak bisa." Balas Tiara menatap tajam menghadap ke arah Ervan.
"Hentikan semua ini Tiara, maafkan aku, aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku mencintai wanita lain. Aku mencintai Riri!" kata Ervan cukup keras.
"Beraninya kau mencintai wanita lain, Apa wanita itu yang kau cintai!" Kata Tiara begitu marah enggan menyebut nama yang dimaksud.
"Kenapa tidak, hatiku ini belum mati, hatiku cuma beku karena sikapmu selama ini, tidak lagi Tiara, aku tidak mau lagi jadi boneka yang selalu kau mainkan sesuka hati." Ervan mencengkeram lengan Tiara.
"Ini tidak benar Van, aku mencintai kamu cuma kamu orang yang aku cintai selama ini." kata Tiara menatap tajam lagi kearah Ervan.
"Cinta kamu bilang, kenapa kau begitu egois, selama ini kalau memang ini cinta kenapa hanya aku yang berjuang sendiri memahami kamu, kamu tidak. Apa yang bisa kau lakukan mengancamku menekankanku bertingkah sesukamu, sudah Tiara cukup, aku tidak bisa melanjutkan semua ini." kata Ervan yang membalikkan badan membelakangi Tiara.
Tiara bertepuk tangan. "Wah.wah Van selain berani rupanya cinta sudah menghilangkan ingatanmu juga, apa perlu aku ingatkan tentang drilling lepas pantai teluk B********an, kau ingin aku buka lagi kasusnya, itu yang kau inginkan." kata Tiara dengan nada mengancam.
"Tentu saja, lakukan apa yang kamu inginkan!" Kata Ervan begitu keras membuat Tiara terkejut dengan reaksi yang ia dengar tidak seperti biasa ketika menyebut tempat itu.
"Karena kecerobohan team salah satu petroleum engineer berapa besar kerugian Perusahaan bahkan leader nya masih berkeliaran bebas diperusahaan." Kata Tiara mendekat ke arah Ervan dengan tatapan sinis.
__ADS_1
"Aku akan terima surat pemecatan langsung dari tanganmu, dan pastikan blacklist namaku diseluruh oil company dinegeri ini dan luar negeri itu yang ingin kau lakukan kan, lakukan!" kata Ervan menantap tajam Tiara dan berpaling pergi meninggalkannya.
"Bagaimana dengan tuntutan Van, kau tahu kan berakhir dimana nasibmu, itu yang kau inginkan jauh dari anakmu." kata Tiara menghalangi langkah Ervan.
"Itu tidak akan terjadi, kita lihat saja nanti dipengadilan!" Ervan menoleh kepada Tiara menjawab semua tantangan wanita yang pernah bersamanya itu. Tiara hanya diam dan tidak bisa lagi mengeluarkan kata, Ervan kemudian berbalik dan keluar dari apartemen.
Tiara benar-benar tidak percaya dengan apa yang didengarnya untuk pertama kalinya Ervan membantah dirinya karena masalah ini. Dia membanting semua yang ada didepannya hingga berserakan dimana-mana.
"Berani sekali kamu Van, kamu ninggalin aku demi wanita itu!" Teriakan Tiara terdengar sangat marah masih membuang semua benda disekitarnya.
"Jangan panggil namaku Tiara jika aku hanya diam saja kau akan menyesali semuanya Van." Tiara yang masih menahan kesal.
******
Ervan berjalan menyusuri apartemen menuju gedung parkir ada sedikit rasa cemas dihatinya tapi setidaknya sekarang dia merasa sedikit lepas dari bayangan hitam yang selalu membututi dipundaknya, ia merasa satu masalah bisa diselesaikan. Dia tahu pasti setelah ini tidak akan ada yang baik untuknya masih bisa seperti ini atau malah sebaliknya.
Aku sudah melakukan apa yang harus aku lakukan dan apa yang harus aku akhiri. ya Allah aku yakin setelah ini tidak ada yang baik, tapi aku yakin tidak ada yang mustahil bagiMu dan aku selalu mengharapkan pertolonganMu.
Setelah masalah ini Selasai aku akan memperjuangkan cinta kamu ri. Ervan tersenyum mengingat Riri di tengah keadaan apa yang akan menimpanya nanti dan berlalu pergi meninggalkan apartemen PM menyusuri jalanan malam yang mulai lenggang dengan suara kendaraan.
NEXT.......
Tiara #khayalanAuthor
TERIMA KASIH PEMBACA, MAAFKAN JIKA NOVEL INI JAUH DARI KATA SEMPURNA. ANGKAT JEMPOL YA LIKE KOMENT APALAGI VOTE NYA BIKIN SEMNAGAT AUTHOR ๐๐๐๐
sori kemaren nggak update author lagi unfitโบ๏ธโบ๏ธโบ๏ธ
__ADS_1