Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Season 3 - Terbaik untuk Alesa


__ADS_3

Aline


"Duduk Sayang, setelah urusan Mas selesai kita pulang." Aku nurut ucapan Raffa duduk di sofa ketika kita sudah sampai di kantor.


Bertepatan dengan Raffa yang duduk di meja kerjanya. Ada wanita masuk ke dalam ruangan. Tentu saja aku sangat tahu siapa wanita yang sekarang satu ruangan dengan kita.


"Apa Bapak memanggil Saya?"


"Duduk sah."


Perempuan itu duduk depan meja mas suami bsetelah mendapat perintah. Kenapa perasaan princess jadi nggak enak begini lihat di Alesa.


"Oh ya, itu istri saya Aline. Kalian sudah saling mengenal kan."


Si Alesa mengangguk sopan ke arah saya tanpa suara. Princess bales dengan senyum manis, aku enggak menyangka bisa ketemu lagi dengan wanita yang hampir membelah rumah tanggaku ini. Untung suami udah cinta lengket sama Princess.


"Ada yang mau sampaikan sama kamu Sa." Raffa kembali seirus.


"Ya Mas Raf ... maksud saya Pak Raffa ... ada apa?"


"Sa, performa kerja kamu sangat luar biasa di perusahaan ini, sumber daya berharga seperti kamu sangat di butuhkan di kantor pusat kita di kota T. Memang kantornya tidak semegah di sini, tapi dari orang-orang hebat disana menghidupkan denyut nadi Wilson Palm hingga berkembang sangat pesat seperti sekarang."


"Maksud bapak?"


Princess yang penasaran langsung pindah ke sofa yang lebih dekat untuk mendengar pembicaraan mereka.


"Sa, kemarin saya promosikan kamu untuk bergabung menangani bagian keuangan di kantor pusat. Setelah melihat rekam dan kinerja kamu di kantor ini. Mereka setuju kamu bergabung di antara orang - orang hebat disana."


Sumpah! aku juga kaget kalau mas suami ternyata mau pindahkan Alesa ke kota T.

__ADS_1


"Tapi Pak, saya sudah merasa ...."


"Sa, disana kamu akan mendapat gaji dua sampai tiga kali gaji kamu disini. Saya juga mempertimbangkan ini karena kamu masih berstatus single dan bisa berkarir selebar-lebarnya."


"Sa, ini sungguh kesempatan luar biasa, kamu nggak boleh sia-siakan." aku mendekat duduk di samping Alesa. Princess gatel nggak bujuk si Alesa terima tawaran nggak nanggung-nanggung dari Raffa.


Sumpah ya nih perempuan satu, bukannya senang malah kayak nggak terima gitu dilihat dari ekspresi wajahnya.


"Maaf sebelumnya Pak. Kenapa mendadak sekali. Saya bukannya tidak bersyukur dengan kesempatan luar biasa yang di berikan Pak Raffa. Tapi saya sepertinya sudah nyaman berkerja seperti sekarang Pak." Dengan suara sehalus kapas, Alesa masih saja tidak terima.


"Sa! Sebenarnya hal ini sudah lama dibicarakan management. Kamu pikirkan lagi baik-baik, karena ini sudah permintaan dari pusat. Jika kamu menolak saya takut kamu mendapatkan peringatan dan berujung pemberhentian secara hormat dari perusahaan."


"Baik Pak, saya akan pikirkan lagi,"


"Ya sudah kamu boleh keluar, besok saya tunggu keputusan kamu."


Aku yang kepo langsung berjalan duduk di pangkuan Mas suami.


"Mas, kenapa Alesa dipindah? Ini nggak ada hubungannya dengan masalah kita kan?"


Raffa cuma angkat bahu, menjawab tak sesuai harapan princess. Mas suami malah nyambar aja bibirku yang mau lanjut ngomong. Kesel kan, di ajakin ngobrol serius juga malah main nyosor aja.


"Lihat tempat Mas, ini di kantor?" Princess dorong pelan tubuh Raffa, kalau lama-lama princess bisa minta berlanjut ke sesi berikutnya ... eh. Padahal enggak ada juga yang lihat tapi princess risih aja.


"Makanya Mas ajakin kamu kesini, Mas mau scan wajah, jari, mata masukan kamu daftar orang yang bisa masuk ke ruangan suamimu ini."


"Memang dulu siapa-siapa yang bisa masuk?" tanyaku kepo.


"Itu yang lalu biarlah lalu sayang. Sekarang Mas hanya mau menatap masa depan Mas sama kamu." Raffa merebahkan kepalanya di dada.

__ADS_1


Nggak nyangka bisa berubah lembut banget sama aku. Aku elus dengan sayang rambut Raffa.


"Mas sengaja ya pindahkan Alesa dari kantor ini."


"Sebenarnya Mas hanya mau memberi Alesa kesempatan untuk berkarir lebih. Mas juga enggak mau ada kesalahpahaman lagi antara Mas dan Alesa jika dia masih bekerja disini."


"Aku selalu percaya kamu Mas. Mudahan ini juga menjadi awal yang baik untuk Alesa."


"Makasih Lin, urusan Mas sudah selesai, kita pulang untuk persiapan project besar kita di Ibiza." Goda Raffa sambil elus perutku.


Princess cuma bisa diam karena malu, aku hanya berharap semoga keinginan Mami, Papi, Mama, Papa bisa terwujud.


.


.


.


.


.


.


bersambung ,.......


Sori baru bisa up 😘😘😘 Ei sibuk di RL Minggu-minggu terakhir,...


menuju ending .....

__ADS_1


__ADS_2