Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP37-S2 // Teman Tidur


__ADS_3

Setelah menghadiri rapat di WPH, Davin dan Asistennya kembali ke perusahaan mereka. Keduanya sempat kecewa tidak bisa bertemu dengan pemilik perusahaan yang menjalin kerjasama dengan perusahaannya.


Davin juga masih memikirkan Abel, bagaimanapun ia bisa bertemu sangat kebetulan sekali dengan Abel. Bagaimana sekarang perasaannya setelah ucapan kasar yang ia berikan padanya. Davin meraup wajahnya kesal, sampai kapan isi kepalanya berhenti memikirkan Abel. Dengan kalut dengan kesedihannya tanpa memperdulikan kabar bahagia kontrak kerjasama yang diperpanjang pihak WPH.


"Pak, apa Anda baik saja." Seru Amar membuka kebisuan melihat Davin yang tidak terlihat bahagia usai mendapat kontrak lagi. Davin hanya mengangguk.


"Pak, saya tidak menyangka bukan Miranda atau Ervin pemilik Wilson Palm." Seru Amar lagi.


"Ya, aku juga tidak menyangka bukan mereka, ada pihak lain pemilik perusahaan itu." Balas hua menanggapi ucapan Amar.


"Nanti kita juga akan tahu, siapa pemiliknya setelah berkas persetujuan mereka selesai."


"Ya, nanti kita akan tahu, mudahan mereka tidak punya anak perempuan. Pasti Papa akan memohon padaku untuk berkencan pada anak perempuan rekan bisnisnya." Ujar Davin kesal.


"Begitu Papa Anda Pak, selalu menggunakan acara halus memperat bisnis. ngomong-ngomong kencan, besok malam Anda ada acara makan malam dengan keluarga calon tunangan Anda, ada yang perlu disiapkan Pak." Seru Amar.


"Ya aku tahu, tidak ada yang perlu disiapkan. Aku akan tampil apa adanya dihadapan Kayla." Balas Davin. Disusul agukan sopan Amar.


******


Sementara di kantor PPN, Nolan kembali kecewa Abel tidak masuk magang lagi hari ini. Nolan masih memikirkan keadaan Abel yang pasti sangat terpuruk setelah tahu kenyataan kalau kakaknya memang mencampakkannya.


Pantas saja sejak kemarin Abel terlihat lebih diam dari biasanya ketika bertemu. Nolan memegangi dadanya seolah merasakan rasa sakit yang Abel rasakan mengingat betapa cintanya dia dengan kakaknya.


Sambil mengerjakan tugas Kantor, ia berpikir. Apakah Abel masih menemuinya? apa yang harus dilakukannya untuk menghibur Abel. Menyanyi dibawa jendela? menari seperti film India? memberi lawakan? bahkan dirinya saja sulit untuk tertawa. Membeli puluhan tangkai bunga? itu sama sekali bukan gayanya. Ia hanya bisa mengajaknya ngebut, membentak, mengajarkan kedisiplinan, membela kebenaran dan kaum lemah dan menyayangi anak-anak yatim.


Tugas magang lagi, itu terdengar konyol dan mencurigakan. Hah. Anak-anak ya! Nolan mendapatkan ide lagi untuk menemui Abel. Mudahan dengan cara ini ia bisa sedikit menghibur Abel.


Sore hari, setelah pulang dari kantor Nolan menuju ke panti untuk menemui anak-anak agar membuat kerajinan tangan untuk Abel. Anak-anak memang pandai membuat kerajinan karena selalu mendapatkan pembekalan kemandirian. Anak-anak juga menanyakan perihal Abel yang beberapa hari tidak terlihat di panti.


******


Nolan menyusuri jalanan malam kota B yang padat di waktu ba'da Isya ini. Ia mengendarai motornya menuji rumah Abel dikawasan cit*aland.


Nolan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. Beberapa detik pintu terbuka dengan Riri muncul di balik pintu.

__ADS_1


"Cari Abel, mau antar berkas magang." Tanya Riri yang mengenal Nolan teman magang Abel.


"Nggak Kak, maksudnya saya Tante, mau kasih titipan dari anak-anak di panti untuk Abel," balas Nolan.


"Oh, masuk tunggu sebentar." Riri mempersilakan Nolan masuk dan melangkah menaiki tangga memanggil Abel.


Sebenarnya Abel tidak ingin bertemu siapapun, tapi karena demi anak-anak Abel keluar kamar menemui Nolan.


"Hai, Nolan." Sapa Abel memaksakan senyum, kini duduk di sofa.


"Abel, kamu jangan salah paham, aku kesini cuma ngantar pesan dari anak-anak." Ucap Nolan dengan gaya bicaranya ketus.


"Apa...."


Nolan membuka tas kertas dan memberikan isinya pada Abel. Abel menerima lampu dengan banyak gambar wanita berhijab yang berbentuk siluet. Abel membolak-balik lampu itu merasa unik dan lucu.


"Lucu No, ini anak-anak yang buat." Abel mulai menyunggingkan senyum manis dari ujung bibirnya. Dia sangat terhibur dengan hadiah dari anak-anak.


"Itu lampu tidur, anak-anak yang buat untuk kamu, kata mereka supaya Kakak Abel bisa tidur nyenyak dan selalu senyum di pagi hari," seru Nolan.


"Bisa begitu ya, pinter nih anak-anak buat tiga dimensi, jadi kangen sama anak-anak."


"Mereka juga kangen sama kamu." Seru Nolan ikut tersenyum melihat Abel yang nampak bahagia dengan lampu tidur yang sederhana itu.


Abel memperhatikan wajah Nolan sekilas, ada yang berbeda. Tapi setelah dilihat kembali wajahnya kembali kaku.


"No, tadi kamu tertawa lucu gitu kamu manis banget." Kata Abel refleks.


"Kamu salah lihat," seru Nolan merasa malu.


"Nggak No, aku minta kali ini aja, pliss kamu senyum dong dikit aja, sumpah kamu manis loh kalau senyum." Abel menyatukan tangan memohon.


Nolan masih ragu dengan permintaan Abel. Tapi Abel mulai mengeryitkan wajahnya kecewa. Dengan cepat Nolan tersenyum menyunggingkan bibirnya.


"No, kamu manis kalau begitu, kamu jadi mirip Bang Da...." Abel tidak melanjutkan kalimatnya dan senyum ceria di wajahnya menjadi hilang.

__ADS_1


"Kenapa kamu yang cemberut sekarang, gantian senyum." Goda Nolan mencoba tidak membahas nama Davin. Abel seketika tersenyum menghargai usaha Nolan.


"Nolan bilang anak-anak, makasih ya teman tidurnya." Abel memeluk lampu tidurnya.


"Ya, kita tunggu kamu ngajar lagi ya, anak-anak pasti senang. Aku balik dulu." Seru Nolan bangkit dari sofa.


"InsyaAlloh No, aku juga kangen anak-anak..." Balas Abel.


Abel memanggil Mama Riri, satu-satunya penghuni rumah yang belum tidur malam ini. Riri senang melihat perubahan Abel setelah kedatangan Nolan, dia bisa tersenyum lagi dengan orang lain selain adik-adiknya. Karena sejak pulang dari WPH wajahnya murung.


Abel dan Riri mengantar Nolan ke depan rumah, memperhatikan Nolan hingga motornya tak terlihat. Malam ini Abel lumayan terhibur dengan kedatangan Nolan dan lampu tidur anak-anak. Dia masuk ke rumah bersama mama Riri dan membawa lampu tidur ke kamar.


.


.


.


.


.


Next....


Halo reader tersayangku, sori kemarin up nya double ya, iya iya aku tahu, bukan author mau PHP😭...


Faktor ketidak sengajaan akhirnya terhapus otomatis dan lenyap bersama ratusan like dan 60 komentar yang udah aku baca semua tanpa terlewatkan ikut lenyap...


makasih ya udah sabar dan setia nunggu kisah Abelong di karya remahan rengginangku ini🤗🤗🤗🤗


Sebagai ganti kemaren biar nggak kena PHP (nggak enak emang di PHP) author up lagi nih hari. mudahan muncul hari ini, review dari MT sekarang lama.


Udah itu aja pengumuman yang nggak penting dari author. sekian dan terima duit😁😁


Beri semangat author pencet LIKE ketik KOMENT yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. Loph U ❤️

__ADS_1


__ADS_2