
Malam ini usai melaksanakan sholat magrib berjamaah, keluarga Ervan menikmati makan malam dengan hidangan yang dimasak oleh Bi Mina dan Riri.
Ada yang berbeda malam ini dibandingkan malam-malam sebelumnya. Satu kursi yang biasa di tempati Miranda sudah kosong. Riri makan lebih lahap malam ini tanpa beban dan ketakutan.
"Pa, tadi Tante Mira pergi di jemput sama Omah..." Kata Abel memecah keheningan di meja makan.
"Jadi tadi Omah kesini cantik..." Tanya Riri.
"Ya Ma, sore tadi pas Abel pulang sekolah, tumben Tante Mira sebentar aja disini," seru Abel lagi.
"Mungkin Tante Mira pengen nginep di rumah omah sayang..." Jawab Ervan berpura tak tahu.
"Baguslah, Tante Mira kalau disini genit sama Papa..." Ucap Abel.
uhukuhuk. Ervan tersedak mendengar perkataan anaknya. Dengan cepat Riri dan Abel menyodorkan gelas, tapi Ervan memilih gelas yang dihadapannya. Abel dan Riri meletakkan lagi gelas masing-masing diatas meja.
"Pelan-pelan makannya Mas, Abel cuma berkata apa adanya." Ujar Riri mengosok punggung suaminya.
"Ya, sayang lanjutkan makannya..." balas Ervan.
Untung aja mama sendiri yang langsung turun tangan jemput Miranda kalau nggak, aku nggak yakin Miranda mau pergi dari rumahku. Ervan.
Usai menyelesaikan makan malam kini ketiganya menjalankan sholat isya berjamaah dan kembali ke kamar masing-masing.
Riri menganti bajunya dengan piyama tidur ibu hamil, membersihkan wajahnya dan segera menyusul suaminya yang masih sibuk dengan ponselnya ditempat tidur.
Melihat keberadaan Riri disampingnya Ervan meletakan ponselnya dan memegang tangan istrinya menghadap ke arahnya. Riri tersenyum pada suami yang selalu tampan meski tidak tahu apa yang akan dilakukan suaminya menatapnya terus.
"Sayang, rumah tangga itu ibarat bahtera yang mengarungi samudera, kadang berjalan pelan dan tenang sambil menikmati indahnya pemandangan, kadang bisa juga ada ombak datang yang membuat kapal terguncang, begitu halnya kita sayang, kadang semuanya berjalan tenang kita jadi keluarga yang sakinah tapi bisa saja ketenangan kita terguncang karena suatu hal, karena teman saudara, keluarga atau bahkan karena Miranda kemarin yang tiba-tiba muncul ditengah kita, yang hampir membuat kita berselisih karena kesalahpahaman." Ungkap Ervan.
"Maafkan Riri ya Mas, kalau minggu ini sering ngambek dan bikin susah Mas...." Ujar Riri mengeratkan genggamannya.
"Nggak sayang, kamu nggak salah, Mas yang mungkin kurang bisa memahami situasi, Mas terlalu bersimpati sama Miranda tapi kenyataannya Miranda tidak seperti itu, dia punya tujuan lain,"
"Riri juga takut banget Mas semenjak Miranda dirumah kita, mungkin Riri terlalu sering nonton drama Korea tentang suami yang direbut pelakor, Riri jadi takut terjadi hal yang sama kalau Mas dekat-dekat sama wanita lain...."
"Astagfirullahaladzim sayang, Mas kan sudah pernah bilang, hal yang terpenting dalam hubungan adalah kepercayaan dan kesetiaan. Cuma kamu yang membuat hati Mas luluh, kalau kamu pergi dari Mas cuma kehancuran untuk Mas, jadi meskipun melihat seorang yang lebih baik atau seribu Miranda dirumah kita hati Mas hanya untuk kamu sayang, istriku..."
"Mas kenapa jadi manis gini, jangan kan seribu Mas, satu aja bikin Riri pusing..." kata Riri tersipu.
"Ya kan perumpamaan sayang, Mas memang nggak pandai bikin kata puitis atau gombalan aneh kayak Adrian, terima kasih ya sayang sudah berada disisi Mas dan mendampingi Mas sampai saat ini, menjadi ibu untuk Abel dan anak-anak Mas nanti..."
Riri tiba-tiba meneteskan air mata terharu. "Tidak ada rumah tangga yang sempurna Mas kecuali rumah tangga Rasulullah, tapi jika kita bisa saling berkerja sama dan menguatkan, Mas sebagai pemimpin dan Riri sebagai rakyah Mas, InsyaAllah kita bisa melewati setiap badai yang menimpa rumah tangga kita..."
Ervan menghapus air mata isrtinya. "Insha Allah Sayang, kamu gampang sekali nangis sih sayang." lalu mencium keningnya.
Ervan meletakan kaki Riri dipangkuannya. "Sekarang Mas pijitin kakinya sebelum tidur, kaki kamu bengkak banget sayang..."
Riri pun menurut pada suaminya dan membiarkan suaminya memijat pelan kakinya meski dia merasa tidak enak pada suaminya. "Kata dokter wajar Mas kalau usia kehamilan tua, nanti kalau sudah lahir akan kempes sendiri...."
"Sayang, Mas hampir lupa, besok ulang tahun Abel, kita kasih kado apa buat milyader kecil kita...." Kata Ervan.
Riri tertawa mendengar sebutan baru Abel, "Ya Mas Riri juga lupa, Mas gimana kita bikin suprise aja sama Abel kayaknya YouTubers-youtuber Mas..."
"Bisa sayang, kita tidur dulu aja besok kita bahas lagi..."
Usai memijat kaki Riri beberapa menit, keduanya tidur di bawah selimut yang hangat.
*****
Pagi ini semua berkumpul di meja makan seperti biasa menikmati sarapan. Semua tampak menikmati makanan yang disiapin Riri dan Bi Mina.
__ADS_1
"Pa Ma, Inget nggak hari ini hari apa..." Tanya Abel ceria sambil meneguk jus jeruknya.
"Hari sabtu sayang, memang kenapa kamu mau jalan ke mall atau ke alam terbuka...." Jawab Ervan.
"Jangan ke mall ya Sayang, sekarang Mama sering capek..." Balas Riri juga.
"Masa nggak ada yang Inget sih, emang mama sama papa nggak punya sosmed yang bisa ingetin hari ini hari apa, SEBELllll!" Kata Abel bangkit dari kursi menaiki tangga.
Ervan hendak mengejar Abel, karena tidak tega melihat anaknya marah. Tapi Riri menghentikan langkahnya supaya rencana mereka berhasil.
Kini semuanya bubar menuju kamar masing-masing. Riri pusing melihat Ervan yang mondar mandir kebingungan.
"Mas, jangan cemas gitu dong tinggal beberapa jam lagi tunggu kado kita datang..." Hibur Riri pada suaminya yang terlihat panik.
"Mas takut Abel sedih sayang, selain hari ulang tahunnya, hari ini juga telah lima tahun ibunya ninggalin kita sayang..."
"Ya Mas Riri ngerti, Insha Allah Abel anak yang kuat kok..."
Setelah kado berserta kue yang mereka pesan datang, Ervan dan Riri langsung menuju kamar Abel. Riri membukakan hadle pintu, nampak Abel yang meringkuk di atas kasur sambil memegangi pigura foto dirinya waktu kecil bersama ibunya Amanda.
"Happy birthday to you 🎵..." Suara Riri dan Ervan bersamaan yang membuat Abel langsung bangun dari posisi tengkurapnya. Abel yang nampak habis menangis merasa malu menutup wajahnya.
Ervan memberikan kue pada Riri, dan memeluk Abel.
"Tambah gede ya anak papa..." Ujar Ervan.
Abel meninju perut Papanya. "Nyebelin, Abel kira Papa lupa...."
"Nggak dong Sayang, masa iya Papa Lupa.."
"Abel, yaumul milad sayang..." Kata Riri bergantian memeluk Abel.
"Terima kasih Mama, I love you nggak ada lilinnya..." Seru Abel melihat kue yang cantik dengan figure dirinya.
"Ya, Mama cantik...." Balas Abel.
Kini ketiganya menuju lantai bawah, di lantai bawah sudah menyambut Bi Mina, Pak Amin dan sahabatnya Rena. Abel memotong kue pertama dan diberikan pada Riri dan Ervan. Dilanjutkan memotong kue berikutnya diberikan lain.
"Cantik, ini kado buat kamu, buka ya..." Riri menyerahkan kotak kado untuk Abel.
"Makasih Ma..." Balas Abel antusias membuka kadonya, tapi wajahnya langsung berubah masam melihat isinya. Abel mengangkat beberapa buku dari kotak kado.
"Cara merawat bayi..." Abel membaca salah satu buku, "Menjaga bayi dengan baik..."
"Menjadi kakak yang baik dan siaga." Judul buku terakhir, membuat seisi ruangan tertawa melihat kado dari Riri.
"Dek, lihat kelakuan Mama, kado buat kakak mau dijadikan babysister," celetuk Abel berbicara pada perut Riri.
Seisi ruangan tertawa melihat tingkah Abel. Giliran Ervan memberikan paper bag pada Abel.
"Makasih Pa..." Abel antusias membuka paper bag nya.
"Iphone keluaran terbaru, keren Pa..." Kata Abel senang.
"Hp kamu kembaran sama mama sayang..." Seru Ervan, tapi tiba-tiba Abel jadi nggak ceria lagi.
"Tapi HP Abel masih bagus Pa, kenapa harus ganti Hp lagi, yang lama nanti nggak dipakai, bukan kan itu namanya israf pemborosan..."
Deg. Ervan tak menyangka melihat perubahan sikap Abel yang berbeda dengan dulu harus selalu update ponsel keluaran terbaru, kata-kata Abel persis seperti Riri saat ia membelikan ponsel baru.
"Ehem Ehem siap menampung yang bekas.." Canda Rena berdehem samar.
__ADS_1
Abel melempar Rena dengan bantal sofa kecil. "Ngarep..."
"Berbagi kepada yang membutuhkan abelong..." Canda Rena lagi.
"Ya sayang, yang lama kasih Rena aja.." Ucap Ervan.
"Alhamdulillah, beneran om yes yes, tuh denger abelong..." Seru Rena kesenangan.
"Ya, anak bawel.." Balas Abel
Suasana kembali ceria sembari menikmati kue dan makanan ringan.
"Oh ya sayang, nanti mau traktir teman-teman kamu dimana, biar papa pesankan tempat dari sekarang..." tanya Ervan.
"Kayaknya nggak perlu pesan tempat Pa Abel udah punya rencana, Abel nggak bareng temen-temen Abel disekolah, tapi sama teman-teman Abel yang lain, temen-temen yang nggak seberuntung Abel punya mama sama Papa..." Jawab Abel.
"Maksudnya sayang, teman kamu yang mana lagi..."
"Teman-teman Abel yang di panti asuhan Pa, pasti mereka senang kita berbagi kebahagiaan disana, sekalian kita berdoa untuk Mama yang lima tahun udah tenang disana dan doain Mama Riri sama adek bayinya Abel..."
Ervan begitu terharu mendengar perkataan Abel yang jauh berubah, hingga sedikit dirinya merasa melo. Anak gadisnya kini berusia tiga belas tahun semakin beranjak remaja.
"Wah, anak Mama luar biasa banget, ya udah Mama siapin keperluan untuk disana...." Kata Riri senang.
"Mama, pakai uang tabungan Abel ya, biar Abel yang dapat pahala bukan Papa.." Cetus Abel lagi.
"Tabungan kamu di simpan dulu aja ya cantik..." Ujar Riri.
"Jangan Ma, pakai tabungan Abel aja udah ngumpul banyak banget celengan Abel sampai nggak muat ..." Rengek Abel.
Riri pun terpaksa menerima permintaan Abel yang memaksa.
Riri mendekati suaminya dan berbisik. "Mas, Alhamdulillah milyader kecil kita baik hati, tidak sombong, rajin menabung lagi..." Canda Riri.
"Berkat kamu sayang, makasih ya..." Ervan mencium pipi Riri meskipun diruangan masih ada orang dan dua anak di bawah umur.
"Pa, ada anak dibawah umur..." sindir Abel
Ervan dan Riri pun tersenyum malu dan menyatukan tangan meminta maaf.
Usai acara berkumpul lagi hari, Riri pun mempersiapkan keperluan yang akan dibawa nanti sore untuk menemui teman-teman baru Abel.
.
.
.
.
.
.
.
. NEXT.
**Terima kasih Zen yang udah ikuti cerita ini dari awal beberapa bab lagi cerita ini akan Tamat ya....
Terima kasih udah sabar nunggu up dari author.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote nya author biar semangat up nya 🙏🙏🙏🙏**