Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 48 Cemas


__ADS_3

Beberapa menit menyusuri jalan, Riri dan Ervan sampai didepan gerbang universitas B. Riri turun dari motor, Ervan membantu Riri membuka helm yang dikenakan.


"Makasih ya mas." Riri menyerahkan helm pada suaminya.


"Mas tunggu dicoffe shop ya, nanti kalau udah selesai langsung telepon mas." Kata Ervan.


"Ya mas, paling satu setengah jam aja nanti adzan magrib kelas udah selesai." Balas Riri mencium pucuk tangan suaminya.


Kepala Ervan akan maju mencium kening istrinya. Tapi Riri melangkah mundur. "Mas ini tempat umum."


"Maaf sayang, kebiasaan ada yang kurang kalau belum cium kamu ." Ervan menyalakan mesin motor metiknya akan menuju coffe shop diseberang jalan.


Riri berjalan melangkah masuk kedalam area kampus meninggalkan suaminya. Ketika masuk kelas teman-teman wanitanya langsung berkeliling mengerubungi Riri dan memberi selamat kepada Riri atas pernikahanya.


"Ri gimana malam pertama kamu." Kata salah satu teman sekelas Riri yang masih berkerumun disekitar Riri.


"Kepo deh maka nya kalau pengen tahu nikah sana." Ujar Rika yang membela Riri ketika semua temannya menanyakan pertanyaan yang sama.


"Rika kamu sendiri aja jomblo, nyuruh orang nikah." Kata salah satu temannya diikuti suara sorakan dan tawaan pada Rika.


Langkah kaki dosen perempuan yang memasuki kelas membuyarkan semua suara dikelas berganti hanya kesunyian dan mahasiswa yang berkerumun sudah menempati tempat duduk masing-masing. Dosen memulai kelas menyampaikan materi kuliah dengan suasana tertib semua seisi kelas memperhatikan dengan cermat.


"Riri nanti ceritakan pribadi ya malam pertama kamu." bisik Rika pada Rika disela-sela dosen menyampaikan materi perkuliahan yang memang tempat duduk mereka berdekatan.


"Makanya nikah juga jangan ngejomblo terus biar tahu." Riri tertawa kecil. Rika langsung mecubit lengan Riri.


"Auwuwu!" suara Riri refleks merasa sakit yang mebuat seisi kelas menoleh pada sumber suara. dengan malu Riri menyatukan tangannya dan menunduk meminta maaf.


Kelas kembali tenang, dosen memulai lagi mata kuliah eksak yang akan disampaikan hingga nanti waktu menjelang adzan magrib.


****


Ditempat yang berbeda Ervan menikmati secangkir kopi cinta rasa lokal kesukaan. suasana cafe masih sepi mengingat mahasiswa diseberang jalan masih menjalani proses perkuliahan diwaktu ini.


"Ervan,?" Suara laki-laki berkaca mata yang membangunkan keseriusan Ervan memainkan ponsel.


"Adrian." Balas Ervan. "Apa kabar bro." sambung Ervan lagi memeluk laki-laki berkacamata itu yang tak lain adalah sahabatnya waktu kuliah dikota Y.


"Baik-baik, boleh gabung nih." Sambung pria yang bernama Adrian itu.


keduanya duduk berhadapan dikursi cafe sambil menikmati kopi masing-masing.


"Tentu dong, kemana aja setahun ini aku kira udah nggak ngajar lagi disini." Seru Ervan.


"Lanjutkan kuliah profesi bro setahun, kan aku mau jadi dosen tetap disini. Gimana kerjaan? kayaknya makin maju nih." Ujar Adrian lagi.


"Ya Alhamdulillah bro, lagi banyak blok yang mau dikerjain." Balas Ervan.


"Anak gimana kabarnya, kangen juga sama Abel lama nggak ketemu pasti udah gede dia."


"Makin cerewet dia, tapi makin cantik anak siapa dulu." Seru Ervan memuji diri sendiri.


"ngomong-ngomong jauh banget ngopi disini, lagi ngisi seminar dikampus atau jadi dosen tamu?"

__ADS_1


"Nggak keduanya bro, aku lagi nunggu istriku dia ada mata kuliah."


"Bu bos kuliah lagi, kan dia sudah lulusan Prancis." Kata Adrian yang dimaksud adalah Tiara.


"Bukan bro, aku nggak sama Tiara lagi, nanti kalau istriku selesai kuliah aku kenalin sama dia."


" Wih aku ketinggalan info, suka sama yang ABG sekarang, anak kuliahan." ledek Adrian.


"Ya jodohnya dapat anak kuliahan, kamu gimana bro kapan nih aku dapat undangan, udah kepala tiga, jangan bilang masih jomblo."


"Sebenarnya setahun lalu aku ngincar mahasiswiku, anak nya manis, cantik dan paling lincah dikelas ." seru Adrian.


"Nah suka ABG juga kan. udah setahun bro memang dia nggak punya pacar." sindir Ervan.


"Mungkin sekarang dia udah semester akhir, Itu yang aku suka dari dia bro, dia nggak pacaran dia ikut UKM cinta Islam yang anggotanya kan nggak boleh pacaran tapi ta'aruf." Lanjut Adrian antusias.


"Calon istri Solehah bro, kayak istriku langsung aku nikahin." kata Ervan.


"Sebelum aku pergi ke kota Y, aku sempat bawa dia buat kerja ngajar disekolah, supaya melatih dia dewasa selain itu dia juga mahasiswi pintar. Soalnya setahuku dia dulu kerja dimini market sambil kuliah." Cerita Adrian.


Kenapa yang dimaksud Adrian seperti Riri sih, sebelum ngajar disekolah dia memang bekerja dimini market. Ya ampun apa yang kupikirkan, mahasiswa di universitas B kan ribuan mungkin dia punya nasib yang sama dengan riri. Ervan .


"Mudahan berhasil ya bro, biar bisa gandeng cewek juga nggak laptop terus yang digandeng." Goda Ervan pada Adrian.


"oke siap-siap. Van sori banget nih, sebenarnya aku pengen ketemu istri kamu, tapi aku ada mata kuliah habis magrib. Mau balik kampus dulu, kapan-kapan kita ketemu lagi." Kata Adrian bangkit dari kursi. Ervan mengangguk dan Adrian mulai berjalan meninggalkannya.


Sebenernya masih banyak yang ingin dibicarakan dengan Adrian sahabatnya dulu yang lama tidak bertemu setahun ini. Ervan juga ingin memperkenalkan Riri istrinya yang satu kampus dengan Adrian. Setelah beberapa saat Ervan mendengar kumandang adzan magrib dari masjid kampus, selang beberapa detik ponsel nya bergetar menandakan pesan masuk.


Riri : Mas Riri udah keluar kelas kita sholat dimasjid aja ya dulu, Riri tunggu mas dimasjid 😘😘.


Ervan bergerak cepat keluar dari kafe dan menuju Masjid yang terletak didalam area kampus.


Usai melaksanakan sholat berjamaah Ervan keluar dari masjid menunggu istrinya yang juga belum keluar dari pintu Masjid bagian wanita. Tak lama berselang Ervan melihat Riri dengan beberapa kerumunan wanita disana.


Ervan melanjutkan langkahnya menghampiri istrinya.


"Ayo sayang kita pulang." Ervan mengandeng tangan Riri dengan menyatukan jari-jarinya didepan teman-temannya.


"Cieh...cieh" goda Rika dan beberapa temannya.


"Rika, yang lain aku balik dulu ya." Seru Riri.


Riri seneng juga aku liatnya suamimu sweet banget sampe rela nungguin kamu kuliah segala. Rika


"Ya mas ayo." berbalik dan meninggalkan teman-temannya.


Ervan terus mengandeng tangan Riri disepanjang jalan menuju tempat Ervan memarkir motornya meskipun setiap kali orang disekitar kampus memperhatikannya. Tapi Riri tak merasa malu atau keberatan karena yang mengandeng tangannya adalah suaminya.


Ervan membantu Riri memakai helm. Mereka pun bergerak melajukan motornya kembali menyusuri jalanan malam menikmati cahaya lampu malam pinggir jalan disusul kendaraan bermotor yang saling adu kecepatan dijalan. Selama perjalanan dinginnya angin malam sesekali terasa dikulit. Ervan memengangi tangan Riri sesekali yang melingkar diperutnya. Riri merasa sangat nyaman dikursi penumpang sambil terus mempererat pelukan agar terasa hangat mengingat suaminya yang tidak memakai jaket.


"Sayang kamu nggak kedinginan dulu tiap malam naik motor terus." Kata Ervan pada Riri diatas kendaraan.


"Udah biasa mas, lagian naik motor lebih cepat, apalagi sekarang sama mas gini Riri senang banget." balas Riri.

__ADS_1


"Nanti latihan nyetir ya biar kamu bisa bawa mobil kemana-mana, mas kepikiran kalau kamu bawa motor sendiri, resikonya tinggi." Ujar Ervan lagi.


"siap suamiku sayang, Oh ya Mas mau makan dirumah atau dijalan Riri lapar."


"Terserah kamu."


"Nanti mas stop di Taman kota ya, Riri kangen siomay abangnya." Pinta Riri.


Ervan mengangguk sudah menduga keinginan istrinya, beberapa menit sudah sampai ditaman kota. Mereka turun dari motor segera memesan siomay dan mencari tempat duduk ditaman kota. Beberapa menit Abang tukang siomay sudah datang mengantar pesanan.


Disela makan pengamen datang menghampiri mereka. menyanyikan lagu kesukaan Riri. Ervan hendak memberi uang pada pengamen agar segera pergi tapi Riri mencegahnya.


"Bang nyanyi Dua lagu lagi." Kata Riri pada pengamen memberi pecahan uang sepuluh ribu. Pengamen menganguk dan menemani mereka dengan nyanyiannya.


"Murah ya sayang bikin kamu bahagia naik motor makan di pinggir jalan ditemani pengamen." seru Ervan yang tersentuh dengan sikap sederhana istrinya.


Riri tersenyum dan memaklumi suaminya yang mungkin belum terbiasa dengan kebiasaan Riri sebelumnya.


Usai menghabiskan makananya mereka beristirahat sejenak. Tiba-tiba Ervan teringat omongan Adrian menjadikan rasa penasaran mengeliat dipikirannya.


"Sayang dulu yang bawa kamu ngajar kesekolah siapa." Tanya Ervan.


"Kenapa tiba-tiba nanya itu, Dosen Riri mas, kan Riri udah cerita dulu."


"Siapa namanya? masih muda atau udah tua."


Ervan semakin penasaran.


"Mas nggak kenal juga, namanya pak Adrian."


Jawab Riri.


Deg. Ervan bener-bener sangat terkejut dan tidak pernah menyangka kalau memang benar istrinya adalah wanita yang diincar sahabatnya. Dengan sekejab suasana hatinya jadi buruk. Rasa cemas dan kesal menyelimuti perasaannya saat ini.


"Ayo kita pulang sayang, besok mas udah mulai kerja." Ervan langsung mengandeng tangan Riri dan menuntunnya mengikuti langkahnya. Riri yang tidak menyadari rasa cemas suaminya mengekor mengikuti langkah suaminya.


Diperjalanan Ervan hanya diam, tapi Riri masih belum menyadari kebisuan suaminya.


Ervan memarkirkan kendaraannya dan mengandeng Riri memasuki rumah. Menaiki tangga dan keduanya melihat dulu sejenak dikamar anaknya nampak Abel dan Rena sedang asik belajar dan sesekali bermain ponsel.


Didalam kamar sudah sama-sama memakai baju tidur, Riri mulai menyadari suaminya terlihat tidak seperti biasa, suaminya lebih diam dan tidak mengodanya seperti biasanya.


Riri menyusul suaminya naik diatas ranjang.


"Mas, ada masalah ya kok mas diam dari tadi." Kata Riri memulai pembicaraan.


"Nggak apa-apa kok sayang, ayo tidur." Ervan merangkul istrinya dan mebenamkan tubuh istrinya dalam dekapannya.


Sebaiknya Riri jangan tahu dulu, Sial kenapa Riri wanita yang diincar Adrian! kenapa aku jadi cemas begini, setelah Adrian tahu Riri itu istriku dia pasti akan berhenti mengejar Riri. Tenang lah jangan pernah berpikir buruk dan termakan cemburu. gerutu Ervan dalam hati sambil mencium kening istrinya dan mempererat pelukannya.


Next.........


(Tentang dosen Riri udah disinggung di BaB 10 ya)

__ADS_1


Terima kasih readers udah Membaca novel ini. ☺️☺️☺️


Jangan lupa dukung author tinggalkan jejak like koment dan VOTE VOTE VOTE AUTHOR please biar semangat Up up lagi πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2