
Suasana yang teduh di bawah naugan langit biru yang cerah. Di sambut rindangnya ribuan pohon pinus yang terjajar rapi pinggir jalan di sepanjang mata memandang. Suara ombak pantai di pinggiran pohon-pohon pinus ini, seperti ikut menyambut kedatangan siapa saja yang hadir di acara pernikahan Abel dan Davin.
Ratusan Kursi-kursi kayu untuk tamu pun di jajar rapi untuk meyaksikan akad nikah keduannya. Konsep pernikahan Abel dan Davin benar- benar seperti menyatu dengan alam. Semua selaras mulai dekroasi akad yang didominasi bunga kering yang melingkar di antara meja yang akan digunakan untuk prosesi suci ijab qabul.
Jangan mengharapkan kursi tamu mewah atau hiasan nuansa kemilau emas di acara ini. Tidak ada juga pelaminan mewah yang panjang bermeter-meter dengan hiasan warna-warni juataan bunga indah. Yang disuguhkan di acara pernikahan ini hanya ada alam terbuka dengan kursi-kursi yang dibuat seolah menyatu dengan pohon-pohon di sekitarnya. Sangat amat sederhana memang, tapi inilah pesta pernikahan impian seseorang.
Tidak akan ada yang menyangka kalau acara pernikahan sederhana ini adalah pernikahan anak pengusaha besar di kota B Adiguna group, dan juga keluarga pemilik perusaahan pengola kelapa sawit sekelas WPH.
Davin terlebih dahulu datang ke lokasi acara pernikahan. Ia turun dari mobil menuju lokasi akad adengan penjagaan empat pengawal berbadan tegap untuk mengantisipasi keadaan. Perasaan gugup, panik, panas menyelimuti dirinya meskipun suasana angin yang semilir pasti membuat siaapun rilesk. Tamu undangan yang hanya dihadiri keluarga besar dan kerabat dekat mulai duduk memenuhi kursi-kursi kayu yang tersusun berjajar.
Semakin mendekati waktu akad, keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya, jantungnya berpacu memompa lebih cepat dari biasanya. Ia terus memegangi dadanya sambil menunggu calon istrinya yang tak kunjung datang.
MC mulai membuka acara di lanjutkan dengan lantunan beberapa ayat-ayat suci Al-Quran. Tak lama, MC memberitahukan bahwa mobil pengantin mempelai perempuan telah tiba. Semua tamu undangan berdiri menyambut kedatangan.
Disisi yang lain, Abel turun dari mobil dengan perasaan sangat gugup, berdebar dan juga merinding semua bercampur menjadi satu. Ia melangkah menuju lokasi akad di dampingi keluarga besarnya. Tangan Abel mengenggam erat bunga pinus kering sedangkan tangan yang lain mengandeng erat tangan Papanya. Dari kejauhan Abel melihat dekorasi pernikahan sama seperti impiannya.
Abel berjalan menuju tempatnya akad dengan sambutan ratusan pasang mata yang melihatnya. Tak terkecuali Davin begitu terbius dengan kecantikan calon istrinya. Debaran jantungnya betambah kencang, suhu tubuhnya mendadak menjadi panas meskipun ia berada di kawasan penuh oksigen.
Semua duduk kembali setelah Abel duduk di barisan terdepan. Davin menuju meja Akad dengan penghulu, Ervan sebagai wali, dua saksi dari kedua belah pihak.
Abel masih belum bisa meredam debaran jantungnya saat penghulu menyampaikan nasehat pernikahan. Suasana sakral dan hening mulai tercipta, yang terdengar hanya deburan ombak dan angin yang bertiup mengoyangkan tangkai daun pinus.
Ya, saat ini Ervan menjabat tangan Davin dan akan membacakan kalimat ijab qobul.
Davin mulai keringat dingin yang membanjiri pelipis dan jantungnya yang seolah berpacu 10 kali lebih cepat dari biasanya. Meskipun sudah menghafal kalimatnya.
Ervan menghentakan tangan Davin. “Saya terima nikah dan kawinnya Abelia Amvan Wijaya binti Ahmad Ervan Wijaya dengan Mas Kawin tersebut Tunai!” Davin melafalkan kalimat dengan satu tarikan nafas.
“Saksi SAH!” kata penghulu semangat.
“SAH ….” Kata Ervin salah satu saksi.
“SAH ….” Suara para tamu undangan yang mulai ribut kembali.
__ADS_1
Abel yang mendengar kata itu langsung meneteskan airmata memeluk Mama Riri. Ia tak percaya sekarang menjadi seorang istri dari laki-laki yang dicintainya. Riri mencium kening Abel, kini Abelia mereka sudah milik suaminya.
Riri mengantarkan Abel duduk bersanding dengan suaminya. Abel merasa malu sekarang laki-laki yang di sampingnya adalah suaminya sekarang. Davin menyerakan mahar pernikahan berupa seperangkat alat sholat.
Abel meraih punggung tangan Davin dan menciumnya. Disusul Davin yang mendaratkan kecupan dikening Abel. Abel memejamkan matanya ketika kulit dahinya terasa hangat, lelaki yang mencium keningnya kini adalah suaminya.
Davin melanjutkan menaruh tangannya di atas ubun-ubun Abel, ia melantunkan doa yang di ajarakan Angga dengan Abel yang mengamini doa suaminya.
Setelah prosesi akad nikah, sungkeman dan cara foto-foto selesai, Davin tak pernah melepaskan tangan Abel dalam gengamannya. Kini kedua pengantin baru ini berdiri di pelaminan sederhana berhiaskan bunga-bunga kering untuk memberi kesempatan tamu undangan memberikan ucapan selamat.
Akhirnya setelah beberapa saat, Abel dan Davin terbebas dari kerumunan orang-orang. Davin langsung menarik tangan Abel sedikit menjauh dari tempat acara dengan alasan melakukan sesi foto.
“Akhirnya kita bisa berdua sayang, kita sudah halal sekarang.” Davin sudah menyudutkan Abel di pohon pinus yang cukup besar sambil mencium tangan Abel digengamannya.
“Bang Davin, nanti yang lain cari kita,”ujar Abel langsung merona merah.
“Kiss, sebentar aja.“
“Bang Davin, kan bisa nanti malam kalau sudah di rumah. Malu nanti ada yang lihat,” Abel mencari alasan karena merasa malu.
“Kalau nanti malam, Abang maun kiss Kiss yang lain sayang. Hukuman udah buat bang Davin berkerigat di depan penghulu tadi.” goda Davin pada Abel. Abel mendorong suaminya itu karena Davin terus menghimpit dirinya yang membuat gugup dan tubuhnya meremang.
“Kakak … kakak….” Suara bocah yang menarik-narik baju Abel membuyarkan momen romantis keduanya. Mau tidak mau, suka tidak suka keduanya menghentikan aktifitas cium mencium yang bahkan belum sempat dimulai.
“Ray, ada apa kamu kok bisa disini,” seru Abel kesal. Ray menunjuk ke arah Nolan yang berdiri tak jauh dari mereka berada. Perlahan Nolan mendekat keberadaannya mulai disadari.
“Aku nggak enak ganggu kalian, makanya aku suruh Raydan. Kalian dicari yang lain untuk acara makan bersama keluarga,” seru Nolan.
“Ya No, kita kesana,” balas Davin merasa malu.
“Bang, aku bisa ijin bicara sama Abel dulu sebentar. Nanti kita nyusul," ujar Nolan.
"Tentu No, aku akan kesana dulu dengan Ray," balas Davin menepuk pundak Nolan.
Davin dan Raydan mulai perlahan menjauh mendekati lokasi pernikahan.
__ADS_1
"Ya No, kau ingin bicara apa denganku." Kata Abel.
"Bisa kah dulu aku memelukmu sebentar saja sebagai adik iparmu," seru Nolan.
Dirinya dan Abel kini sudah menjadi saudara ipar, mereka mahram tapi mahram sementara. Begitu yang ada dipikiran Nolan.
.
.
.
.
.
.
.
Next.....
______________________________________________
Hola aku Einaz, author nyasar kisah tiga manusia penuh teka – teki ini.💃😘
Dari beberapa episode yang sudah-sudah kemarin. Kalian pada bertanya-tanya kan dengan siapakah Abel akan berakhir. Nah!! Sekarang kejawab kan semua? Ya ya ya ei sadar Mungkin sebagian kecewa karena Abel berlabuh sama Davin.
Tapi Ei berani sumveh ini sudah sesuai dengan kerangka yang Ei buat dari jaman adiknya abel masih Jadi orok.😁😁
Ei ini tipe othor yang konsisten yang ikuti alur yang udah ei susun hingga ending.
Iya iya iya Ei punya hutang penjelasan sama kalian yang dukung Bang No – Abel, alasan kenapa ini terjadi dan Ei seolah mengdzolimi bang Nolanku nanti Ei bakal kasih alasannya.😲😲
Udahan curhat ei yang nggak penting-penting amat ini ,ei boleh kondangan dulu ya mau makan daging.🏃🏿♀️🏃🏿♀️
__ADS_1
______________________________________________
Beri semangat author pencet LIKE tombol jempol ketik KOMENT sesuka hati kalian yang punya POINsekarang Bagi VOTE seikhlas kalian. loph U ❤️ selalu