
Tubuh Davin terhuyung hampir terjatuh akibat dorongan Ervan, untung saja ia berpegangan pada pot besar dekat pintu. Davin kembali bangkit dengan cepat ketika Ervan akan menutup pintu, tangan Davin berhasil menahan pintu yang akan tertutup dengan sekuat tenaga.
“Mas, tolong Mas sekali ini aja aku ingin ketemu sama Abel.” Davin masih bersikukuh dihadapan Ervan sambil tangannya menahan pintu yang akan di tutup oleh Ervan.
“Davin! Kamu mau ngomong apa lagi sama Abel, belum puas kamu nyakiti dia!” bentak Ervan geram.
“Mas, aku mau ngomong sama Abel, aku mau jelasin semuanya sama dia, untuk selanjutnya aku terima semua keputusan Abel.” Davin masih bersikukuh ingin bertemu Abel dengan tangannya masih menahan pintu.
“Mas …ada apa ini.” Riri menghampiri keduanya, dia membuka pintu yang di pegang Suaminya dan ditahan Davin. Kedatangan Riri sedikit meredakan emosi suaminya.
“Kak Riri, apa aku bisa bertemu Abel,” ujar Davin. Berharap kali ini Riri menjdi penyelamatnya.
“Davin tolong tenang, nggak enak dengan tetangga kalau kita ribu-ribut disini,” ujar Riri.
“Davin! Untuk apalagi! Kamu mau bertunangan dengan Kayla Kan, jadi tolong dengan hormat jangan gangu Abel lagi dan tinggalkan rumah kami.” Ervan berbicara lebih tenang ketika ada Riri.
“Mas pertunanganku dengan Kayla batal, aku mohon Mas. Tolong kasih aku kesempatan sekali saja, setelah itu apapun keputusan abel, aku akan terima Mas.” Davin terus memohon tapi masih saja tertahan didepan pintu.
“Oh, jadi pertunagan kamu dengan Kayla dibatalkan.” Nada menyindir.
“Itu sebabnya kamu mau rayu Abel lagi, kenapa Davin karena kamu tahu kalau Abel pemilik Wilson Palm atau kamu juga tahu mewarisi empat puluh persen kepemilikan di WPH. Jadi kau dan keluargamu merasa setara.” Sambung Ervan dengan nada menyindir.
“Aku sama sekali nggak berpikiran kayak gitu Mas, aku sangat mencintai Abel dengan hati.”
Ervan maju ingin meninju Davin mendengar ucapannya. “Udah Mas cukup!” Riri berusaha lagi menenangkan suaminya yang mulai terpancing emosi lagi.
“Simpan cinta palsumu itu, aku minta baik-baik kamu pergi sekarang, Abel nggak ada dirumah. Kalaupun ada, jangan harap bisa ketemu sama dia.” Kali ini Ervan benar-benar menutup pintu.
Davin meraup wajahnya kesal di depan pintu rumah Abel yang tertutup. Ia hanya bisa berdoa semoga Allah memudahkan jalan untuk bisa memperbaiki semuanya. Kini ia seperti tersesat tanpa tujuan belum bertemu Abel, langkahnya masih berat meninggalkan rumah Abel. Ia masih enggan untuk pergi, ia memilih bertahan duduk di kap mobilnya memandang jendela kamar Abel yang gelap. Ia akan bertahan sampai bisa melihat wajah Abel sekilas saja, sudah bisa membuatnya tenang. Nomor telepon Abel pun, tidak bisa dihubungi sejak tadi siang.
Dari sisi yang berbeda, Riri melihat dari jendela kamarnya. Davin masih berdiri didepan halaman rumahnya. Untung saja hari tidak hujan, pasti sangat dramatis nasib Davin. Menunggu kekasih yang memang tidak ada dikamarnya, seperti telenovela yang biasa ditonton Riri. Riri jadi merasa sedikit iba melihat Davin, apa salahnya memberi kesempatan pada orang yang sudah pernah melakukan kesalahan.
Tidak ada manusia yang tak luput dari kesalahan. Apalagi Abel masih cinta sama Davin, bahkan dilihat dari wajah Davin nampak jelas penyesalan yang tulus. Riri tidak melihat sama sekali tampang serakah karena harta apalagi mata duitan pada diri Davin. Riri berharap felling nya tepat.
“Mas, Riri mau buang sampah.” Ijin Riri pada Ervan yang mencari alasan keluar, karena suaminya pasti masih mendidih sekarang,
“Nggak bisa besok sayang, lagian juga kenapa kamu yang buang bukan Bi Mina.” sahut Ervan.
“Malam ini aja Mas, takut lupa tukang sampah sebelum subuh udah ambil,” balas Riri menemukan alasan yang tepat.
Ervan pun memilih mengijinkan Riri daripada harus berdebat karena hal sepele apalagi suasana hatinya sedang buruk sekarang.
Riri bergerak cepat ke halaman rumah sambil menjinjing plastik sampah.
“Davin ….” Riri memanggil lirih Davin yang masih merenung.
Davin yang mendengar ada yang memanggil Namanya langsung menoleh ke sumber suara. Davin mendekat ke arah Riri merasa senang.
__ADS_1
“Ya, Kak.”
“Mas Ervan nggak bohong, Abel memang nggak dirumah. Dia sekarang dikota T tempat miranda, dia sengaja kesana untuk pertemuan bisnis sekaligus menghindari pertunangan kamu dan Kayla,” ujar Riri.
“Makasih banget Kak, aku akan susul dia kesana dan memberikan penjelasan pada Abel, apapun nanti keputusan Abel, aku akan terima.”
“Ya Davin, setiap orang punya kesempatan kedua, manfaatkan dengan baik.”
“Pasti Kak, makasih kak udah kasih harapan mendapatkan cintaku kembali.” Seru Davin merasa sangat terharu. Riri mengganguk mengiyakan.
Tidak ada yang salah mewmberi kesempatan pada orang yang saling mencinta, mudahan Davin memang tulus dan bisa melunakkan hati Abel lagi. Riri
Kini Davin bergegas masuk ke mobilnya, ia berpamitan pada Riri dan berlahan menjauhi rumah keluarga Abel. Davin meraih ponsel menghubungi asistennya untuk mempersiapkan pernerbangannya ke kota T.
Tak lama berselang ponselnya berbunyi, Davin segera mengangkat teleponnya.
Amar : Maaf Pak, tidak ada penerbangan ke kota T malam ini.
Davin : Pakai saja jet pribadi.
Amar : Pesawat pribadi di persiapkan sehari sebelumnya Pak. Penerbangan besok pagi dengan pesawat komersil berpenumpang enam belas orang, apa Anda bersedia.
Davin : Terserah asalkan aku bisa bertemu Abel secepatnya.
Amar : Baik Pak, istirahatkan malam ini Pak. Telepon terputus.
******
Meskipun tidak bisa tidur nyenyak semalaman, Davin sudah bersiap pagi - pagi sekali sebelum penghuni rumah keluar. Dengan membawa koper kecil ditangannya di bergegas keluar dari rumah.
"Davin!" suara Pak Hendrawan melihat anaknya terburu-buru keluar rumah.
Davin menoleh ke arah Papanya. "Ya Pa, ada apa Pa, aku buru-buru."
Plaaakk. Tamparan keras mendarat di pipi Davin. Davin mengerti mungkin Papanya sudah mengetahui apa yang terjadi.
"Kenapa Ervin bilang Kau dan Kayla membatalkan pertunangan!" Bentak Pak Hendrawan sangat marah.
"Karena putramu akan berjuang mendapatkan kembali cintanya,"
"Davin! kebodohan apa ini!" bentak Pak Hendrawan lagi.
"Maaf Pa aku akan bahas ini nanti. Pesawatku akan berangkat sebentar lagi." Davin tidak ingin memperpanjang masalah.
Davin masuk ke dalam mobil yang sudah berhenti di depannya, tanpa memperdulikan Papanya yang masih emosi dan kesal.
*****
__ADS_1
Menempuh perjalanan satu jam menggunakan pesawat jarak pendek yang bersama 16 penumpang yang lain, Davin sudah tiba di kota T. Tak lama menunggu, mobil jemputan sudah berhenti di depannya di ruang kedatangan.
Sebentar lagi mungkin ia akan bertemu Abel, Davin merasa jantungnya berdegup kencang. Perasaan gugup mulai menjalar ditubuhnya. Meskipun tak kan mudah menumbuhkan rasa yang sudah tersakiti. Dia tetap yakin akan berhasil mendapatkan hati Abel kembali.
Kini mobilnya berhenti didepan rumah Miranda yang bersebelahan dengan kantor Wilson Palm. Dengan langkah ringan dan pikiran positif Davin menekan bel rumah Miranda. Hanya selang beberapa detik nampak seorang pelayan membuka pintu.
"Maaf cari siapa," tanya wanita yang nampak seperti ART. Belum sempat menjawab.
"Pak Adiguna, wah ada apa ini kenapa Anda repot, pagi-pagi dan jauh - jauh datang kesini. Kami akan menemui anda kalah memang kau membutuhkan sesuatu ...." Miranda kebetulan muncul dan melihat keberadaan Davin.
"Ibu Miranda, yang aku butuhkan ada disini. Aku ingin bertemu Abel."
"Ya memang dia disini, silahkan masuk. Tunggu lah sebentar aku akan memanggilnya." Miranda mempersilahkan masuk dan duduk. Dia pergi ke belakang memanggil Abel.
Tak lama berselang suara hentakan kaki yang menghampirinya membuat jantungnya kini berdegup Kencang. Davin mendongakkan kepalanya menatap wanita yang dicintainya ada dihadapannya.
"Abel, Abang senang banget bisa lihat kamu." Davin berdiri menghadap Abel.
"Pak Adiguna langsung saja, ada perlu Anda menemui saya." Jawab Abel bersikap formal. Davin menjadi gugup dengan sikap dingin Abel.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT.......
Udahan dulu ya, jari-jari author minta me time 😁
***sumber gambar** @taosattaphongphiangpor*
Terima kasih udah sabar nunggu up dari author 🙏🙏
Beri semangat dan dukungan author pencet LIKE yang ada gambar jempol, ketik KOMENT, yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. loph U ❤️ selalu.
Baca juga novel ini ya.
__ADS_1