Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Season 3 - Tega


__ADS_3

Aline


"Mas, tadi ada yang buka pintu terus di tutup lagi," seruku


"Masa sih? Lihat kita bertukar kesenangan dong," katanya. Cubitan maut melayang ke perut Mas Suami.


"Sakit Sayang!"


"Mas sih, aku seirus!"


"Sayang, yang tahu kode pintu ruangan ini cuma Sandra sekertaris Mas, Dido orang kepercayaan Mas, sama ...." Raffa berhenti bicara.


Aku mengerutkan dahi sambil terus lihatin suami yang langsung diam tak melanjutkan kalimatnya.


"Gampang Sayang, nanti Mas ganti kodenya, biar nggak ada yang bisa sembarang masuk ruangan ini kecuali orang yang memang Mas percaya," katanya sambil elus pipi princess yang mulus ini.


"Jadi malu kan ada yang lihat kita."


"Ya nggak apa-apa, kita kan suami istri."


"Ini mau makan atau peluk-pelukan terus." Rengekku yang masih nempelkan kepala sama suami.


"Makan dong," Raffa tarik bahu aku supaya duduk pada posisi yang benar di sofa.


Aku mulai tuh ambil nasi yang di campur sama sayur terus ku tambahkan sedikit cumi kesukaan Mas suami.


"Ini Mas," nyodorkan piring ke Mas Suami.


"Suapin, Mas masih marah." Rengeknya, bikin princess jengah deh.


"Manja banget sih Mas, makan sendiri ih."


"Daripada saya makan kamu di sini, pilih mana!"


Mulai deh, sekarang hobi banget ngancam princess. Kan repot kalau makan princess di kantor, nanti keluar ruangan baju kusut semua. Bikin pikiran orang di luar ruangan jadi traveling. Maunya di rumah aja biar lama princess layani deh, Eh ....


"Mas ih, Ya udah buka mulut," sodorkan sendok ke mulut Mas suami yang mendadak bocah ini.


Kita pun menikmati makan siang berdua dengan suap-suapan kayak film-film Jadul. Tapi princess puas Raffa suka dengan masakan yang aku buat.


Setelah isi dalam tamparware kosong, aku beresin semuanya dalam tas Doraemon. Suami ngajak sholat dhuhur berjamaah dulu sebelum aku pulang. Princess nurut aja lah, kita sholat berjamaah di dalam musholla mini di ruangan Raffa yang letaknya di pojokan.


"Maunya sih Kamu disini nemeni saya," katanya yang lagi rebahan di paha princess usai kita sholat.


"Emang boleh, nanti kamu nggak konsen lagi ada aku disini, bisa ngawat kan kalau kerjaan kamu berantakan, ketahuan Kak Abel gaji di potong," jawab princess sambil elus rambut Raffa.


Raffa langsung bangun dan lihat ke arah princess. "Ya, juga sih. Kamu selalu bikin suami gagal fokus. Kamu langsung pulang kan,"

__ADS_1


"Ya Mas, memangnya aku mau kemana?"


"Nggak usah mampir-mampir lagi, saya awasi kamu terus lewat CCTV dari perjalanan keluar rumah sampai masuk ke ruangan saya."


"Ih curang, pantesan nggak ada terkejut-terkejutnya lihat istri datang. Dan ngambek tahu istri ngobrol sama Farel." Princess terkekeh.


"Sayang, kamu jangan pernah lagi ngobrol sama Farel lebih dari dua menit kalau ketemu lagi waktu pulang, bisa aja dia masih gentayangan di kantor ini."


"Ya, iya." balasku.


"Sayang, sebenarnya Mas mau buat pengakuan sama kamu, tapi lebih baik kita bicarakam masalah yang sensitif seperti di rumah setelah saya pulang kerja."


"Jadi penasaran, terserah mas aja lah."


"Ya udah saya antar keluar ruangan, Mas juga mau ada rapat setelah ini." Raffa berdiri ulurkan tangan bantu princess berdiri.


Tapi bukan Raffa namanya kalau nggak minta jatah kecupan-kecupan basah sebelum princess pulang.


"Udah Mas, nanti lanjut di rumah!" princess berhasil nahan kepala Raffa untuk berhenti kecupin bibirku. Kalau nggak bisa bengkak lagi cin....


"Hati-hati, jangan ngebut nyetirnya." Katanya membuka pintu ruangannya.


"Ya, aku pulang dulu. Jangan lupa nanti cepat pulang bawa martabak pajak untuk di bukain pintu."


Ya, Raffa malah tertawa maskulin andalannya. "Iya Sayang. Lucu istriku ini." cubit hidung princess. Aku raih tangan Raffa untuk aku cium dan princess beneran pulang kali ini.


Semua karyawan dari balik bilik mengeluarkan kepala menunduk ke arah princess. Berasa terhormat sekali ya.


"Aline," sapanya.


"Hai," balasku pada perempuan yang aku kenal ini. Dia kan si Alesa bekas cem ceman suami dulu.


"Kamu sekarang berubah, lebih cantik dan anggun pakai kerudung." Pujinya.


"Alhamdulillah. Makasih loh pujiannya, aku memang sudah cantik membahana dari lahir kok," balas princess.


Alesa tertawa, "Kamu bisa aja. Kamu mau turun, saya juga. Kalau kamu nggak keberatan ada yang ingin saya bicarakan sebentar sama kamu."


"Bisa, ayo." Princess persilakan ukhti masuk duluan ke lIft yang terbuka.


"Oh ya, tangan kamu kenapa?" Princess baru perhatikan, tangan si uktii kayaknya ada masalah karena pakai alat bantu penyangga tangan.


Ting .... belum sempat jawab pintu lift udah terbuka.


Alesa langsung ajak princess duduk di sofa pojokan di taman kantor. Kita berdua duduk dan princess nunggu si ukthi mau ngomong apa?


"Tangan saya patah saat kecelakaan mengendarai mobil," balasnya.

__ADS_1


"Ya ampun, kalau belum mahir nyetir. Nggak usah bawa mobil. Memang kapan kejadiannya?"


"Itu yang mau saya ceritakan sama kamu,"


melonggo ... apa hubungannya tangan Alesa dengan princess cantik.


"Lin, saya kecelakaan saat malam pernikahan kamu dan Mas Raffa. Seperti yang kamu tahu saya dan Mas Raffa pernah dekat. Saya bahkan percaya kita memang berjodoh sebelum akhirnya Mas Raffa menerima perjodohan orang tuannya dengan kamu. Saya frustrasi dan terus mengirim pesan rasa putus asa pada Mas Raffa di hari pernikahan kalian."


Deg ... pikiran saya jadi tak enak, kenapa saya jadi nyeri seketika.


"Jangan Bilang, Raffa pergi menemui kamu di malam pernikahan kita, tepatnya malam pertama kita sebagai suami istri!" Princess mulai emosi.


Alesa menunduk, "Saya hanya berusaha jujur Lin, Itu yang mau saya bilang sama kamu. Maaf kalau saya harus menganggu kalian berdua. Saya nggak tahu lagi harus meminta tolong siapa lagi selain Mas Raffa."


Aku masih berusaha nahan emosi yang menyesakkan dada ini.


"Kamu sadar nggak sih! Kelakuan kalian berdua menyakiti hati wanita yang baru menjadi istri! Kamu nggak mikir pakai kepala, gimana rasanya di tinggalkan suami di malam pertama untuk menemui wanita lain. Dimana kewarasan kalian berdua!"


Aku nggak bisa lagi nahan emosi ternyata Raffa menemui wanita ini di malam pertama kita. Ini bukan hanya kesalahan Alesa tapi juga kesalahan Raffa. Raffa juga bersalah! Sangat bersalah! Dia segaja dan membiarkan dirinya menemui Alesa di malam pertamanya menjadi suami!


"Lin, maaf! saya tahu saya salah! Makanya saya mau minta maaf sama kamu!"


"Maaf kamu bilang! Apa maaf kamu cukup untuk obati sakit hati aku! Aku nggak bisa maafkan kalian kali ini. Kalian keterlaluan!" Aku berdiri akan melangkah pergi tapi tangan Alesa menahan tanganku.


"Lin, saya juga menyesal minta Mas Raffa untuk menemani saya waktu itu, sebagai sesama perempuan saya seharusnya tidak boleh bertindak seperti itu!"


"Aku rasa sudah cukup yang harus kita bicarakan! Aku mau pergi!" Aku melepaskan tanganku yang di pegang Alesa.


Aku nggak kuat harus terus berbicara sama wanita itu. Ya ampun! Baru aja aku melakukan banyak hal indah dengan Raffa. Kenapa rasanya sesakit ini setelah tahu kemana Raffa pergi waktu itu.


Tega sekali kamu Raf!


Aku langsung nyalakan mesin mobil dan ingin segera pergi dari tempat ini.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung .....


__ADS_2