Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP63-S2// Menuju Halal


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, tibalah saat bahagia yang ditunggu pasangan calon pengantin Abel dan Davin. Sebelumnya Davin sudah memenuhi persyaratan yang diberikan Abel padanya yang di saksikan oleh Angga. Davin sudah bisa meghafal tiga surat yang disyaratkan Abel padanya.


Begitu pula dengan mengikuti beberapa kajian yang dijadwalkan Angga tanpa absen sehari pun. Persiapan pernikahan telah rampung dan berjalan dengan lancer sesuai dengan rencana.


Abelia Pov


Aku melihat bayanganku di cermin setelah mendapat riasan simple dan elagan. Mungkin hanya beberapa jam lagi statusku akan berubah menjadi seorang istri. Meskipun ada sedikit rasa sedih, Mama Amanda tidak bisa melihat hari bahagiaku. Aku masih tidak percaya dengan semua ini. Setelah melewati hari yang berat dan konflik keluarga yang rumit, aku dan Bang Davin akan bersatu dalam ikatan yang suci yaitu pernikahan. Tidak ada gambaran untuk ungkapan bahagia yang aku rasakan sekarang. Aku akan dipersatukan dengan laki-laki pertama yang aku cintai, ya cinta pertamaku adalah Bang Davin.


Bang Davin memang pernah melakukan kesalahan yang mungkin sangat sulit untuk dimaafkan. Tapi hatiku memberi keyakinan dengan istikharahku atas pilihanku. Bahwa Bang Davinlah orangnya yang akan menemani hari-hariku, membahagiakanku, mengandeng tanganku menjalani rumah tangga hingga nanti menuju jannahnya.


Aku berdiri dan memandangi gaun salem sederhana yang aku pilih untuk mempercantik tampilanku di hari yang tidak akan pernah aku lupakan ini. Cukup puas dengan penampilanku dan berharap calon suamiku juga menyukainya.


Ceklek. Suara hadle pintu terbuka.


Nampak Mama Riri dan Papa Ervan masuk kedalam kamarku dan medekat ke arahku. Papa mencium keningku kemudian menangkap wajahku memandangiku penuh kekaguman, tapi aku juga lihat ada kesedihan dalam tatapannya.


“Akhirnya saat yang kamu nanti tiba juga sayang, tapi seandainya kamu tahu ini saat yang ditakuti oleh papa dan mama. Perasaan papa bercampur aduk antara senang dan sedih. Sebentar lagi Papa akan melepaskan genggaman pada anak perempuan cantik papa ini. Abelia kecilku yang selalu papa gendong sejak kecil akan papa serakakan pada pria yang menjadi suamimu.”Kata papa sembari kulihat matanya berkaca-kaca. Aku langsung memeluk Papa dengan erat.


“Sebentar lagi surgamu akan berpindah pada suamimu Sayang….” Papa menyambung kalimatnya yang membuatku tak tahan meneteskan air mata dalam dekapannya.


Aku sangat dekat dengan papa dari kecil. Hingga takdir yang membuat aku dan papa kehilangan mama. Di saat itulah Papa menjalani dua peran sekaligus untukku meskipun papa tahu surga ditelapak kaki ibunya. Papa tidak pernah keberatan menjalani peran ibu sekaligus sebelum ada mama Riri dalam kehidupan kami.


Papa melepaskan pelukannya dan memandangiku lagi, “Setelah ini Papa tidak lagi masuk kamarmu, mencium dahi dan menyelimutimu tiap malam setelah kamu tidur meskipun kamu sudah berusia 20 tahun."


Aku melihat air mata papa merembes, tentu saja itu juga membuat mataku ikut mengeluarakan air. Untungnya make up pengantinku waterproof jadi tidak meleber kemana-mana terkena airmata.


“Sudah Mas, kalau diteruskan nanti make up Abel rusak,” Mama Riri mengurai tangan Papa yang terus memelukku, papa langsung menyeka airmatanya dan berhenti memelukku.


“Kakak cantik banget, ayo kita berangkat calon suami kakak pasti sudah menunggu Kakak,” ujar Mama Riri yang menangkap wajahku kemudian mencium keningku.


Aku mengangguk dan kami semua melangkah keluar kamar untuk bertemu dengan keluarga yang lain. Mereka sudah menunggu dan bersiap ke area hutan pinus dekat pantai di kota B. Ya, pernikahan impianku adalah menikah di alam terbuka yang memang sempat ditentang oleh kelurga Bang Davin. Tapi setelah berbagai pedebatan akhirnya mereka pun setuju.

__ADS_1


“Abel kamu cantik, Kak Davin pasti tekesima lihat kamu….” Seru kayla yang langsung menghampiriku yang turun dari tangga.


Ada sedikit rasa bersalah pada Kayla, tapi justru sebaliknya aku tidak melihat sedikit pun rasa sedih diwajah Kayla. Kayla tipe wanita metropolis yang tidak akan merasa sakit hati hanya dengan satu pria.


“Makasih kay,” seruku pada Kayla dan dia mengantarku menuju mobil pengantinku.


Jantungku mendadak berdebar sangat kencang ketika mobil sudah malaju menuju tempat pernikahan. Aku remas tangan Mama Riri yang berada disampingku untuk meredakan keteganganku. Sebentar lagi aku bertemu dengan Bang Davin. Aku datang Bang Davin calon pengantinmu yang akan menjadi istrimu.


Abelia Pov end


*****


Dirumah keluarga Adiguna juga terlihat ramai dengan kerumunan orang. Beberapa pria berbadan tegap dengan pakaian serba hitam juga disiagakan di depan rumah mereka.


Davin Pov


Aku memakai tuxedo hitam yang dipilihkan calon istriku. Aku masih tidak percaya akan menikah hari ini dengan wanita impianku, wanita yang sangat aku cintai, Abeliaku. Perasaan tegang terus menyelimuti ku sejak aku membuka mataku pagi ini. Sebentar lagi aku akan menjadi suami. Aku bisa menciumnya tanpa ragu nanti tapi di balik semua itu tanggung jawab besar menungguku. Aku memang bukan suami yang alim seperti pamannya tapi aku akan berusaha menjadi lebih baik ketika nanti bersamanya ke jalan Allah. Aku akan berusaha semampuku selalu membuatanya bahagia.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka yang membuatku menoleh pada seseorang yang masuk. Orang yang baru saja ku pikirkan muncul dihadapanku sekarang. Aku langsung berhambur memeluk tubuh besarnya. Saat yang paling aku sesalkan saat ini adalah kenapa adikku harus mencintai wanita yang sama denganku. Aku tidak akan melangkah sejauh ini hingga pernikahan tanpa kerelaan hatinya.


“Udah Bang, baju Bang Davin bisa lecek kalo meluk aku terus,” seru Nolan yang membuatku melepaskan pelukakanku.


Sejak ia kecil yang aku pikirkan hanya bagaimana bisa menghilangkan rasa trauma Nolan dan membuatnya sembuh. Aku bahkan berjanji tidak akan membiarkan jarum menyakitinya. Sekarang apa yang Nolan rasakan aku tidak bisa melihatnya. Aku lihat hanya kebahagian yang selalu dia tunjukkan dihari pernikahanku ini.


“No, suatu hari nanti aku sendiri yang akan mengantarmu melamar wanita pilihanmu."


“Apaan sih Bang, aku belum mikir buat nikah. Bang Davin aja sekarang berdoa mudahan di lancarkan akad nikahnya.” Jawab Nolan dengan senyum semeringah. Aku menepuk punggungnya, entah kenapa Nolan lebih tenang bersikap sekarang.


"Turun Bang, semua orang udah nunggu. Abel pasti sudah berangkat dan nunggu Abel disana," ujar Nolan begitu bersemangat.

__ADS_1


"Ayo!" Aku merapikan sedikit dasi kupu-kupu yang di kukennakan. Kemudian kaki kami melangkah ke bawah bersama-sama.


Aku disambut keluarga besarku yang menunggu di lantai bawah. Memang pernikahanku yang dibuat dengan konsep sederhana oleh calon istriku membuat perbincangan dikeluarga besarku.


Pastinya Papaku sangat malu dan terus menyudutkan keluarga Abel yang tak menginginkan pesta mewah. Tapi aku tidak menghiraukan hal itu. Sebentar lagi dia tidak bisa lagi meremehkan Abel menantunya setelah tahu yang sebenarnya.


Aku menaiki mobil pengantinku dengan adikku. Disusul beberapa satu pengawal dikursi depan. Aku menyiagakan banyak pengawal sewaan untuk acara pernikahanku. Aku tidak ingin ada gangguan apapun selama acara berlangsung.


Debaran jantungku kembali berdetak kencang ketika mobil melaju ke lokasi pernikahan. Aku datang Sayang, dan kau akan jadi milikku selamanya.


Davin Pov End


.


.


.


.


.


Next...


_______________________________________


Sabar ya nanti Thor juga kasih PoV nya bang Nolan.


Mudahan tengah malam thor bisa lanjutkan ceritanya.... berasa dedemit muncul tengah malam 🙈🙈🙈


Beri semangat author pencet LIKE tombol jempol ketik KOMENT sesuka hati kalian,

__ADS_1


simpan POIN buat Vote Up besok 😁😁


__ADS_2