Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Season 3 - Kangen


__ADS_3

Aline


Akhirnya setelah berebut untuk menonton serial kartun detektif, duo detektif berisik akhirnya tidur. Aku masih di kamar sepupuku untuk merenungi nasib yang malang ini. Kenapa jadi tergiang-ngiang kata-kata Mas suami yang bilang dia mencintaiku ya.


Sumpah princess jadi gagal fokus dan hampir luluh. Apa benar Raffa mencintaku? Atau itu hanya ucapan manisnya aja supaya aku bisa pulang dan bisa boboin dia kayak biasanya.


Entahlah! Intinya princess butuh waktu untuk membuktikan seberharga apa princess di mata Raffa. Seberapa besar rasa kehilangannya tak bertemu aku beberapa waktu? Pantaskah aku yang tulus menjadi istrinya di khianati demi wanita yang hanya akan menjadi masa lalunya. Princess cuma mau Raffa sadar, seberapa berarti diriku untuknya. Hanya ingin dia sadar! Ketulusan princess apakah pantas dibalas dengan rasa sakit ketika dia bersama wanita lain.


"Assalamu'alaikum," suara lirih Anty Nes yang berhasil buyarkan lamunanku.


"Wa'alaikumusalam." Princess ganti posisi duduk.


"Anak-anak udah tidur ya?"


"Baru aja tidur setelah berkelahi."


Anty Nes tertawa, "Kata Bi Asih, Raffa tadi kesini?" Aku mengangguk.


"Kamu belum mau ikut pulang sama Raffa?"


Aku mengeleng.


"Princess, kamu tuh baru nikah beberapa bulan. Masa sudah kabur-kaburan dari suami sih."


"Anty tahu sendiri kan suamiku kayak apa?"


"Tapi nggak baik loh, marah dengan suami lebih dari tiga hari. Apalagi pergi ninggalin suami."


"Aku udah ijin kok Anty, Raffa ngerti."


"Lin, coba baikin pelan-pelan saling memahami, Anty sama uncle kamu dulu juga menikah muda sama seperti kamu. Kita juga sering ribut. Tapi kita selalu kembali berusaha memahami satu sama lain. Berusaha untuk tidak egois dan saling menjaga perasaan pasangan. Memang kisah Anty dan kamu berbeda, karena kita menikah atas dasar cinta kalian menikah atas dasar perjodohan. Tapi melihat Raffa yang berusaha mencari kamu dan mengajak kamu pulang, sudah termasuk satu usaha mengharap kamu lagi princess." Tutur Anty Nes yang lagi dalam keadaan bener.


"Entahlah Anty, aku masih belum terima dengan sikap Raffa."

__ADS_1


"Lin, coba deh, kasih kesempatan lagi suami untuk memperbaiki. Nggak ada manusia yang lepas dari salah. Buatlah rumah tangga kita ibarat segitiga, kaki-kaki segitiga bersatu dipuncaknya karena mereka saling bisa menopang satu lain. So, pikirkan baik-baik. Jangan sampai kita menyesal karena salah melangkah."


"Ya udah Aunty, makasih untuk kultumnya. Lumayan hati aku langsung adem seperti habis dapat siraman qolbu."


"Kamu nih, Anty hanya takut cepat atau lambat Mami sama Papi akan tahu."


"Tolong Anty jangan, aku mohon usahakan jangan sampai mereka tahu, aku nggak mau mereka kepikiran putri cantik mereka satu-satunya terlantar dan terombang - ambing tanpa suami gini."


"Sekarang istirahat, pikirkan baik-baik semuanya princess."


Aku mengangguk lalu berdiri, segera keluar kamar Nathan dan Nathalie untuk merenungi nasib ini.


...****************...


Disinilah princess sekarang. Di kamar sendiri setelah semua anggota keluarga di rumah tertidur. Hampir dua jam aku enggak bisa mejamkan mata dan tidur dengan tenang seperti malam - malam sebelumnya. Biasanya tiap malam aku selalu dapat pelukan hangat dari Raffa. Saking hangatnya sampai princess enggap karena Raffa peluknya kenceng nggak kira-kira.


Ya ampun! Kenapa aku jadi terus kepikiran Raffa. Memang nggak enak biasanya bobo berdua sekarang bobo sendiri.


Apa Raffa juga merasakan hal yang sama seperti aku?


Aku raih ponsel di atas Nakas. Aku coba nyalakan setelah seharian princess sengaja matikan untuk menenangkan diri.


Pesan langsung membanjiri layar ponsel. Tapi tangan princess langsung buka pesan bertumpuk dari Raffa. Ya, saatnya princess baca pesan Raffa meskipun nanti, entah akan aku balas atau tidak.


Ayang Mbeb Suamiku


Sayang, kangen. Baru sehari tanpa kamu Saya nggak tahu akan bisa tahan atau nggak tanpa kamu. Saya cuma berharap kamu segera pulang. I Miss U


Pesan terakhir yang aku baca dari puluhan pesan yang masuk dengan maksud sama meminta aku pulang.


Apa benar sekarang Raffa benar-benar jatuh cinta sama aku?


Apa benar tidak ada lagi sedikitpun rasa yang tersimpan untuk perempuan bernama Alesa itu?

__ADS_1


Apa Raffa sudah merasa sekehilangan itu setelah sehari saja aku menjauh? Bagaimana perasaannya waktu itu ninggalkan aku semalam demi perempuan itu. Apa dia peduli? Setiap mengingat itu kenapa hati aku jadi sakit. Sampai kapan rasa seperti ini, apakah rasa ragu ini bisa terobati dengan pengakuan cinta Raffa sama aku.


Tak lama pesan baru muncul.


Ayang Mbeb Suamiku


Akhirnya kamu baca pesanku juga Sayang. Kamu belum tidur? Atau kamu nggak bisa tidur seperti aku, yang terus mikirin kamu.


Tangan ini rasanya gatal ingin sekali membalas pesan chat dari Raffa, tapi aku urungkan niat itu. Lebih baik seperti ini dulu sampai besok, sekarang belum saatnya.


Ayang Mbeb Suamiku


Lin, kamu cepat pulang ya, rasanya mau gila sehari tanpa kamu, Sayang. Kasih suamimu ini kesempatan untuk membuktikan, suamimu ini benar-benar mencintai kamu. Saya hanya mau kamu Lin, istriku!


Tanpa aku sadari, air mata aku tiba-tiba merembes ke pipi. Kenapa harus ada rasa sakit seperti ini, di saat kita sama-sama menyadari perasaan yang begitu dalam ini. Entah sampai kapan aku kuat dengan keadaan seperti ini, entah kapan aku bisa bertahan melawan rasa kangenku sama Raffa. Aku juga masih sangat cinta sama kamu Raf.


Bisakah aku melangkah maju lagi setelah tergores rasa sakit ini.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung .....


__ADS_2