
Abel terperangah lagi, Apakah dia benar Nolan, apa ini efek samping obat patah tulang? setelah efeknya hilang apakah ia akan kembali seperti semula.
"Nolan, kapan kamu magang lagi." Seru Abel lagi.
"Mungkin besok atau lusa." Balas Nolan santai.
"Aku beneran senang banget kamu udah pulih, sekali lagi, terima kasih banyak atas apa yang udah kamu lakukan hari itu sampai kamu jadi begini." Kata abel memegang alat penyangga Nolan yang melekat di tangan hingga ke bahu.
Nolan refleks terkejut sedikit menghindar karena mendadak debaran jantungnya berubah cepat. "Abel, sudah beberapa kali aku bilang, itu memang sudah selayaknya dilakukan sesama manusia." Seru Nolan sedikit galak.
Abel mengeryitkan dahinya, sebenarnya Abel ingin menanyakan pada Nolan tentang perjodohan Kayla dengan kedua putra Pak Hendrawan Adiguna, tapi dia sedikit ragu. Apakah pertanyaan seintens itu pantas ditanyakan kepada seorang Nolan. Apalagi kondisinya yang baru pulih dari cedera, tapi rasa penasarannya terus megelekiti mulut Abel agar bertanya.
"Abel, gimana hubungan kamu dengan Bang Davin." Seru Nolan, sebelum Abel bertanya.
Abel mendadak bisu, untuk pertama kalinya selama dia bertemu dengan Nolan, Nolan mengangkat pembicaraan lebih dulu.
"Baik, Bang Davin sama aku perhatian, mudahan secepatnya kita melangkah ke jenjang lebih serius." Seru Abel.
Nolan diam sejenak merasa iba dengan Abel yang sangat berharap pada Bang Davin. sedangkan dirumahnya belum ada tanda-tanda Papa setuju dengan hubungan mereka.
"Abel, Bang Davin adalah kakak terbaik yang pernah ada, aku yakin dia juga akan menjadi suami terbaik untuk kamu." Balas Nolan.
Apa Nolan tidak tahu salah satu dari dua saudara ini akan dijodohkan dengan Kayla atau jangan - jangan Nolan yang di jodohkan dengan Kayla, dia sangat mendukung hubunganku dengan Bang Davin.
"Makasih No, aku tidak sabar kau panggil aku kakak ipar." Canda Abel tertawa sendiri kearah Nolan.
Nolan hanya melihat ke arah Abel dengan tatapan aneh. Abel lupa ingatan kalau orang di sampingnya sama sekali tidak bisa diajak bercanda seperti manusia pada umumnya. Dengan celigukan Abel merubah wajah dengan tawa ceria menjadi wajah datar seperti orang di sampingnya.
"Abel, Bang Davin orang yang rela mengorbankan kebagiaanya sendiri demi keluarganya. Aku yakin dia juga akan berjuang untuk yang dicintai." Balas Nolan seolah keceplosan.
Duaarrr. Ibarat di usung terbang terus di dorong lagi hingga ke dasar. Rasa tenang Abel berubah menjadi panik mendengar ucapan Nolan. Apa maksud semuanya, apa yang diperjuangkan Bang Davin. Apa yang dijodohkan dengan Kayla adalah Bang Davin. Kenapa rasa sakit dan tanda tanya muncul di hati Abel sekarang.
"Nolan, apa kau tahu tentang perjodohan anak Pak Hendrawan ayahmu dengan sepupuku Kayla." Seru Abel yang tidak bisa lagi menahan rasa penasaran yang bercampur sedikit cemas.
Nolan mengalihkan wajah dan melihat ke sembarang arah mendengar ucapan Abel. Ia menyembunyikan kepanikan dengan wajah kaku nya, Ia bingung harus memberi jawaban apa pada Abel karena ia tak suka dengan kebohongan. Disisi lain, jangan sampai Abel tersakiti dengan kenyataan yang sebenarnya.
"ALLAHUAKBAR, ALLAHUAKBAR", terdengar adzan Maghrib berkumandang.
"Abel udah magrib, sebaiknya kita ke masjid, atau kamu mau pulang," seru Nolan terselamatkan dari pertanyaan Abel.
"Kayaknya pulang aja deh sekalian bersihin diri, rumah aku nggak jauh." Seru Abel sedikit kecewa pertanyaan belum terjawab.
__ADS_1
"Oke,"
"Nolan tunggu, kamu pulang sama siapa, mau aku antar pulang," seru Abel kuatir melihat Nolan yang belum memungkinkan naik kendaraan. Sekaligus melanjutkan pertanyaan yang menggantung.
"Aku salam sopir, kamu pulang aja." Balas Nolan mendadak jutek lagi.
"Ya, ya," Balas Abel bangkit dari duduknya dan perlahan berjalan menjauhi Nolan.
Nolan menghembuskan nafasnya kasar, cepat atau lambat Abel pasti akan tahu. Bang Davin semoga segera bisa memperjuangkan cinta Abel, karena bagi Nolan lebih sakit rasanya melihat Abel yang tersakiti.
Perlahan mobil Abel pun meninggalkan panti hingga tak terlihat Dimata Nolan.
******
Ditempat yang berbeda dan waktu yang sama, Davin masih berada di kantor hingga senja, hari-hari terakhir ia lebih sering berlama-lama di kantor. Ia menunggu asistennya yang diutus mengambil sesuatu dari toko perhiasan.
Tok tok tok. Davin mempersilahkan masuk.
"Pak, barang yang anda pesan." Seru asisten Davin menyerahkan benda kecil terlapis bludru berwarna navy.
Davin membuka kotak itu. Sambil tersenyum Davin mengambil cincin berwarna perak dengan kristal kecil ditengahnya. Ia mengamati cincin yang akan diberikan pada Abel.
"Baik Pak, semoga tidak batal lagi Pak." Ujar Amar.
Davin tertawa kecil mengingat kencannya yang gagal karena adik Abel.
"Kali ini akan aku usahakan Amar, ayo kita pulang." Balas Davin sambil bangkit dari kursinya.
Davin melangkah diikuti Amar dibelakangnya meninggalkan kantor. Keduanya kini perlahan meningkatkan kantor Adiguna group dengan mobil yang dikendarai Amar.
"Amar, kita ke bengkel Nolan, adikku tidak dirumah, aku ingin berbagi cerita dengan Nolan." Ujar Davin setelah membaca pesan ponsel.
"Baik Pak." Ujar Amar.
Tak lama berselang Davin sudah tiba di bengkel Nolan, bengkel nampak sudah sepi hanya beberapa pekerja cleaning servis saja yang membersihkan lantai. Davin segera menuju lantai atas area ruang kantornya.
Membuka handle pintu nampak adiknya tidak ada di ruangannya. Davin pun berkeliling di ruangan yang tidak cukup besar, sembari menunggu adiknya. Di ruangan Nolan yang di penuhi gambar-gambar unik fotografi karena memang hobi adiknya.
Ia menghampiri lemari yang sedikit terbuka, ia membuka pelan lemari itu. Betapa terkejutnya Davin isi lemarinya foto cetak kekasihnya yang berjejer dengan rapi. Foto nampak diambil dengan curi karena wajah kekasihnya terlihat sangat natural digambar. Davin melangkah mundur masih syok dengan apa yang baru saja ia Lihat.
__ADS_1
Ia bergegas ke meja kerja Nolan menyalakan komputernya mencoba mencari sesuatu untuk mengobati rasa penasarannya. Untung saja Davin tahu password login ke komputer adiknya adalah 'alika'. Ia mulai menjelajahi setiap file, hingga ia menemukan file pribadi milik Nolan.
Ia menjelajahi beberapa file dalam komputer hingga menemukan folder berisi gambar bertuliskan 'My Angel'. Davin membelalakkan matanya kali ini dadanya mulai terasa nyeri melihat semua isi folder adalah gambar kekasihnya Abelia. Ia membuka lagi file lain yang serupa. Sekarang dadanya terasa sesak, ia menghembuskan nafasnya kasar agar melegakan sedikit rasa tak nyamannya ini setelah melihat gambar kekasihnya dengan tulisan kalimat I Love You.
Davin mengusap wajahnya, Ia membuka kancing jasnya kasar agar rasa sesak berkurang tapi itu tak berpengaruh sama sekali. Davin merasa sakit membayangkan rasa sakit yang dirasakan adiknya selama ini, disisi lain Ia melihat senyuman Abelia. Davin tak sanggup membayangkan sakit yang ia rasakan jika senyuman itu berubah jadi air mata.
Jadi selama ini Wanita itu adalah Abelia, wanita pertama yang dicintai adiknya adalah kekasihnya. Bagaimana mungkin ia dan Nolan mencintai wanita yang sama? Pantas saja Nolan tidak bercerita padanya. Takdir apa yang mempermainkan hidupku sekarang. Ia menghantamkan kepalanya berkali-kali pada sandaran kursi, ia terlalu rapuh untuk tahu kenyataan yang dilihatnya.
Davin mematikan komputer dengan rasa berat ia melangkah keluar dari ruangan adiknya sebelum Nolan kembali. Ia terus memegangi dadanya seolah tidak bisa berpikir lagi yang ia rasakan hanyalah sesak. Bisakah ia melupakan masalah ini sejenak dengan minuman beralkohol, ini terlalu menyakitkan harus memilih diantara orang yang terpenting dalam hidupnya.
"Pak, apa kau baik saja." Kata Amar melihat Davin dengan wajah pucat keluar dari bengkel.
Tanpa menjawab Davin melewati Aspri nya itu melangkah masuk ke dalam mobil.
"Ayo kita jalan!" titah Davin pada asistennya yang masih diluar mobil. Dengan cepat sang Asisten masuk ke dalam mobil menuruti keinginan Bosnya.
.
.
.
.
.
Next.........
sumber gambar @Taosattaphong
Zen : Kok ikut nyesek sih Thor π ku menangis
Thor : Membayangkan πΆ
Zen : Kenapa di terusin Thor, Davin kenapa itu mana ganteng lagi diaπ
Thor :π€§ Mo'on MaapππΏββοΈππΏββοΈ
Terima kasih udah sabar nunggu up dari author ππ ,Sori aktifitas didunia nyata mulai normal Thor nya sehari nguli sehari hiatus di usahakan up tiap hari...
Beri Thor semangat pencet LIKE ketik KOMMENT yang punya poin bagi VOTE seikhlas kalian. loph u β€οΈ
__ADS_1