
Raffa
Akhirnya setelah 3 jam rapat dengan rekan perusahaan yang baru telah usai. Sebagai direktur pengembangan perusahaan, tugas saya adalah meyakinkan klien untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya partner bisnis baru untuk mau berkerja sama dengan Wilson Palm.
Rapat hari ini lebih cepat dari prediksi, saya meminta izin pada Mr. John untuk meninggalkan rapat terlebih dahulu. Akhirnya saya bisa pulang cepat, Aline pasti sudah menunggu. Akhir-akhir ini, saya jadi ingin pulang cepat terus.
Saya langsung saja menuju tempat parkir tanpa perlu mampir lagi ke ruangan saya. Saya raih ponsel, tak sabar membaca pesan dari Aline. Sudah hampir 3 jam setelah istri saya pulang saya tidak memegang ponsel. Kenapa tidak ada pesan masuk? Bahkan untuk mengabari sudah sampai di rumah atau belum saja tidak ada.
Kemana saja Aline! Kenapa tidak melapor selama tiga jam. Keenakan dikasih hukuman sepertinya. Awas saja kalau sudah sampai rumah. Beruntung saya pulang cepat hari ini, jadi hukuman untuk kamu bisa lebih lama, Sayang.
Cepat-cepatlah saya menyalakan mesin mobil. Tapi sebelum sampai rumah, saya sempatkan mampir dulu ke kedai martabak pesanan Aline di mini market depan gerbang kompleks. Repot urusannya kalau istri merajuk lagi.
Sambil menunggu antrian martabak keju susu pesanan saya. Saya lihat lagi ponsel dan tak juga mendapat pesan dari Aline.
Apakah saya saja yang menghubungi lebih dulu? Bukan kejutan namanya kalau dia tahu saya pulang cepat.
Tunggu saja sayang, mulai nggak nurut sama peraturan suami ya.
Martabak pesanan Aline sudah selesai di buat, saya segera masuk ke dalam mobil supaya cepat sampai rumah.
...****************...
Kenapa mobil Aline tidak di halaman rumah? Mungkin dia memasukkannya ke dalam garasi. Tidak mungkin Aline pergi keluar rumah tanpa mengabari saya. Pergi ke tukang bubur ayam depan rumah saja dia pasti melapor.
Saya memencet bel rumah sampai tiga kali tidak ada jawaban. Asisten Rumah tangga yang bekerja di rumah kami memang pulang setelah pukul 5 sore. Terpaksa saya membuka pintu dengan facelock karena tidak ada respon dari dalam rumah. Mungkin Aline sedang di kamar mandi.
"Sayang, Mas pulang!" teriak saya memasuki ruang tamu.
Tidak juga ada sahutan dari Aline, biasanya saja baru dengar suara mesin mobil Aline sudah berdiri di depan pintu.
Saya naik ke kamar, memastikan kalau Aline mungkin sedang di kamar mandi.
"Sayang nggak lucu bercandanya! Kamu keluar nggak!" Panggil saya memasuki kamar.
"Sayang! Mas bawakan martabak keju susu kesukaan kamu. Buruan di makan keburu dingin!" teriak saya di depan kamar mandi. Tidak ada suara sama sekali. Saya buka pintu kamar mandi yang ternyata juga tidak di kunci.
"Lin, kamu di dalam kan?" Saya menerobos masuk melihat isi kamar mandi dari bath up hingga ke kloset. Nihil ...
Kemana Aline? Dia pergi tanpa memberi tahu saya sama sekali.
Saya pun meraih ponsel dan menelpon Aline yang hasilnya ponselnya mati. Saya mulai panik! Tadi siang sepulang dari kantor dia baik - baik saja.
"Apa dia dirumah Mami?"
Saya langsung menelpon Mami.
"Assalamu'alaikum Mi,"
"Ya Wa'alaikumusalam, ada apa Raf?"
__ADS_1
"Mi, apa Aline ada di rumah Mami?"
"Enggak tuh, malah mami mau tanya, kapan kalian ada waktu main ke rumah Mami."
"Ya nanti kalau ada waktu. Ya sudah Kalau gitu makasih Mi, assalamu'alaikum."
Kemana Aline kalau enggak ada di rumah mami,
Mama, ya! Pasti Aline lagi belajar masak di rumah Mama. Saya langsung saja menghubungi Mama.
"Ya Raf,"
"Ma, Aline ada di rumah Mama?"
"Aline? Nggak tuh, tadi pagi aja kita lagi video call, setelah itu Aline nggak ada hubungi Mama lagi. Memang Aline nggak bilang mau kemana?"
"Itu masalahnya Ma, dia juga nggak bisa di hubungi. Aline kemana Ma. Dia kayak hilang di telan bumi."
"Kamu gimana sih Raff! Bisa-bisanya istrinya hilang! Ya udah kamu lacak aja dan cari Aline sampai ketemu."
"Ya Ma, ya udah gitu aja ya Ma, Raffa mau lihat rekaman CCTV."
Saya menutup telepon.
Aline! Kamu dimana sayang. Sumpah pertama kalinya saya sepanik ini tak melihat Aline beberapa menit saja di rumah.
"Sepertinya belum Pak jam kerja mereka melebihi kita Pak!"
"Kalau begitu copykan untuk saya rekaman CCTV hari ini di Lobby dan lantai lima, pukul dua lewat. Sekarang!"
"Baik Pa, beri saya waktu. Saya akan segera kirim ke bapak!"
Saya menutup telepon. Kenapa dada saya berdebar sangat kencang, kamu dimana Lin? Saya nggak bisa jauh dari kamu Lin.
Sambil menunggu salinan rekaman CCTV dari Sandra. Saya melihat rekeman CCTV di rumah dari ponsel.
Sejak waktu dia pulang dari kantor, Aline memang tidak terlihat masuk ke dalam rumah. Itu artinya, Aline tidak pulang ke rumah setelah keluar dari kantor.
Ya Allah, ada apa sebenarnya! Kamu dimana Sayang. Udah lebih tiga jam kamu nggak ada kabar dan hp kamu mati.
Saya berusaha tenang dan berpikir positif! Tak lama ponsel saya berdering saya langsung raih berharap itu dari Aline.
"Lin, kamu dimana Sayang!"
"Pak! Ini Sandra."
"Maaf Sandra saya Panik, bagaimana?"
"Rekaman sudah saya kirim, bapak bisa lihat ponsel atau iPad bapak."
__ADS_1
"Oke, terima kasih!"
Saya buru-buru membongkar Tas dan mencari iPad saya. Saya mulai melihat rekaman CCTV dari Aline keluar dari kantor menuju lantai bawah. Mata saya membulat ketika tahu siapa orang yang ditemui Aline.
"Esa! Ada apa kamu temui Aline?" saya memantau terus di lobby mereka berdua menuju ke taman yang hilang dari jangkauan CCTV yang saya minta dari Sandra.
Esa dan Aline! Saya harus meminta penjelasan dari Esa.
Sial! Kenapa Esa tidak mengangkat telepon. Saya ulangi lagi yang kelima kali. Masih sama! Esa tidak menjawab.
Aline, saya harus cari Aline. Entah kenapa langkah saya menuju ke lemari. Saya buka lemari tempat Aline menyimpan barang.
Barangnya masih utuh! Saya bernafas lega. Ya Allah, setakut ini kah saya kehilangan Aline.
"Siang! ini Raffa. Tolong lacak dimana keberadaan kendaraan Mercedes Benz nomor polisi AL 1124 FA." Saya terpaksa menghubungi jasa keamanan swasta yang biasa dipakai perusahaan jika ada masalah premanisme atau hukum. Kinerja mereka jauh lebih cepat daripada Kep*lisian.
"Baik! Kita akan temukan paling lama setengah jam!"
"Setengah jam! Apa saya harus panik menunggu keberadaan istri saya selama itu!"
"Oke tenang Bos! kita usahakan 20 menitan."
"Baik! saya tunggu."
Aline, kenapa seperti ini, saya akan tunggu kabar keberadaan Aline. Setelah ini saya akan datang menemui Alesa.
Entah apa yang dikatakan Alesa, membuat Aline tak pulang ke rumah dan menghilang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung .....
Ei Up lagi membawa ketegangan 😘😘😘
__ADS_1