
Aline
Setelah masak makan malam untuk suami tercinta, princess bisa santai sambil selonjoran di sofa depan TV. Selama punya suami, aku sama sekali belum pernah buka email pesanan masuk dari developer. Kan lumayan bisa buat jajan sama kredit panci Ce Odah, meskipun Princess udah dapat uang belanja dari suami. Pegang uang sendiri rasanya beda.
Ada waktu senggang sedikit, aku manfaatkan buat gambar sebentar sebelum Raffa pulang kerja. Pasalnya, kalau sudah di rumah, princess harus stand by untuk suami, Raffa selalu buat princess repot. Ada aja maunya, Raffa enggak bisa lihat princess diam sebentar.
Mau ke kamar mandi aja nih, princess selalu di gangguin. Lama sedikit berendam pintu di gedor ngacam mau ikut mandi bareng. Mata suci Princess kan belum siap lihat yang benda - benda asing.
Belum lama princess mengambar Desian ruang tamu, ada suara mobil berhenti di depan rumah. Ya, mungkin itu tamu tetangga yang lagi arisan. Princess lanjut sambung buat gambar kamar, nyicil-nyicil dikit beruntung sehari bisa buat desain full.
Aduh, kenapa ada hawa-hawa dingin dan langkah kaki mendekat ke arah princess.
Eh tolong! kepala princess ada yang tarik, kecupan hangat mendarat mulus di kening glowing princess. Nih suami! Kenapa selalu buat istrinya jantungan.
"Bagus ya, suami pulang bukannya di sambut malah tidur-tiduran di sini."
Princess langsung bangun dari posisi santai ini. Lempar iPad ke sembarangan tempat. Ingat! Dilarang kerja saat suami di rumah.
"Mas, kok sudah pulang? Nggak kasih kabar dulu." ucapku sambil nyegir didepan suamiq
"Memang nggak boleh suami cepat pulang!"
"Ya kan aku bisa persiapan di depan pintu, nyambut suami dengan wajah yang udah di make over." Princess sadar lagi keadaan amburadul selesai masak otewe rebahan nggak langsung mandi.
Raffa mendekat ke arah princess. "Oke, itu artinya kamu harus dapat sanksi."
"Lah kok gitu Mas, kan nggak ada unsur kesengajaan."
Princess mundur beberapa langkah. Tapi gagal karena Raffa udah tarik pinggang princess yang lemah ini sampai jarak wajah kita hanya beberapa inci.
__ADS_1
"Kamu mau dimulai dari mana?" tanyanya sambil tunjuk bibir princess.
Raffa! Bisa nggak, sehari aja enggak buat jantung Princess jedag jedug. Meskipun udah sering dapat kecupan basah dari suami, tetap aja dada princess masih berdebar-debar.
"Apa sih Mas," Princess coba dorong pelan dada suami. Pura-pura berontak.
"Kamu nggak mau saya cium?"
"Ma-ma ... udah ah Mas, nggak enak nanti ada yang lihat." Ngeles lagi, princess jadi salting, princess nolak-nolak mau sebenarnya.
"Siapa yang lihat? Rumah kita tuh udah di kelilingi pagar tinggi, lagipula kita ini suami istri! kamu lupa. Nggak ada yang grebek." Raffa terus saja goda princess.
"Tapi, masih sore Mas." Muka princess udah merah, raut muka Raffa kayaknya puas bahagia banget lihat istrinya malu begini.
"Kenapa kalau masih sore, terang! atau jangan-jangan kamu maunya kecupan plus-plus gelap - gelapan dikamar?" Raffa kendurkan pelukannya. "Ayo!" ucapnya semangat sambil tarik tangan aku.
Princess langsung pakai jurus rem cakram untuk nahan tangan Raffa yang sekeras beton.
Tangan Raffa langsung tarik lagi pinggang princess dan hempasan diri duduk di sofa. Posisi sekarang princess ada di atas pangkuan suami. Aduh Mami! Princess jadi malu begini, ini posisi intim pertama selama aku jadi istri Raffa.
"Kebanyakan tingkah istriku ini, sudah bisa mulai sekarang!" princess ngangguk aja.
Aku auto gigit bibir bawah dan princess tutup mata enggak berani sama sekali lihat Mas suami yang bau nafasnya sudah terasa satu centi dari wajahku.
"Kita tunda aja lah, saya mau mandi dulu,'' ucap Raffa yang sukses buat princess pengen lempar sepatu.
Raffa kasih kode gerak-gerakin kakinya supaya aku bangun dari pangkuannya. Princess langsung loncat aja karena terlanjur kesel sama suami yang ditakdirkan nyebelin seperti ini. Hobi banget suami bikin melayang terus di hempasan lagi.
"Kamu juga siap-siap Lin, setelah sholat magrib kita keluar, saya sudah boking tempat," ucapnya berhenti di anak tangga.
__ADS_1
"Mau kemana lagi Mas? Awas aja kalau bohong!" tanya princess nggak mau tertipu lagi.
"Udah nanti juga tahu!"
"Raf kemana sih?" princess uyel-uyel tangan Raffa kayak anak kecil yang penasaran mau di ajak kemana setelah ambil rapot. Siapa tahu nih suami punya niat nggak baik untuk istrinya.
Raffa rangkul princess. "Oke, temani dulu mandi. Nanti saya kasih tahu!"
"Nggak perlu, kamu mandi sendiri aja, aku siapkan air." Princess langsung kabur naik ke kamar atas.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Note author
__ADS_1
Sori Ei baru bisa up karena ada kesibukan di RL yang harus di selesaikan.
Makasih ya Sayang-sayangkuh masih setia menunggu cerita Aline dan Raffa