
Riri menatap wajahnya didepan kaca, membetulkan lagi ruasnya, sesekali dia tersenyum melihat perutnya yang sudah membuncit mengingat kehamilan kini yang sudah menginjak sembilan bulan.
Hari ini dia memakai baju seragam dengan keluarga memakai kaos dengan konsep baseball lengkap dengan topinya sesuai dress code.
Siapa lagi yang suka bikin acara dengan memakai dress code, Ya keluarga Ervan akan menghadirkan pesta ulangtahun anak sahabat mereka Adrian dan Tiara, Caroline Shania Bagaskoro adalah anak perempuan pertama sahabatnya.
Tiara hamil setelah dua bulan pernikahannya, tadinya pasangan ini sudah melakukannya program penundaan kehamilan tapi takdirnya berkata lain, itulah takdir sekuat apapun manusia berusaha mencegah tetap Allah SWT yang lebih menentukan qodar hambanya. Karena kehamilannya, Tiara gagal ke Prancis untuk mengikuti pembekalan calon kepala RU PT. PM tempatnya berkerja karena kondisi kehamilan tidak memungkinkan mengikuti pembekalan. Sehingga dia tetap pada posisinya sekarang sebagai kepala devisi PT. PM reg IV dan VII. Awalnya sulit menerima apa yang diimpikan tidak terjadi sebagaiman mestinya tapi lambat laun selama kehamilan dia menyadari bahwa kehadiran calon buah hatinya juga lebih penting. Sedangkan suaminya juga belum mendapatkan gelar doktor karena belum bisa menyelesaikan desertasi sesuai rencana awal mereka.
"SAYANG, apa masih LAMA..." Teriak Ervan dari lantai bawah.
Riri yang mendengar suara teriakan dari bawa langsung bergegas mengambil tasnya segera keluar kamar menuruni tangga.
Ervan dan Abel yang sejak tadi menunggu orang yang diharapakan muncul, merasa lega melihat kedatangan Riri sudah menuruni tangga.
"Sayang kamu lama banget ngapain aja..." Kata Ervan sambil menggendong Raffa yang lucu menggunakan kaos baseball.
"Sabar dong Mas, Riri tadi mandikan Raffa dulu baru siap-siap sendiri..." Balas Riri.
"Ya...ya Bu mil kesayangan Mas..."
"Ma, Pa masih mau debat atau jalan nih..." Seru Abel.
"Ya ayo kita jalan...." Balas Ervan.
"Sini Raffa sama kakak, Papa bawa stoller sama kado buat Aline..." Seru Abel mengambil Raffa dari gendongan Papanya.
Kini keempatnya masuk kedalam mobil menuju lokasi acara di resto cepat saji di salah satu Mall di kota. Ervan melajukan mobilnya sore ini menyusuri jalanan yang cukup rame di hari Minggu. Setelah dua puluh menit menempuh perjalanan mereka sudah tiba di tempat tujuan. Segera bergegas turun masuk kedalam mall dan menuju lokasi acara di resto cepat saji.
Nampak banyak tamu yang sudah hadir dengan anak mereka dengan berbagai usia anak balita hingga puluhan tahun lengkap dengan dress code bertema baseball. Keluarga Ervan langsung menemui Tiara dan Adrian.
"Aline, happy birthday cantik..." Kata Abel yang mendekati putri Adrian dan Tiara menyerahkan bungkusan besar kado sambil langsung menciumnya gemas.
"Makasih kakak Abel..." Balas Adrian mewakili Aline yang belum bisa bicara jelas.😁
"Happy birthday adek Aline Cantik....." Kata Ervan menirukan suara anak kecil sambil mendekatkan Raffa pada Aline.
Raffa anak bayi satu tahun lebih yang polos langsung saja menarik rambut anak perempuan seumurannya imut dengan pita lucu dengan gemas. Dengan sigap Ervan melepaskan tangan Raffa karena Aline mulai menangis ketakutan.
__ADS_1
"Raffa nggak boleh..." Ervan mengamankan Raffa. Adrian dengan cekatan mengendong menenangkan Aline yang ketakutan karena ulah Raffa.
"Pa..Pa..pa...au.." Cuitan Raffa belum mengerti apa-apa kecuali ocehan yang masih belum jelas, menunjuk pita besar dirambut Aline.
"Jangan sayang, itu punya Aline punya Raffa ini..." Riri memberikan mainan mobil-mobilan kecil yang dibawa dari rumah.
Dengan cepat drama anak bayi itu berakhir, keluarga Ervan duduk pada posisi tamu seperti tamu yang lain karena acara akan dimulai.
"Ma, Aline ultah yang setahun rame banget acaranya, kalau udah tujuh belas tahun bisa di rayakan di kapal pesiar...." Canda Abel berbisik ditelinga Riri.
"huss, kakak kepo deh, udah kita nikmati acaranya..." Balas Riri.
"Ya Mama cantik...." Balas Abel.
Acara demi acara terlewati mulai dari potong kue, tiup lilin yang ditiup Mommy-Daddynya, ya tahu kan Baby Aline masih setahun jalan saja belum bisa apalagi tiup lilin.😁
Acaranya selanjut adalah acara bebas, tamu bebas melakukan apa saja di ulang tahun Aline, keluarga Ervan memilih makan-makan untuk mengisi perut Riri yang dari tadi selalu mengeluh untuk minta makan sebelum acara dimulai, sedangkan Abel menemani Raffa yang genit ingin bermain terus dengan Aline bersama pengasuhnya di samping playground resto. Tadinya memang main berdua tapi yang terjadi malah sebaliknya, sekarang lagi-lagi Raffa menarik rambut Aline dengan pitanya yang menarik perhatian Raffa hingga yang punya pita menjerit. Tiara langsung berteriak melihat aksi Raffa menghampiri Alien, dengan cekatan Abel mengendong lagi Raffa sebelum melanjutkan aksi kekerasan balita lagi.
Aline sibuk menangis digendongan Tiara, Raffa malah bahagia, kabur berjalan menuju Papa Mamanya yang sibuk menyantap makanan. Adrian dan Tiara menyapa tamu kemudian duduk di kursi satu meja dengan keluarga Ervan.
Kini pasangan yang saling bersahabat ini pun berkumpul dalam satu meja, mereka saling berbincang masalah anak, pekerja dan masa depan anak-anak mereka yang masih mini-mini ini.
"Kapan ri HPL nya..." tanya Tiara.
"Minggu depan Kak, tapi dari pagi udah mulai mules sih..." Jawab Riri.
"Kayaknya nggak lama lagi tuh, paling ntar malam..." Balas Tiara.
"Nggak apa-apa Kak udah siap juga yang kehamilan kedua ini..." Balas Riri lagi.
"Nanti tahan dulu lah bro, kasihan Riri, belum setahun udah ada adeknya..." Sela Adrian.
"Ya.. kemarin kita juga nggak tahu keceplosan jadi..." Balas Ervan sambil tertawa renyah.
Para orang tua masih asik mengobrol sampai acara ulang tahun Aline berakhir. Keluarga Ervan pergi meninggalkan Mall menyusuri jalanan malam yang hampir senja.
"Mas...kenapa basah ini..." Kata Riri melihat rembesan air dari kakinya.
__ADS_1
"Pecah ketuban sayang, ya udah kita kerumah sakit aja ...." Balas Ervan panik.
"Tapi nggak terlalu mules, Raffa sama Abel gimana Mas..."
"Kita ajak aja nanti mereka biar nunggu diruang rawat inap..." Balas Ervan panik rembesan air terus menetes. Riri mengangguk.
Ervan memutar balik mobilnya menuju rumah sakit, beberapa menit mereka tiba di rumah sakit dan Riri langsung dibopong Ervan menuju UGD. Sedangkan Abel dan Raffa langsung naik ke lantai 3 menuju kamar rawat inap yang sudah dipesan.
Meskipun tidak merasakan kontraksi hebat tapi air ketuban Riri sudah pecah, dokter langsung menyarankan langsung ke ruang tindakan untuk melakukan induksi. Ervan dan beberapa perawat mendorong Riri yang berada di atas brankar.
Memasuki ruang persalinan beberapa jam Riri mulai merasakan mulas hebat sebelum diinduksi, karena belajar dari persalinan pertama dan ilmu hypnobirhting dia lebih rileks. Tak lama setelah pembukaan lengkap.
"Oe...Oe...Oe..." Tangisan bayi keluar.
"anaknya laki-laki lagi pak Bu..." Kata dokter menyerahkan pada Ervan untuk diadzani.
"Alhamdulillah..." Ervan dengan semangat mengendong dan mengadzani bayinya Sebelum melakukan IMD.
Bayi diletakkan di atas dada Riri melakukan IMD. kali ini Riri hanya mendapatkan satu jahitan saja bobot bayinya 3.3kg panjang 47 cm.
"Mirip Raffa Sayang..." Kata Ervan mecoel-coel pipi anaknya.
"Ya dong Mas adeknya, siapa Mas namanya jadi yang kemarin..." Tanya Riri.
"Ya Sayang...Raydan Hafizh Wijaya." Balas Ervan.
.
.
.
.
.
Biar nggak penasaran ya Thor udah kasih extra part pak Adrian dan Tiara. Bayi Riri dan Mas Ervan juga...
__ADS_1
Akan lanjut season 2 ya jangan lupa tekan tombol ❤️ biar nggak ketinggalan saat up
Terima kasih reader tercinta🤗🤗