Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
Season 3 - Anggota Baru


__ADS_3

Aline


Kepalaku rasanya seperti kejatuhan buah durian. Pening pemirsa! Untuk bangun ke kamar mandi saja, princess takut oleng.


Mau ngadu sama mas suami takut ganggu dikiranya istri manja dan nganggu suami yang lagi kerja.


Aduh, badan aku juga rasanya panas banget, padahal di luar lagi gerimis syahduh. Princess tambah suhu AC, masih nggak mempan buat hilangkan hawa panas ini. Ditambah lagi setiap princess makan bawaannya perut mual mau keluarkan semua isi perut. Lengkaplah penderitaaanku sore ini.


Princess lirik jam dinding yang menunjukkan pukul lima, itu artinya sebentar lagi Mas suami pulang dari kantor.


Sepertinya aku nggak bisa sambut dengan wajah membahana full make up seperti biasanya. Untuk mandi saja princess berusaha jalan seseyok-seyok ke kamar mandi dengan kepala yang masih berputar-putar.


Hal itu permaisuri lakukan untuk mas suami, meskipun gak pakai make up, setidaknya waktu Raffa mau kecup aku yang cantik ini, suami mencium nggak cium bau asemnya keringet.


"Assalamu'alaikum ...." Suara yang membuat aku jadi tenang.


"Mas, kamu kok sudah pulang," tanyaku berusaha bangun tapi kepala rasanya masih seperti di ajak naik bianglala, terputar-putar.


"Mas cemas sama kamu, makanya Mas pulang setengah jam lebih cepat." Raffa langsung duduk di tepi ranjangku. Ia meraih tanganku lalu menciumnya.


"Ya ampun Sayang, badan kamu panas banget. Mas telpon dokter untuk datang ke rumah memeriksa kamu." Raffa berdiri panik dan kelihatan lagi telpon seseorang.


Aku cuma bisa nurut karena udah nggak kuat nahan sakit kepala. Raffa lepas sepatu kerjanya, ia naik ke ranjang terus tarik kepalaku untuk bersandar di dadanya. Ya ampun, tempat paling nyaman memang adalah pelukan Mas suami.


"Sabar Sayang sebentar lagi dokternya datang periksa kamu." Aku mengangguk lemah.


...****************...


Wanita berkacamata tempel stetoskop ke dada ku. Setelah di itu beliau yang kalem itu pegang kepala princess yang masih anget ini. Princess udah diberi suntikan penurun panas dan anti mual.


"Sebenernya ini demam biasa Kok."


"Tapi kenapa istri saya nggak berhenti muntah setelah menelan makanan," ucap Mas suami yang panik sejak tadi.


"Dari Kapan gejalanya mual muntahnya Pak" tanya dokter.


"Pagi ini dok, tiba-tiba semuanya muncul bersamaan," jawabku jujur.


Dokter manggut-manggut dengan mengukir senyum. Dokter ini, tersenyum di atas rasa sakit princess.


"Kalau boleh tahu, kapan terakhir berhubungan suami istri?"


Krik ... krik ... princess mengangga lebar. Gimana nyambungnya antara demam sama adegan 21 +, apa melakukan terlalu lama bisa menimbulkan efek samping demam, mual dan muntah. Aku yang malu ditanya hal begitu, langsung melotot ke arah mas suami agar memberi jawaban. Raffa juga kelihatan salah tingkah princess kasih kode untuk menjawab.

__ADS_1


"Kemarin sore dok, sebelum istri saya sakit seperti ini."


"Oke Pak, kalau begitu bisa dibantu istrinya untuk pemeriksaan urine." Dokter itu menyerahkan botol kecil untuk tempat tampungan urine.


Aku yang lemah ini di tuntun mas suami menuju kamar mandi. Setelah selesai dengan yang di isyarat dokter, aku serahkan alat mirip testpack yang beliau beri.


"Kapan terakhir kali menstruasi?"


Hmmm ... saking happynya minggu-minggu terakhir, aku sampai lupa belum dapat tamu bulanan.


"Bulan ini sepertinya belum dapat dok."


"Hmm ... ini masalahnya, saya kasih rujukan ke dokter kandungan ya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil alat kepekaan urine, sepertinya Mbak Caroline positif hamil."


Sejenak aku kaget bukan main, dokter bercanda kan. Masa aku bisa hamil secepat ini.


"Alhamdulillaah! Istri saya hamil Dok!" Mas suami mulai speechless.


"Sepertinya begitu Pak, silakan ke dokter kandungan untuk lebih memastikan hasilnya."


Aku langsung refleks pegang perut yang masih datar ini. Ya Allah, aku nggak bisa berkata-kata dengar berita bahagia ini. Kepalanya yang nyut-nyutan dari tadi mendadak enggak berasa apa-apa. Akan ada nyawa lain dalam tubuh aku sekarang, benih cintaku dengan Raffa.


Raffa langsung peluk aku dan hujani wajah dengan ciuman tanpa malu di depan kita ada dokter perempuan muda yang kelihatan masih single.


...****************...


Keesokan harinya setelah dokter ke rumah kita tadi malam, aku sama Raffa langsung pergi ke klinik ibu dan anak milik aunty Nesya. Princess sama Raffa sengaja cari klinik yang enggak jauh dari rumah dan yang pasti bisa dapat gratisan. Lumayan Bun, uangnya bisa di simpan untuk beli cabe-cabean.


Raffa genggam tangan aku terus selama perjalanan. Sesekali dia mengusap kepalaku lembut, tubuhku beneran lemas seperti kehabisan tenaga. Gimana tenaga enggak terkuras pemirsa, entah sudah berapa kali sejak pagi princess keluarkan isi perut. Bahkan di mobil aja, kecium bau parfum suami, princess udah muntah tiga kali. Untungnya princess inisiatif bawa kantong kresek dari rumah. Menjijikkan memang, tapi Mas suami enggak jijik sama sekali, ia malah berhenti mengemudi dan pijitin tengkuk leherku setiap kali lihat tanda-tanda istrinya yang cantik ini mau muntah.


Princess yang tak berdaya ini digandeng Mas suami menuju poli kandungan. Klinik masih kelihatan belum terlalu banyak orang, mungkin karena ini masih pagi. Lagipula Princess juga langsung booking dan dapat urutan pertama, enggak perlu antri dengan pasien lain.


"Ibu Caroline." Panggil perawat dari ruangan poli.


Aku sama Raffa langsung ngekor ikuti perawat itu. Kita duduk di depan dokter kandungan perempuan yang dipilih Raffa. Raffa menjelaskan keluhan yang di alami princess. Dokter menyuruh kami menuju ke ruangan yang terhalang tirai untuk pemeriksaan USG.


Jantungku deg-degan banget, semalam aja aku enggak bisa tidur karena kepikiran kalau beneran Hamil atau enggak. Bukannya apa, takut kecewa jika tak sesuai harapan.


"Iya Bu, ini kantong kehamilan udah kelihatan. Perkiraan kantung janinnya berumur 5 Minggu. Selamat ya Pak, Bu"


Aku sampai enggak percaya dan air mataku luluh begitu saja. Aku tamatkan benar-benar melihat bercak putih di layar yang dibilang oleh dokter bakal janinku.


"Alhamdulillah Sayang! Kita akan punya anggota baru." Raffa refleks cium pipi kiri kanan aku saking bahagianya. Mau princess tabok karena tak tahu tempat ini ruangan dokter, tapi aku urungkan karena suasana bahagia ini.

__ADS_1


Dokter memberikan pengarahan agar aku bedrest dua Minggu ke depan sampai pemeriksa selanjutnya. Kehamilan aku tergolong rentan dengan keluhan morning sickness yang parah. Jika selama seminggu ke depan tidak ada perubahan dengan keluhan ini, aku terpaksa harus menjalankan bedrest di klinik ini karena di kuatirkan mengalami dehidrasi.


Di perjalanan pulang dari klinik, Raffa nggak berhenti tersenyum dan elus perut aku. Kita merasa ini hadiah terindah selama pernikahan gresek kita. Itu dulu ya Bun, sekarang kita udah selayaknya pasangan suami istri, Raffa semakin hari semakin perhatian dan menunjukkan kasih sayangnya yang Besar untuk princess. Tidak ada lagi perjanjian Pranikah mengenalkan yang kita buat sebelum menikah. Yang ada hanya perjanjian saling mencintai dan menjaga satu sama lain dihadapan Allah.


Terlebih lagi sekarang kita akan menanti kehadiran makhluk kecil yang bukan hanya kita yang menanti. Tapi juga keluarga besar kita.


Tangan Raffa yang mengenggam tanganku, membangunkan lamunanku.


"Makasih Ya Sayang, udah mengandung anak Mas. Mas bahagia banget Sayang, sebentar lagi Mas akan jadi ayah."


"Aku juga senang banget Mas, nggak nyangka akan secepatnya ini jadi ibu dan kita akan jadi orang tua," balasku.


"Ternyata pilihan Mama sama Papa tepat, kamu memang istri terbaik untuk Mas. Makasih ya Lin, sudah sabar dan dampingi Mas sampai detik ini."


"Aku juga Mas, pilihan Papi Mami juga benar. Kamu suami yang terbaik untuk aku dan pasti jadi ayah terbaik untuk baby kita."


"Amin, I love you Caroline istriku yang berisik." Raffa cium lembut punggung tanganku.


"I Love you too suamiku yang kadang nyebelin." Balasku bergelayut di lengannya yang sedang menyetir.


Semoga rumah tangga kita bisa tenang seperti ini sampai kapanpun.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


💚💚💚💚💚 TAMAT 💚💚💚💚💚💚💚


__ADS_2