Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 60 Maaf Suamiku


__ADS_3

keesokan harinya usai sarapan pagi, mereka melanjutkan ke destinasi wisata berikutnya di hari-hari terakhir di Seoul.


Memilih menggunakan subway train mereka menuju ke Gyeongbokgung palace merupakan komplek istana pada dinasti jaseon menurut tulisan disebuah batu yang menggunakan bahasa Inggris.


"Kalau jalan kesini kita harus pakai hanbok." Kata Ervira.


"Oke, aunty aku mau." Kata Abel semangat.


Riri hanya pasrah saja mengikuti keinginan Ervira, karena memang dia tidak tahu apa yang harus dilakukan disini.


Kini ketiganya sudah memakai hanbok baju tradisional khas Korea. Abel dan Ervira sudah meluncur entah kemana.


"Kamu lucu sayang." Kata Ervan melihat Riri yang susah berjalan ditambah lagi dia harus memakai jaket karena udara masih sangat dingin.


"Mas, kita foto habis itu lepas ya, Riri nggak bisa jalan ribet." Kata Riri terus berjalan mengandeng suaminya.


"Ya sayang." Balas Ervan.


Riri dan Ervan yang memakai baju tradisional Korea dan berfoto disemua sudut yang menarik di Istana ini. Usai berkeliling ke istana yang luas dan menjadi putri dan prajurit dadakan mereka melucuti pakaian tradisional itu.


Kini keduanya memilih istirahat sejenak menunggu Abel dan Ervira yang masih menjadi putri Korea dadakan yang entah kemana, belum terlihat muncul.


"Sayang, kamu senang kan." Kata Ervan pada Riri yang memeluk dari belakang.


"Senang Mas, makasih ya Mas, Riri nggak pernah menyangka bisa ke tempat ini, merasa kan musim dingin." Balas Riri.


"Maaf ya sayang, kamu nggak bisa seperti pasangan pengantin baru yang lain yang bisa menikmati bulan madu berdua dengan suamimu, tapi kita malah liburan keluarga." Ucap Ervan.


"Mas ngomong apa sih, justru Riri senang Mas, rasa bahagia Riri juga dirasakan sama Abel." Jawab Riri. Ervan semakin mengeratkan pelukannya.


"Terima kasih ya sayang, kadang mas ngerasa rasa sayang kamu ke Abel melebihi ibu kandungnya, Mas sangat beruntung punya istri seperti kamu." Ujar Ervan yang langsung membuat Riri kaget dengan perkataan suaminya.


Sebelum sempat bertanya mengobati rasa penasarannya, Ervira dan Abel datang menemui mereka dan mengajak ke tujuan berikutnya.


Usai berkeliling di Istana Gyeongbok mereka melanjutkan dengan berjalan kaki menuju Gwanghwamun square. Sama hal nya yang dilakukan di istana, disana mereka hanya berkeliling melihat seniman yang memamerkan keahliannya. Tak luput juga mereka bergantian berfoto di bawah patung raja sejong yang megah bergantian.


Usai 4 jam berada di Gyeongbok dan Gwanghwamun square saatnya kembali ke hotel menikmati makan siang mengisi perut yang lapar.


*******


Riri mengemasi barang-barang mengepaknya ke dalam koper karena keesokan harinya harus kembali ke tanah air.


Ponsel Riri bergetar, nampaknya ada telepon yang masuk lewat aplikasi Wa.


"Assalamu'alaikum pak"


Adrian : Wa'alaikumsalam, Ri judul kamu saya setujui, saya tunggu ya bab satunya secepatnya.


"Bener Pak! Alhamdulillah, InsyaAllah setelah pulang dari Korea saya kebut Pak."


Adrian : Kamu lagi di Korea? Pantes kamu absen dimimpi saya.


"Asik, Bapak paling bisa deh." Balas Riri tertawa.

__ADS_1


Adrian : Jangan lupa oleh-oleh ya.


"Ya pa, Bapak minta apa?"


Adrian : Minta kamu pulang dengan utuh aja deh.


"Boleh Pak." Riri terkekeh lagi.


Adrian : Ya sudah kalau begitu, bilang sama Ervan awas diabetes deket kamu terus.


"Wkwkk, Ya udah Pak, assalamu'alaikum."


Riri menutup teleponnya masih senyum mengembang dibibirnya yang memang selalu terhibur dengan kelakuan Adrian.


"Siapa yang telepon? kayaknya bahagia banget." Tanya Ervan yang baru keluar dari kamar mandi.


"Pak Adrian Mas," balas Riri.


"Ngapain dia telepon kamu? Terus kenapa senyum-senyum sendiri." Gerutu Ervan lagi mulai nada meninggi.


"Kabarin Riri, kalau judul Riri di setujui, dia lucu Mas makanya temen-temen mahasiswa banyak yang suka sama Pak Adrian." Balas Riri.


"Kamu suka juga?" Tegas Ervan lagi.


Riri takut salah menjawab melihat ekspresi suaminya yang mulai berubah.


"Suka Mas, sebagai dosen yang asik." Balas Riri.


"Nanti kalau ketemu Adrian, kamu jangan senyum-senyum sama dia." Tegas Ervan lagi.


"Candaan kamu garing sayang, ya udah kita pergi, Abel mau main ice skating." Balas Ervan pergi keluar dari kamar hotel terlebih dulu.


Aduh kenapa jadi marah di suasana liburan kita sih. Riri.


Tiba di wahana ice skating outdoor di salah satu mall di Seoul. Semuanya bermain dengam wajah gembira kecuali Ervan dan Riri yang nampak tidak saling bicara.


Setelah 2 jam berlalu menikmati ice skating yang ramai akan pengunjung. Ervan memutuskan mengajar Riri kembali ke hotel berjalan kaki. Beberapa menit berjalan sampailah mereka di depan hotel lobby hotel.


Ervira dan Abel masih berkeliling destinasi yang lain. Ervan dan Riri masih berjalan beringingan tanpa suara malam ini.


Aku nggak bisa diam-diam lagi, aku nggak tahan mas kamu diam sama aku. ayo Riri jadi penjilat rayu suamimu. Riri


"Aduh Mas," Riri menjatuhkan dirinya di tangga menuju lobby hotel.


Dengan cepat Ervan menoleh ke belakang ke arah istrinya yang sudah tergeletak memengangi kakinya.


"Ya Allah sayang, kamu kenapa?" Kata Ervan cemas memengangi kaki Riri.


"Kayaknya Riri keseleo Mas," jawab Riri berpura meringis memengangi kakinya.


Dengan cepat Ervan mengendong Riri dengan gaya bridal. "Kita lihat dikamar ya sayang, kalau parah kita panggil dokter."


Riri mengalungkan tangannya ke leher suaminya, melihat dengan senyum-senyum wajah cemas suaminya.

__ADS_1


Maaf ya Mas, aku selalu menggunakan cara curang buat melakukan pendekatan lagi, aku nggak tahan di diemin, kenapa sih kamu terlalu cemburu sama pak Adrian? Riri.


Ervan membaringkan tubuh Riri setelah sampai dikamar. Dia membuka sepatu boat Riri dan mulai mencari area mana yang terasa sakit.


"Ini sakit Sayang," Kata Ervan memijat kaki Riri yang sebenarnya tidak sakit.


"Udah enakan Mas, Alhamdulillah." Balas Riri sambil membuka segala perlengkapan musim dinginnya.


"Ya udah istirahat aja, lain hati-hati." Kata Ervan yang membaringkan Riri, dan disusul membaringkan dirinya sendiri disamping istrinya.


Riri mengamati wajah suaminya yang begitu perhatian dengannya. Tapi sifat prosesif berlebih suaminya sering membuatnya kesal.


Ponsel Riri bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Membuka pesan yang masuk darj ponselnya.


"Siapa??'" Tanya Ervan pada Riri dengan nada penuh curiga.


"Rika mas." Jawab Riri.


"Mas kira Adrian lagi." Ucap Ervan lagi.


"Mas, kenapa sih? Mas selalu marah kalau Riri berhubungan sama Pak Adrian." Tanya Riri pada Ervan penuh keberanian.


"Karena Adrian sendiri yang bilang sama Mas kalau dia suka sama kamu!." Kata Ervan yang kesal tak bisa menahannya lagi.


Deg. !! Riri sejenak terdiam mencoba mencerna kata-kata suaminya, "Hahahaha, Mas pasti ngarang kan supaya Riri jauh-jauh sama Pak Adrian."


"Terserah sayang, kamu percaya apa nggak, Mas udah bilang alasannya." Balas Ervan lagi sekarang menutup matanya.


"Jadi bener Mas." Seru Riri lagi tapi didapati suaminya yang matanya sudah terpejam.


Apa bener Pak Adrian suka sama aku? Jika memang benar, pantas aja Mas Ervan begitu marah dengan sabahatnya. Ya Allah, sangat wajar jika suamiku merasa cemburu akan tidak wajar jika suami hanya diam dan tidak ghirah sama sesekali. Betapa bersalahnya aku ketika membiarkan suamiku merasa kesal karena ulahku yang mungkin di anggap salah. Ya Allah Suamiku mengingatkanku agar menjaga sikap dan pandanganku dari laki-laki yang bukan mahram terlebih lagi lelaki yang memang menaruh hati padaku. Tapi aku tidak pernah menyadari sikap ku selama ini menyulutkan api cemburu dimata suamiku. Maafkan aku Mas kedepannya aku akan berhati-hati dalam melakukan apapun yang membuatmu tidak ridho akan perbuatanku.


Riri memandang wajah suaminya yang ada di sampingnya, merapikan rambutnya yang menyentuh dahi, sesekali menciumi pipi suaminya berkali-kali yang masih terlelap.


"Maafin Riri ya Mas udah membuat Mas kesel, Makasih Mas, udah memberi Riri Cinta yang begitu besar, I love you Mas." bisik Riri pelan, Kali ini berinisiatif mengecup bibir Suaminya


****


Pagi di langit kota Seoul yang harus ditinggalkan keluarga ini untuk kembali ketanah air. Liburan kini telah usai, pasti mereka akan sangat merindukan suasana teduh tepatnya dingin di negara ini, mereka Keempatnya bergegas menuju Bandara dan kembali ke tanah air memulai aktivitas normal kembali seperti biasa.


.


.


.


.


Next.........


Terima kasih Pembaca, maaf waktu up mulai lambat.


Jangan lupa tinggalkan LIkE, koment dan vote author ya..

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏


__ADS_2