Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP67-S2// Malam yang Sempurna


__ADS_3

WARNING! Part ini khusus 18+ & 21+ kalau kalian yang dibawah itu silakan skip dan ganti baca buku masakan.


Perasaan Abel campur aduk sekarang, dia membongkar kopernya untuk menganti bajunya. Meskipun dia akan mandi, setidaknya dia berpakaian dulu di hadapan suaminya. Dia beruntung isi koper ternyata tidak sesuai bayangannya. Isi koper Abel lengkap dengan baju dan barang-barang kebutuhan Abel pada umumnya. Memang hanya ada beberapa lingerie, tapi melihatnya saja Abel sudah geli. Dia menaruh lagi lingeri di tangannya dan berhasil menemukan handuk kimono. Handuk Kimono paling cocok dikenakana ketika mandi.


Abel berjalan pelan menuju tempat suaminya yang berendam di bak air panas. Abel memperhatikan di lantai celana dan underware milik suaminya sudah berserakan di lantai. Itu artinya Davin sudah dalam keadaan polos sekarang. Dadanya kembali berdegup kencang, Abel berjalan mengendap-endap menuju kolam.


“Sayang kamu kok lama,” ujar Davin memergoki kedatangan Abel.


Abel masih belum berani membuka handuk kimononya dan masuk ke dalam kolam. Ia masih sangat malu harus sama-sama polos dalam satu tempat meskipun dengan suaminya.


“Sayang, tadi siapa yang minta mandi, ayo masuk bantu suamimu membersihkan badan,” kata Davin dengan senyum tipis, mengoda Abel yang malu-malu.


Abel masih belum bergeming. Rasanya ia ingin mundur saja sekarang melihat tatapan Davin yang semakin membuatnya merinding.


“Sayang….” panggil Davin dengan nada mengoda. “Mau Bang Davin gendong ya ….” Davin hendak berdiri dari posisi santainya.


“Jangan! Abel akan masuk,” kata Abel yang belum siap memperawani matanya dengan tubuh polos suaminya kalau berdiri.


“Bang Davin tutup mata dulu,” pinta Abel.


“Nggak mau,”


“Kalau begitu hadap ke belakang sebentar saja….”


“Abang nggak mau juga,” balas Davin sambil tertawa renyah malah semakin fokus melihat istrinya.


“Ih … Bang Davin please.”


“Sayang Abang hitung sampai tiga, kalau kamu nggak masuk.” Ancaman Davin yang semakin ingin mengoda istrinya.


Dengan secepat kilat Abel membuka handuknya dan masuk ke dalam kolam. Dia sudah tidak peduli lagi suaminya melihatnya polos. Memang sudah haknya melihat atau memiliki tubuhnya.


Sesuatu tertahan di jakun ketika melihat tubuh polos istrnya. Davin langsung meraih tubuh istrinya melingkarkan tangan di pinggang Abel. Tangan satunya mengosok tubuh bagian depan Abel yang mulus. Davin dengan telaten membersikan kulit putih istrinya yang patuh dengan spon, hal itu membuat tubuh Abel meremang dan berdesir seperti di sengat belut listrik.

__ADS_1


Sekarang Davin meminta Abel bergantian mengosok tubuhnya, Abel dengan malu mengosok bagian depan tubuh sek-si suaminya. Sedangkan tangan Davin sudah bergeriliya menjelajah tubuh Abel. Abel pasrah kali ini membiarkan suaminya menikmati apa yang menjadi miliknya.


“Cukup Sayang, mau disini atau di kamar,” tanya Davin tanpa basa-basi setelah permainan gosok-mengosok di dalam air panas ini.


Abel langsung membulatkan matanya. Bagaimana bisa dia melakukan hal yang menjadi pengalaman pertamanya di sini. Dia belum memperlajari ilmu yang seperti itu dari Mbah Google selain di atas ranjang.


“Di kamar.” Abel menjawab dengan membuang semua urat malunya.


Davin tersenyum penuh arti, ia meraih handuk dan melilitkan di pinggangnya. Lalu meraih haduk kimono Abel untuk menutupi tubuh istrinya sekenanya. Davin mengangkat tubuh Abel dengan gaya bridal menuju kamar.


Davin meletakkan Abel di atas ranjang kayu yang dipenuhi kelopak mawar pastinya bukan kembang tujuh rupa. Kali ini Abel memilih pasrah ketika kain penutup tubuhya di singkirkan suaminya. Davin memandang kagum pemandangan indah di depan matanya. Abel membiarkan suami yang mulai menyerang menyusuri setiap lekuk tubuhnya yang memang menjadi kehalalnya.


“Ahh….” Abel mengeluarkan suara aneh ketika suaminya mencium ceruk lehernya yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain meninggalkan jejak -jejak karya.


Davin mulai menurunkan bibir tipisnya ke dada Abel hingga membuat suara aneh yang keluar dari mulut istrinya semakin kencang.


“Keluarkan semua sayang, hanya ada kita berdua disini,” kata Davin bersemangat disela aktivitasnya karena suara aneh istrinya membuat hasratnya semakin terpacu.


Abel semakin pasrah ketika suaminya sudah menanggalkan handuk yang melilit di pinggangnya. Abel juga sudah melihat sesuatu yang berdiri tegak tapi bukan tongkat kera sakti. Kini tubuh Davin sudah menin-dih di atas Abel dengan tumpuan di sikunya agar tidak membebani istrinya.


“Lakukan, ratu milikmu yang mulia,” canda Abel disela debaran dadanya yang seperti lari marathon.


Dengan susah payah pion menembus dinding istana sang ratu, meskipun sempat gagal beberapa kali dan akhirnya pion mampu menerobos pintu istana. Hingga pion menimbulkan aliran kenikmatan pada sang pemiliknya.


“Ahh…,” pekik Abel merasakan tubuhya seperti terbelah menjadi dua, dibarengi curahan airmata yang keluar dari ujung matanya.


“Sakit ya sayang?” tanya Davin melihat rintihan istrinya.


“Kalau Abel bilang sangat sakit, Apa Bang Davin akan berhenti?” tanya Abel.


Davin nampak berpikir, “Maaf tidak sayang, kali ini Abang harus menyakitimu untuk kenikmatan kita.”


Lalu kenapa tadi Bang Davin tanya!! Teriak Abel dalam hati.

__ADS_1


Keduanya kini melakukan penyatuan cinta yang sudah tidak terbendung. Suasana malam yang hangat dengan deburan suara hangat menambah semangat tersendiri untuk menuntaskan hasrat mereka. Hasrat cinta yang sama-sama di rasakan pertama kali oleh keduanya. Rasa sakit di awal yang Abel rasakan, berubah menjadi kenikmatan hingga mencapai pelepasan untuk kedua manusia yang dimabuk cinta ini. Malam yang sempurna untuk keduanya.


“Terima kasih sayang, istriku kau sungguh luar biasa,” ucap Davin dengan nafas terengah-engah dan keringat yang membanjiri pelipisnya.


Abel hanya mengganguk karena tubuhnya sudah melemah, Davin mencium lama kening Abel.


“Kita istirahat sebentar Sayang, nanti lanjut yang kedua.” Davin membaringkan tubuhnya yang lemas di samping Abel, tangannya meraih tubuh Abel memeluk istrinya.


Tidakkkk. Gerutu Abel dalam hati.


.


.


.


.


.


NEXT....


_____________________________________________


Thor : Vulgar nggak sih, silakan koment jujur ya. Pertama kali othor berani Up ehem-ehem😬😬


Zen : Kalo kurang Hot Thor🙈🙈


Thor : Disini ngga bisa hot hot kalau mau hot baca ulang di samping kompor, semoga membantu 😘😘


Zen 2 : Bang No gimana Thor 😭


Thor : Ya elah😳😳😳 Sabar zeyeng, Bang No nya ntar tunggu pengumuman.

__ADS_1


Beri Upah begadang Thor. pencet LIKE tombol jempol ketik KOMENT sesuka hati kalian yang punya POIN bisa VOTE seikhlas kalian. loph❤️ U


__ADS_2