Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 58 To Seoul 2


__ADS_3

"Selamat datang di Korea Selatan." Kata wanita cantik yang sangat dikenal Ervan dan Riri.


Abel langsung memeluk wanita yang ada didepannya itu.


"Vira! kamu cepat banget sampai disini?." Kata Riri heran padahal kemarin dia masih melihatnya di resepsi pernikahannya.


"Ya Mbak, aku di suruh suamimu tuh jadi tour guide kalian, maka nya selesai resepsi langsung berangkat ke Seoul." Balas Ervira dengan gaya bicara yang ceria.


"Aunty ikut ke Seoul, kenapa nggak bilang sih? kan Abel bisa bareng aunty jadi bisa sampai duluan." Seru Abel pada Ervira yang memang mereka dekat satu sama lain.


"Vira nanti aja ngobrolnya, cepat ambil mobilnya! kakak iparmu udah kedinginan ini." Ujar Ervan yang memecah obrolan para wanitanya.


"Oke, siap Kak." Jawab Ervira mengambil mobil yang terparkir tak jauh dari pijakannya sekarang.


Tiga koper besar dimasukan kedalam bagasi mobil, dan bergegas semua masuk kedalam mobil agar mereka sedikit lebih hangat.


Flashback on


Malam sebelum resepsi pernikahan Ervan dan Riri, Ervira tiba ke kota B dari kota tinggalnya selama ini di Singapura. Selain berkuliah, Ervira juga berkerja di negeri singa sebagai desiner accecoris dan perhiasan yang sering berkeliling keluar negeri, terutama zona Asia. Karena cukup lama dan menetap di Singapura Ervira sangat mengetahui zona wilayah Asia terutama Korea Selatan sebagai pusat tren fashion Asia.


"Vira, nanti malam kamu langsung ke Seoul, siapkan semuanya disana sekalian temanin Abel." Kata Ervan pada Vira sebelum ke gedung resepsi.


"Ya kak, apa sih yang nggak buat kakak, baru sehari di tanah air suruh balik lagi ke luar negeri." Balas Ervira gadis cantik berambut coklat ini.


"Maaf ya Dek, Abel itu dekat banget sama Riri, nanti disana dia pasti nempel terus sama Riri. terus kakakmu ini suruh peluk boneka salju."


Ujar Ervan.


"Hahahaha, Ya Kak tenang aja masalah Abel. Ada Vira." Balas Vira.


"Ya udah Kakak mau panggil Riri dulu, kita mau berangkat ke acara resepsi."


Ervan ingin liburan keluarga kali ini ditemani oleh adiknya Ervira, karena ini pengalaman pertama bagi keluarganya ke Seoul. Selain itu, selama ini jika Abel berlibur ke luar negeri pasti bersama Ervira bibinya.


Ervan sengaja tidak memberi tahu kepada Riri, karena istrinya pasti akan protes dengan keputusannya yang seolah menjauhkan Abel walaupun tidak seperti itu maksudnya. Ervan juga ingin sesekali menikmati waktu berdua dengan istrinya di luar negeri saat musim dingin.


Setelah resepsi dilaksanakan malam itu juga Ervira dengan senang hati langsung bertolak ke Seoul untuk mempersiapkan keperluan kakaknya disana sebelum kedatangan mereka.


Flashback end


Ervan dan Riri duduk di bangku belakang sedangkan Abel di samping Ervira dibangku kemudi. Mobil melaju meninggalkan Bandara Incheon menuju ke kota Seoul yang harus melewati jembatan panjang di atas laut.


Riri yang sudah merasa tidak terlalu kedinginan sesekali menoleh ke arah jendela mobil melihat pertama kalinya dalam hidupnya sisa salju yang menempel di pinggir -pinggir jalan.


Maha Besar Allah SWT yang menurunkan salju yang begitu indah disepanjang mata memandang. Begitu sekiranya yang ada di pikiran Riri.


"Ini kopi biar hangat." Kata Ervira membagi cup kopi yang sudah ada didalam mobilnya.


Ervan mengambil cup kopi dari tangan adiknya. "Minum Sayang, biar bibir kamu nggak kering." Kata Ervan meminumkan kopi ke mulut istrinya.


"Terima kasih Mas." Balas Riri merasa lebih baik untuk pertama kali merasakan dingin yang luar biasa.

__ADS_1


"Mas, itu lautnya beku?." Tanya Riri yang jiwa udiknya meronta menunjuk permukaan laut yang tertutup es.


"Ya sayang, kalau habis turun salju pasti kayak gitu." Balas Ervan.


"Ya Allah, pantes sedingin ini mas."


Ya Allah, rasanya masih kayak mimpi bisa ke luar negeri lihat salju sama suami dan anakku. Riri


Setelah beberapa menit berkendara kini memasuki kota Seoul yang meriah dengan gedung-gedung tinggi yang menjulang dan banyak orang-orang pejalan kaki memakai pakaian tebal.


"Kita istirahat dulu setelah sarapan, siang kita main salju di Nami island ." Kata Ervira membelokkan mobilnya ke sebuah hotel.


"Siap Aunty." Balas Abel senang


Riri merasa wajahnya ditampar es lagi ketika turun dari mobil, dia segera berjalan cepat menuju lobby hotel mengikuti langkah ketiga orang didepannya. Memasuki hotel mereka disambut petugas hotel. Petugas hotel membantu membuka jaket dan membawa barang mereka.


"Welcome to Seoul. follow me, I will take you to your room"


Mereka mengikuti langkah petugas hotel menuju lift menaiki lantai 12 dan menyusuri lorong hotel sampai pada sebuah kamar.


"Please Sir, this is your room if you need anything contact us." kata petugas hotel membuka pintu kamar.


"Thanks you." Balas Ervan memberi beberapa uang won.


"Thanks you Sir." Balas petugas hotel dan berlalu meninggalkan mereka.


Abel akan masuk ke dalam kamar tapi tangan Ervira menariknya.


"Oke Aunty, Abel tidur sama Aunty." Balas Abel.


"Ma, nggak apa-apa Abel tidur sama Aunty." kata Abel pada Riri.


Riri akan membuka mulut tapi Ervan langsung menyela. "Nggak apa-apa sayang, cepat sana ikuti Auntymu istirahat."


"Kak, aku tunggu dua jam lagi. Jangan lupa kunci pintu, takut tawanan lepas." Bisik Ervira ditelinga kakaknya.


"Jaga baik-baik jangan sampai lecet apalagi lepas, hahahaha, adek pinter." Balas Ervan.


"Mas ngomong apa sih sama Vira." Tanya Riri pada suaminya yang terlihat tertawa lepas dengan adiknya.


"Nggak ngomong apa-apa, ayo masuk kamar." Ervan mengandeng Riri masuk kedalam kamarnya.


Riri menggelilingkan matanya melihat isi kamar hotel yang elegan sangat nyaman tidak berbeda jauh dengan hotel di tanah air, hanya saja dikamar hotel terdapat beberapa kaca di setiap sudut.


Banyak banget disini kacanya, apa tiap saat kita suruh ngaca ya biar sadar diri. Hahahaha. Riri.


Riri melihat ke arah jendela nampak dari atas gedung - gedung menjulang tinggi kota Seoul yang rapi, banyak pejalan kaki memakai pakaian tebal di trotoar jalan sangat rapi seperti di latar belakang tempat drama Korea.


Ervan memeluk istrinya dari belakang mencium aroma tubuh istrinya dibahu.


"Lihat apa sayang, kamu senang kita disini."

__ADS_1


"Senang mas, tapi dinginnya luar biasa kayak beku. Oh ya mas, kenapa mas nggak cerita kalau Ervira ikut kita."


"Tadi kan dia bilang sendiri mau jadi tour guide kita, sekalian temanin Abel," jawab Ervan.


Riri pun mengalah mendengar jawaban suaminya. Ervan membalikkan badan Riri menatap lekat wajah istrinya itu. Riri yang melihat suaminya memandanginya aneh merasa ada maksud tersembunyi dari tatapan suaminya.


"Kamu capek nggak sayang, kita menghangatkan tubuh alami dulu yuk." Kata Ervan tersenyum nakal sambil memberi kecupan singkat dibibir Riri.


"Ya udah ayo." Jawab Riri yang mebuat Ervan kaget sekarang istrinya yang tidak malu-malu lagi dengan masalah itu.


Dengan cepat Ervan menyambar bibir ranum istrinya, mencium dengan dalam dan penuh cinta. Kehangatan tercipta dari pasangan suami istri ini didalam kamar tanpa memperdulikan cuaca dingin di udara kota Seoul yang menjadi saksi pergulatan cinta keduanya yang sama-sama mencapai puncak kenikmatan dipagi ini.


"Semoga Allah cepat memberikan amanah kita melalui benih-benih yang mas titipkan." kata Ervan yang tubuhnya bercucuran keringat meski cuaca dingin.


"Amin mas." Balas Riri terbata dengan nafas yang masih tersengal-sengal dan menarik tubuh suaminya dalam dekapannya.


Kedua beristirahat sebentar melepas letih usai aktivitas paginya tadi. Beberapa menit Petugas hotel mengentuk pintu mengantar sarapan yang dipesan seseorang yang tak lain adalah Ervira.


*********


Ervira mengentuk kamar disebelah kamarnya. Beberapa detik Ervan dan Riri sudah munculnya dibalik pintu lengkap dengan pakaian musim dingin dengan bahan wool.


"Sudah siap kak, disana pasti lebih dingin," Tanya Ervira yang melihat keduanya Kakaknya tersenyum malu tahu apa yang baru terjadi.


"Ya, ayo kita pergi." Jawab Ervan.


Mobil mereka melaju ke tempat tujuan berikutnya yang ditempuh dengan jarak satu setengah jam. Di tempat tertentu disepanjang jalan hamparan putih terlihat indah disetiap mata memandang, pohon-pohon yang daunnya tertutup salju. Perjalanan panjang, sampailah meraka di sebuah dermaga kecil yang akan membawa mereka ke pulau.


Petugas dermaga memberi tahu kalau suhu sekarang di Nami island mencapai -8 derajat.


"Kita nyebrang dulu ya." Kata Ervira yang membimbing keluarga kakaknya menaikin kapal penyebrangan kecil menuju pulau.


Mereka berempat naik keatas kapal dan tidak sabar untuk tiba di pulau yang terkenal dengan suasana romantis disana dan keindahan hamparan salju.


.


.


.


.


.


Next ....


Terimakasih udah sabar nunggu up dari author. Butuh masukan apa kekurangan dan kekilafan author 😁😁😁


Jangan lupa like, koment dan vote author.


🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2