Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 56 Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Waktu silih berganti terus berputar hari bahagia Riri dan Ervan mengelar acara resepsi pernikahan berlangsung siang ini.


Rumah megah keluarga Wijaya dipenuhi rasa kegembiraan sanak saudaranya yang akan menghantarkan kedua pengantin ke tempat resepsi berlangsung. Gedung pertemuan terbesar dikota B yang dipilih keluarga Wijaya sebagai tempat resepsi pernikahan anak keduanya.


Riri nampak cantik usai dirias oleh MUA. Riri menggunakan gaun mengembang berwarna emas pilihan ibu mertuanya dengan kerudung warna senada yang dihiasi mahkota. Riri melihat bayangan dirinya dalam cermin merasa takjub. Dia akan jadi ratu dan raja sehari hari ini.


Suara handle pintu kamar terbuka, Ervan masuk dan melihat istrinya yang nampak begitu cantik. Riri tersenyum manis melihat suaminya yang muncul dibalik pintu.


"Sayang, itu kamu Rinjani Ana lita istriku." Tegur Ervan pada istrinya.


"Bukan, aku Riri Ibunya Abel." Jawab Riri mengoda suaminya.


"Kamu cantik banget sayang, Mas kira tadi ada bidadari yang nyasar." Goda Ervan menarik tubuh istrinya kepelukannya.


"Gombal, emang selama ini nggak cantik hari ini aja cantiknya." Goda Riri lagi pura-pura cemberut.


"Nggak dong sayang kamu cantik setiap detik." Jawab Ervan yang gemas akan mencium bibir istrinya.


"EHEM EHEM nanti rusak mas make up nya." Gerutu salah satu orang didalam kamar yang serasa tak dianggap menegur aksi mereka.


Ervan mengurungkan niatnya memundurkan wajahnya dan merasa malu karena baru menyadari dikamar bukan hanya dia berdua dengan istrinya tapi ada lima orang team MUA.


"Maaf ya Mbak Mbak, suami saya suka begitu." Kata Riri yang juga merasa malu.


"Nggak apa-apa mbak, dunia milik mbak sama suaminya kita anggap aja numpang ngekos." Jawab salah satu asisten MUA membuat Riri tertawa.


"Ayo sayang, kita udah ditunggu." Kata Ervan mengandeng tangan istrinya dan melangkah meninggalkan kamar.


"Mas juga ganteng banget." Seru Riri sambil berjalan menuruni tangga rumah keluarga Wijaya.


"Ya pasti dong, maka nya kamu jatuh cinta sama Mas." Balas Ervan. Ervan langsung mencubit pinggang suaminya.


Keduanya disambut keluarga yang sudah menunggu untuk menuju ke acara resepsi. Beberapa mobil pun bergerak menuju tempat resepsi.


******


Riri dan Ervan masuk ke dalam acara resepsi pernikahan yang mewah ala keluarga Wijaya bertema gold yang diiringi para keluarga Riri dan Ervan, suara sexofon yang romantis menambah suasana syahdu langkah kaki mereka menuju pelaminan.


Entah berapa orang yang ada didalam gedung yang terlihat mulai padat oleh tamu undangan. Riri mengundang teman-teman kuliahnya, teman disekolah nya dan juga tetangga rumahnya.


Sedangkan keluarga Wijaya mengundang petinggi-petinggi perusahaan di kota B dan banyak juga pejabat pemerintahan kota B yang di undang.


Riri masih tidak percaya dengan pernikahan mewahnya bak negeri dongeng saat ini, dia dan suaminya yang memakai baju berwarna senada seperti raja dan ratu dipelaminan yang tak kalah megah.


Riri menengaskan lagi hatinya bahwa ini semua hanya lah bonus untuknya yang mulai larut dengan kemewahan pesta pernikahannya.


Ya Allah jangan biarkan hamba terlena dengan semua ini. Semewah dan semegah apapun resepsi pernikahan, kebahagian pernikahan sesungguh adalah menikah dengan seorang laki-laki yang baik, bisa menjadi imam yang menghantar ku bersama sama masuk ke surga serta mencintai dengan tulus seperti Mas Ervan suamiku adalah yang terpenting.


Riri mulai berkaca-kaca melirik ke arah suaminya yang berada tepat disampingnya.


"Kenapa sayang melotot gitu, kagum ya punya suami kayak mas." Kata Ervan melihat Riri yang terus memandanginya.


"Mas kepedean." Jawab Riri malu yang langsung tersungging senyum dibibirnya.


Pesta pun berlanjut tamu undangan mulai naik ke atas pelaminan untuk memberi selamat pada kedua pengantin. Manusia silih berganti memberi ucapan selamat kepada Riri.


"Mas berapa orang yang diundang sih kenapa yang salaman nggak selesai-selesai." Bisik Riri pada suaminya disela kosong manusia yang memberinya selamat.


"Mas Kurang tahu pasti nya sayang, sekitar tiga ribu orang lebih." Jawab Ervan.


Riri yang mendengar langsung menelan ludah kasar berarti dia masih harus berdiri berapa lama lagi.


Tak lama diumumkan beberapa tamu kehormatan yang tidak perlu mengantri seperti tamu undangan yang lain untuk memberi ucapan selamat. Salah satu tamu undangan yang penting adalah mantan kekasih Ervan perwakilan dari perusahaan terbesar dikota B.


Wanita anggun memakai gaun merah nampak cantik dengan rambutnya terurai naik ke pelaminan. semua tamu undangan yang tahu masa lalu keduanya melihat ke arah pelaminan seolah penasaran apa yang akan terjadi.


"Je ne viendrais jamais si je ne représentais pas l'entreprise " kata Tiara pada Ervan menggunakan bahasa Prancis. (Aku tidak akan datang jika bukan karena perwakilan perusahaan)


"merci pour tout Tiara, un jour tu seras définitivement dans le mariage comme moi." Balas Ervan pada Tiara. (Terimakasih untuk semuanya Tiara, suatu hari nanti kamu akan berdiri dipelaminan sepertiku)


Mas Ervan sama Bu Tiara ngomong bahasa apa sih? sengaja biar aku nggak ngerti.

__ADS_1


Riri yang mulai panas mendengar obrolan bahasa asing suaminya dengan mantan kekasihnya, dia hanya bisa memaksakan senyuman dibibirnya.


"Je ne sais pas, chaque fois que cela changera, mes sentiments sont toujours les mêmes qu'avant. " Balas Tiara menatap Ervan.(Entahlah, kapan aku bisa berubah, perasaanku masih sama seperti dulu)


"Allez Tiara, vous ouvrez à nouveau votre cœur. Enjoy this party" Balas Ervan lagi.


(Ayolah Tiara, kamu buka hatimu lagi)


Tiara menemui Riri menjabat tangan Riri. "Atas nama PT. PM, selamat ya atas pernikahan kalian." Riri meyambut tangan mantan kekasih suaminya.


"Terima kasih Bu Tiara atas kedatangannya." Balas Riri dan Tiara menuruni pelaminan ditemani asistennya.


Disela waktu senggang diatas pelaminan, Riri yang penasaran bertanya pada suaminya pembicaraannya dengan Tiara.


"Mas tadi Bu Tiara ngomong apa."


"Dia bilang kamu cantik serasi sama mas," jawab Ervan menyembunyikan fakta pada istrinya.


"Masa sih, nggak percaya ah, kenapa panjang banget artinya begitu aja."


"Ya udah kalau nggak percaya." Jawab Ervan memegang dagu istrinya.


Riri terpaksa mengiyakan jawaban suami yang masih dianggap tidak masuk akal. Pesta masih berlanjut dengan nyanyian penyanyi bersuara tinggi dari Ibukota Jodaka yang diundang keluarga Wijaya.


🎵Her eyes her eyes make the stars look like they're not shinin..,......................🎵


"Kita suruh pengantin laki-laki nyanyi setuju nggak?" Seru Jodaka pada tamu undangan.


"Setuju!!!" Sahut para tamu undangan.


Jodaka meminta ijin naik ke atas pelaminan mendekati Riri dan Ervan. Memaksa Ervan untuk melanjutkan lagu. Riri juga ikut memaksa suaminya bernyanyi, karena desakan tamu undangan dan istrinya terpaksa Ervan mengambil mic dari Jodaka. Tamu undangan bersorak senang ingin mendengar suara pengantin laki-laki.


🎵When I see your face


There's not a thing that I would change cause


You're amazing


🎵 When I see your face


There's not a thing that I would change cause


You're amazing


Just the way you are🎵.


Ervan menatap istrinya, Riri tersenyum pada suaminya, mengengam erat tangan suaminya hingga meneruskan lagunya. Riri tersipu malu mendengar nyanyian suaminya yang tidak terlalu buruk.


🎵And when you smile


The whole world stops and stares for a while


Cause girl you're amazing


Just the way you are.🎵


"I Love you so much my beautiful wife" kata Ervan didepan ribuan manusia usai bernyanyi.


Ervan mencium kening Riri dihadapan ribuan tamu undangannya. Wajah Riri tersenyum merona malu karena ulah suaminya. Seketika gedung mejadi riuh sorakan senang dan tepuk tangan melihat kebahagian kedua pasangan suami-istri ini.


"Oke cukup." Kata Ervan memberi mic pada Jodaka.


Jodaka kembali kepanggung music menghibur ribuan orang didalam acara ini.


Disisi yang lain seorang laki-laki memakai kacamata menegur Tiara yang terlihat kesal dalam suasana meriah ini.


"Bu Bos, apa kabar?" Tanya Adrian yang langsung duduk di depan Tiara.


"Adrian, Aku baik, kemana aja setahun." Balas Tiara yang terkejut melihat Adrian.


"Lagi ngampus lagi, banyak yang berubah ya." Jawab Adrian.

__ADS_1


"Semua berubah, begini hidup kadang tak sejalan dengan apa yang kita mau." Balas Tiara sedikit terhibur mengobrol dengan sahabat mantan kekasih itu.


Keduanya Akrab mengobrol kesibukan satu sama lain. Sementara di atas pelaminan Riri dan Ervan yang masih menyalami tamu Undangan, Riri terkejut melihat sahabatnya Rika yang datang berama Rio memberi selamat.


"Rika kamu dan Pak Rio," tanya Riri penuh rasa penasaran. Rika mengangguk malu mengukapkan kalau dirinya sudah menjadi sepasang kekasih.


"Semoga cepat nyusul ya, kenapa nggak pernah cerita." Balas Riri lagi merasa senang.


"Amin, biar surprise mudahan ya secepatnya, pesta yang luar biasa ri." Balas Rika disusul Rio memberi ucapan selamat.


Tak lama kemudian, Adrian yang nampak datang bersama beberapa laki-laki naik juga memberi ucapan selamat.


"Selamat ya bro, ri." Kata Adrian yang sudah bisa menerima kenyataan, menyalami Ervan.


"Terima kasih ya bro," Balas Ervan suasana hatinya lagi bagus.


"Pak mana pasangan?" Goda Riri.


"Masih belum dijemput Ri, yang di incar udah jadi milik orang lain." Kata Adrian membalas dengan nada bercanda.


"Hahaha nasib pak, semangat pak." sahut Riri yang membalas candaan Adrian.


Melihat Riri yang begitu akrab dengan Adrian percikan api cemburu mulai sedikit menyulut tapi Ervan berusaha mengontrol emosi nya di situasi sekarang.


Acara dilanjutkan meleparkan Bucket bunga oleh pasangan pengantin. Semua gadis dan bride maid mulai bekerumun dan berharap mendapatkan bucket bunga. Bunga dilempar dan yang mendapat bunga adalah Rika sahabatnya dan semua bersorak termasuk Riri yang kegirangan.


Usai melakukan beberapa rangkaian acara pernikahan seperti potong kue, foto bersama, dan sambutan-sambutan dari beberapa tamu penting.


Pesta resepsi pernikahan Riri dan Ervan pun berakhir ketika matahari turun dan tak terlihat lagi di senja ini.


**********


Malam yang terang dan tenang ini, Riri dan Ervan sudah didalam kamar di kediaman mereka di Ci***land melepas lelah setelah acara resepsi pernikahan tadi siang.


"Mas aku capek banget mas, kaki aku rasanya mau patah." Kata Riri yang merasa kakinya sakit karena berdiri terlalu lama.


"Ya udah sini mas pijitin." Ervan langsung meraih kaki Riri dan mulai menekan dengan tangannya memberi pijatan.


"Nggak usah Mas, Riri malu harusnya Riri yang pijitin Mas, Mas pasti capek juga." Riri merasa sungkan pada suaminya.


"Sudah jangan cerewet." Balas Ervan yang masih memijat kaki istrinya.


"Terima kasih ya Mas." Sahut Riri bahagia.


"Habis ini Mas minta upahnya." Sahut Ervan yang menyungingkan senyum nakal yang menandakan sesuatu.


Riri yang mengerti maksud suaminya menjadi lesu. "Mas jangan sekarang ya jangan bikin Riri dosa dong, malam ini Riri capek banget."


"Nggak sayang mas bercanda, ayo kita istirahat persiapan buat besok ke Seoul." Balas Ervan.


Usai memberikan pijatan pada Riri, Ervan mematikan lampu dan merebahkan dirinya. Riri memejamkan mata langsung memeluk suaminya, menenggelamkan tubuhnya ke dalam dekapan suaminya yang terasa nyaman.


.


.


.


.


.


Next.......


(Ini ceritanya belum ada kebijakan sosial distancing 😁😁😁😁)


Terimakasih udah sabar nunggu up dari author.


jangan lupa tinggalkan jejak ya biar author happy LiKe, koment, Vote vote Vote bikin semangat author.🙏🙏🙏🤤🤤


#dirumahaja

__ADS_1


__ADS_2