Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
IUP46-S2// Dapatkan kembali


__ADS_3

Tak peduli menjelang senja, Nolan langsung menuju ke ruangannya ingin melihat apa yang sebenarnya dilakukan Kakaknya.


Ia menyalakan komputer segera memasukkan disc ke dalam tempatnya, Nolan melihat satu persatu rekaman CCTV sesuai tanggal. Dari rekaman pertama belum nampak ada tanda-tanda sesuatu yang dia cari. Ia berlanjut ke rekaman selanjutnya masih juga belum ketemu. Hingga terdengar kumandang azdan Maghrib Nolan masih belum menemukan sesuatu yang diharapkan.


Menenangkan diri sejenak, Nolan menjalankan kewajiban terlebih dahulu sebelum mencari lagi jejak Kakaknya. Hingga larut malam, pada video ke tujuh Nolan menemukan jejak kakaknya dalam video dari beberapa layar nampak kakaknya masuk ke workshop. Setelah itu ia menaiki tangga ke lantai atas. Berjalan ke ruangannya berkeliling melihat foto, hingga seperti dugaannya Davin melihat foto Abel dalam lemari kecil yang terbuka.


Nolan mulai frustrasi dugaannya benar, Nolan memutar lagi video CCTV. Davin bergegas menuju komputer dan nampak tangannya meletakan sesuatu seperti kotak kecil berwarna biru di meja sebelum mengontak-ngatik komputer. Nampak dari layar ekspresi wajah Davin nampak aneh. Semakin lama nampak semakin aneh wajah kakaknya melihat layar komputernya. Nolan mendekatkan lagi dengan mode zoom agar memperjelas apa yang dilihat kakaknya.


Ternyata benar dugaannya, Davin merasa curiga dan memastikan semua dengan mencari bukti lain di komputernya. Nolan mengingat pasti file apa yang dilihat Davin lengkap dengaj tulisan yang dibuatnya. File bertulisan 'My Angel' dan beberapa foto yang bertuliskan I love you yang ia tulis sebelum mengetahui kalau Kakaknya mencintai wanita yang sama. Nolan sudah lama ingin menghapus file itu, tapi beberapa kali ia mengurungkan niatnya menunggu sampai kakaknya bertunangan dengan Abel.


Sekarang semuanya menjadi kacau karena kecerobohan. Nolan tahu sekarang alasan utama Kakaknya meninggalkan Abel tak lain adalah tak ingin membiarkan dirinya tersakiti olehnya karena bersama Abel.


Hati Nolan begitu teriris, airmata rasa sakit tak sanggup lagi ia bendung. Ia terus mengutuki dirinya dan menyesali perbuatannya pada Davin.


Kenapa Bang Davin melakukan semua ini, dia meninggalkan cinta pertamanya karena aku juga mencintainya juga. Kenapa aku selalu membuatnya susah setelah dia melakukan banyak hal yang tidak bisa aku lakukan. Kenapa dia yang harus mengalah bahkan saat dia akan mendapatkan cintanya sekalipun.


Nolan berpikir Sambil derai airmatanya terus mengalir. Rasanya menjadi sakit melihat dua orang yang saling mencintai harus terpisah karena dirinya, hal itu lebih menyakitkan dari pada melihat Wanita yang dicintai bersama Kakaknya. Sungguh ia tidak bisa mengambarkan perasaan sekarang, Nolan hanya berharap semua harus diperbaiki. Apakah semua yang sudah kacau bisa kembali lagi pada semestinya atau Apakah semua hati akan tersakiti. Nolan masih berperang dengan emosinya. Ia tidak boleh membiarkan semua hati rusak sebelum terlambat. Seseorang harus mendapatkan cintanya kembali. Abel harus tahu kalau orang yang dicintainya adalah orang yang masih sama mencintainya.


****


Cahaya matahari pagi begitu menusuk di mata Nolan. Dengan berat ia membuka matanya. Astaghfirullah, ia tertidur di bengkel tadi malam dan melewatkan waktu subuh. Nolan baru bisa tertidur pukul 4 dini hari, masih belum bisa menerima kenyataan tentang masalahnya.


Nolan segera bangkit, ia melihat jam menunjukkan pukul 8. Ini sudah sangat siang, ia pasti tidak akan bertemu Bang Davin dirumah. Dia pasti sudah berangkat ke kantor. Nolan bergegas ke kamar mandi membersihkan diri.


Ia membereskan semua foto Abel yang tercetak dalam tasnya, nolan buru-buru menuruni tangga tanpa memperdulikan siapapun di dalam bengkel yang menegurnya.


Ia langsung naik ke motornya dan melajukannya dengan kecekatan tinggi ke kantor Adiguna group. Melewati jalan pagi yang padat, Nolan dengan lincah menerobos masuk ke jalanan padat hingga tiba hanya beberapa menit ke kantor Adiguna.


Nolan masuk ke lobby, dengan tergesa-gesa di menaiki lift keruangan Kakaknya.


"Maaf Mas, ingin bertemu siapa? kalau ke lantai ini harus ada surat janji terlebih dulu." seorang security mengikuti Nolan, tapi Nolan tidak peduli tapi terus melangkah.


"Mas maaf kita bisa menggunakan cara kasar, tunjukkan pengenal anda." security-nya terus mendesak.


Nolan berhenti dan mencengkeram lengan sekuriti. "Aku ingin bertemu kakakku, dia Davin Putra Adiguna." Dia mengambil dompet menyerahkan KTP nya pada security. Melihat nama Adiguna dalam KTP Nolan, security ketakutan dan membiarkan Nolan masuk.

__ADS_1


Tanpa mengetuk pintu Nolan masuk ke dalam ruangan Davin. Isi ruangan nampak terkejut melihat kedatangan Nolan tiba-tiba. Davin menyuruh dua orang pekerja dan asistennya keluar ketika melihat Nolan. Dengan angukan sopan ketiganya keluar ruangan.


"Ada apa No, kemana kau semalam," Davin mendekati Nolan.


Nolan mengeluarkan foto-foto Abel dan menghamburkannya di meja sofa.


"Apa maksud semua ini No, kenapa foto Abel," tanya Davin heran tidak bisa berpikir.


Nolan memandang tajam ke arah Davin, "Apa kau benar kakakku, kenapa aku punya kakak pengencut sepertimu."


"Apa semua ini Nolan." Davin mendorong tubuh Nolan.


"Bang Davin, aku tahu kau meninggalkan Abel bukan karena keuntungan setelah mendapatkan Kayla." Nolan mendekati Davin lagi. Davin hanya menggeleng kepala binggung.


"Kau meninggalkan Abel, karena kau tahu aku juga mencintai Abel, kita mencintai wanita yang sama!" suara keras Nolan.


Davin langsung tersontak kaget, bagaimana adiknya tahu semuanya. "Tentu itu tidak benar, aku meninggalkan Abel karena ingin menikahi Kayla." Elak Davin.


"Kau tidak bisa membohongiku Bang Davin, kau masih mencintai Abel, Abel adalah wanita pertama yang kau cintai, kau meninggalkan Abel agar aku tidak tersakiti melihat kalian bersama."


Davin hanya diam ia menepis tangan Nolan, ia melihat sedikit duka dimatanya. "No, aku sudah berjanji padamu, tidak akan membiarkan jarum menyakiti kulitmu, bagaimana bisa aku membiarkan pisau yang terus menyakiti hatimu."


"Tapi apa yang kau lakukan merusak banyak hati Bang, bagaimana nanti perasaan Kayla jika tahu suaminya mencintai wanita lain, bagaimana perasaan Abel yang sudah sangat tersakiti, bagiamana rasa sakit yang kurasakan karena melihat dua orang yang mencintai terpisah karena aku. Apa kau ingin aku terus hidup dengan rasa bersalah seperti sebelumnya."


"No, bukan seperti itu maksudku, aku hanya ingin kau bahagia saat bersama Abel."


"Bang Davin aku lebih bahagia jika kau dan Abel bahagia bersama."


Davin terdiam merasa sakit ternyata apa yang dilakukan tidak membuat semuanya lebih baik.


"Bang Davin, apakah semua terlambat?"


"Entah No, aku sudah sangat menyakiti Abel, bagaimana bisa dia memaafkan aku yang bersikap kejam padanya."


"Bang Davin, kenapa kau putus asa. Abel masih mencintaimu aku yakin, dapatkan cintanya kembali, tumbuhkan lagi kepercayaan."

__ADS_1


Davin memeluk adiknya, "Maafkan aku No, aku akan dapatkan cintaku kembali." Merasa ada sedikit harapan ditengah semuanya yang sudah hancur berkeping.


Nolan menepuk lengan kakaknya merasa lega. "Kau bukan Kakakku jika kau tidak bisa mendapatkan lagi."


"Aku akan berusaha sekeras apapun yang aku mampu No, apapun nanti keputusan Abel." Davin seolah menemukan setitik cahaya harapan ditengah ruangan gelap.


"Kau bisa Bang," Ujar Nolan.


"Aku akan menemui Kayla sebelum bertemu Abel. Kayla harus tahu semuanya." Davin dengan semangat menepuk pundak Nolan hendak keluar ruangan.


Nolan pun tersenyum memberi semangat, Nolan berharap Abel bisa menerima Kakaknya kembali setelah apa yang terjadi.


.


.


.


.


.


.


NEXT.......


Zen : Deg deg Gua di jemur gini, Thor jangan ngilang lama-lama ya.


Thor : Ho'oh 🙄🙄


Terimakasih udah sabar nunggu up dari author 🙏


Beri semangat author mu pencet LIKE ketik KOMENT yang punya poin bisa bagi VOTE seikhlas kalian. Selalu loph U ❤️


Baca juga cerita ini ya.

__ADS_1



__ADS_2