
18+ Area🔞
Aline
Aku tiba di kamar hotel yang sudah dipesan untuk kamar pengantin. Ya ampun! kenapa hanya ada cahaya-cahaya lilin. Aku cari layar control di dinding sekitar pintu. Ketemu! Princess sentuh pakai tombol nyala lampu.
Wah! Princess speechless banget lihat isi kamarnya.
Kamarnya luas dan megah dengan pencahayaan yang terang dan tenang. Kamar ini juga di hiasi bunga - bunga mawar merah untuk pengantin, sangat cocok sekali untuk pengantin yang malamnya akan ... Princess jadi malu ngomongnya, mentang-mentang sekarang sudah halal mau di kecup, dipeluk, didekap dan di apaian aja rela sama suami.
Di jalan masuk menuju ranjang juga sudah di lapisi di atas karpet kelopak bunga. Indah dan romantis banget, Princess jadi kegirangan sendiri, sayangnya princess melangkah sendirian. Coba bisa gandengan sama suami pasti lebih dramatis. Jantung Princess malah jadi semakin nggak karuan masuk kamar.
Aku lepasin semua aksesoris pengantin yang ada di kepala dan badan. Untungnya, baju pengantinku nggak terlalu rumit, jadi nggak perlu bantuan siapa-siapa untuk melepas.
Mumpung Mas suami masih ngobrol sama Papi. Kesempatan buat princess untuk mandi, membersihkan diri dan bersiap-siap untuk ... skip!
Aku binggung pilih baju mana untuk keluar dari kamar mandi. Aku nggak tahu Raffa sudah didalam kamar atau belum? Yang jelas princess nggak dengar suara apa-apa dari dalam kamar mandi
Aku mulai membongkar isi tas yang berisi berbagai macam baju tidur kurang bahan yang disiapkan dengan sengaja oleh Mami. Akhirnya setelah Perjuangan memilih dan memilah, princess nemu satu baju tidur bahan satin yang masih layak pakai untuk anak perawan. Meskipun princess sedikit bar-bar, nggak mau dong buka-bukaan pertama kali sama suami. Princess maunya dibukain. Eh ....
Sudah cantik seperti biasanya, baru kali ini princess mau bobo aja dandan tipis-tipis. Untuk buat Suami klepek-klepek mah harus begitu.
Princess mengendap-endap keluar kamar mandi. Antisipasi suami udah di dalam kamar.
Princess tengok kiri kanan, tak nemu juga suami. Ngobrol apa sih sama Papi, sampai sejam nggak balik-balik.
"Cari siapa?" suara yang membuat jantung Princess copot karena kaget.
Princess berbalik ke arah belakang dan udah lihat suami duduk santai dengan kaki bersila di single sofa dekat jendela.
"Kamu bikin kaget Raf, aku nggak cari siapa-siapa?" balasku ketus.
__ADS_1
Raffa tersenyum sinis bangun dari sofa dan bergerak mendekat ke arah princess. Kenapa tangannya buka kancing kemejanya pelan-pelan sok dramatis tanpa ngomong apa-apa. Princess refleks mundur karena semakin Raffa mendekat jantung Princess rasanya Jedag jedug nggak karuan. Tapi Raffa juga nggak berhenti maju dengan senyum menyeringai nakal. Raffa berhasil buat hati princess luluh lantah dengan tatapan yang mematikan itu.
"Raf, kamu mau ngapain?" princess tak berhenti mundur.
"Menurut kamu, apa yang harus di lakukan suami istri ketika dikamar pengantinnya."
"Aduh," pekikku ketika punggung sudah mentok kebentur tembok.
Raffa berhasil membuat aku tersudut, matanya tak berkedip menatap princess. Sumpah! jarak wajah kita dekat banget, pikiran princess traveling lihat Raffa mengu-lum bibirnya dengan sen-sual yang mengoda iman ini. Jujur! Princess masih takut kalau malam ini harus diputar, dijilat terus dicelupin.
Princess mengikut alarm alami untuk memejamkan mata, karena tak kuat lagi dengan tatapan mata dan rasa gugup ketika tubuh kita mulai merapat dekat. Princess merasakan hembusan nafas di daerah lekukkan leher, karena merasakan rambut Raffa yang harum khas sampo anti ketombe menyapu hidung.
Tak beberapa lama merem, Princess merasakan sesuatu yang lunak dan basah mendarat di permukaan bibir. First kiss from My husband. Princess siap deh kali ini untuk kecupan kering atau kecupan basah.
Raffa menyesap permukaan bibir ini dengan lembut dan hati-hati seperti porselen. Tangannya juga semakin kuat mendekap tubuh ini. Ya ampun! tulang-tulang penopang tubuh princess rasanya melemah. Aku benar-benar terhipnotis dengan setiap cumbuan yang di lancarkan suamiku. Aku hanya bisa pasrah setiap Raffa meraup bibirku dengan serakah, karena aku benar - benar amatir dalam hal ini.
Aku mendorong tubuh raffa, karena aku merasa butuh asupan oksigen. Hanya beberapa menit aku meraup oksigen. Raffa kembali meraih tengkuk leherku dan melancarkan kecupan-kecupan kecil yang merambat jadi kecupan basah, princess benar-benar melemah. Raffa meraih tanganku dan menopang pahaku agar tidak terjatuh.
Entah kenapa, cairan bening meluncur begitu saja tanpa perintah. Buru-buru princess hapus pikiran ini, aku hanya ingin menikmati saat seperti ini bersama suamiku
Aku merasa sudah tidak ada lagi yang menyerangku. Perlahan aku merasakan Raffa sudah menjauhkan diri dariku. Bibir princess rasanya sudah bengkak.
Ya, pemirsa kissing scene berakhir setelah Raffa mendengar bunyi telepon.
"Apa! Ya, saya akan kesana sekarang," jawabnya panik bicara dengan seseorang di ponsel.
Raffa mengancing kembali kemejanya yang sempat terlepas beberapa biji.
Wait! Kita nggak jadi unboxing, padahal princess udah pasrah mau diapain aja! Eh ....
"Lin, kamu tidur saja dulu, saya mau temui teman yang mengalami kecelakaan!" ucap Raffa terlihat panik.
__ADS_1
"Kamu mau pergi Raf?" tanyaku gusar. Masa iya, princess di tinggal bobo sendiri di malam pertama pernikahan kita.
"Iya, saya harus pergi! sekarang lebih baik kamu tidur, kamu lelah kan, besok pagi kita langsung pindah ke rumah baru," ucap Raffa so cool seperti biasa sama princess.
Raffa seolah lupa beberapa detik lalu dia udah merampas kemurnian bibir princess, kita sedang kissing scene dengan panas.
"Raf, aku akan tunggu kamu!" aku meraih lengan Raffa yang bersiap pergi.
"Terserah kamu! Tapi saya nggak bisa janji akan kembali ke kamar jam berapa?"
Raffa langsung pergi keluar kamar dengan buru-buru.
Princess bersandar letih di belakang pintu, sebenarnya siapa teman Raffa? Apa sepenting itu sampai meninggalkan istrinya di malam pertama pernikahannya?
Princess jadi kesel kan kalau begini! Malu Sama dua angsa ciuman yang udah nunggu di atas kasur.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung .......