
Ketiganya bersendau gurau dibawah naungan langit dan iringan suara musik. Acara masih berlangsung suara MC laki-laki mulai menenangkan keributan sekitar 50an lebih orang di acara itu.
"Kita memberikan ucapan selamat kepada ibu bos tercinta kita, Tiara Amalia Collins, silakan Bu cantik, kita potong kuenya." Kata MC mempersilahkan Tiara berdiri di dekat kue tart dua tingkat berukuran cukup besar.
Tiara mulai mendekati kue, diiringi tepukan tangan dari semua orang di area roof top yang juga mulai mendekat ke arah Tiara berada.
🎵 Happy birthday to you happy birthday to you happy birthday happy birthday happy birthday to you.🎵
"Make a wish Bu cantik." Kata MC.
Tiara meniup beberapa lilin menuruti arahan MC, disusul memotong kue, maletakannya di piring kecil
"Potongan pertama untuk orang yang dekat dengan Bu Tiara." Kata MC.
Tiara berpikir siapa ya?. "Potongan pertama saya berikan pada, My favorite couple, Ervan dan Riri."
Semua orang yang mengenal masa lalu Tiara dan Ervan sebagai mantan kekasih merasa terkejut dengan kedekatan Tiara dan Ervan bersama istrinya. Riri dan Ervan maju mendekati Tiara, dengan senang Tiara menyuapi Riri kemudian memeluknya.
"Happy birthday kak." Kata Riri, Tiara menempelkan pipi kanan dan kirinya Riri.
Berlanjut Tiara menyuapi Ervan dengan sisa kue bekas istrinya. Perasaan yang berbeda dengan tahun lalu, tahun lalu di tempat yang berbeda ketika memberi suapan kue ulang tahun Tiara langsung memeluk dan berciuman didepan banyak orang menunjukkan kebahagiaan, Tiara membuyarkan lamunannya, segara membuang jauh khayalan memori silam itu, dia harus bangkit melupakannya semuanya, sekarang orang yang di hadapannya adalah sahabatnya.
"Happy birthday my beautiful bos." Kata Ervan usai menerima suapan dari Tiara. Tiara tersenyum tanpa ada jabatan tangan apalagi pelukan seperti yang dilakukan pada Riri.
Tiara memotong lagi kue, "Second, ini untuk sahabat saya juga, Adrian."
Adrian yang tadi sempat kecewa kini mengembangkan senyumnya mendekati Tiara. Tiara memberikan kue di atas piring pada Adrian.
"Nggak di suapin juga, kayak Ervan sama Riri." protes Adrian. Tiara tertawa, dengan cepat dia mengambil potongan kue menyuapi ke arah Adrian.
"Happy birthday tulang rusuk yang akan kembali." Goda Adrian. Tiara tersenyum mencubit Adrian.
Semua tamu menduga-duga siapa laki-laki bersama Tiara. Ervan dan Riri merasa senang melihat Adrian dan Tiara pasangan beda karakter tapi terlihat kompak dan bahagia.
"Everybody, Thank you very much for your coming, Enjoy your night, Mainkan musicnya." Kata penutup Tiara diiringi para tamu yang datang memberikan ucapan selamat.
Semua larut dalam pesta menikmati hidangan yang tersaji di bar meja, menyumbangkan lagu dan juga bersendau gurau di malam yang semakin larut di atas roof top.
Riri makan dengan lahap makanan yang ada didepannya, membuat Ervan dan Adrian yang satu meja dengannya menelan salivanya merasa kenyang.
"Sayang, kamu nggak kenyang, makan kamu banyak banget," seru Ervan.
"Hehehe, ya Mas ntar lagi stop makanya." Balas Riri.
"Bro, kenapa aku jadi dag Dig dug mau ngungkapin perasaan ke seseorang aku rasa ini waktu yang tepat." Kata Adrian pada sahabatnya.
__ADS_1
"Serius!!!kamu beneran suka sama Tiara." Ervan senang setidaknya sahabatnya tidak punya perasaan lagi pada istrinya.
"Bukan bro suka sama Udin, ya iyalah Tiara siapa lagi yang bikin aku nggak tidur nyenyak bulan-bulan ini kalau bukan dia."
"Aku takut kecewa untuk kesekian kalinya gara- gara wanita, apalagi dia wanita high class kayak Tiara." sambung Adrian lagi.
"Kenapa menyerah sebelum perang kisanak, cinta itu nggak kenal kasta, cobalah dulu untuk hasilnya kita serahkan pada yang di Atas." Balas Ervan.
"Kenapa sih Mas," tanya Riri yang sedari tadi sibuk dengan makanannya tak mengerti obrolan dua laki-laki dihadapannya. Ervan membisikkan sesuatu pada Riri.
"Beneran Pak, Bapak mau nembak Kak Tiara." Kata Riri meminta penjelasan menunjuk ke arah Tiara di meja yang lain.
"Ri, memang saya seperti mahasiswi apa nembak terus pacaran kayak Abege, saya mau kejelasan hubungan, syukur-syukur mau di ajak nikah cepat." Balas Adrian.
"Semangat Pak, Bapak berdoa dan berusaha." Ucap Riri sangat antusias.
Adrian menatap Tiara, menghembuskan kasar nafasnya memengangi dadanya berjalan pelan menghampiri Tiara. Ervan dan Riri mengancungkan jempol dari mejanya ketika Adrian menoleh ditengah langkahnya.
"Tiara bisa ngomong sebentar." Kata Adrian pada Tiara yang sedang bercengkrama dengan seseorang.
Tiara menganguk dan berdiri, meninggalkan kerumunan orang mengikuti langkah kaki Adrian. Adrian membawa Tiara di salah satu sudut.
"Tiara aku mau bilang sesuatu sama kamu." Kata Adrian dengan gugup dan debaran jantungnya yang kencang.
"Why, serius sekali." Kata Tiara melihat raut wajah Adrian yang tidak seperti biasa.
Tiara melonggo. "Apa sih adrian.........!!!!"
"Tiara, belakangan ini kita sering bersama, Aku Adrian Bagaskoro laki-laki yang penuh dengan kekurangan yang mungkin tak pantas mendapatkan cinta kamu, tapi laki-laki ini berjanji aku selalu buat kamu bahagia karena dia ingin terus bersamamu, Tapi yang jadi pertanyaan laki- laki ini, apa kamu mau terus bersamaku menjalani hubungan yang lebih serius untuk masa depan kita." Kata Adrian yang berubah jadi serius.
"Ini bukan prank ulang tahun." Kata Tiara yang terkejut.
"Bukan kali ini aku serius." Jawab Adrian.
"Kamu mau atau kamu mau lihat aku lompat ke bawah sini." Kata Adrian mengancam menunjuk arah ke bawah dari lantai 11 dengan ekor matanya.
"Adrian jangan bercanda, nggak lucu" Kata Tiara kaget.
"Jadi Apa jawaban kamu atau aku...." Adrian berbalik berpura menaiki pagar.
Sorry Tiara cara aku norak, pasti kamu nggak akan nolak kalau begini.hehehehe Adrian.
Tiara panik. "JANGAN GILA ADRIAN, Kamu nggak perlu seperti itu aku juga suka sama kamu. Jawaban aku, Ya kita akan coba."
Mendengar teriakkan beberapa orang mendekat terutama Ervan dan Riri yang sejak tadi mengawasi gerak-gerik mereka.
__ADS_1
"Bener Tiara." Adrian senang dan langsung memeluk Tiara didepannya begitu pula Tiara membalas memeluk.
"EHEM EHEM belum halal bro." goda Ervan yang melihat mereka.
Dengan cepat Adrian melepas pelukannya merasa malu dan baru menyadari orang-orang mendekat mengawasinya. Tiara langsung menyuruh semua orang itu bubar hanya tinggal Riri dan Ervan tersenyum penuh kemenangan.
Riri merangkul lengan suaminya merasa senang melihat dua orang di depannya.
"Mas, pulang Yo kita peluk-pelukan juga dirumah." Kata Riri pada suaminya.
"Kelamaan kita nginep di hotel sini aja sekalian." Goda Ervan mencubit pipi istrinya.
Sementara disisi yang lain di sudut roof top.
"Maaf aku bikin kacau." Kata Adrian malu-malu wajahnya memerah.
"Nggak apa-apa." Kata Tiara yang juga malu-malu.
"Kamu cantik pakai baju Biru." Kata Adrian pada kekasihnya sekarang.
Tiara Bingung. "heh! Aku pakai baju merah, look"
"Ternyata bener kata orang." celetuk Adrian.
"Kenapa...." Tanya Tiara.
"Kalau CINTA itu buta...." celetuk Adrian, Tiara memukul manja dada kekasihnya.
"Nggak lucu...." kata Tiara, disusul Adrian yang menarik memeluknya.
.
.
.
.
.
.
Next.....
senang diriku Zen 😍😍😍😍
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak LIKE KOMENT VOTe terima kasih 🙏🙏🙏🙏