
Aline
Suara alarm yang kencangnya bikin telinga tuli berhasil membangunkan princess sebagai pengingat waktu subuh.
Princess susah gerak ya, aku gerak-gerakin badan kali aja Mas suami mau melonggarkan pelukannya. Ya, semalam princess bobo bareng Mas suami tapi kita enggak ngapa-ngapain. Princess cuma kasih ijin peluk-pelukan karena semalam masih mau dalam mode marah.
Tapi eh tapi ... Suami peluk princess kencengnya enggak kira-kira semalaman, sampai aku mau menoleh ke samping saja susah. Kalau begini kan princess jadinya mau merem lagi. Eh ....
Akhirnya aku bisa berbalik arah, setelah penuh perjuangan longgarkan tangan suami yang eratnya kayak gesper melingkar di pinggang ramping ini.
Bangun tidur, subuh-subuh udah lihat asupan wajah tampan khas pribumi Mas suami. Aku belai-belai pipinya mumpung masih merem, princess paling enggak bisa lama-lama marah kalau sudah leleh begini.
Raffa memang terbentuk dari bibit unggulan, masih ileran aja udah bikin princess enggak sepet mata. Apalagi udah mandi, bisa bawaannya mau di pelukin terus. Eh ....
Cobaan macam apa yang menimpa princess. Kemarin di bikin gedeg sama suami. Eh, subuh - subuh di bikin lumer, gemez sama Raffa, untung udah sah jadi suami.
"Kenapa lihatnya begitu," princess langsung gelagapan denger suara Mas suami yang udah buka mata.
"Ih jangan geer, aku tadi lihat nyamuk yang terjun bebas ke rambut kamu, akrobatik banget tahu!" princess pakai jurus ngeles. Raffa mengeryitkan dahi.
"Alasan," Raffa majukan wajahnya ke arah princess.
Princess mundurkan wajah agar nggak kena morning kiss dari suami. Bukannya apa Bun, princess enggak pede terima bibir sosorable itu karena baru bangun tidur masih bau joging.
Gagal dapat morning kiss, Raffa malah peluk kenceng princess lagi sambil kepalanya dusel-dusel diantara leher dan Dada. Aduh princess jadi malu Raffa denger debaran jantung princess. Jugijagijugijagijug ... jangan sampai petahanan princess runtuh subuh-subuh.
"Raf, udahan ah, kita sholat subuh dulu." Princess jadi binggung harus apain Mas suami yang nggak mau jauh- jauh ini.
"Sebentar lagi Lin." Malah makin ndusel ke dada kepala Raffa, tangannya juga udah nakal masuk ke dalam piyama princess.
Aduh jantung princess mau meledak. Mami tolong!
"Raf, nanti keburu kepagian!" Princess tarik paksa kepala suami. Princess udah merinding, kalau sampai masuk ke tahap selanjutnya.
"Iya, iya, Saya wudhu dulu," Raffa langsung bangun dan turun dari ranjang. Princess bisa menghirup oksigen sekarang, selamat kali ini. Apa kabar besok dan seterusnya ...
...****************...
"Ayo Raf!" ceritanya princess mau ke pasar pagi-pagi minta di antarin Mas suami yang masih cuti sambung akhir pekan.
"Tunggu, kenapa nggak pake kerudung lagi!" Raffa lihat princess kayak aneh gitu.
"Kita kan mau ke pasar Raf, lagian nggak jauh dari sini." Princess pakai kerudungnya kalau lagi ada acara tertentu, masih belajar ya Bun.
__ADS_1
"Mulai sekarang, kemana pun kamu pergi, keluar rumah dari rumah pakai kerudung! Kamu hanya boleh seperti ini kalau dengan saya atau dengan keluarga kamu. Ini perintah suami kamu nggak boleh bantah."
"Iya Raf, tapi jujur ya Raf, aku tuh masih malu pakai kerudung. Aku takut penampilan aku nggak sesuai sama tingkah laku yang, you know lah!'
Princess kan kadang suka kumat bar-barnya ya Bun. Takut nanti di hakimi masa muslimah pecicilan.
Raffa pegang kedua pundak saya, "Lin, memakai hijab bukan perkata orang itu bertingkah baik atau nggak! Tapi itu bukti ketaatan muslimah pada Tuhannya. Mampu kah dia menjalankan perintah yang seharusnya sebagai muslimah. Sekarang jadi tugas saya sebagai suami, meluruskan yang kurang dari istri saya. Membiasakan diri pelan-pelan, pasti nanti kamu terbiasa. Saya hanya mau kamu tampil cantik dan buka - bukaan di depan saya, saya nggak akan pernah ikhlas berbagi dengan orang lain!"
Kalau sudah begini princess hanya bisa pasrah. Suamiku hari ini kamu sukses buat princess batal marah.
"Aku, ke atas dulu," ucapku.
Princess langsung kembali menaiki tangga untuk berganti penampilan. Princess cari deh celana longgar sama kaos panjang. Untung ada stok kerudung yang tertinggal di koper. Cukup pakai kerudung langsung pakai.
Assalamu'alaikum! Princess makin cantik deh!
Cek di kaca sekali lagi. Oke! Cantik! Cus kita ke pasar bareng suami.
"Ayo kita pergi," kataku menimpuk pakai tas Raffa yang duduk di kursi teras.
"Begitu kan cantik istriku!" puji Raffa dengan tulus pertama kalinya setelah ijab qobul.
Pipi princess sukses merona kayak tomat. Masuk ke mobil sambil senyum-senyum sendiri.
...****************...
Princess langsung meluncur ke area sayur mayur dengan suami yang bertugas jadi tukang dorong troli. Berasa jadi istri beneran deh kayak gini.
Bayam, kubis, wortel dan teman-teman udah masuk di keranjang sesuai daftar.
"Lin, masih lama?" tanya Raffa kesian kalinya.
"Satu lagi yang belum dibeli, ini buat kamu juga Raf yang mau masakan rumah."
"Jangan lupa beli buah juga,"
"Ya, suamiku," balasku. Tentram sekali permisa kita pagi ini.
Princess akhiri belanja akhir pekan ini dengan membeli cumi-cumi, karena suami nggak berhenti protes kakinya mau patah temani princess keliling pasar.
"Beres!" aku menaruh kantong belanja terakhir di troli.
"Kita langsung pulang?" tanya Raffa.
__ADS_1
"Beli cemilan dulu yuk, sekalian sarapan," rengekku udah ngiler lidah ini lihat batagor di foodcourt yang ada di depan mata.
"Ya udah, tapi jangan lama-lama. Kita perlu beres-beres rumah dan ke living plaza beli perabot yang belum lengkap."
"Siap suamiku," aku langsung gandeng Raffa ke area foodcourt.
Kita pilih duduk di meja empat kursi paling pinggir sambil nunggu Kang batagor bawa piring ke kita.
Entah kerasukan apa? Tangan Raffa nggak berhenti genggam tangan princess waktu kita duduk. Baru jalan ke pasar berdua aja, hubungan kita udah ada kemajuan signifikan.
keakraban kita buyar karena suara dering ponsel Raffa.
"Bentar Lin," Raffa berdiri dan pergi menjauh dari meja.
Princess bawaannya trauma Raffa kabur lagi setelah dapat telepon. Princess menopang tangan ke dagu, menunggu Raffa dan kang somay.
"Aline!" Panggil seseorang dari samping, dari suaranya sangat aku kenal.
"Rel, ngapain kamu di pasar? Duduk." Princess buka kursi untuk Farel.
"Ada yang dibeli, cieh pengantin baru, sekarang tampilan berubah. Tambah cantik," puji Farel.
"Makasih," balasku dengan mata kerlip sok kecantikan.
"Ehem, istriku dapat pujian ya," suara Raffa muncul tiba-tiba, ia langsung duduk di sebelah princess.
Kenapa muka suami jadi aneh begini! Kalian berdua juga berteman kan!
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung .....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak like komen vote 😘