
Flashback on
"Mas, Riri turun disini aja" Kata Riri pada Ervan setelah lagu broken heart selesai diputar. Ervan refleks memberhentikan mobilnya.
"Riri mau ke rumah teman ambil buku, rumahnya di gang situ mobil nggak bisa masuk dan kayaknya Riri juga lama disana jadi mas pulang duluan aja." Kata Riri menunjuk gang sembarangan.
"Kamu yakin." Ervan akhirnya mengalah kepada Riri yang memaksa untuk turun.
Setelah memastikan mobil Ervan sudah tidak terlihat lagi dipandangan matanya, dia meraih HP dan memesan ojek online karena dilihat malam masih belum terlalu larut. Tak lama berselang Ojol pesanannya datang dan langsung melesat ke Apartemen PM seperti lokasi yang ditujunya.
Riri turun dari motor ketika dia sudah berada di depan lobby apartemen. Sebenarnya Riri merasa sedikit takut tapi dia mencoba tenang akan melakukan hal yang ingin dilakukannya.
Beberapa kali menelpon tidak di angkat, Riri terus mencobanya dan mulai terdengar suara.
"Bu Tiara, bisa kita bertemu"
(Siapa kamu, ingin bertemu denganku seenaknya tanpa ada janji)
"Riri, orang yang pernah Bu Tiara pinjam waktunya 10 menit, sekarang dia ingin melakukan hal yang sama."
(Aku tidak akan menemuimu jadi jangan pernah berharap aku akan mau menemui kamu)
"Ternyata apa yang aku dengar salah, katanya anda tidak suka berhutang apapun pada siapapun kalau begitu anda masih berhutang dengan saya waktu 10menit"
(Dimana kamu sekarang, hanya sepuluh menit tidak akan lebih)
"Coffe shop lobby apartemen anda."
(Tunggu) Tut . Telepon terputus.
Riri masih harap-harap cemas sesekali melihat ke arah pintu tapi orang yang ditunggunya belum juga muncul, Riri mencoba meminum ice coffe untuk mengurangi ketegangan. Wanita memakai dress pendek merah yang diharapkan sudah terlihat dari kejuahan menuju coffe shop dan matanya terlihat mencari-cari, Riri melambaikan tangan meski itu terlihat sok akrab. Dengan wajahnya yang kaku seperti biasa dia menemui Riri duduk dihadapannya.
"To the point aja kamu mau apa? karena waktu saya terlalu berharga atau kamu mau pamer sama saya, lihat saja kebahagian kalian nggak akan berlangsung lama." Tiara menghadap ke arah Riri.
"Pamer, kebahagiaan apa maksud Bu Tiara, Maaf Bu Tiara saya hanya melakukan semua ini demi Abel bukan demi siapapun. Bu Tiara tolong ambillah keputusan yang bijak dan jangan pisahkan ayah dari anaknya, satu keputusan salah akan merusak banyak hati." timpal Riri.
__ADS_1
"Apa maksud kamu siapa kamu berani sekali mengajari saya mengambil keputusan." Kata Tiara dengan nada tinggi.
"Bu Tiara sekali saja berbuat baiklah pada orang yang memang anda cintai, jangan pernah membuat orang yang anda cintai membenci anda."
"Riri kamu semakin kurang ajar ya, kamu tuh cuma orang asing kenapa kamu membela keluarga Ervan sampai mempermalukan diri kamu seperti ini." masih dengan nada tingginya.
"Saya sudah bilang di awal Bu Tiara, ini semua demi Abel bukan demi siapapun apalagi orang yang dicintai mas Ervan, jadi Bu Tiara berbuatlah satu kebaikan agar bisa merubah semuanya." kata Riri dengan sedikit keras pada Tiara.
"Kalau kau ingin ceramah carilah masjid, sepertinya waktu Sepuluh menit ku sudah berakhir." Tiara bangkit dari kursi.
"Bu Tiara, ada bisa membuat semuanya jadi baik, pikiran semuanya sebelum ada menyesal nanti." Kata Riri berdiri mengikuti Tiara yang berdiri lebih dulu.
"Terimakasih banyak atas waktunya." kata Riri meninggalkan Tiara.
Kenapa aku tersentuh dengan perkataan wanita itu, dia bahkan tidak tahu kalau Ervan mencintai dia. Tiara
Flashback end
*********
"Ya Allah dzat pemilik hati ini. Jika memang mas Ervan jodoh yang Engkau kirimkan kepadaku maka teguhkan hati ini untuk menerima qodarMu dan mudahkan langkah kami selanjutnya untuk menyempurnakan ibadah kami."
Riri mengusap tangan ke wajahnya, melanjutkan membaca beberapa ayat Al Qur'an sembari menunggu adzan Subuh berkumandang.
Matahari mulai naik menerangi celah-celah jendela rumah. Bu Sinta menyiapkan sarapan untuk Riri dan pak Saiful. Bu Sinta memanggil anggota rumah untuk sarapan, diperhatikannya Riri yang berbeda dari Minggu-minggu kemaren, dia terlihat bahagia dan ceria dari kemaren merasa penasaran.
"Pak, Bu habis makan Riri mau ngomong sesuatu." Kata Riri memecah suara selain suara sendok menyentuh piring.
"Sekarang aja ngomong pake nanti segala." Kata Bu Sinta penasaran dengan anaknya.
Riri bersikukuh untuk setelah menyelesaikan sarapan baru akan bicara. Setelah sarapan mengingat ini hari Sabtu jadi pagi tidak ada aktivitas Riri menyuruh ibu dan bapaknya duduk diruang TV rumahnya. Keduanya menatap Riri heran.
"Pak, Bu Riri mau minta ijin buat mas Ervan melamar Riri." Kata Riri menunduk meremas remas tangannya merasa sedikit kuatir.
"Benaran Ri, kamu serius dia beneran suka sama kamu terus mau lamar kamu." Kata Bu Sinta kaget.
__ADS_1
"Siapa Ervan, anak siapa itu, silsilah keluarganya gimana terus gimana kamu bisa langsung tahu dan seneng gitu mau dilamar memang udah tahu akhlaknya Gimana." balas pak Saiful yang juga kaget.
"Ervan itu bapaknya anak yang di ajar les privat sama Riri pak, dia duda muda pak ganteng." Lanjut Bu Sinta terdengar tidak keberatan.
"Duda Bu, kamu yakin Ri dia duda anak satu lagi."
"InsyaAllah pak. Riri juga mantap kok sama mas Ervan sejauh ini mas Ervan sangat menghormati Riri pak dan Riri juga sayang banget sama Abel anaknya." Balas Riri malu-malu.
"Nanti malam suruh temui bapak, sama orang tuanya sekalian." balas pak Saiful yang terlihat masih ragu dengan keputusan anaknya.
"Ya pak. makasih pak." Kata Riri senang mencium tangan bapaknya kemudian menuju kamar untuk mengabari Ervan.
Riri mencari kontak lelaki yang dicintainya itu. mendengar nada terhubung dia lalu membuka salam.
"Mas, sibuk ya."
(Nggak sayang kalau buat kamu, kenapa sayang kangen ya)
"ih mas serius, tadi Riri ngomong sama bapak katanya mas suruh kerumah nemui bapak nanti malam sekalian sama orang tuanya mas."
(Alhamdulillah kamu udah siap sayang, nanti malam mas kesana nanti mas kabari orang tua mas)
"Riri tunggu ya mas, ya udah gitu aja sampai ketemu nanti malam mas. assalamu'alaikum."
(Waikumusalam, Love you sayang)
"Ya mas love you to." kata Riri menutup telepon merasa malu meletakkan HPnya di dadanya dan tersenyum-senyum sendiri.
**NEXT.........
Terima kasih Pembaca
jangan lupa tinggalkan jejak like koment
apalagi vote bikin semangat author 🙏🙏🙏**
__ADS_1