
Setelah beberapa menit perjalanan tak jauh dari toko perhiasan mereka sampai ditempat tujuan.
"Ayo turun," Ajak Ervan ketika mematikan mesin mobil.
Abel langsung sigap membawa kamera yang sengaja dia bawa dari rumah, Riri yang melihat tempat yang dituju kali ini Heran. Mereka sekarang berada di restoran western Oc**n yang memang lokasinya berada di pinggir pesisir pantai. Pesisir pantai dikota B memang banyak didominasi resto yang mewah hingga penjajah kaki lima.
Suasana di restoran ini memang sangat romantis mulai dari pencahayaan lilin abadi dan tata ruang restoran yang elegan serta Instagramable. Ada yang outdoor dipinggir pesisir pantai yang memang jarak satu meja dengan meja yang lain sedikit berjauhan karena memang ini biasa dipakai untuk acara dinner pasangan. Sedangkan yang didalam suasananya sedikit maskulin karena lebih didominasi meja keluarga.
Riri yang bergandengan dengan Abel mengikuti langkah Ervan yang sudah berjalan didepannya. Tak lama mereka disambut pelayan resto dan mengiringnya ke meja yang telah dipesan.
Riri benar-benar merinding pemandangan yang ada dihadapannya, ini seperti candle light dinner yang sempurna. Di bawah naungan tenda persegi dengan tirai putih di setiap sudut tenda, satu meja dengan dua kursi yang menghadap ke arah pantai dengan dikelilingi cahaya lilin abadi disekitarnya. Di pinggir tenda juga ada akustik music yang seperti disewa untuk meja ini.
"Ayo Ri, kita duduk." Riri masih merinding sampai dari tengkuk lehernya hingga ujung kaki.
Entah sejak kapan Abel sudah tidak ada disampingnya, dia sudah menjauh berlari ke bibir panti sepertinya terlihat sedang memotret dari kejauhan. Riri yang gugup duduk mengikuti langkah Ervan.
Ya Allah so sweet banget mas, wanita manapun pasti meleleh kalau kayak gini. Riri
"Kamu suka nggak Ri, kita makan dulu ya." Kata Ervan yang juga merasa jantungnya berpacu lebih cepat.
Riri hanya mengangguk tersenyum bibirnya masih belum bisa mengucapkan kata-kata karena malam ini terlalu indah jika wanita yang dilamar Ervan adalah dirinya tapi Riri kembali menengangkan pikirannya dan jangan pernah berharap lebih.
Jangan seneng dulu Ri, mungkin ini cuma simulasi aku yang jadi modelnya. kaya adegan reka ulang . Batin Riri.
Beberapa lama menunggu makanan datang pemain akustik mulai menyanyi lagu-lagu lokal yang romantis. Jantung Riri berdegup sangat kencang dengan sendirinya karena terbawa suasana kenapa ini seperti mimpi, pelayanan restoran datang membawa makanan yang terlihat asing untuk Riri.
"Ini scallop makanan pembuka kesukaan aku waktu diprancis Ri, kamu cobain." Kata Ervan melihat Riri yang binggung dengan makanan didepannya. Riri langsung sigap mengambil garpu.
"Mas pernah tinggal di Perancis." Kata Riri yang menemukan fakta baru.
"Ya dua tahun, setiap enam bulan sekali pulang, masa training kenaikan posisi waktu itu Abel masih TK." Cerita Ervan pada Riri yang juga sejak tadi gugup karena untuk pertama kalinya melamar seorang wanita sebab pernikahannya yang dulu dengan almarhum istrinya karena paksaan.
Mereka menyelesaikan makannya hingga datang menu main course Sampai ke dessert sesekali mereka bebicara tapi lebih sering diam merasakan debaran jantung masing-masing. Tiba-tiba pemain sexofon menghampiri keduanya tapi lebih sering disamping Riri, memainkannya dengan sangat baik indah dan romantis, Riri terpukau dan bertepuk tangan dibarengin Ervan kemudian pemain sexofon itu kembali lagi bersama temannya.
__ADS_1
"Ri ada yang mau aku ungkapin sama kamu," kata Ervan memecahkan kebisuan, dadanya terasa berdegup kencang begitu pula juga dengan Riri.
"Ri, aku jatuh cinta sama kamu, kamu wanita yang aku cintai,"
DEG. seolah dunia berhenti Riri membeku seperti batu matanya terbelalak mendengar ucapan Ervan, ia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Aku nggak tahu sejak kapan aku jatuh cinta sama kamu, sejak kamu dibawa Abel kerumah atau sejak kita sering berdua entah. yang pasti semakin hari aku makin nggak bisa nahan perasaan aku ke kamu." lanjut Ervan membuat Riri seolah diguyur es masih tidak bisa bergerak.
"Mas, nggak bercanda kan." kata Riri terbata.
Ervan memberi kode pada bocah yang tak lain adalah Abel, Abel menghampirinya dengan membawa bucket bunga mawar cukup besar yang indah ditengahnya ada kotak cincin lengkap dengan cincin berlian yang tadi dipilihnya. Abel berlari lagi menjauh beberapa meter sambil bersiap dengan kameranya lagi.
"Ri, aku ingin kamu jadi istriku, dan ibu sambung dari Abel dan anak-anak ku nanti. aku janji akan semampuku selalu buat kamu bahagia. dan aku akan terus belajar menjadi suami yang akan membimbing keluargaku masuk kedalam surga nanti." sambung Ervan menyerahkan bucket bunga kepada Riri.
Ya Allah jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku dulu. Riri menerima bucket bunga dari Ervan.
"Mas serius?" Dengan mata berkaca-kaca Riri mencoba memastikan kembali. Jilbab pashminanya tersingkap angin membuat wajah putih alami Riri tertutup dan dia membenahi lagi.
Bukannya menjawab Riri malah terisak, dia tidak bisa lagi membendung air matanya bahagia yang mengalir di pipinya.
"Ri please jangan nangis, kalau memang kamu nolak, aku siap terima kok." Balas Ervan Merasa kuatir Melihat Riri yang makin terseduh.
"Bukan begitu mas, Riri merasa terharu, Riri nggak nyangka dengan semua ini, bagaimana bisa mas Ervan ngelamar Riri."
"So, jawaban kamu apa, please say yes."
"Sebenarnya Riri juga mencintai sama mas Ervan, Insyaallah Riri siap. tapi Riri mau istikharah dulu ya mas, untuk memantapkan hati Riri kalau memang mas Ervan jodoh yang dikirim Allah buat Riri." Riri mengatakan sambil menunduk malu dan lagi air matanya menetes.
"Alhamdulillah, pasti aku akan menunggu kamu ri. jangan nangis lagi dong." kata Ervan tersenyum rasanya pengen hapus air mata Riri dan memeluk Riri.
"Tadinya aku mau ngelamar langsung ke orang tua kamu, tapi Abel nih yang minta buat acara dinner gini, tuh dia seneng banget jadi sesi dokumentasi anak Instagram." menunjuk Abel yang bermain dibibir pantai sambil memotret.
Riri tersenyum, "jadi ini idenya Abel mas." Riri langsung melambaikan tangan memanggil Abel, Abel langsung sigap berlari ke arah Riri. Riri langsung berdiri memeluk Abel begitu sebaliknya.
__ADS_1
"Sekarang boleh dong Abel panggil mama." Kata Abel melepas pelukannya, membuat wajah Riri memerah dan dia menggangguk.
"Kalau aku Ri boleh panggil sayang dong." kata Ervan yang ikut mengoda pada Riri, Riri tak bisa berkata hanya mengangguk mukanya memerah.
"cieh...cieh...cieh." kata Abel menggoda papanya menyenggol.
"Sayang, pakaiin cincinnya ke tangan mama. papa belum boleh sekarang pegang mama."
Dengan cepat Abel mengambil cincin di bucket bunga dan menyematkan ke jari manis Riri. Riri menutup wajahnya dengan tangan tersenyum malu.
Kamu manis banget Ri gemes jadi liatanya, kita akan nikah secepatnya Ri. Ervan
"Kita santai dulu habis itu kita pulang." kata Ervan begitu bahagia.
penyanyi akustik meyakinkan lagu lagi. semua merasa bahagia menikmati malam ini.
Merasa sudah mulai larut mereka memutuskan pulang dari kebahagiaan di tempat ini. Diperjalanan hanya ada senyuman sedikit canggung dan malu itu yang dirasakan Riri. Abel sesekali memperlihatkan foto-foto dan video yang tadi dia ambil hingga akhirnya terlelap di perjalanan.
"Sayang, nanti kalau memang udah yakin bilang sama mas ya, nanti mas akan secepatnya ketemu sama Ibu sama bapak." Kata Ervan pada Riri, Riri yang mendengar perkataan Ervan kepadanya merasa malu dan agak sedikit aneh.
"Ya mas." Riri tersenyum pada orang disampingnya.
Riri turun dari mobil membawa bucket bunga ketika sampai didepan rumahnya.
Ervan membuka kaca mobil. "Sayang jangan lama-lama ya salam aja ya buat bapak ibu, love you." Riri hanya mengangguk dan tersenyum. dia masih terlalu malu untuk bilang love you to.
Riri melambaikan tangan ketika mobil Ervan sudah berlalu Meninggalkan rumahnya. Riri masuk kedalam rumah masih belum ingin menceritakan pada keluarganya dan bergegas masuk kedalam kamar. Dia membaringkan tubuhnya melihat seperti ada bayangan kejadian tadi dilangit-langit kamar seolah ingin mengingat semua momen bahagianya malam ini, dia tersenyum melihat cincin yang ada dijarinya. Rasanya seperti mimpi bagi Riri tak henti-hentinya dia tersenyum-senyum sendiri
**Next.........
**terimakasih kasih pembaca mohon kritik dan saran untuk novel ini.
jangan lupa tinggalkan jejak like koment dan vote nya ya bikin semangat author 🙏🙏🙏🙏****
__ADS_1