
🔞Warning! hanya untuk 18+ ya, yang di bawah itu kalian skip part ini ganti baca buku masakan
Davin menyudutkan tubuh Abel disisi jendela mobil, tangannya kanannya merangkul pinggangnya agar tubuh mereka mendekat. Mata mereka saling bertemu yang membuat dada Abel semakin berdebar saja. Itu juga yang dirasakan Davin, ia bisa merasan debaran jantung istrnya sekaligus benda kenyal milik istrinya karena tubuh mereka yang dekat tanpa jarak.
“Sekarang kita sudah berdua sayang,” kata Davin yang mendekatkan wajahnya pada Abel.
Abel merona merah di pipinya, kini Abel merasakan sesuatu yang kenyal lembut menyentuh bibirnya untu pertama kali, My first kiss for My husband. Tentu saja Abel tidak menolak, dia malah menikmati setiap kecupan - kecupan kecil yang di lancarkan suaminya di bibirnya.
Davin mulai meyesap bibir bawah Abel perlahan berpindah menyesap ke atas, meskipun ia ingin sekali melu-mat habis bibir mungil istrinya tapi ia mencoba bermain santai. Sebenarnya Davin sedikit canggung, dia sudah lama sekali tidak berciuman dengan wanita. Mungkin sekarang dia akan menikmati ciuman ini dengan penuh cinta dengan istrinya.
Davin melepas ciumannya, memandang wajah Abel sekilas sambil membelai pipinya.
“Kamu manis Sayang, nikmat ya kalau ciuman sama istri, apalagi yang lain ya.”
“Bang Davin tolong jangan mesum di jalan, kasian juga Amar seperti tiang listrik di luar. Kita lanjutkan di rumah ya,” ujar Abel malu.
“Kita hanya ciuman sayang, mesumnya nanti malam ya,” balas Davin. Abel langsung mendorong dada suaminya.
“Sini Abang mau cium lagi.” Tangan kiri Davin langsung meraih tengkuk leher Abel dan menyambar bibirnya dengan sedikit kasar kali ini.
Abel refleks mengalungkan tangan dan mengelus leher suaminya. Sedangkan Davin terus memperdalam ciumannya hingga indera perasanya mulai bermain-main di rongga mulut istrinya. Sedangkan tangan kirinya mencari pegangan lunak di dada Abel. Abel melepas ciuman serakah suaminya karena merasa pasokan oksigen di rongga diafragmanya berkurang. Nafasnya tersenggal-senggal, tapi sepertinya suaminya masih ingin melanjutkan. Davin mendekatkan bibirnya lagi.
Cup
Ia hanya mengecup bibir Abel, lalu mengelus bekas lipstick di atas bibir Abel yang berlepotan karena ulahnya.
Abel salah prediksi kali ini. “Kita lanjutkan nanti malam Sayang, Abang akan buat kamu menyebut nama Abang semalaman.”
“Bang Davin. Mesum!” balas Abel mendadak merinding mendengar perkataan suaminya.
Davin membuka kaca jendela mobil. Ia memanggil Amar yang hampir saja berlumut karena lama menunggu Bosnya yang bermesraan dengan istrinya.
Mobil pun kembali melaju, Abel sekarang menaruh kepalanya di pundak suaminya seolah tak ingin jauh, sedangkan Davin mengelus wajah istrinya sesekali menciumi puncak kepala Abel yang bersandar di pundaknya.
“Bang Davin kita mau kemana?” tanya Abel ketika mobilnya menuju arah bandara bukan arah ke rumah keluarga Adiguna atau rumah Papanya.
“Langsung honeymoon, Abang akan bawa kamu ke tempat yang hanya ada kita berdua tanpa ada yang menganggu.”
__ADS_1
“Bang Davin curang, kenapa nggak bilang sama Abel!” keluh Abel cemberut.
“Kejutan Sayang, Bang Davin mau makan kamu sampai habis,” bisik Davin ditelinga Abel.
“Ih ... ternyata suamiku mesum,” canda Abel. “Tapi Bang, Abel belum packing dan lihat kita masih pakai baju pengantin.” Abel melebarkan gaun simplenya.
“Tidak masalah Sayang, koper kamu udah siap dari beberapa hari lalu oleh Mama kamu.” Balas Davin menahan tawa merasa lucu melihat expresi kaget istrinya.
“Feeling Abel nggak enak nih, pasti isinya lingerie semua seperti honeymoon di novel-novel online.” Abel menunjuk seolah menuduh pada Davin.
“Meybe, baguslah kalau begitu Abang akan semakin bersemangat,” balas Davin. Abel memukul lagi lengan suaminya dan mendengus kesal pada suaminya.
Mobil mereka masuk ke area bandara. Disana sudah siap pesawat jet pribadi entah milik keluarga adiguna atau disewa oleh Davin. Abel tidak ambil pusing, yang ada di pikirkanya kini, akan dibawa honeymoon kemana oleh suaminya.
Abel duduk bersandar di pundak suaminya sambil merangkul tangannya, dia menikmati perjalanan udara yang masih di rahasiakan oleh Davin. Abel hanya bisa menduga-duga karena suaminya sama sekali tidak memberi tahukan tujuannya. Begitu pula dengan Amar yang ikut-ikutan merahasiakan tujuan mereka.
“Sayang, kamu tidur sekarang nanti kalau udah sampai Abang bangunkan,” perintah Davin pada Abel.
“Abel belum ngantuk,” jawan Abel manja.
“Tidur sekarang, nanti malam Abang nggak akan biarkan kamu tidur,” ujar Davin. Abel mendorong lengan Davin.
“Ya main catur. Tapi yang kerja hanya satu pion prajurit yang membobol Istana sang ratu,” goda Davin. Abel mencubit lengan Davin, dia memilih tidur daripada meladeni suaminya yang terus berpikiran mesum.
Pesawat mendarat dengan sempurna setelah satu jam di udara. Ternyata suaminya mengajak honeymoon di pulau L. Langit di pulau ini mulai gelap. Perjalanan masih panjang. Setelah menjalankan kewajiban di sebuah surau, ketiganya kini melanjutkan perjalanan dengan Amar yang masih menjadi sopir.
“Sayang bangun! Kita sudah sampai.” Davin membangunkan Abel yang terlelap diperjalanan. Abel membuka matanya, ia keluar dari mobil. Nampak pemandangan laut malam yang indah di tempat ini. Deburan suara ombak dan bulan yang melingkar sempurna di atas permukaan laut. Nampak sepi dan indah, ini seperti pulau pribadi yang sudah dipesan. Hanya ada tiga pelayan perempuan yang meyambut membawakan koper-koper ke dalam satu villa indah.
Abel melepas sepatu hak tinggi yang menancap di atas pasir dan menjinjingnya di tangan.
“Auhh ….” Pekik Abel kaget ketika tubuhnya di angkat oleh Davin dari belakang.
“Kita akan habiskan waktu disini sayang hanya berdua,” ujar Davin.
Abel jadi tersenyum malu sambil tangannya membelai pipi Davin. kini keduanya berjalan menuju villa sambil Davin mengendongnya dengan gaya bridal.
Abel disungguhkan wangi mawar yang begitu menusuk ketika masuk ke dalam kamar. Cahaya kamar pun remang-remang menambah kesan intim disini. Kamar serpertinya sengaja di dekorasi untuk pasangan yang berbulan madu.
__ADS_1
“Kamu suka nggak sayang,” tanya Davin sambil merebahkan tubuh Abel diatas ranjang.
“Sangat suka Bang, ini indah banget,” balas Abel.
Davin membaringkan tubuhya menyamping di sebelah Abel, ia membelai pipi istrinya dan berusaha membuka peniti yang mengaitkan kerudung istrinya. Kerudung Abel sekarang terlepas hingga memperlihatkan rambut coklatnya. Abel mendadak berdebar lagi melihat tatapan suaminya setelah melihatya tanpa kerudung. Dia tidak bisa bedakan antara kagum atau nafsu.
“Kamu cantik Sayang, Abang beruntung hanya abang yang melihat kamu secantik ini." Davin membelai rambut Abel dengan lembut. Hal ini membuat hasratnya semakin berdesir ingin menerkam istri cantiknya.
"Bang Davin apa Abel boleh mandi dulu?badan Abel rasanya lengket, pengap, gerah sejak tadi," pinta Abel.
Davin bangkit dari ranjang, ia melepaskan kemeja putihnya yang dari tadi ia kenakan. Abel mendadak salah tingkah melihat pertama kalinya lelaki bertelanjang dada didepan matanya, ya Abel melihat tubuh sek-si lain selain tubuh sek-si Papanya.
"Abang tunggu di kolam pemandian depan, kita mandi dulu. Jangan lama-lama," kata Davin di telinga Abel.
Ia mencium kening Abel dan pergi keluar kamar menuju kolam air panas kecil di depan kamarnya.
Maksud aku mau mandi sendiri Bang Davin, bukan mandi berdua. Aku jadi tambah deg - degan harus ngapain belum juga ehem-ehem. kata Abel dalam hati.
.
.
.
.
.
.
NEXT ....
___________________________________________
Thor : Lanjutannya sengaja mau up malam ya 😁😁😁
Zen : gimana nasib bang Nolan Thor 😭
__ADS_1
Thor : Savar, Tunggu notif pengumuman Thor. Nanti Thor kupas disitu.
Beri semangat author pencet LIKE tombol jempol ketik KOMENT sesuka hati kalian yang punya POIN bisa VOTE seikhlas kalian. loph U❤️