
Di kantor PT. PM reg****l IV Ervan memarkirkan mobil dihalaman parkir seperti biasa. Dari jalanan parkir dia berjalan menuju gedung perkantoran. Rasanya baru tiga hari tidak berada ditempat ini, ia sudah merindukan suasana tempatnya berkerja dari magang masa kuliah hingga sekarang yang kemungkinan besar akan tidak bisa ia rasakan lagi nanti. Keakraban dengan para bawahannya dilapangan team. Keadaan laut lepas pantai, menjelajah lokasi dari kota satu ke kota yang lain baik darat maupun laut. Ia pasti akan sangat merindukan suasana kerja yang menjadi impiannya sejak kecil.
Ervan akan memasuki ruangan kepala r*****al IV sesuai dengan perintah staff yang menelponnya. Ia tidak lagi mengenakan pakaian coverall safety ataupun membawa safety helmet seperti biasa saat bekerja. Ia menggunakan kemeja biru dengan celana hitam panjang seperti karyawan administrasi. Seluruh staff yang ia lewati memperhatikan mungkin karena kabar menyebar begitu cepat, langkahnya seolah terlihat orang yang sudah terdakwa, ada yang menghampiri menegur menanyakan kebenaran, ada pula yang memberi motivasi semangat seolah tidak mau kehilangan juga sosoknya. Merasa sudah terlambat untuk menemui seseorang, ia meminta ijin bergegas pada beberapa orang yang mengerumuninya.
Ervan mengetuk pintu, setelah mendapat izin masuk dari balik pintu ia langsung membuka handle pintu masuk ke dalam ruangannya. Wanita cantik dengan rambut lurus sebahu menatapnya tajam dari kursinya. Dia menyuruh Ervan duduk di kursi yang ada dihadapannya.
"Sepertinya sudah sangat lama, kamu pasti menanti saat ini kan. Seperti yang kami inginkan." Kata Tiara pada orang yang pernah bersamanya itu, ia melempar map merah hingga Ervan gelagapan menangkap mapnya yang hampir terjatuh dari meja. Situasinya berubah semua menjadi sangat canggung Ervan seolah berhadapan dengan musuh bukan Tiara orang yang dulu pernah dicintai dan bersamanya.
"Ada 16 lembar tanda tangani semua." Kata Tiara tanpa ekspresi.
Tanpa bicara Ervan langsung mengambil bolpoin dan menanda tangani berkas didalam map yang ada dihadapannya. Ia tahu surat ini adalah surat pemberhentian tak hormat yang diberikan atasannya padanya. setelah selesai Ervan mendorong map merah ke arah Tiara.
"Jika tidak ada hal lain apakah aku boleh pergi." Tiara mengangguk sambil mengecek map merah itu.
Ervan beranjak dari duduknya dan bersiap akan keluar dari ruangan ini.
"Van apa kamu sudah tahu, besok kamu akan ke lokasi PPM, helikopternya berangkat jam 9." Kata Tiara yang menghentikan langkah Ervan.
Ervan dengan cepat menoleh memastikan apa yang baru saja didengarnya salah atau memang benar begitu kenyataannya.
"Apa maksudnya, aku sudah diberhentikan." Ervan bertanya masih belum mengerti apa yang terjadi.
Tiara bangkit dari kursi menghampiri Ervan membawa map merah. Dia menyerahkan map merah pada Ervan.
"Sebelum tanda tangan harusnya kamu baca dulu." Kata Tiara masih membuat Ervan tak berkutik dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
"Itu surat pembebasan dari O**EC. menurut penyelidikan kebocoran saat drilling bisa saja terjadi, kasus ini akan ditutup selamanya, siapapun nanti yang akan Mengantikan posisiku tidak akan bisa membuka kasus ini dengan alasan apapun. segala kerugian karena kejadian itu akan sepenuhnya ditanggung oleh O**EC selaku premi perusahaan." Lanjut Tiara.
Ervan benar-benar tidak percaya apa yang didengarnya dari mulut Tiara. Padahal selama tahun-tahun lalu alasan itu yang selalu dipakainya untuk tetap bersamanya dan membuatnya tertekan. Tapi dalam beberapa hari dia sendiri yang menyelesaikan dengan O**EC. Kenapa Tiara tiba-tiba seperti malaikat yang melakukan hal semulia ini. Apakah dia mempunyai maksud lain dengan semua ini atau kah ini campur tangan Allah atas semua doa-doa nya yang memohon pertolongan melunakkan hati Tiara yang keras selama ini. Begitu sekiranya yang ada dipikiran Ervan.
Dia masih membeku seperti es tak bisa berkata-kata karena merasa sangat terkejut dengan semuanya.
"Kenapa kau lakukan semua ini." katanya kepada wanita didepannya.
"Terlalu banyak orang yang membenciku karena perkerjaan dan posisi ini Van, aku tidak ingin karena keegoisanku orang yang aku cintai juga membenciku." kata Tiara bernada lemah tidak seperti biasa Dimata Ervan.
"Aku sangat berterima kasih untuk semua yang kau lakukan Tiara, aku tidak akan pernah melupakan ini sampai kapanpun." kata Ervan begitu bahagia dengan apa yang terjadi.
"Van bisakah memelukku sebentar sebelum kamu berada dipelukan wanita itu." Kata Tiara yang mengejutkan Ervan.
Ya Allah maaafkan aku, ini yang terakhir setelah hanya Riri yang ingin aku peluk. Ervan
Ervan melepas pelukan setelah beberapa detik karena sudah merasa tidak nyaman dan memegang kedua tangan Tiara. "Tiara suatu hari nanti pasti ada laki-laki yang lebih baik dari aku yang akan sangat mencintai kamu seperti aku sangat mencintai Riri."
"Kamu tahu kan Van aku nggak bisa suka dan percaya sama orang dengan mudah tapi aku akan coba kalau aku sudah siap lupain kamu." Balas Tiara kemudian ia duduk di sofa.
"Terimakasih untuk semuanya Tiara, maaf." Ervan menyusul Tiara duduk di sofa.
"Aku sadar Van, Kamu butuh istri dan ibu untuk anak kamu, bukan wanita yang selalu bersama kamu seperti aku. forgive me for everything."
"Its oke. Tiara, jangan terlalu terlena dengan mimpi kamu, kamu harus memikirkan pernikahan, menikah itu menyempurnakan ibadah."
__ADS_1
"Aku bahkan belum mikir untuk itu Van, sekarang aku hanya mau menunggu mimpi aku yang udah didepan mata. meskipun berat sekarang aku udah rela kamu kejar mimpi kamu."
"thanks you for everything. Ya Tiara pasti." Ervan berdiri akan meninggalkan ruangan.
Tiara memeluk Ervan dari belakang lagi ketika dia akan keluar ruangan. "kenapa aku nggak seberani kamu Van, kamu rela kehilangan semua demi orang yang kamu cintai, tapi aku rela kehilangan kamu orang aku cintai demi impian aku."
Ervan yang sangat terkejut menoleh mencoba melepaskan sedikit memberi jarak karena merasa sudah tidak nyaman lagi melakukan hal ini.
"Tapi kenyataannya aku tidak kehilangan apapun kan karena kebijaksanaan kamu, terima kasih Tiara Pasti nanti kamu akan bahagia dengan laki-laki yang tepat." Tiara mengangguk kali ini dia menitihkan air mata yang langsung cepat-cepat ia hapus karena dia tidak mau terlihat lemah didepan siapapun karena itu lah yang di ajarkan perusahaan pada Tiara diposisi sekarang.
"Berkerja lah lagi, perusahaan ini tak akan kehilangan petroleum engineer sebaik dirimu."
"Terima kasih bu bos cantik." Ervan tersenyum pada Tiara.
Ervan berpamitan dan berlalu pergi meninggalkan ruangan dengan perasaan yang sangat lega dan sedikit ada rasa cemas kepada Tiara.
Ada seseorang yang bilang sama aku Van satu keputusan salah merusak banyak hati. Tapi satu kebaikan bisa memperbaik semua. Aku kali ini melakukan yang benar. Tiara
Hari ini dikantor adalah hari paling baik untuk Ervan rasanya ingin memperingati hari ini setiap tahun sebagai hari pembebasan. Ervan benar-benar tidak menyangka keajaiban yang ditunjukkan Allah. Apalagi Tiara yang 180 derajat berubah kenapa dia? dia bahkan tidak menyangka apa yang terjadi hari ini diluar Ekspektasinya. sekarang yang ada dipikirannya langkahnya semakin mudah bersama Riri dia tak henti-hentinya bersyukur setiap melangkah.
(Untuk part Tiara kenapa berubah di 2 bab berikutnya ya.)
Terimakasih kasih pembaca masih butuh saran dan kritik untuk novel ini.
jangan lupa tinggalkan like, koment. apalagi VOTE ditunggu 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1