
Aline
Princess naik mobil Lamborghitu serasa naik mobil ambulans, di dalam mobil suasana mencekam permisa! Bulu kuduk princess tiba-tiba saja merinding. Calon suami udah pasang wajah galak dari Lamborgitu keluar dari rumahku. Tapi princess juga masih sakit lambung ditelantarkan, ditinggalkan, tak dianggap dan banyak 'di' yang lain sama calon suami.
"Kenapa kamu nggak angkat telepon saya!" Raffa mulai buka suara.
"Sejak aku pulang dari kantor kamu, aku langsung tidur, aku kecapean nunggu kamu."
"Kamu kan bisa telepon! Kenapa kamu mau pulang sama Farel!"
"Aku sama Farel sahabat udah lama, aku tuh udah tahu seluk beluknya. Jadi kamu nggak perlu kuatir dia bakalan culik aku terus minta tebusan sama kamu," jawab princess nggak mau kalah ngegas.
"Tapi kamu sadarkan! Kalau kamu pergi dengan laki-laki lain didepan calon suami kamu!"
"Kamu kan yang nyuruh kita buat pura-pura nggak kenal Raf. Kalau aku Nolak Farel itu namanya menolak kebaikan orang lain,"
"Kan aku sudah bilang! Mau antar kamu!"
"Masa! kamu aja lagi asik sendiri sama Alisa Alisa itu!" princess berhak cemburu dong sama calon suami.
"Kamu cemburu!"
"Iyalah, aku calon istri kamu yang sebenarnya Raf, yang sudah di Patenkan sama keluarga kamu!"
"Jauhi Farel! Kamu nggak boleh lagi temui dia!"
"Kok gitu! nggak mau!" jawab princess. Seenaknya sendiri nih calon suami, memutus tali persahabatan princess.
"Berati kamu bukan calon istri idaman saya! Belum nikah aja kamu udah bantah calon suami!"
"Nggak bisa gitu juga Raf, aku sama Farel udah sahabatan. Kamu tetep calon suamiku yang nggak bisa terganti!"
"Kalau begitu kamu juga harus umumkan ke teman kamu, orang kantor, tukang ojol sama semua orang yang masih bernafas di bumi ini kalau aku calon istri kamu, Caroline Shania Bagaskoro." Pintaku, princess nggak mau lagi di anggap makhluk tak kasat mata sama Raffa.
Raffa menatap princess tamat-tamat, lalu Raffa kayak lagi berpikir gitu. kalau Raffa menolak, lihat aja! Princess akan buat Raffa semakin kebakaran jenggot kalau perlu kebakaran alis juga!
"Oke! Tapi aku butuh waktu.Tapi Inget kamu harus jauhi Farel atau laki-laki manapun!"
"Deal," sahut princess semangat.
"Satu lagi!" Raffa nyengir, princess cium aroma - aroma tidak beres nih.
"Apalagi Raf!" princess mulai curiga.
"Hari ini kamu yang masak makan malam buat keluraga saya."
Amegot! Princess keselek nyamuk yang lewat.
__ADS_1
"Kamu bercanda kan Raf," tanya princess lemah gemulai.
"Nggak! Calon istri saya harus membuat masakan spesial untuk keluarga saya," sahut Raffa.
"Kita mampir di resto langganan aku aja Raf, di sana menunya enak banget, pasti Mama sama Papa kamu suka," tawar Princess siapa tahu berhasil.
"Nggak! Kita tuh udah terbiasa makan malam sama masakan rumah, masakan yang paling buat kita semangat saat pulang kerja!"
Suruh masak! masak apa? Princess paling bisa masak air sama masak mie telur ceplok. Masa iya, princess kasih makan malam calon mama sama Papa mertua mie telur ceplok memang mereka anak kos apa. Bisa di ragukan kelayakan princess jadi calon menantu impian.
Princess jadi serba salah! mau jujur nanti jatuh dong penilaian princess sebagai menantu ideal. Mau bohong, princess takut menuju jalan yang sesat.
Mami, Papi tolonglah anakmu! Chef Arnold tolong!
Mobil Raffa udah masuk ke rumah bercat putih, kini mesin mobil di matikan dan berhenti di halaman. Princess masih belum Nemu ide untuk masak apa malam ini, begini banget jadi calon istri Raffa.
"Ayo turun!" Raffa buka pintu mobil dan bikin kaget princess yang lagi berpikir.
Dengan penuh kepasrahan aku siap turun dan bertempur dengan wajan and the Genk.
Princess kembali ke rumah calon mertua. Rumah calon mertua memang nggak banyak perubahan dari dulu, Hanya ada bangunan tambahan di sisi rumah.
Raffa membuka pintu rumah, calon mama mertua sudah nyambut calon menantu ini dengan penuh kehangatan.
Aku balas memeluk calon mama mertua tercinta ini.
"Bener nih, kata Raffa kamu mau masak buat makan malam." Mama mertua kayak nggak percaya gitu princess bisa masak.
Lah ... memang fakta aku nggak bisa masak makanan berbumbu. Tahu cuma makan masakan yang dibuat Mbak Tini.
"Sebenarnya ide Raffa sih tante," jawab princess jujur.
"Ya udah kita masak bareng ya," balas calon Mama mertua membuat aku sedikit bernafas lega.
Kita berdua akhirnya menuju dapur, calon mama mertua pakaian princess celemek kembaran jadi kita kelihatan kayak mertua dan menantu kompak gitu sahabat.
"Kita masak apa nih?" tanya Tante Riri.
Princess hanya bisa nyengir, masa iya mau bilang masak mie telur ceplok.
"Masak makanan kesukaan Raffa aja Tante, biar Aline tahu," akhirnya Nemu ide brilian.
"Setuju Lin, Raffa tuh paling suka makan makanan rumahan, dia tuh jarang makan diluar, makanan kesukaannya ya masakan mamanya. Tapi nanti masakan yang di suka ya masakan istrinya." Calon mama mertua pegang dagu princess mengoda.
Aduh jadi merasa bersalah kan sekarang, princess saja nggak bisa bedakan mana garam sama gula. Ini lebay ya, intinya princess nggak bisa masak masakan berbumbu.
"Kita mau masak cumi asam manis, atau rendang nih," tanya Mama mertua lagi.
__ADS_1
"Tante, aku benar-benar nggak bisa masak yang pakai bumbu," princess harus jujur agar ke depannya ditunjukkan jalan yang lurus.
"Oh ... jadi kamu sukanya masak yang simple kayak tumisan ya!"
Aku hanya tersenyum, tepatnya calon menantumu ini tahunya makan saja Ma! Kalau nggak pesan delevey order.
"Ya udah mama kasih tahu resep cumi goreng asem manis, itu masakan kesukaan Raffa. Nanti kamu catat ya!"
"Siap Tante." Princess mengangguk dengan semangat.
"Sekarang panggil Mama aja," balas calon
Mama mertua.
"Ya Ma," sahut princess akhirnya terselamatkan dari tes masak memasak.
Mama Riri mulai mengeluarkan semua bahan dari kulkas. Di meja dapur kini sudah di penuhu aneka rupa bahan mentah. Ada cumi - cumi mentah, bawang-bawangan, cabe-cabean dan masih banyak lagi bahan yang asing di mata princess.
"Lin, sebentar ya. Mama mau ke depan sebentar sepertinya Papa Raffa udah pulang."
"Ya Ma."
Mama Riri melangkah pergi meninggalkan dapur.
Mama Riri meoleh, "Oh ya Lin, kamu urus dulu cuminya. Terus lumuri kunyit ya," titah Mama Riri.
Aku hanya mengangguk. Hanya butuh beberapa detik calon mama mertua udah hilang dari pandangan Princess. Mama Riri pergi ninggalkan princess dengan semua bahan yang sudah kayak nantang ngajak perang princess.
Pertama - tama Princess ambil cumi-cumi utuh yang udah pasrah mau princess eksekusi. Sumpah! princess nggak tahu nih cumi mau diapain. Di belah, di potong atau di kunyah.
Mama Riri cameback!
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung