Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 63 Detak Jantung


__ADS_3

Pagi ini tidak seperti biasa, Riri ikut bersama anak dan suaminya satu mobil. Beberapa menit dari rumah Mereka sudah sampai depan gerbang sekolah Abel.


Ah jadi kangen. gumam Riri melihat sekolah tempatnya berkerja dulu, ramai dengan murid-murid yang akan mulai berdatangan ke sekolah.


Setelah Abel turun, Ervan langsung melajukan mobil mengantar istrinya ke rumah sakit di kawasan kompleks PT. PM perusahaan tempatnya berkerja.


Kenapa dokter Nathan beri rujukan ke dokter kandungan, kalau memang aku hamil, kenapa tidak ada tanda-tanda kehamilan seperti di sinetron tv, muntah-muntah terus pusing, tapi memang kemarin terlalu sibuk dengan acara liburan dan nyusun bab 3 aku sampai lupa terakhir kedatangan tamu bulanan. Riri


"Kenapa melamun sayang." Tanya Ervan yang melihat istrinya bengong.


"Nggak mas Riri deg deg kan aja, kenapa dokter Nathan merujuk Riri ke dokter kandungan." Jawab Riri.


"Ya mungkin memang ada sesuatu yang perlu ditindak lebih jauh sama dokter kandungan sayang." Balas Ervan.


Beberapa menit Ervan sampai didepan rumah sakit. Keduanya turun bersama, Ervan mengandeng tangan Riri menuju lobby rumah sakit. Ervan menuju ke loket pendaftaran dan mengambil nomor prioritas yang dipesan dari kemarin yang tidak perlu mengantri dengan pasien lain saat dokternya sudah datang.


Riri dan Ervan bergandengan tangan menuju poli kandungan. Riri duduk ditempat yang disediakan di poli, melihat disekelilingnya beberapa ibu hamil dengan ukuran perut yang berbagai bentuk. Riri merasa iri, berharap bisa merasakan hal yang sama. Sesekali dia juga melihat suami dari ibu hamil yang terus mengelus perut istrinya yang membuncit. Riri tersenyum sendiri sembari memegang perutnya yang rata membayangkan suaminya melakukan hal yang sama.


Setengah jam menunggu, dokter kandungan perempuan yang dipilih oleh suaminya datang memasuki ruangan praktek.


"Ibu Rinjani." Kata perawat yang memulai antrian dan Riri giliran pertama.


Riri yang perasaan masih gugup melangkah mengandeng tangan suaminya masuk ke dalam ruangan.


Riri bertemu dokter wanita paruh baya yang mengenakan hijab, dia memberi surat rujukan yang diberikan dokter Nathan.


"Kapan terakhir menstruasi." Tanya dokter.


"Sekitar satu bulanan yang lalu dok." Jawab Riri mencoba mengingat.


"Ayo baring dulu disana." Ujar dokter menunjuk arah tempat tidur yang didepan terdapat monitor 32 inci.


Riri berbaring ditemani suaminya yang berdiri disebelah tepi ranjang. Perawat menaruh gel diingin dibagian perut bawah.


"Bismillahirrahmanirrahim." Dokter mulai menaruh alat diatas perut Riri memutar-mutar seolah mencari sesuatu.

__ADS_1


"Selamat ya bu, pak,Ibu hamil, ini kantongnya udah terlihat dan janinnya." Dokter Menunjuk di layar titik hitam yang dimaksud.


"Benar Dok," Tanya Ervan yang begitu senang.


"Ya Pak yang garis putih itu, janinnya." Balas Dokter.


"Alhamdulillah, kamu hamil sayang." Ucap Ervan bahagia hingga membuat matanya berkaca-kaca.


"A-ku ha-mil Mas." Kata Riri yang masih tidak percaya dengan apa yang didengar, air matanya kini mulai mengenang.


"Udah lima Minggu, sudah bisa didengar detak jantung bayinya." Kata dokter memencet tombol.


Duk Duk Duk Duk Duk suara dari layar yang ada dihadapan Riri.


Detak jantung lain didalam tubuhku, Ya Allah tidak ada lagi kata yang bisa mengungkapkan betapa bahagianya aku sekarang, sebentar lagi aku akan menjadi seorang wanita seutuhnya menjadi seorang ibu, Engkau menitipkan padaku dan suamiku amanah yang membahagiakan ini. Riri tak bisa lagi membendung air matanya mendengar pertama kali suara detak jantung janinnya.


Ervan menghampiri Riri yang menangis usai dokter kembali ke meja kerja.


"Selamat ya sayang." Ervan mencium puncak kepala Riri yang masih terseduh.


"Tolong di jaga kandungannya ya masih awal masih rentan, jangan terlalu lelah, banyak istirahat dan makan makanan yang sehat." Kata dokter. Riri dan Ervan mengangguk.


Dokter memberikan resep obat untuk ditembus di apotek.


"Terima kasih dokter." Kata Riri keluar ruangan dengan wajah bahagia.


Ervan mengantri di apotik, Riri menunggu suaminya duduk di kursi tunggu. Setelah mendapat obat keduanya menuju tempat parkir. Keduanya sudah didalama mobil.


"Terima kasih sayang sudah mengandung anakku, ini kado terindah buat Mas, sebentar lagi Mas bukan hanya suamimu, tapi juga ayah dari anakmu." Kata Ervan yang mengelus perut Riri yang masih rata.


"Ya Mas, Riri juga senang banget. Masih nggak percaya Mas, Abel pasti senang banget." Jawab Riri.


"Ayo kita pulang anak Papa, nanti kita kasih tahu kakak ya." Kata Ervan bicara pada perut Riri dan menciumnya. Riri tertawa geli melihat tingkah suaminya.


Ervan pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit. Ditengah perjalan Ervan berhenti disalah satu minimarket.

__ADS_1


"Mas, mau cari sesuatu." Tanya Riri.


"Kamu tunggu sini aja," Kata Ervan turun dari mobil.


Setelah beberapa menit Ervan sudah kembali dengan kantong belanja berisi kotak susu. Ervan melanjutkan lagi Perjalanan.


"Banyak banget Mas susu hamilnya, Mas" Tanya Riri membongkar sepuluh kotak susu yang dibeli suaminya.


"Susunya Mas beli aneka rasa biar kamu nggak bosen sayang bisa ganti-ganti rasa." Jawab Ervan.


Ditengah perjalan menuju rumah, Riri melihat pedagang cireng isi.


"Mas mau itu." Riri menunjuk jajanan pinggir jalan itu. Ervan dengan cepat menghentikan mobilnya.


Riri memakan dengan lahap jajanan yang dibelinya. Ervan yang melihat Riri makan dengan lahap tiba-tiba perutnya terasa mual seperti ingin mengeluarkan sesuatu, dia menepikan mobilnya, berlari ke pinggir jalan yang terdapat parit dan mengeluarkan semua isi perutnya. Riri menghampiri suaminya dan memijat tengkuk leher suaminya.


"Mas kenapa? Mas nggak apa-apa kan." Tanya Riri sambil mengosok-gosok punggung suaminya.


"Liat kamu makan, Mas tiba-tiba mual, Kenapa kamu yang hamil, Mas yang mual." Balas Ervan lemas.


"Riri juga nggak tahu Mas, mungkin Mas yang kena morning sickness." Riri tertawa kecil.


Keduanya pun melanjutkan perjalanan usai Ervan sudah mulai membaik.


.


.


.


.


. Next......


Terima kasih sudah sabar nunggu up dari author.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jempolnya like koment vote author ya biar semangat up nya🙏🙏🙏🙏


__ADS_2