Istri Untuk Papa

Istri Untuk Papa
BAB 45 Family


__ADS_3

Riri mondar-mandir didalam kamar merasa cemas dengan sikap suaminya, dia masih tidak bisa tenang meskipun sudah berusaha memejamkan mata lalu bangkit lagi dari tempat tidur. Dia ingin memeluk suaminya mengembalikan semuanya menjadi hangat lagi.


Riri keluar dari kamar nampak suaminya yang berada di ruangan tengah lantai dua dekat balkon yang terdapat meja kerja dengan layar komputer 24 inci. Suaminya terlihat serius menatap layar computer sesekali dia melihat lagi ke laptop bergantian. Riri ingin sekali meminta maaf dan mendekati suaminya tapi melihat wajah serius suaminya dia memilih menuju dapur menuruni tangga karena memang suaminya bahkan terlihat tidak memperhatikan dirinya yang melangkah kebawah.


"Mbak Riri mau apa?" tanya bi Mina yang melihat Riri.


"Mau minum bi." Balas Riri membuka kulkas dan menuang air didalam gelas.


"Kenapa mba Riri, kayak gak seneng gitu." Ujar Bi Mina melihat Riri


"Tadi Riri nanya tentang Amanda, tiba-tiba mas Ervan langsung kayak kesel gitu sama Riri." cerita Riri.


"oh... nggak apa-apa mbak, emang mas Ervan itu nggak senang kalau cerita tentang Amanda, mbak Riri bikinkan aja kopi pasti luluh."


"Boleh bi, nanti Riri pasang wajah imut biar suami Riri bisa senyum lagi. hahaha." balas Riri saling melempar tawa pada Bi Mina.


Menaiki tangga membawa secangkir kopi, suaminya masih belum beranjak dari depan komputer. Riri mendekat dan memasang wajah dengan senyum manis supaya bisa membuat suasana hati suaminya kembali hangat lagi padanya.


"Mas kopi, biar lebih rileks." Kata Riri meletakkan kopi disamping laptop.


"Makasih sayang." Balas Ervan tersenyum sekilas dan kembali serius menatap layar komputer.


Riri mengambil kursi single yang ada di dekat balkon, meletakan sisi suaminya.


"Mas serius banget." Kata Riri mencoba bertanya dengan nada manis.


"hhmmmm." Balasan Ervan yang masih fokus menatap layar komputer yang dipenuhi gambar dan angka itu.


Merasa kesal karena keberadaan seperti tak diperlukan. Riri bangkit dari duduk akan kembali ke kamar, tapi tangan menghalangi langkahnya menyeret Riri ke pangkuan suaminya kini Riri duduk menyamping dipangkuan suaminya. langsung dengan cepat Riri mengalungkan tangan ke leher suaminya dan menyadarkan kepalanya dengan kepala suaminya.


"Maaf ya sayang, aku harusnya nggak diam sama kamu. apa salahnya kalau kamu ingin tahu." Kata Ervan sambil mencium lama pipi istrinya.


"Riri juga minta maaf ya mas, udah ngerusak suasana." Balas Riri memasang muka semanis mungkin agar suaminya senang.


"Nggak sayang. mas memang ada pekerjaan, mas koreksi perkerjaan yang gantikan mas selama cuti." Balas Ervan lagi.


Ervan mengskip layar komputer yang tadinya berisi hanya angka dan gambar kemudian mencari beberapa file dan Menganti dengan foto wanita berambut keriting dengan anak manis sekitar umur 8 tahunan terlihat bahagia.


"Ini ibunya Abel sayang, Amanda." Kata Ervan menunjuk layar komputer.


"Cantik ya mas, maka nya Abel cantik." kata Riri sebenarnya ingin mendengar banyak cerita lagi tapi dia tidak mau merusak suasana hati suaminya lagi.


Ervan mengerakkan kakinya menyuruh Riri bangkit dan duduk dimeja menghadap kearahnya. Ervan mengengam tangan Riri dan menciumi tangan istrinya.


"Sayang, Amanda atau siapapun adalah masa lalu yang akan jadi kenangan aku aja, tapi kamu istriku cintaku dan Abel anakku adalah masa depan aku." kata Ervan menatap Riri.

__ADS_1


Mas kamu manis banget, aku rasanya pengen cium kamu mas tapi malu kalau aku harus maju duluan. Riri


Bibir suaminya langsung ******* bibir merah Riri khayalan langsung jadi kenyataan. Ciumannya semakin dalam hingga Riri susah mengimbangi cumbuan suaminya. Riri melepaskan ciuman karena nafasnya mulai tersengal, dia mengambil nafas.


"Cukup sayang, Abel masih dikamar nanti dia bisa lihat kalau keluar kamar, kita lanjut nanti malam sekalian jinakkan si Jeje." Goda Ervan dengan tatapan nafsu kepada istrinya.


"Mas ah mulai lagi..." kata Riri malu menjewer telinga suami nya.


"auw sakit sayang, ya udah mau magrib kita siap-siap ke masjid, mas mau selesaikan pekerjaaan dulu." kata Ervan, Riri mengangguk turun dari meja dan meninggalkan suaminya.


******


Keluarga baru berjalan menyusuri jalan komplek perumahan yang sangat bersih dan tertata rapi dengan pepohonan di sisi jalan memperindang suasana perumahan serta lampu jalan yang cukup terang untuk pengelihatan pengendara maupun orang yang berjalan kaki. Riri tidak menyangka perumahan yang terlihat penghuninya individual adalah lingkungan hidupnya sekarang bukan lagi perumahan padat penduduk seperti rumah ibunya. disisi lain dia senang, sekarang dia punya keluarga sendiri bisa berjalan bersama-sama usai melaksanakan sholat berjamaah di masjid.


ketiganya saat ini sampai didepan rumah dan segera menuju meja makan untuk makan malam yang sudah disiapkan Bi Mina.


"Abel seneng banget sekarang mama sama kita terus." Kata Abel memecah keheningan selain suara sendok yang menyentuh piring.


"Ya cantik mama juga seneng." Balas Riri.


"Abel selesai makan belajar terus tidur ya dan jangan keluar kamar." kata Ervan pada Abel.


Setelah selesai menikmati makan malam, mereka melanjutkan sholat isya berjamaah dirumah. Setelah itu Riri membantu Abel menyelesaikan tugas sekolah seperti waktu dia mengajar les. sedangkan Ervan memilih menunggu dikamar.


Usai menyelesaikan tugasnya Riri masuk kedalam kamar menyusul suaminya. Mengganti pakaian dengan pakaian tidur lengan pendek, berjalan menuju ranjang menemani suaminya yang masih sibuk dengan ponselnya ditempat tidur.


"Ya mas Riri akan pakai dengan bijak." Kata Riri mengambil kartu pemberian suaminya.


"Jangan sayang pakailah sesuka hatimu beli apapun yang kamu inginkan ya insyaalloh gaji mas cukup kok memenuhi kebutuhan kita."


"Makasih ya mas," Riri mebenamkan kepalanya di dada suaminya.


"oh ya Sayang, nanti kita mau Honeymoon kemana."


"Mas kenapa mikirin honeymoon kita kan bukan pasangan single mas kita ada Abel yang juga harus kita pikirkan, nanti saja kalau waktu Abel libur sekolah kita liburan sama-sama."


"Namanya family holiday dong sayang bukan honeymoon. Makasih ya sayang, kamu udah menerima Abel dan sayang sama dia, aku bersyukur banget sayang, punya istri seperti kamu." Ervan membelai rambut serta mencium kening istrinya dalam pelukannya.


"Riri senang sama Abel mas, dia anaknya cerewet lucu."


"Kita buatkan dia Adek ya sayang, biar rame rumah kita." Tangan Ervan mulai masuk ke dalam baju istrinya


"aahhh... pelan mas." Desis Riri merasakan remasan di dadanya.


Dengan cepat kaki jenjang suaminya menindih tubuhnya. Ervan meraih bibir istrinya ******* bibir Riri, dia mengigit pelan bibir bawah istrinya karena gemas melihat bibir merahnya. Sesekali kepala suaminya turun menyusuri lengkuk lehernya. Riri sudah merasa nafas suaminya lebih mengebuh dari biasanya. karena sudah terbiasa, Riri menikmati setiap ******* dan dekapan suaminya.

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Mama buka pintu ma," Suara dari balik pintu.


Mendengar ketukan suara dari balik pintu yang keras, Riri mengangkat kepala suaminya yang sibuk beraktivitas.


"Mas stop dulu, buka dulu mas kasian abel" pinta Riri menatap suaminya.


"Biarkan saja sayang!" ujar Ervan tak peduli malah langsung melanjutkan aksinya mencium keras leher mulus istrinya.


"Mas...itu kasian anak kita."


Suara ketukan pintu yang semakin keras membuat Ervan tidak berkonsentrasi lagi dan terpaksa menghentikan aktivitasnya. Dia bangkit dari posisinya meraih kaos didekatnya kemudian memakainya.


Dia berjalan dengan kesal membuka pintu dan sudah diduganya anaknya orang yang ada di balik pintu.


"Lama banget buka nya, tumben juga papa kunci pintu kamar." kata Abel yang sudah membawa guling.


Abel langsung berjalan masuk melewati papanya menuju ranjang dan naik di atas ranjang bersama Riri.


"Sayang ngapain disini, ayo kembali ke kamar kamu, mau papa gendong." Kata Ervan yang melihat posisi Abel sudah merebahkan diri bersama Riri.


"Pa, malam ini Abel mau tidur sama mama sama papa." Kata Abel yang sekarang memeluk gulingnya memejamkan matanya.


"Biar aja mas, ranjang kita kan besar cukup untuk bertiga." ucap Riri yang tahu kalau suaminya kesal.


Ya ampun Riri kenapa kamu malah bela Abel sih. Ervan


"Tapi kan kamu bukan anak TK sayang, kamu udah SMP udah gede!." Gumannya kesal.


"Malam ini aja pa," balas Abel dari balik selimut.


Riri menaruh jari dimulutnya mencegah suaminya bicara lagi. Akhirnya terpaksa Ervan mengalah membiarkan anaknya tidur bersama ia membaringkan diri di sebelah istrinya.


"Sayang, gimana nasib mas ini." bisik lirih Ervan ditelinga Riri. Riri hanya tersenyum menahan tawa dan kasihan melihat suaminya yang menahan gairahnya.


Ketiganya pun terlelap melewati mimpi indah malam ini.


NEXT........


(Bahagia-bahagia dulu ya 🤔🤔🤔🤔)


Terimakasih Pembaca masih butuh saran kritik dan masukannya.


Jangan lupa tinggalin jejak like, koment, apalagi vote vote vote yang bikin semangat author.🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


maaf telat up soalnya author lagi menjalani masa karantina dirumah☺️☺️☺️☺️☺️


__ADS_2